Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Mobil


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Di dalam sebuah mobil , tatapan seseorang


sedang menyelidik , penuh tanya dan


sedang menunggu jawaban pada dua orang


yang di tanyainya , sedangkan orang yang


di sampingnya hanya bisa menahan tawa


dan tetap fokus pada tugasnya mengemudikan kendaraannya.


" Mengapa kalian tak menjawab pertanyaan


ku , Joy,,,, David,,,, apa kalian semalam sudah


tidur bersama lagi ,,,?." Anggi menatap keduanya , tapi tidak satupun dari mereka


yang menjawabnya.


" Anggi ,,,, kau jangan menekan mereka


seperti itu , mungkin mereka saling merindukan." Andreas menengahi , agar


mengurangi ketegangan suasana di dalam mobil.


" Tapi Dre,,, bukan begitu caranya , mereka


bisa kan menahannya . Kau juga David ,


kau menunggu apa lagi , tidak usah lamaran


langsung nikahi saja Joy , toh kalian bisa


melakukannya setiap hari ." Anggi kesal ,


membalikkan badan membelakangi Joy


dan David.


" Kalau begitu besok kita langsung saja


menikah Anggi , aku tak bisa menunggu


lebih lama lagi ." goda Andreas pada Anggi


mencairkan suasana.


" Kenapa jadi kita yang menikah ? , kita


sekarang sedang membicarakan mereka


berdua Dre,,, ."


Raut wajah Anggi merona , nada bicaranya


sengaja dibuat kesal karena menahan malu.


Andreas yang mengetahui jika kekasihnya


tersipu malu , merasa senang bisa meng


godanya .


" Tapi , aku kan juga mau ,, jika melakukan


nya setiap hari , apalagi kalau denganmu,"


Andreas bicara dengan membagi antara


melihat pandangan kedepan dan melirik


pada kekasihnya.


Anggi yang mendapat lirikan menggoda


dari Andreas menjadi salah tingkah.


" Sudah - sudah , kita lanjutkan pembicaraan


kita nanti saja , saat kita berdua nanti


mereka berdua mendengarnya.


Joy merasa lega karena candaan Andreas


membuat Anggi lupa akan pertanyaannya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang ,


mengelilingi kota Jogja , mengantarkan


mereka berempat melihat pemandangan


malam yang elok akan gemerlap lampu


kelap kelip di sepanjang jalan .


*********


Di dalam sebuah Mall Mery dan Adinda berjalan - jalan , mereka memasuki sebuah


Toko baju yang di belakangnya masih di


ikuti oleh Roy.


Adinda membeli perlengkapan baju untuk


dirinya dua kali lipat dengan biasanya ,


karena tau jika kakaknya nanti yang akan


membayarnya .


Sedangkan Mery hanya membeli pakaian


dalam yang dia merasa gambarnya lucu .


" Din , kakak ke sana dulu . Nanti jika sudah


selesai berbelanja hubungi kakak ." Roy


menunjuk arah pakaian pria yang letaknya


masih satu Toko dengan pakaian yang di


pilih adiknya .


" Ok boss!!," jawab Adinda singkat dengan


mengangkat jempolnya.


Selesai berbelanja Adinda menghubungi


kakaknya . Tanpa menunggu lama Roy pun


datang dan membayar semua belanjaan


mereka tak terkecuali belanjaan Mery juga


ikut di bayarnya .


Setelah puas berbelanja Adinda mengajak


kakaknya pulang , Dinda ingin duduk di


kursi belakang saja , karena dia ingin


memeriksa barang belanjaan yang


dibelinya . Mery terpaksa duduk di sebelah Roy .


Kecanggungan tercipta diantara keduanya,


sesekali Mery melirik Roy , pandangan


mereka sempat tak sengaja bertemu.


Deg,,deg,,, jantung Mery mulai berdebar


kencang , tangan dan kakinya mulai dingin.


Mery salah tingkah karena beberapa kali


Roy meliriknya , tiada percakapan diantara


mereka , sampai suara racauan Adinda dalam tidurnya di kursi belakang , meng ganggu kesunyian keduanya.


Adinda ketiduran , karena dia kelelahan seharian nonton dan jalan - jalan bersama


Mery dan kakaknya.


Roy bingung harus mulai dari mana


memulai pembicaraan mereka untuk


memecahkan kecanggungan diantara


mereka berdua.


🍁" Siapa namamu ? , kata Dinda kau keponakannya Joy ?." Roy memulai pembicaraan.


🌼" Ya kak , aku memang keponakan kak


Joy ,namaku Mery , kalau kakak ?." Mery


🍁" Namaku Roy Aditya . Apa kau ,,,


sudah punya pacar ? ."


🌼" Ya kami seumuran , Dinda belum mempunyai pacar kak , kenapa kakak


bertanya padaku , kenapa tidak langsung menanyakannya pada Adinda ?."


🍁 " Tidak apa-apa , kalau kau sendiri apa


sudah punya pacar Mery ?."


🍁" Maaf karena kelancangan ku , lupakan


saja pertanyaan ku barusan ." Roy bingung


dengan pertanyaannya kenapa bisa keluar


dari mulutnya.


Mery tak bisa berkata apa-apa dia hanya mengangguk setelah mendengar ucapan


Roy barusan.


🍁" Mery aku minta tolong padamu , tolong


lupakan tentang kejadian kita di kamar


mandi tempo hari."


Mery kaget dengan apa yang Roy bicarakan


kenapa di situasi seperti ini bisa - bisanya


membahas tentang masalah yang memalukan menurutnya.


Mobil sampai di depan rumah Tante Wulan,


Mery melepaskan sabuk pengaman dan tak


lupa di ambilnya bungkusan belanjaan


miliknya dan tanpa sengaja tangan mereka


berdua bertemu , sesaat mata mereka bertemu kembali .


Mery salah tingkah lagi , membuatnya salah


mengambil bungkusan karena warnanya


yang sama .


" Maaf kak " ucap Mery singkat , dia


membuka pintu mobil dan segera berlari


pergi meninggalkan Roy di dalam mobil


yang masih memandangnya .


" Dasar gadis kecil yang lucu , semakin


aku melihatnya lebih dekat dia sangat menggemaskan ." ucap Roy tanpa sadar


jika orang di belakangnya sudah mulai terbangun .


" Siapa yang kakak maksud gadis kecil


menggemaskan ? ." tanya Adinda yang baru bangun dari tidurnya.


Roy yang kaget dengan pertanyaan adiknya


yang tiba-tiba , membuatnya berbohong karena malu jika adiknya sampai


mengetahuinya .


" Yang menggemaskan itu kau , usap air liurmu itu , dasar Gadis kecil ileran .' Roy


mengalihkan pembicaraan.


***


Anggi melirik ke belakang , melihat David


yang mulai mengganggu Joy . Anggi yang


tak suka dengan perilaku David , akhirnya


menyuruh Andreas untuk menghentikan mobilnya.


Anggi turun dari mobil dan meminta David


untuk bertukar tempat duduk dengannya.


David terpaksa menuruti kemauan Anggi


karena Joy yang memintanya .


" David dengarkan aku baik-baik , mulai


sekarang kau tidak boleh lagi bertemu


berdua dengan Joy , harus ada seseorang


yang menemani . Aku tidak akan membiar kanmu hanya berdua saja dengannya ."


" Apa - apaan ini Anggi , kau mau memisahkan aku dengan Joy? aku


menyesal memberitahu alamat Joy


padamu ." David meremas rambutnya


Karena kesal dengan ucapan Anggi.


" Terserah apa katamu , kalau kau ingin


bertemu hanya berdua dengan Joy ,,,kau


harus cepat menikahinya , titik."


David ingin membalas ucapan Anggi , tapi


dicegah oleh Andreas . Tangannya di


pegang oleh Andreas dia menggelengkan


kepalanya menandakan sudah jangan


di teruskan. David pun menuruti keinginan Andreas .


" Baiklah , besok aku akan menikahi Joy ,


camkan itu ," tegasnya pada Anggi.


Joy yang mendengar perdebatan mereka


hanya diam tanpa berbicara sepatah


katapun , diangkatnya keatas sedikit


ujung bibirnya mengartikan ku nantikan perkataan mu .


Mobil berhenti , Mery dan Joy mulai turun .


Tak kalah dengan mereka David juga ikut turun dan menghampiri Joy .


Saat David hendak memeluk Joy , tangan


Anggi mendorongnya .


" Cukup David !! , mulai sekarang kau harus


menabung keinginan , nafsu dan rasa rindumu itu ," Anggi segera mengajak Joy


masuk ke dalam rumah Joy , meninggalkan


David yang merasa kesal .


Andreas yang baru turun dari mobil , menahan tawanya karena melihat David


yang mati kutu dengan ulah kekasihnya.


"Hey Dre,,, keterlaluan sekali kekasihmu itu,


dia berani memisahkan ku dengan Joy ,


Aku kan cuma ingin mengucapkan


selamat malam pada anakku saja , masak tidak boleh ." gerutu David berjalan menuju


Rumah Roy , meninggalkan Andreas sendirian di tepi jalan .


***


Di kamar , David segera menelpon seseorang.


" Hallo , Oma besok jadikan datang keJogja? Aku mau Oma besok langsung menikahkan ku saja , tidak usah acara melamar , Oma,,, dengarkan...apa kata David , selamat malam Oma ," David menutup telepon, ternyata dia menghubungi Oma nya untuk cepat


datang ke Jogja .


🌷🌷🌷🌷🌷


Ayo dong votenya KK😘😘😘


like , kritik dan sarannya juga ya 😊


next β˜€οΈβ˜€οΈβ˜€οΈ