
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
"Andreas, bolehkah pekerjaan itu untukku?
" Joy, jangan bicara omong kosong, "
Anggi marah dengan perkataan Joy .
" Aku serius Anggi... Andreas kapan aku
bisa mulai pekerjaannya?." kata Joy menegaskan tentang keputusannya.
" Sudah, aku akan pulang dulu , kalian bisa membicarakannya dengan baik-baik, nanti kalau sudah tenang hubungi aku,ok!." pamit Andreas yang berlalu meninggalkan perdebatan mereka berdua .
" Joy , kau sekarang harus menjaga kesehatanmu , kau tidak boleh terlalu
capek, ingat kau sekarang tidak sendirian
ada bayi di kandunganmu ." Anggi takut
jika terjadi hal yang tidak diinginkan pada
kandungan Joy .
" Iya Nggi .,,aku mengerti , tapi itu hanya sekedar bersih bersih , tidak akan
membuatku capek yang berlebihan." Joy yang bersikukuh.
"Sebenarnya aku hanya ingin mengumpulkan sedikit uang untuk kebutuhan persalinanku nanti ." ucap Joy lirih.
Anggi mendengar penjelasan Joy ,akhirnya dia mengerti dan menyujuinya.
Tanpa mereka sadari di belakang mereka
ada seseorang yang merasa syok ketika mendengar semua percakapan mereka.
" Kak Joy,,,apa semua itu benar? ." Mery berjalan mendekati mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.
Joy yang kaget dengan kedatangan Mery dengan terpaksa mengakui kalau dirinya sekarang sedang hamil.Ditatapnya sorotmata Mery ,Joy mengangguk.
" Maafkan Mery kak !, Mery selalu menyusahkan kakak , apa sebaiknya Mery tidak usah melanjutkan sekolah saja ,agar mengurangi pengeluaran kita ." ucap Mery yang sudah mulai menangis.
" Apa yang kau katakan Mery , aku tidak
suka kalau kau sampai berhenti sekolah, kakak berniat mencari pekerjaan tambahan itu bukan karena dirimu, tapi ini untuk diri kakak sendiri , jadi kau tidak perlu bersedih seperti ini." ucap Joy menenangkan Mery.
Anggi mengabari Andreas kalau dirinya sudah menyetujui kemauan Joy ,dan besok Joy sudah bisa mulai pekerjaannya.
Setelah mendapat kabar dari Anggi , Andreas segera menelfon David.
" David aku sudah mendapatkan ART yang kau mau , besok dia sudah bisa mulai berkerja.
" Kerja bagus Andreas, kau memang bisa
ku andalkan."
" Terimakasih Andreas , kalau begitu kita lanjutkan pembicaraan kita besok saja ,
kau tidak apa kan ? sekarang aku ingin tidur dulu ." ucap Andreas yang kemudian mematikan telfonnya.
***
Pagi ini ,Joy meminta izin pada Nenek,
agar dibolehkan untuk bekerja tambahan . Awalnya Nenek tidak menyetujuinya ,
karena mendengarkan penjelasan dari Joy akhirnya Nenek menyetujuinya .
Suasana hati Joy sekarang sudah merasa lebih baik, karena sekarang dia sudah mempunyai semangat dan tujuan hidupnya .
Perasaannya mempengaruhi kesehatannya, kini Joy tidak lagi merasa tubuhnya lemas mual atau pun kepalanya pusing.
Siang hari Joy membantu di Toko Bunga , untuk melayani pembeli dan juga ikut membantu merangkai bunga.
Jam dinding di Toko sudah menunjukkan pukul tiga sore , Joy pamit pada Nenek
untuk berangkat menuju ke alamat apartemen yang di berikan oleh Andreas .
Sesampainya disana Joy melihat Andreas
yang sedang menunggu kedatangannya,
Andreas memberi tahukan nomor password
pintu Apartemennya ,dan selanjutnya masuklah Joy kedalam Apartemen ,
Joy melihat sekeliling ruangan , dan
betapa takjub mata Joy melihat isi
Apartemen tersebut.
" Pasti ini milik orang kaya, perabotnya saja mewah begini ." gumam Joy heran.
Joy membersihkan setiap sudut ruangan dengan sangat hati -hati, dan tak lupa dia juga berbelanja kebutuhan yang sudah
tertera di catatan yang ada di dapur.
Joy melihat sekeliling ruangan Apartemen
itu sepertinya ada yang sesuatu yang
kurang . Di ambilnya gelas kosong lalu Joy
mengisinya dengan air dan meletakkannya
di meja dapur yang dekat lemari pendingin .
Selanjutnya Joy mengambil sekuntum mawar putih yang ada di dalam tas miliknya dan menaruhnya di gelas tadi .
Setelah selesai berberes Joy pergi meninggalkan Apartemen itu,dan kembali
ke Toko , untuk menyerahkan kuncinya
kepada Anggi yang nanti akan diberikan
Andreas padanya .
****
Di Apartemen David...
"Kenapa akhir -akhir ini tubuhku merasa
tidak enak badan, padahal aku tidak salah makan, aku juga sudah memeriksakannya." gumam David bingung dengan perubahan
kondisi kesehatannya .
Pagi -pagi sekali David menghubungi Roy ,
dia meminta tolong untuk di belikan bubur kacang hijau karena dia ingin sekali memakaikannya , Roy bingung harus
mencari dimana pagi - pagi begini , karena penjual bubur pasti bukanya agak siang.
Merasa putus asa , Roy pun menanyakan
nya pada Andreas , yang pada saat itu
dia sedang joging bersama dengan Anggi.
Anggi yang mendengar pembicaraan
mereka, pun berkata jika di Rumahnya tadi Joy sedang memasak bubur kacang hijau , nanti dia bisa memintanya sedikit pada Joy.
Andreas pun mengiyakan usulan Anggi.
Andreas kini berangkat ke Kantor lebih pagi, Karena dia nanti mampir dulu ke Rumah Anggi untuk mengambil bubur dan juga mengantarkannya ke Apartemen David .
" Joy terimakasih untuk buburnya, maaf
aku telah merepotkanmu ." ucap Andreas setelah dia di perbolehkan ikut sarapan
dan juga masih di bungkuskan bubur oleh Joy.
" Kau jangan sungkan , nanti kau juga akan menjadi keluarga dan akan sering sarapan disini , iya kan Anggi? ." goda Joy , yang membuat wajah anggi dan Andreas
bersemu merah karena malu .
"Cie....malunya kok barengan,janjian ya?."
goda Joy lagi.
" Apa sih Joy,,, Andreas cepat berangkat
sana , nanti perkataan Joy akan lebih mengada - ada ." elak Anggi dan berlari kedalam kamarnya .
Andreas yang sudah menyelesaikan sarapannya pun berpamitan pada Joy dan Nenek .
Selanjutnya Andreas meninggalkan rumah Nenek menuju ke Apartemen David untuk memberikan bubur yang di inginkan David.
David yang lemas karena sejak tadi mual
dan muntah pun hanya bisa berbaring
di atas tempat tidurnya . Andreas yang
kaget melihat keadaan David , segera menyiapkan bubur yang tadi dibawanya tadi agar bisa di makan oleh David.
David yang mencium aroma bubur yang
di bawa oleh Andreas , pun bersemangat untuk menyantapnya , tak usah menunggu lama bubur itu langsung habis tak tersisa,
dan tubuhnya sudah merasa agak baikan.
" Dre,,, makasih ya buburnya, tadi aku meminta Roy tapi kenapa malah kau yang membawanya? ." Tanya David yang sedang merapikan pakaiannya akan berangkat ke Kantor.
" Roy tadi menghubungiku , dia tak tahu
harus mencarinya kemana , kebetulan saat
itu sedang joging bersama Anggi , dan
Anggi yang mengatakan jika di rumahnya
ada, " Andreas menjelaskan .
"Kalau begitu , tolong ucapkan terimakasih ku pada Anggi ya ."
" Ya nanti aku akan bilang padanya , Tapi
David yang membuatnya bukan Anggi ,
melainkan temannya dan tak lain dia
adalah ART di Apartemen mu ." David yang kaget pun menoleh pada Andreas.
"Apa??."
" Jadi maksudmu yang menjadi ART di Apartemenku adalah temannya Anggi ?."
David bertanya dan menatap Andreas ,
Andreas pun menganggukkan kepalanya.
David merasa sedikit penasaran dengan
seorang ART yang membersihkan Apartemennya .
Andreas melihat jam tangannya , segera diajaknya David untuk segera berangkat
ke Kantor .
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
_
jangan lupa ninggalin jejak ya KK ๐
next โ๏ธโ๏ธ