
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Pagi - pagi sekali Joy sudah mulai bangun, kakinya mulai berjalan keluar rumah, dilihatnya taman bunga yang tidak begitu
luas tapi tertata rapi membuat suasana hati nyaman untuk siapa pun yang melihatnya.
Joy menghirup nafasnya dalam dan mengeluarkannya perlahan, merasakan
udara pagi di Kota yang baru ia singgahi.
Dia bersyukur kepada Tuhan, karena di pertemukan dengan orang-orang yang baik hati kepada nya.karena dia sudah cukup merasa terbuang oleh kedua orang tuanya yang menaruhnya di Panti Asuhan yang sampai saat ini, entah mereka masih hidup atau pun tiada , Joy tidak mengetahuinya
dan dia pun kini tidak mau tahu.
Joy menyiram seluruh tanaman di pekarangan rumah nenek , dia senang
karena ada banyak sekali jenis tanaman bunga yang tertanam di sana.
"Tidak repot -repot non,,nanti bibi akan menyiramnya sendiri, nanti non akan
capek." Teriakan Bi Ijah mengagetkanku .
" Tidak apa-apa Bi... aku merasa senang
bisa membantu di sini, dan jangan memanggilku nona panggil Joy saja ,
karena aku di sini hanya menumpang
Bi.." Kataku pada Bi Ijah,yang kemudian membantunya membawakan barang
bawaannya , ku lihat Bi Ijah kerepotan membawanya.
" Tidak usah nak Joy ,,,nanti Bibi
merepotkan mu ." Ucap Bi Ijah tapi tidak dihiraukan oleh Joy , dengan masih membantunya menenteng barang belanjaan Bibi dari pasar untuk menaruhnya ke Dapur.
" Bibi mau masak apa? biar Joy bantu ."
" Bibi mau masak rendang dan sambal goreng hati , karena Ibu Melati yang minta untuk membuatkan temannya yang nanti akan ke sini."Jawab Bi Ijah sambil mencuci daging yang akan di buat rendang.
" Joy bantu ya Bi.." Joy menawarkan diri.
" Ya ampun ,, " ucap bi Ijah bingung.
" Bibi sampai lupa beli ampela hatinya, nak Joy Bibi tolong nanti kamu kupaskan
kentang dan wortelnya nggak apakan?."
Ucap Bi Ijah tergesa-gesa akan berangkat
lagi ke Pasar .
" Ya bi..gak apa-apa ."Joy menjawab.
" Nak Joy , bila Bu melati mencari Bibi ,
Bibi ke Pasar ." Bi Ijah pun berlalu..
Lama Bi Ijah ke Pasar belum juga kembali,
Joy pun memasak rendangnya dan selanjutnya memasak sambal goreng
yang hampir jadi , tinggal menunggu
ampela hatinya yang masih di beli oleh BI Ijah. Dan Joy pun sudah memasak nasi goreng untuk sarapan.
"Joy, kenapa jadi kamu yang masak ,
memangnya mana Ijah? ." tanya Nenek
Melati bingung.
"Bi Ijah kembali ke pasar nek, tadi lupa
untuk membeli hati ayamnya ." Ucap Joy sambil menata sarapan di Meja .
" Nek ,Joy permisi memanggil Anggi dan Mery dulu ." Pamit Joy pada Nenek , dan
dijawab dengan nggukan oleh Nenek.
Setelah mengajak Mery dan anggi untuk sarapan bersama. Tak berapa lama mereka pun berkumpul di Meja makan.
" Anggi...nanti ajaklah Joy ke Toko, biar
dia bisa membantumu, kau bersediakan
Joy?." Nenek memulai percakapan.
" Iya nek dengan senang hati ." jawab Joy pada Nenek .
" Nek di sini apa ada SMA terdekat , aku
ingin menyekolahkan Mery di sini ." Imbuhnya.
"Ada Joy , berjalan kaki saja sudah sampai, kau mintalah tolong pada Andreas saja karena dia punya kenalan di sana." Jawab Nenek setelah menyelesaikan sarapannya.
" Ya nanti aku akan memintanya untuk
datang kemari." Anggi menyahut.
" Ijaaah ,,kamu itu ke Pasar atau pulang kampung sih ,kok lama ,hm.." Tanya nenek saat Bi Ijah baru kembali dari Pasar.
" Maaf Bu, saya di jalan mendapat telfon
dari anak saya, saya jadi lupa." ,selesai menjawab Bi ijah berlari ke Dapur, dan
kaget saat melihat masakannya sudah matang .
" Lo,, kok sudah matang, siapa yang
masak?." Bi Ijah bingung.
"Joy bi,,, yang masak, Bibi ngga marah kan,"
lalu mencicipinya.
" Hm,,, mantep nak Joy , kalah masakan bibi, kalau sambal gorengnya ini gimana?".
" Itu tinggal memasukkan ampela hatinya
saja Bi.." Mendengar penjelasan Joy ,
Bi Ijah pun melanjutkan masakan Joy .
Setelah sarapan Joy dan Anggi pun
berangkat ke Toko bunga milik nenek yang berada tak jauh dari Rumah Nenek.
Mereka membuka toko dan menata
bunganya . Selanjutnya merangkai bunga karena pesanan mereka lagi banyak ,
mereka tak hanya berdua , di Toko ada satu orang karyawan lama nenek yang mengajari mereka merangkai bunga ,namanya Lusi.
Mery juga ikut ke Toko , karna dia belum mulai bersekolah.
"Apa ada yang bisa aku bantu kak?." Mery menawarkan bantuan.
" Sini mer,,,kamu bisa menata bunga yang sudah di rangkai , nanti akan diambil oleh
pak Kurir ." ucap kak Lusi mengarahkan.
" Hallo, Andreas,,apa nanti siang kau sibuk? aku boleh minta bantuan mu ? ,kata nenek kau punya kenalan di SMA dekat rumah. " Anggi berbicara dengan Andreas di telfon.
" Ok, nanti siang aku akan ke Toko ,
sekarang aku masih di Kantor." Jawab Andreas , yang selanjutnya sambungan telepon dimatikan oleh Anggi ,
Di lain tempat ,di dalam sebuah ruangan Direktur, ada tiga orang lelaki berbincang
dan menikmati sebotol anggur bersama.
Mereka tak lain adalah David, Roy dan Andreas .
Mereka adalah sahabat sejak masih duduk
di bangku sekolah ,mereka sering berkumpul bersama bila merasa pekerjaan mereka sedikit , mereka sering bertukar pikiran
satu sama lain, sekedar canda dan gurau maupun mencurahkan isi hati mereka , jadi tidak ada rahasia di antara mereka .
" Sebentar kalian jangan bicara," Ucap Andreas saat hpnya berbunyi karena dia
akan menerima telepon.
" Ok ,nanti siang aku akan ke Toko, aku sekarang masih di kantor, Ki..." sambungan telepon pun tiba-tiba mati, Andreas pun bernafas kasar ,merasa kecewa karena tidak bisa melanjutkan perkataannya.
" Telfon dari siapa Dre,,,? " ucap David dan
Roy bersamaan.
" Dari wanita yang pernah aku ceritakan
pada kalian, dia teman masa kecilku."Jawab Andreas yg akan meneguk minumannya.
" Terus kenapa wajahmu terlihat muram?." Tanya Roy penasaran.
"Dia meminta bantuan ku , aku akan
menemuinya nanti siang di Tokonya, aku belum selesai berbicara dia sudah mematikan telfonnya." Jawab Andreas
malas.
" Kalau dia sekarang sudah di Jakarta,
kenapa tak kau ungkapkan saja
perasaanmu," Roy.
" Atau kau menunggu dia pergi meninggal kanmu dengan orang lain ." Imbuh Roy
yang dibalas tatapan menusuk dari David.
Saat Andreas belum sempat menjawab pertanyaan Roy, sudah di dahului oleh David.
" Apa kau mau ku pecat,? atau ku Hajar
disini sekarang juga Roy?." teriak David karena tersinggung.
" Maaf Bro ,,,aku hanya bercanda.'' Roy
segera berlari keluar ruangan David.
Takut terkena amukan teman sekaligus bosnya itu.
Andreas yang belum tahu tentang masalah David , dibuat bingung atas tingkah laku kedua temannya .
" Ada apa David, mengapa kau marah pada Roy?." Andreas pun memutuskan bertanya.
Karena perkataan Roy tadi yang
menyindirnya mentah- mentah ,
membuatnya teringat tentang kenangannya dengan seorang wanita bernama Yana, akhirnya David menceritakan kepada Andreas dari awal pertemuannya sampai Yana meninggalkannya.
*
*
π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Maaf bila kata dan tulisannya belepotan karena aku masih belajar menulisππ
jangan lupa ninggalin jejak ya KKππ
next,,,