
Mery masih terkejut , karena mendapat ciuman mendadak dari Roy , dia terpaku tak bisa bergerak dan jantung nya berdetak begitu kencang , hanya bisa memandangi
kepergian mereka , tanpa bisa mengantarkan
sampai jalan .
* Perasaan apa ini ? .* batin Mery merasakan
gejolak di dalam hatinya , saat tangannya
menyentuh pipi yang telah di cium oleh Roy .
***
Di dalam pesawat,,,
David kembali ke Jakarta dengan menaiki
pesawat pribadi milik Oma , dengan
ditemani istri dan teman- temannya .
Di dalam pesawat Roy memandangi jendela
memikirkan sikapnya tadi , saat dia mengucapkan salam perpisahan pada Mery .
Lamunan Roy tersadar , di saat Joy mengajaknya bicara ,
" Roy , aku bingung harus memanggil mu
apa ?, jika mengingat orang tua kita kau
harus memanggilku kakak , tapi jika
mengingat umur kita kau memanggilku adik."
" Terserah kau saja, mau memanggilku apa ."
" Panggil saja adik pada Roy sayang , jika
nanti dia menikahi Mery ." ucap David menggoda Roy , dia sepertinya tahu jika
Roy menaruh hati pada Mery .
" Tidak mungkin itu terjadi , aku tidak akan
mengijinkan Mery menikah dengan Roy ,
karena dia adalah adik kesayanganku." Roy
tercengang dengan apa yang di ucapkan Joy.
" Memang nya kenapa sayang , ada apa
dengan Roy ? ," David memeluk istrinya,
berusaha meredam amarahnya karena ucapannya tadi .
" Maaf Roy , kau memang sekarang
sepupuku , tapi jika untuk mendekati Mery
aku tidak setuju , " Roy menatap Joy penuh tanda tanya .
" Karena dia adalah gadis baik , berbeda
dengan mu yang selalu bermain wanita."
Joy yang kesal segera mengganti tempat
duduknya , David mengikuti istrinya.
" Sayang , sudahlah jangan marah lagi ,
lebih baik jika kau beristirahat di dalam
kamar saja ." David mengajak Joy
ke kamar yang tersedia di dalam pesawat.
Mendengar ucapan David , Oma segera
menghalangi ," tunggu Joy !."
" Kemari lah !, duduk di samping Oma ,jika
kau menuruti apa kata David , nanti dia
akan mulai lagi ." Joy menghampiri Oma
dan duduk disebelah nya.
Anggi , Andreas dan Roy pun tertawa karena mendengar ucapan Oma . David tak bisa
berbuat apa-apa , dengan kesal dia mendudukkan dirinya di kursi penumpang
di sebelah Roy .
****
Ke rumah Oma...
Akhirnya sampai juga mereka di Jakarta ,
sebenarnya David berniat ingin mengajak
istrinya untuk tinggal di Apartemen nya,
tapi niat itu sirna karena Oma tidak memperbolehkan Joy untuk tinggal
sendirian di Apartemen bila David pergi
ke Kantor.
Kini mobil mereka sampai di sebuah rumah
yang besar dan mewah bak istana, di sinilah
Oma tinggal .
Joy tercengang melihat kemewahan rumah
Oma , karena dia baru pertama kali ini menginjakkan kakinya di rumah Oma .
" Joy ayo cepat masuk, kau pasti lelah."
Oma mengagetkan Joy dengan menggandeng pergelangan tangannya.
David yang kesal dengan titah dari Oma
yang menyuruhnya untuk tinggal bersama
di rumahnya .
" David , cepat ajaklah istrimu masuk ke kamar mu." Oma menghentikan langkahnya,
berbalik menatap cucunya .
" Oma biarkan kami tinggal di Apartemen ,
ya ,, kumohon." David merajuk .
" Tidak David , apa kau tidak kawatir jika
Joy sendirian di sana?."
" Kalau kau takut jika Oma mengaturmu ,
jangan mengajak Joy terlalu lelah , nanti
terjadi sesuatu yang membahayakan bagi bayinya." terjadi adu mulut antara Oma dan David .
Akhirnya Joy mendekati suaminya," sayang aku ingin ke kamar , hawanya panas sekali ." tangannya bergelayut di lengan suaminya .
Mendengar keluhan istrinya , David segera
mengajaknya naik ke lantai atas menuju
kamarnya ," baiklah , ayo!,"
Sebelum melangkahkan kakinya David
pamit pada Oma ," Oma David ke atas dulu."
Joy tersenyum usil dan mengedipkan satu
matanya pada Oma , seraya mengatakan kalau dia berhasil membujuk David .
Oma tersenyum , * tepat sekali pemikiranku
dulu , jika Joy adalah wanita yang tepat
Di kamar David mengajak istrinya untuk
beristirahat , tapi Joy ingin membersihkan dirinya dulu .
Setelah membersihkan diri Joy duduk
di balkon kamar David , memandang takjub dengan isi di taman David .
" Sayang ,,, apa kau tidak lelah?, kenapa kau malah duduk di sini." David memeluk Joy
dari belakang .
" David kau sangat kaya , aku takut !."
pandangan Joy masih mengarah pada taman.
" Hm.. takut !, apa yang kau takutkan sayang?."
David duduk di samping istrinya .
" Aku takut David , jika kau nanti meninggalkanku."
David segera memeluk istrinya," itu tidak mungkin sayang ." tanpa sengaja air mata
Joy menetes .
David melepaskan pelukannya , berbalik
mengangkat istrinya untuk masuk kedalam kamar ,
" Kau tidak usah takut sayang , semua itu
tidak akan terjadi , karena hatiku hanyalah milikmu ." David membaringkan Joy di atas tempat tidurnya dan meletakkan kepala istrinya di atas lengannya .
" Ku genggam kata - katamu , jika aku menemukan kau ada hubungan dengan
wanita lain , kau akan menerima akibatnya."
" Ti-dak_a-kan ." David memastikan pada istrinya .
Mereka pun tidur bersama melepas rasa
lelah yang menghinggapi tubuh mereka.
**
Disaat bersamaan seorang wanita yang cantik dengan penampilan yang menarik
dan sempurna , baru menginjakkan kakinya
di kota Jakarta .
Dia adalah Sofia Margaretha , cinta pertama
David saat mereka masih kuliah di Inggris . Kali ini dia sengaja datang ke Indonesia untuk menemui David , dengan membawa seorang anak laki-laki yang sudah berumur lima tahun .
David dulu pernah menjalin hubungan
dengan Sofia , tapi wanita itu meninggalkan nya , tanpa memberikan kabar pada David.
David sempat frustasi saat Sofia meninggalkannya , yang membuatnya menutup hati pada setiap wanita , sampai suatu ketika hal yang tidak terduga mempertemukan dirinya dengan Joy.
Saat itulah hatinya mulai terbuka dan nama
Joyyana mengisi di hatinya .
Sofia memutuskan malam ini untuk menginap di Hotel , dan besok baru
menemui David .
***
Pagi ini Joy terbangun di sebuah kamar
yang besar dan mewah , di dalam pelukan
mesra sang suami tercinta .
David malas untuk bangun , ingin rasanya
dia seharian ini di dalam kamar bersama
istrinya .
Tapi Joy memaksanya untuk pergi ke Kantor,
" Joy sayang , ku mohon biarkan aku di
rumah saja untuk satu hari ini ." David
bergelayut mesra di lengan istrinya seraya
enggan untuk bangun dari tempat tidurnya.
" Tidak David , kau harus pergi ke kantor,
sudah beberapa hari ini kau
meninggalkannya ."
" Tapi aku masih ingin di rumah bersamamu."
" Berangkatlah !, nanti siang aku akan datang
ke Kantormu untuk mengantarkan makan siang mu ."
" Sungguh ?, "
David melepaskan tangannya dan beralih
menatap istrinya, memastikan jika dia
tidak sedang di bohongi .
" Iya ,,,, sayangku..." Joy memegang kedua
pipi David dan mencium bibirnya .
Joy berjalan masuk ke kamar mandi dengan
di ikuti David di belakangnya .
Pasti pembaca tau sendiri kelanjutannya π€.
***
Hari ini dengan berat hati David berangkat
ke Kantor , seperti biasa dengan angkuhnya
David memasuki Kantor tanpa menyapa
siapa pun yang ada di depannya .
David tak tahu ada sebuah kejutan yang menantinya di dalam ruangannya .
" Maaf pak , ada seorang wanita yang
mencari bapak , sekarang beliau ada
didalam ruangan bapak ." Sekertaris David
berkata sebelum David masuk ke ruangannya.
David penasaran dan segera masuk kedalamnya ,
" Sofia...."
Tas yang dibawanya pun jatuh saat mengetahui siapa wanita yang mencarinya .
*
*
*
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Terimakasih ya , masih setia mengikuti
novelku , mampir juga ke novel ku yang
satunya π.
jangan lupa ninggalin jejaknya ya π π
Next βοΈβοΈ