
Dengan penuh keringat di tubuhnya ,
David membaringkan dirinya tepat di
sebelah istrinya , di sebuah ranjang kecil
ruang ganti di dalam kamarnya.
" David , kau pindahlah ke tempat tidurmu,
disini sempit tidak muat untukmu ." Joy
yang lelah berusaha mendorong tubuh David.
" Tidak sayang, aku lebih suka di tempat
yang sempit seperti ini ." David
memiringkan tubuhnya, dengan tangan
yang mulai memeluk istrinya.
Tiba -tiba David teringat dengan foto Joy
tadi siang , " sayang , tadi siang kau
di Cafe bersama siapa?." masih memeluk
Joy .
Joy yang kaget dengan pertanyaan dari
David , pun menjawab " makan siang
dengan temanku ." dengan nada datar.
" Teman ?." membalikkan tubuh Joy , yang
sedari tadi membelakanginya menjadi
menghadapnya .
Menatap dengan penuh tanda tanya .
" Apa maksudmu teman ?. apa yang di
sebut dengan teman itu kalian bisa saling berpelukan di tempat umum Joy, jelaskan padaku ." David mulai marah , berbicara dengan Joy menggunakan
suara tinggi .
Joy mulai geram mendengar ucapan David yang membentaknya , segera dia memakai baju ganti yang belum sempat di pakainya
tadi dengan wajah merah padam ,
menahan emosi di dalam hatinya.
Tangan Joy di cekal oleh David." jelaskan
padaku , apa kau mau melarikan diri
dariku , kau selalu saja begitu ." masih
memegang tangan Joy.
" Lepaskan aku David !,." menghempaskan
tangannya yang di genggam oleh David.
" Aku tidak akan melarikan diri darimu ,
aku hanya ingin memakai pakaianku ."
tangan yang terlepas dari jeratan tangan
David , segera di gunakan Joy untuk mengambil pakaiannya dan dengan cepat memakainya.
Melihat Joy yang marah , sebenarnya
David menyesali atas perkataannya yang
kasar tadi . Seharusnya dia bisa saja
meminta penjelasan pada Joy dengan
perkataan yang lembut .
Joy sudah selesai memakai pakaiannya.
" Dengarkan aku David , tadi aku memang
makan siang dengan temanku , dia teman
priaku dulu , jika kau boleh berhubungan
dengan teman wanitamu apa salahnya
jika aku juga berhubungan dengan teman
priaku , kita impaskan?." ucap Joy dengan
marah .
" Ingat , aku hanya berpelukan dengannya
itupun tidak membuatku hamil , karena
aku sudah kau hamili , tidak seperti mu
kau berhubungan dengan seorang wanita
yang sudah mengklaim dirinya adalah
kekasihmu , itupun dia sudah melahirkan
anakmu." ucap Joy dengan tangannya
menunjuk dada bidang David.
" Joy...." David tak bisa berbuat apa-apa
mendengar Joy berbicara panjang lebar
di depannya.
" Kau jangan bicara !, kau hanya cukup
dengarkan saja , karena saat ini kau hanya butuh penjelasan dariku , bukan aku yang
meminta penjelasan darimu , camkan itu ." David menatap istrinya.
" Kau curiga padaku ?, padahal kau tahu sendiri jika kau adalah lelaki pertama
yang menyentuhku, tapi lain lagi denganku, entah sudah ke nomor berapa diriku
untukmu ." Joy mendorong David dan
keluar dari sana .
David yang menyesali atas perkataannya
hanya bisa duduk memandangi kepergian
Joy yang keluar dari ruang ganti .
Joy turun ke lantai bawah , berjalan
menghampiri Oma yang berada di ruang
keluarga dan duduk disebelah nya.
" Joy kau kenapa ?." tanya Oma yang
melihat wajah kusut Joy .
" Tidak ada apa -apa Oma, aku hanya
kesal saja dengan David ." Oma tersenyum.
" Kenapa lagi , apa tentang wanita itu?."
mengelus pucuk kepalanya Joy .
" Bukan, ini lain lagi Oma . David cemburu
dengan orang yang tidak tepat ."
" Maksudmu?."
"David Oma , dia cemburu dengan seorang pria yang bersamaku siang tadi di Cafe ."
Joy mulai menjelaskan.
" Pria ?." Oma tak mengerti.
Joy mengangguk ,"iya Oma , aku tadi siang
ke Toko bunga untuk mencari Anggi , di
sana aku bertemu dengan pria itu, dia
adalah temanku satu Panti Asuhan , kami sudah berpisah oleh waktu yang cukup
lama , dan aku sudah menganggap dia
seperti kakakku sendiri." Oma masih mendengarkan.
"David tidak salah Oma , jika dia meminta
penjelasan dariku , tapi dengan cara
baik -baik tidak dengan membentakku."
cerita Joy dengan wajah masam.
"Memang dasar anak itu, mungkin dia
terlalu cemburu padamu Joy ." mencoba
menenangkan.
Agar Joy lebih tenang , Oma mengajak
Joy untuk makan malam , tak lupa Oma
menyuruh seorang pembantu untuk
memanggil David turun , agar bisa makan
malam bersama.
Mereka bertiga menikmati makan malam
dalam diam , sampai satu suara yang
" Selamat malam Oma ." Roy datang dan
memeluk Oma , kemudian ikut serta
duduk di kursi meja makan tanpa ada
yang menawarkan , tidak ada yang kaget dengan tingkah lakunya , karena Roy
sudah biasa seperti itu.
Di sela Roy mengisi piringnya yang
kosong , dia memandangi setiap orang
yang ada di sana dan berakhir pada Oma .
Roy bicara pada Oma dengan tanpa mengeluarkan suara , menanyakan ada
apa dengan mereka berdua , sayangnya
Oma tidak menjawab hanya mengangkat kedua pundaknya .
Selesai makan malam , David mengajak
Roy ke ruang kerjanya untuk mengerjakan
pekerjaannya yang tertunda karena sibuk
dengan amarahnya siang tadi.
" David apa kalian sedang bertengkar?."
Roy mencari tahu tentang kecurigaan nya
saat di meja makan tadi .
" Aku tidak tahu Roy , sebenarnya yang
pantas marah itu aku , tapi ini berbalik Joy
yang jadi marah padaku." David memeriksa
pekerjaanku.
Roy duduk di depan meja kerja David ,
membuka telfon genggamnya ternyata Joy
mengirim pesan padanya.
( Roy jika kau tidak sibuk , ada yang ingin
aku bicarakan padamu ) Joy.
(ya , aku turun)Roy.
"David , aku mau turun dulu untuk
meminta kopi ." pamit Roy yang mulai berdiri.
" Kau kan bisa memencet tombol itu ,
nanti juga mereka akan kemari ." menunjuk
satu tombol untuk memanggil pembantu.
" Tidak aku ingin menemui Joy , jika itu
memungkinkan untuk membujuknya agar
tidak marah lagi padamu ." Roy memberi
alasan.
" Itu tidak perlu ."alih-alih mendengarkan ,
Roy malah meninggalkan ruang kerja David.
Roy turun ke lantai bawah , mencari
keberadaan Joy , bertanya pada salah
satu pembantu , pembantu itu menunjuk
arah kolam , memberitahukan jika Joy berada disana .
Roy berjalan menuju ke tempat Joy duduk disebuah meja di tepi kolam renang ,
" Joy , ada apa kau mencariku ?." Roy
duduk di depan Joy .
" Aku butuh bantuanmu ."
" Apa ?." memakan kacang mete yang
berada di meja .
" Aku tahu , kau pasti di suruh David
untuk melakukan tes DNA , untuknya dan
anak itu."
" Dari mana kau tahu ?, apa David yang
bicara padamu ?." masih memakan
cemilan Joy .
" Tidak , mulut David tidak ember seperti
dirimu , aku hanya menebaknya saja ."
Roy masih diam tak mau menjawab Joy ,
" Kau ini , saudaraku atau bukan sih ?,"
bentak Joy , karena Roy tak kunjung
bicara .
" Iya , iya,,, aku saudaramu, memang
David menyuruhku melakukan tes DNA
antara dia dan anak itu , tapi itu pun
untuk membuktikan , benar atau tidaknya
anak itu anak kandung David ."
" Aku sudah mengerti kalian melakukan itu."
" Jadi ?." menghabiskan sepiring penuh
kacang mete milik Joy , tapi Joy sendiri
belum menyadarinya.
" Kau kan punya sisa darah atau
semacamnya punya anak itu ." Joy bicara
dengan nada sedikit rendah, takut jika
ada orang yang mendengarnya.
" Maksudmu ?."
" Aku ingin meminta bantuanmu untuk
melakukan tes DNA sekali lagi , tapi ini
tidak dengan David , melainkan dengan
orang lain ." menyerahkan plastik klip
berisi beberapa helai rambut milik Rendi.
" Milik siapa ini?." Roy melihat sesuatu
pemberian Joy tadi.
" Itu milik temanku , lakukan saja nanti
aku akan menceritakan semuanya
padamu , tapi satu hal yang harus kau
ingat ." Joy menoleh ke sana kemari.
" Apa ?." ucap Roy penasaran.
" Jangan sampai David mengetahuinya."
Roy mengangguk ," ok , sepupuku."
Joy yang melihat cemilannya habis ,
sedikit geram pada sepupunya itu ,
" Kau ini , kenapa kau memakan semuanya."
" Maaf , aku khilaf ." ucap Roy cengengesan
dan berlari meninggalkan Joy di tepi
kolam , yang sebelumnya menyimpan
plastik klip pemberian Joy di dalam dompetnya.
_
_
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Gimana,,,, kalau banyak like nya nanti
author tambahin up nya ๐
seperti biasa , jangan lupa ninggalin
jejaknya ya ๐, kritik dan sarannya
yang positif aja y ,biar Author g baper๐คญ
*
Next ๐ yang