Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Tes DNA...


Dengan penuh keringat di tubuhnya ,


David membaringkan dirinya tepat di


sebelah istrinya , di sebuah ranjang kecil


ruang ganti di dalam kamarnya.


" David , kau pindahlah ke tempat tidurmu,


disini sempit tidak muat untukmu ." Joy


yang lelah berusaha mendorong tubuh David.


" Tidak sayang, aku lebih suka di tempat


yang sempit seperti ini ." David


memiringkan tubuhnya, dengan tangan


yang mulai memeluk istrinya.


Tiba -tiba David teringat dengan foto Joy


tadi siang , " sayang , tadi siang kau


di Cafe bersama siapa?." masih memeluk


Joy .


Joy yang kaget dengan pertanyaan dari


David , pun menjawab " makan siang


dengan temanku ." dengan nada datar.


" Teman ?." membalikkan tubuh Joy , yang


sedari tadi membelakanginya menjadi


menghadapnya .


Menatap dengan penuh tanda tanya .


" Apa maksudmu teman ?. apa yang di


sebut dengan teman itu kalian bisa saling berpelukan di tempat umum Joy, jelaskan padaku ." David mulai marah , berbicara dengan Joy menggunakan


suara tinggi .


Joy mulai geram mendengar ucapan David yang membentaknya , segera dia memakai baju ganti yang belum sempat di pakainya


tadi dengan wajah merah padam ,


menahan emosi di dalam hatinya.


Tangan Joy di cekal oleh David." jelaskan


padaku , apa kau mau melarikan diri


dariku , kau selalu saja begitu ." masih


memegang tangan Joy.


" Lepaskan aku David !,." menghempaskan


tangannya yang di genggam oleh David.


" Aku tidak akan melarikan diri darimu ,


aku hanya ingin memakai pakaianku ."


tangan yang terlepas dari jeratan tangan


David , segera di gunakan Joy untuk mengambil pakaiannya dan dengan cepat memakainya.


Melihat Joy yang marah , sebenarnya


David menyesali atas perkataannya yang


kasar tadi . Seharusnya dia bisa saja


meminta penjelasan pada Joy dengan


perkataan yang lembut .


Joy sudah selesai memakai pakaiannya.


" Dengarkan aku David , tadi aku memang


makan siang dengan temanku , dia teman


priaku dulu , jika kau boleh berhubungan


dengan teman wanitamu apa salahnya


jika aku juga berhubungan dengan teman


priaku , kita impaskan?." ucap Joy dengan


marah .


" Ingat , aku hanya berpelukan dengannya


itupun tidak membuatku hamil , karena


aku sudah kau hamili , tidak seperti mu


kau berhubungan dengan seorang wanita


yang sudah mengklaim dirinya adalah


kekasihmu , itupun dia sudah melahirkan


anakmu." ucap Joy dengan tangannya


menunjuk dada bidang David.


" Joy...." David tak bisa berbuat apa-apa


mendengar Joy berbicara panjang lebar


di depannya.


" Kau jangan bicara !, kau hanya cukup


dengarkan saja , karena saat ini kau hanya butuh penjelasan dariku , bukan aku yang


meminta penjelasan darimu , camkan itu ." David menatap istrinya.


" Kau curiga padaku ?, padahal kau tahu sendiri jika kau adalah lelaki pertama


yang menyentuhku, tapi lain lagi denganku, entah sudah ke nomor berapa diriku


untukmu ." Joy mendorong David dan


keluar dari sana .


David yang menyesali atas perkataannya


hanya bisa duduk memandangi kepergian


Joy yang keluar dari ruang ganti .


Joy turun ke lantai bawah , berjalan


menghampiri Oma yang berada di ruang


keluarga dan duduk disebelah nya.


" Joy kau kenapa ?." tanya Oma yang


melihat wajah kusut Joy .


" Tidak ada apa -apa Oma, aku hanya


kesal saja dengan David ." Oma tersenyum.


" Kenapa lagi , apa tentang wanita itu?."


mengelus pucuk kepalanya Joy .


" Bukan, ini lain lagi Oma . David cemburu


dengan orang yang tidak tepat ."


" Maksudmu?."


"David Oma , dia cemburu dengan seorang pria yang bersamaku siang tadi di Cafe ."


Joy mulai menjelaskan.


" Pria ?." Oma tak mengerti.


Joy mengangguk ,"iya Oma , aku tadi siang


ke Toko bunga untuk mencari Anggi , di


sana aku bertemu dengan pria itu, dia


adalah temanku satu Panti Asuhan , kami sudah berpisah oleh waktu yang cukup


lama , dan aku sudah menganggap dia


seperti kakakku sendiri." Oma masih mendengarkan.


"David tidak salah Oma , jika dia meminta


penjelasan dariku , tapi dengan cara


baik -baik tidak dengan membentakku."


cerita Joy dengan wajah masam.


"Memang dasar anak itu, mungkin dia


terlalu cemburu padamu Joy ." mencoba


menenangkan.


Agar Joy lebih tenang , Oma mengajak


Joy untuk makan malam , tak lupa Oma


menyuruh seorang pembantu untuk


memanggil David turun , agar bisa makan


malam bersama.


Mereka bertiga menikmati makan malam


dalam diam , sampai satu suara yang


" Selamat malam Oma ." Roy datang dan


memeluk Oma , kemudian ikut serta


duduk di kursi meja makan tanpa ada


yang menawarkan , tidak ada yang kaget dengan tingkah lakunya , karena Roy


sudah biasa seperti itu.


Di sela Roy mengisi piringnya yang


kosong , dia memandangi setiap orang


yang ada di sana dan berakhir pada Oma .


Roy bicara pada Oma dengan tanpa mengeluarkan suara , menanyakan ada


apa dengan mereka berdua , sayangnya


Oma tidak menjawab hanya mengangkat kedua pundaknya .


Selesai makan malam , David mengajak


Roy ke ruang kerjanya untuk mengerjakan


pekerjaannya yang tertunda karena sibuk


dengan amarahnya siang tadi.


" David apa kalian sedang bertengkar?."


Roy mencari tahu tentang kecurigaan nya


saat di meja makan tadi .


" Aku tidak tahu Roy , sebenarnya yang


pantas marah itu aku , tapi ini berbalik Joy


yang jadi marah padaku." David memeriksa


pekerjaanku.


Roy duduk di depan meja kerja David ,


membuka telfon genggamnya ternyata Joy


mengirim pesan padanya.


( Roy jika kau tidak sibuk , ada yang ingin


aku bicarakan padamu ) Joy.


(ya , aku turun)Roy.


"David , aku mau turun dulu untuk


meminta kopi ." pamit Roy yang mulai berdiri.


" Kau kan bisa memencet tombol itu ,


nanti juga mereka akan kemari ." menunjuk


satu tombol untuk memanggil pembantu.


" Tidak aku ingin menemui Joy , jika itu


memungkinkan untuk membujuknya agar


tidak marah lagi padamu ." Roy memberi


alasan.


" Itu tidak perlu ."alih-alih mendengarkan ,


Roy malah meninggalkan ruang kerja David.


Roy turun ke lantai bawah , mencari


keberadaan Joy , bertanya pada salah


satu pembantu , pembantu itu menunjuk


arah kolam , memberitahukan jika Joy berada disana .


Roy berjalan menuju ke tempat Joy duduk disebuah meja di tepi kolam renang ,


" Joy , ada apa kau mencariku ?." Roy


duduk di depan Joy .


" Aku butuh bantuanmu ."


" Apa ?." memakan kacang mete yang


berada di meja .


" Aku tahu , kau pasti di suruh David


untuk melakukan tes DNA , untuknya dan


anak itu."


" Dari mana kau tahu ?, apa David yang


bicara padamu ?." masih memakan


cemilan Joy .


" Tidak , mulut David tidak ember seperti


dirimu , aku hanya menebaknya saja ."


Roy masih diam tak mau menjawab Joy ,


" Kau ini , saudaraku atau bukan sih ?,"


bentak Joy , karena Roy tak kunjung


bicara .


" Iya , iya,,, aku saudaramu, memang


David menyuruhku melakukan tes DNA


antara dia dan anak itu , tapi itu pun


untuk membuktikan , benar atau tidaknya


anak itu anak kandung David ."


" Aku sudah mengerti kalian melakukan itu."


" Jadi ?." menghabiskan sepiring penuh


kacang mete milik Joy , tapi Joy sendiri


belum menyadarinya.


" Kau kan punya sisa darah atau


semacamnya punya anak itu ." Joy bicara


dengan nada sedikit rendah, takut jika


ada orang yang mendengarnya.


" Maksudmu ?."


" Aku ingin meminta bantuanmu untuk


melakukan tes DNA sekali lagi , tapi ini


tidak dengan David , melainkan dengan


orang lain ." menyerahkan plastik klip


berisi beberapa helai rambut milik Rendi.


" Milik siapa ini?." Roy melihat sesuatu


pemberian Joy tadi.


" Itu milik temanku , lakukan saja nanti


aku akan menceritakan semuanya


padamu , tapi satu hal yang harus kau


ingat ." Joy menoleh ke sana kemari.


" Apa ?." ucap Roy penasaran.


" Jangan sampai David mengetahuinya."


Roy mengangguk ," ok , sepupuku."


Joy yang melihat cemilannya habis ,


sedikit geram pada sepupunya itu ,


" Kau ini , kenapa kau memakan semuanya."


" Maaf , aku khilaf ." ucap Roy cengengesan


dan berlari meninggalkan Joy di tepi


kolam , yang sebelumnya menyimpan


plastik klip pemberian Joy di dalam dompetnya.


_


_


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Gimana,,,, kalau banyak like nya nanti


author tambahin up nya ๐Ÿ˜œ


seperti biasa , jangan lupa ninggalin


jejaknya ya ๐Ÿ˜Š, kritik dan sarannya


yang positif aja y ,biar Author g baper๐Ÿคญ


*


Next ๐Ÿ€ yang