Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Anak ?


David masuk kedalam ruangannya , dia berjalan mendekati seorang wanita yang sedang duduk di sofa dengan membelakanginya , ingin tahu siapa wanita yang datang pagi-pagi ke Kantornya .


" Sofia,,,." wanita itu menoleh , setelah


Davidmemanggilnya .


Wanita itu berhambur memeluk David ,


" David aku sangat merindukanmu , aku


minta maaf , karena tidak mengabarimu


selama ini ." David terpaku .


Bagai mimpi di siang bolong, David mendapati orang yang dulu pernah ia


rindukan ada di depan matanya.


David tak membalas pelukan Sofia ,


hanya bisa diam menerima pelukan


hangat dari kekasih pertamanya itu .


David tak mengerti dengan perasaannya


kini , di dalam lubuk hatinya tersimpan


nama Joyyana , tapi masih ada secuil


rasa keingintahuannya tentang apa alasan dari Sofia meninggalkannya .


"Sofia,,, kau berhutang penjelasan padaku, mengapa kau dulu meninggalkanku?."


David melepaskan tangan Sofia yang memeluknya.


"David , aku bisa jelaskan padamu." Sofia mengajak David untuk duduk bersama di sofa.


" Katakan !."


" Kau ingat saat kita reuni waktu itu ?,


saat itu kita pernah tidur bersama , dan aku,,aku hamil , aku takut mengatakannya


padamu , takut jika kau tak


mempercayaiku."


" Lantas mengapa baru sekarang kau mengatakannya padaku ?, apa kau ingin


menguji kesabaranku ?."


"Sebenarnya , aku tidak ingin memberitahukannya padamu , tapi ,,dia


yang selalu menanyakan keberadaanmu ."


"Dia ?." David tak mengerti .


" Ya ,, anakmu David , anak yang pernah terpikir olehku untuk menggugurkannya


sekarang sudah tumbuh menjadi anak


laki - laki , dia sekarang sudah berumur


lima tahun ."


" Anakku ?, benarkah? ," David masih


kaget dengan kenyataan yang baru di ketahuinya .


" Ya , anakmu , aku tidak pernah


berhubungan dengan pria manapun selain


denganmu ." Sofia menangis di depan


David.


" Lalu dimana dia sekarang ?."


" Aku menitipkannya di sebuah penitipan


dekat dengan Hotel tempat aku


menginap ."


Mereka berbincang cukup lama tanpa


terasa hari mulai agak siang.


***


Joy menaiki sebuah mobil mewah milik


Oma , menuju ke sebuah Kantor milik


David .


Seperti yang Joy janjikan pada suaminya ,


bahwa dia akan datang ke Kantor siang ini untuk makan siang bersama .


Joy berjalan memasuki lobi dengan membawa makanan yang telah di


masaknya tadi , dia berhenti di depan


sebuah meja resepsionis .


" Maaf dimana ruangan pak Direktur ? ."


Joy bertanya dengan sumringah kepada


salah satu pegawai .


" Apa anda sudah membuat janji ?." Joy


menggeleng .


" Jadi anda tunggu saja sampai pak


Direktur keluar dari ruangannya , karena sebentar lagi akan memasuki waktu


istirahat , biasanya beliau akan keluar


untuk makan siang ." pegawai menunjuk


ke arah kursi tunggu .


***"Siapa dia berani nya mencari pak


Direktur, lihatlah perutnya itu ,hamil pula ." bisik salah satu pegawai .


***" Diam kau , kalau nona itu mendengar ucapanmu bagaimana ?." jawab pegawai


lain .


***"Sepertinya dia terlihat cantik tapi


lebih cantik wanita yang berada di dalam sana ,sih,, ."


***" Hus ,,, sudah hentikan bicaramu ,


jika nanti ketahuan pak Roy , bisa berabe kita ."


Joy bisa mendengar semua yang mereka


ucapkan , tapi dia tak menghiraukannya .


Tepat pada saat itu , Roy baru masuk ke dalam Kantor, mendapati dua pegawai


dimeja resepsionis yang sedang sibuk bergosip .


" Kalian disini di bayar untuk bekerja ,


bukan untuk bergosip , cepat lanjutkan


kerja kalian jika masih ingin kerja disini ."


Roy berteriak pada dua resepsionis yang


bergosip tadi .


Joy kaget melihat orang yang berteriak


di depannya ."Kalian sedang


membicarakan siapa ? ." Roy bertanya lagi .


" Wa ,, wanita itu tuan ." Roy memiringkan kepalanya , mengikuti arah jari telunjuk


salah satu pegawai yang menunjuk


arah di belakangnya .


" Joy !!!." Roy terkejut melihat siapa wanita yang di tunjuk pegawai itu , ternyata


adalah sepupunya , dia segera datang menghampirinya.


" Kapan kau datang kemari , kenapa tak


mengabariku , apa kau ingin menemui


David ? , " Joy belum menjawab , Roy


malah berkata pada pegawai tadi .


***" Ternyata pak Roy mengenalnya , mampuslah kita ." bisik seorang pegawai


di meja resepsionis .


***"Tadi aku sudah memperingatkanmu ."


jawab pegawai yang lain.


" Hey ,, kalian berdua , kalian tahu siapa


dia? , beraninya kalian membicarakannya


saat orangnya masih ada disini." Joy menggeleng, seakan bilang pada Roy ,


tidak usah di bahas lagi .


Di waktu yang sama , David di ajak Sofia


keluar , untuk mempertemukannya


dengan putranya , serta untuk makan


David lupa jika siang ini dia sudah ada


janji dengan istrinya , sehingga dia


menuruti ajakan dari Sofia . Mereka keluar bersama dari ruangan David , dengan tangannya di gandeng oleh Sofia .


Roy mengajak sepupunya untuk segera


ke ruangan David dengan menggunakan


lift khusus atasan .


Di saat pintu lift terbuka , Joy melihat


pemandangan yang amat menyayat


hatinya.


David kaget melihat sosok istrinya ada


di depannya , dia menunduk bagaimana


dia bisa lupa janjinya pada Joy , dia


bingung bagaimana menjelaskan pada istrinya , jika dia kini mempunyai seorang anak dari wanita lain .


Tanpa berfikir terlalu lama , Joy segera


masuk kedalam lift di ikuti oleh Roy , menghalangi siapa pun yang ingin keluar


dari lift .


Joy menatap tajam wanita di depannya,


" Siapa kau?."


" Aku ?, " Sofia menunjuk dirinya .


" Ya , siapa lagi ." ucap Joy.


" Sofia ." Joy gemas mendengar jawaban


yang tidak sesuai dengan pertanyaannya.


" Maksudku , ada hubungan apa antara


kau dan David ?."


Sofia menatap antara David dan wanita


yang melontarkan pertanyaan padanya,


" Aku Sofia,,, kekasih David ." menjawab dengan saling menatap pada wanita yang tidak dikenalnya itu .


Setelah mendengar jawaban yang


membuat hatinya hancur , pintu lift


terbuka , Joy mengajak segera wanita itu untuk masuk ke ruangan David kembali .


" Apa katamu kau adalah kekasih David ?."


Sofia mengangguk .


" Kau baru kekasihnya saja sudah


bangga." Joy tersenyum meremehkan .


Sofia tak mengerti dengan ucapan wanita


yang sejak tadi mengajaknya bicara .


" Aku yang sudah berstatus yang pasti


saja, biasa saja ."


" Maksudmu ?." Sofia tak mengerti .


"Aku , aku yang sudah berstatus istrinya


saja tidak menyombongkan diri


sepertimu ."


" Istri ?, apa benar yang dikatakan wanita


ini David ?, katakan padaku !." teriak Sofia


di ruangan David .


Sofia masih tidak percaya dengan apa


yang sudah didengarnya , dia menatap


David ," ya ." hanya satu kata itu yang


keluar dari mulutnya .


Sofia menggeleng tak percaya , " Kau melupakan aku David ?, kau berpaling


telah dariku ? ." David diam.


Dia tak tau harus berbuat apa , antara


memilih masa lalu atau masa depannya , yang sama - sama memberikan anak untuknya .


" David , sekarang kau harus memilih


antara aku atau dia ? , jika kau memilih


dia , aku tidak akan datang lagi padamu , sekaligus tak akan mempertemukan kau dengan anakmu , David ." Sofia menatap


lekat David .


" Tapi , jika kau memilih aku ,, kau harus meninggalkan wanita itu ." Sofia


menunjuk Joy .


" Anak ?." Joy berteriak .


" Iya,, aku juga mempunyai anak dari


David, yang sama sepertimu ." Sofia


beralih menatap Joy .


Mendapati David dengan kekasihnya


saja hatinya bagai teriris , apalagi di


tambah dengan David mempunyai anak


dari wanita lain , membuat luka di hatinya yang masih segar bagai disiram air


garam , hanya satunkata yang bisa Joy ucapkan , perih .


Joy tak mau terlihat lemah di depan


wanita yang mengklaim dirinya sebagai kekasih David , Joy berusaha tegar .


Joy mendekat pada suaminya , " semua


terserah pada David ,iya kan sayang ?,aku akan memberikan waktu padanya untuk memilih antara kau atau aku ." menyentuh punggungnya , turun dan berhenti tepat


di pinggang empuk David kemudian joy mencubitnya pelan tapi menyakitkan ,


yang membuat David meringis menahan


sakit .


*"Jelaskan semua padaku sekarang ,


ku tunggu kau di rumah." bisik Joy di


telinga David .


" Kalau begitu aku pergi dulu , sampai bertemu lagi , ke-ka-sih_ su-ami-ku ." Joy


pamit pada Sofia .


Joy berjalan keluar dari ruangan David ,


dengan tatapan sadis yang di tujukan


untuk suaminya , dia berhenti tepat


di depan Roy ,


" Ini untukmu , aku malas makan siang


sekarang . Jangan lupa habiskan !,


adikku tersayang ." Joy menyerahkan makanan yang di bawanya kepada Roy ,


serta tak lupa Joy mencubit pipi Roy kecil untuk meluapkan sedikit kemarahannya .


Joy pergi meninggalkan kantor David


dengan penuh amarah , tapi masih sempat


dia tersenyum dengan orang yang berpapasan dengannya .


*


*


*


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Nyicil up ini dulu ya 😊😊😊 ,


Untuk ngusir pelakor nya g bisa


langsung ya.. nanti dianya marah ,


Terimakasih udah baca , like n komen


novelku y 😘😘😘😘


jangan lupa slalu ninggalin jejak ya 🥰


Next ☀️☀️