Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Nyesek


Mendengar suara senda gurau seketika


Andreas melepaskan pelukan , mencari


asal muasal dimana dan suara siapa yang


terdengar tak asing .


Huh .. Arah mata mereka satu tujuan .


Keduanya melepaskan nafas bersamaan ,


saling pandang lalu tertawa pula


bersamaan . Dari jauh Mery melambaikan


tangan seraya menyapa jika mereka


hendak menghampiri .


" Kak Anggi dari semalam disini ?." Anggi


mengangkat alis , Mery menutup mulutnya


kaget .


Pasti kak Anggi tau , kenapa penjagaan


di ruangan kak Joy di perketat .


Mery memandang Anggi , karena penasaran


dia bertanya langsung tentang pemeriksaan


yang dilakukan oleh penjaga di ruangan


kakaknya .


Anggi menceritakan semua kejadian yang


menimpa joyyana , karena Mery tidak


berada di tempat , hal itu membuatnya


sangat syok . Dia menyesal telah berburuk


sangka dan marah - marah pada kedua


penjaga .


Andreas mengajak Anggi pulang , melihat


penolakan dan wajah Anggi yang sangat


letih membuat Mery juga ikut menyuruh


teman kakaknya itu untuk pulang .


" Kak Anggi pulang saja dulu , kak Joy


sudah ada yang jaga , Tante Wulan dan


Tante Rani ada di sana ." Anggi melihat


Andreas , yang di tatap pun mengangguk .


" Ya sudah kalau begitu kakak pulang dulu


ya ," menyentuh lengan Mery , sembari berpamitan .


Setelah kepergian Anggi dan Andreas ,


Mery mengajak Bimo untuk masuk


kedalam ruangan NICU , rasa ingin


melihat dengan dekat Mery tak sabaran .


Beranjak masuk kedalam tiba - tiba Adinda


muncul dari belakang ," Dor , mau kemana


ikut dong ." berhambur ketengah antara


mereka berdua .


" Ayok , tapi kalau sudah didalam jangan


rame ."


" Ok ." menunjukkan tatanan gigi rapi nya .


Adinda segera merapat pada Bimo , Mery melirik temannya , 'apa ini cuma perasaan


ku saja ya .


Mery melirik temannya , melihat gelagat


yang tidak wajar pada tingkah laku


Adinda pada Bimo , saat keluar kamar


kakaknya tadi Mery sempat mendengar


apa yang di ucapkan oleh Adinda .


Apakah yang dimaksud si ganteng oleh


Adinda tadi itu kak Bimo ya .


Pertanyaan itu berputar diatas kepala


Mery , semakin berputar akan semakin


membuat hati Mery bimbang , akhirnya


dalam diam Mery menyimpan semua


anggapan nya itu sendiri .


🌹🌹🌹


Didalam ruangan Joy terjadi diskusi


masalah keluarga , mereka membahas


tentang rencana agar pernikahan Roy


dan Isabella di percepat , tapi Wulan


Keinginan Rani yang terlalu mendesak


tanpa memikirkan akibatnya sangat


bertolak belakang dengan pemikiran


Wulan , Wulan tidak begitu setuju dengan


usulan yang menurutnya sangat gegabah .


" Bagaimana pun aku mau mereka cepat


menikah itu saja ." ucap Rani ngotot .


" Rani .. kamu jangan egois ,


musyawarahkan dulu dengan papanya Roy , Roy juga harus tahu karena dia yang akan menjalani , jangan gegabah jika mau


mengambil keputusan ."


Wulan berbicara santai namun masih


teguh akan pendapatnya .


" Embak yu kenapa sih harus lama- lama


mereka sudah sangat dewasa , kita harus


menunggu apalagi , apa sampai Isabella


seperti Joy , tidak mungkin kan embak ?."


Seketika hati Wulan gemetar , mendengar


ucapan adiknya yang sangat menyinggung


membuatnya terdiam , malas meneruskan


perdebatan takut jika adiknya ini nanti


bertambah pedas ucapannya .


Wulan tak habis pikir bisa - bisanya Rani


membawa nama Joy di perdebatkan kali


ini , Wulan tak apa bila adiknya itu


mengolok dirinya asalkan tidak


menyinggung anak nya Wulan masih bisa


diam tapi ini berbeda , dalam hatinya


Wulan mengira pasti adiknya itu tidak


sengaja .


Tapi setelah melihat mata Joy yang


berkaca - kaca , Wulan jadi emosi .


Dengan masih bersikap tenang dan dingin


Wulan menegaskan .


" Rani cukup , keluargamu itu urusanmu


sekarang terserah apa keputusan mu mau


kau nikahkan sekarang atau tahun depan


aku tidak mau ikut campur , sekarang


kumohon dengan sangat jangan bawa


putriku didalam pembahasan keluargamu


mengerti ?." menatap adiknya dengan intens .


Dalam sekejap suasana di kamar Joy


menjadi mencekam , Rani membisu


mengerti jika kakaknya itu mulai marah ,


wanita paruh baya itu tidak berani


membantah lagi , hanya mendengarkan .


Pandangan Wulan beralih menoleh pada Isabella ," maaf nak kau harus mendengar semua ini , aku bukan menentang pernikahanmu tapi .. kecerewetan calon


mertuamu ini sangat menggangu putriku ." menyentuh.pipi Isabella tapi pandangan


pada Rani .


Awas kalau kita cuma berdua .


Melotot pada adiknya , Rani tahu jika


kakaknya sedang marah , segera mungkin


mengajak Isabella untuk keluar dari sana .


Menyisakan Wulan dan putrinya ," Sayang


maafkan kelancangan mulut tantemu


dia memang begitu , kalau sudah ngomong


gak punya rem , jangan tersinggung ya


nak , aku tak mau jika putri ibu menangis ."


memeluk putrinya sambil memberikan


sentuhan di pucuk rambut .


Mengusap air matanya , Joy mengangguk .


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Lanjut ,,, otw 🚴🚴🚴🚴


Next 😍