
Tengah malam David terbangun dari
tidurnya , karena tak mendapati sosok
istrinya di sampingnya.
Sore tadi David sempat merasa tenang,
bisa menjelaskan semuanya pada Joy
di saat mereka menyelesaikan bercintanya
dan makan malam bersama .
Dia salah , telah berfikiran jika Joy
memaafkannya dengan mudah .
Joy berpamitan keluar sebentar, David menunggunya sampai tertidur , hingga dia bangun kembali Joy tak kunjung datang.
**
Flashback on .-
Joy yang lelah mengajak David untuk
segera makan malam.
" David cukup , kau jangan mulai lagi , bersihkan dirimu !, sebentar lagi kita akan makan malam , aku lapar ." joy berdiri , berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
David mengikuti Joy ke kamar mandi , tapi
pintunya di kunci . " Joy ... ,buka pintunya!,"
berteriak di depan pintu.
" Sabarlah, aku sudah selesai ."
" Buka pintunya sayang , aku mau masuk
kenapa kau kunci pintunya?." David
bersandar di dinding .
Joy membuka pintu ," tidak usah berteriak
aku bisa keluar sendiri ." Joy berbicara
datar tanpa senyum dan ekspresi , berjalan
mendekati sofa yang di mejanya sudah
tersedia banyak makanan .
" David , cepat bersihkan dirimu !, jangan lama-lama aku sudah lapar ." perintah Joy pada David yang masih memandangnya
lekat.
Selesai dari kamar mandi , David duduk
di samping istrinya ," David kau mau
makan apa ?." mengambilkan makanan
untuk David .
"Terserah semua yang kau ambilkan akan
aku makan ." masih memandang istrinya.
"Sayang.." David mendekatkan bibirnya
kearah wajah Joy , hendak mencium
pipinya .
" Hm..." Joy memalingkan wajahnya .
"Cepat makanlah , sesudah itu istirahat."
Joy menikmati makanannya.
Disaat David akan mulai bicara , Joy menyelanya lebih dulu ," kalau makan
jangan bicara , nanti tersedak ."
Mereka pun menikmati makanannya
dalam diam . Sesaat kemudian Joy meletakkan alat makannya di meja , menandakan jika dia sudah menghabiskan makanannya.
David merasa bersalah , melihat sikap Joy
padanya . Joy beranjak berdiri dari
duduknya, tapi pergelangan tangannya
di genggam oleh David .
" Sayang , kumohon jangan siksa aku
seperti ini ." Joy menoleh pada David,
membuang nafasnya kasar .
" Siapa yang disiksa dan tersiksa disini?,
apa aku tidak salah dengar , hm..?."
David mengerti dengan arah dari pembicaraan istrinya ." sayang, aku bisa
jelaskan ." David mengajak istrinya duduk
kembali .
Joy menurut ," Katakan !."
"Wanita yang di Kantorku tadi namanya
Sofia , dia temanku saat kuliah di Inggris ."
" Teman ?." Joy menatap bola mata David ,
menunggu penjelasan David selanjutnya.
" Apa cuma itu yang bisa kau jelaskan
padaku , katakan semuanya padaku ,ada
hubungan apa diantara kalian , dulu dan
sekarang ." teriak Joy karena marah .
" Sofia adalah cinta pertamaku , kami
pernah menjalin hubungan , tapi itu cuma
sekedar ciuman tidak lebih ." David
mencoba memeluk Joy , tapi tangannya
di hempaskan oleh Joy.
" Apa aku ini orang bodoh , ciuman saja
bisa menghasilkan anak , kau payah
David ." Joy mendorong David .
" Sekarang katakan padaku , sudah berapa
wanita yang berhasil kau tiduri David ?,
agar aku tegar bila ada wanita lain yang
meminta pertanggung jawaban padamu."
Joy mulai menitikkan air matanya.
" Tidak ada , sayang ." Joy menoleh pada
David .
" Apa sebegitu bodohnya aku David ,
sehingga kau slalu berbohong padaku,"
Joy menangis tersedu-sedu.
" Dulu saat kita di Bali , di depan mataku
kau berciuman dengan wanita lain ,
sekarang apa ?, mana janjimu David
katamu kau tak akan mengkhianatiku, ini
apa , hm...? kau malah mempunyai
anak dari wanita lain , aku benci padamu
David ." Joy berdiri dan berjalan ke balkon.
David mengikutinya ," Joy ,, dengarkan
aku !, aku tak sekalipun pernah
berhubungan dengan wanita lain, untuk
Sofia , ya ,, kami memang pernah
menjalin hubungan tapi itu dulu , saat
kami belum dewasa , tapi sekarang hanya
dirimu Joy yang ada di hatiku ." Joy
" Jika bicara soal anak , aku tak tahu itu
anakku atau bukan . Karena saat itu , aku
tidak merasa jika aku melakukannya ."
" Menurut ku hanya denganmu lah aku
pertama kali melakukannya ."
"Huh...kau jangan membual David ,
mustahil untukmu jika kau tidak pernah melakukannya , apalagi aku yang pertama
untukmu , itu tidak mungkin ."
" Sungguh Joy , aku tidak berbohong
padamu . Kau tunggu hasilnya , aku akan
melakukan tes DNA ." David memeluk, Joy
tak menolak.
" Baiklah , lalu apa keputusanmu jika dia
memang benar anakmu ?."
" Kita akan memikirkan nya nanti ." mengeratkan pelukan.
Joy melepaskan tangan David yang
memeluknya ," terserah padamu aku mau
keluar dulu , kau tidurlah !." berjalan mendekati pintu.
" Kau mau kemana sayang ?." memandang
kepergian istrinya.
" Ke kamar Oma cuma sebentar , tidurlah
dulu ." membuka pintu , tersenyum sedikit
pada David sebelum keluar dari kamarnya.
Joy turun ke lantai bawah , berjalan
menuju kamar Oma . Dia membuka pintu ,
mendapati Oma yang masih terjaga
sedang membaca buku .
Joy mendudukkan dirinya di samping
Oma dan memeluknya ," Oma ,,,," Joy
mulai menangis .
" Kau kenapa Joy ?." mengangkat wajah
Joy , karena mendengar isakan tangisnya.
" Ceritakan keluh kesahmu Joy , Oma akan
dengarkan ."
Joy menceritakan semuanya pada Oma ,
dia merasa lelah dengan David yang plin plan .
Mendengar cerita Joy , Oma mengelus
pucuk kepala Joy , " dengarkan Oma Joy , Oma akan selalu mendukungmu , kau
jangan meninggalkanbDavid , Oma akan membereskannya."
" Oma , aku ingin pulang ." Oma menggelengkan kepala ," jangan Joy , apa
kau mengalah dengan wanita itu ."
" Tidak Oma , tapi untuk sekarang ini
aku ingin menenangkan diri dulu ."
" Tapi Joy .."
" Kalau ke rumah nenek Melati ,
bagaimana?, aku hanya ingin memberi
pelajaran pada David , Oma ."
Oma mengangguk ," Baiklah , aku akan
menghubungi Melati , jika kau akan kesana."
Flashback off.
***
David keluar dari kamarnya, mencari keberadaan istrinya , dia menanyakan pada
para pembantu di rumahnya , tapi mereka
bilang jika nyonya Joyyana ada di kamar
nyonya besar tak lain adalah Oma .
Tok,,tok,,tok,,
David mengetuk pintu kamar Oma ,
kemudian masuk kedalamnya .
"Hoam .., huh.. ada apa David , kau
membangunkan Oma tengah malam
begini ?." menguap karena masih mengantuk.
" Dimana Joy Oma ?." menoleh kesana
kemari, mencari sosok Joy di kamar Oma.
" Joy tidak di sini David , dia sekarang
ada di rumahnya Melati , neneknya anggi.'
" Kenapa ?." dengan ekspresi kaget.
" Joy ingin menginap di sana , dia
memohon pada Oma ."
" Mengapa Oma mengijinkannya , lalu
dengan siapa Joy kesana ?." David marah
dengan keputusan Oma.
" Biarkan David , Joy ingin menginap
di sana untuk malam ini , biar dia menenangkan dirinya , sekarang kau
tidurlah !, besok baru kau jemput dia ."
menepuk pundak cucunya.
Dengan perasaan menyesal , David keluar
dari kamar Oma .
Di lain tempat , Joy mendengar semua
pembicaraan antara Oma dan David.
Kini dia berada di dalam salah satu kamar
tamu masih di rumah Oma .
Memang Joy menginginkan untuk
menginap di rumah nenek Anggi , tapi
Oma tidak mengijinkannya , dia tak
mau jika Joy keluar malam -malam , yang
semua itu tidak baik untuk kandungannya.
Tidak ada cara lain untuk menenangkan
Joy , akhirnya Oma dengan terpaksa menyembunyikannya dan berbohong pada David .
*
*
,ππππππππ
Terimakasih banyak yang udah mampir,
like , komen serta vote ke Novelku,
Aku seneeeeeng pakek banget dapat
dukungan dari kalian πβοΈπ€©.
Next π