
πππππππππππ
# Flashback on...
Selepas kepergian Oma , Mery langsung
kembali ke kamar nya , rasanya dia ingin
cepat lari sejauh - jauhnya , karena dia
tak mampu menjawab pertanyaan Roy .
Ingin mengiyakan tapi takut jika lamaran
itu adalah sebuah candaan , mau
menolak takutnya malah di bilang
sombong , " aahhhh.. mikir apa aku ini ."
bersandar di balik pintu .
Membuka pintu sedikit , mengintip kearah
tadi dia bersama Roy , memeriksa masih
adakah pria itu disana . Ternyata seperti
dugaannya , Roy masih duduk tetap
di tempatnya semula , dengan cepat
Mery menutup pintunya lagi .
Berniat mencari udara segar , kakinya
melangkah menuju balkon , di hirupnya
dalam - dalam udara di pagi hari
membuatnya semakin relax .
Matanya berbinar saat menangkap
pemandangan di bawah sana ,
banyaknya tanaman yang tertata
rapi dan terawat yang membuat
semakin indahnya Rumah Oma .
" Oh pantesan Oma akrab dengan
neneknya kak Anggi , ternyata mereka
mempunyai hobi yang sama ." Berdiri
di pinggiran balkon .
Cukup lama Mery berdiri di sana ,
melihat para tukang kebun yang sedang
merawat Taman . Sampai bola matanya
menangkap sosok pria di bawah sana
sedang memasuki mobil .
" Mau kemana itu orang ?." Masih
di tempat yang sama dengan tatapan
yang enggan untuk berpaling .
Roy duduk di dalam mobil , dari kaca
spion dia bisa melihat Mery yang
sedang berdiri menatapnya dari atas
balkon , " Mery ,,Mery ,, di depanku kau
malu - malu kucing , tapi di belakangku
kau malah mencuri pandang padaku ."
Muncul ide nakal Roy , di keluarkan
kepalanya dari jendela mobil ,
membalas Mery dengan senyuman yang
lebar dan lambaian tangan .
Mery syok , dengan mata yang melotot
tanpa sadar mulutnya ikut terbuka .
" What ,, kak Roy melihatku ? ." teriak
Mery kemudian masuk kedalam .
Roy senang bisa mengerjai Mery , hal
itu menjadi hiburan baru baginya .
# Flashback off...
πππ
Mery kesepian didalam rumah yang
terasa asing baginya , Rumah yang
begitu besar dan mewah serta
dikelilingi taman luas yang indah
pasti membuat siapapun akan betah
jika tinggal disana .
Yang membuat hati Mery sepi bukanlah
tidak adanya orang disana , tapi
melainkan tidak adanya orang yang dia
kenal selain para majikan di sana .
Semua orang yang dia kenal sudah
pada pergi ke Kantor , hanya tinggal
kakaknya lah yang tersisa di Rumah
itu , tapi dari pagi tadi tak terlihat
sosok gerangan kakaknya ini .
Mery keluar masuk Rumah membuang
kebosanan nya , didalam rumah banyak
para pembantu yang menyapanya ,
mereka berusaha mengakrabkan diri
agar Mery tidak merasa kesepian ,
tapi mereka sibuk dengan tugas mereka
masing-masing .
Keadaan diluar Rumah tak jauh berbeda
banyak penjaga yang siap siaga dalam
menjalankan tugasnya .
" Ini Rumah apa kantor polisi ?."
berbicara sendiri , yang heran dengan
penjagaan ketat di Rumah Oma.
Karena bosan Mery pun duduk di kursi
taman , " apa kak Joy belum bangun ya ?
jam berapa ini ,seperti tuan putri saja
ya,,, kalau aku kesana pasti kak Joy
langsung bangun." berdiri kemudian
melangkahkan kakinya menuju rumah .
Di ruang tengah Mery bergegas menuju
ke kamar kakaknya , dari kejauhan ada
seorang pembantu yang sedang menaiki
tangga dengan membawa nampan
ditangannya , berisikan segelas susu
dan sepiring makanan .
" Pasti dia mau ke kamarnya kak Joy ."
Berlari menghampiri sang pembantu .
Kakinya yang lincah membuatnya cepat
sampai ditempat yang dia tuju .
" Kak tunggu !." panggilan Mery membuat
pembantu itu berhenti .
" Iya nona , anda memanggil saya ?."
berdiri tepat di depan kamar David .
Mery menawarkan bantuan , agar dia
saja yang memberikan makanan itu
pada kakaknya , tapi sang pembantu
menolak dengan halus , karena dia lah
yang di beri amanat oleh BI Narsih
agar mengantarkan sarapan pada
istri tuan mudanya .
Pembantu itu masuk ke dalam kamar
dengan bantuan Mery yang membuka
pintunya , Mery ikut masuk dan benar
seperti yang ada di pikirannya , bahwa
kakaknya masih tidur dengan tubuh
yang tertutup selimut .
Di taruhnya nampan yang berisikan
sarapan untuk Joy tadi di atas meja ,
membiarkan sang nyonya yang masih
masih di dalam .
" Nona saya tinggal ke bawah dulu ,
permisi ." berjalan mundur sampai pintu .
Mery melihat sekeliling ruangan kamar
yang kakaknya tempati ," wihh.. kamar
kak Joy besar sekali , kamarku saja
sudah besar ini malah melebihi nya ,"
Sorot matanya berhenti pada sosok
kakaknya yang masih tertidur pulas ,
" Nih ratu tidur tidak bangun - bangun ,
aku ganggu saja ." naik keatas ranjang berbaring di sebelah Joy .
Mery masuk ke dalam selimut kemudian memeluk Joy dari belakang , meniup
telinga Joy tanpa mengeluarkan suara ,
Joy menggeliat kegelian .
" David sudah hentikan , geli davidd,, ."
menggosok telinganya akibat tiupan
Mery .
Kikikikik... Mery menutup mulutnya ,
menahan tawa , dia melanjutkan lagi
tiupannya .
" David jangan menggodaku , aku
ngantuk sekali sayang , kemaren kan
sudah , plisss biarkan aku tidur lebih
lama ya..! , " berbicara masih dengan
matanya yang terpejam .
Mery terkejut dengan apa yang di
dengarnya ," apa - apaan kak Joy ini ,
apa aku tidak salah dengar , apa
maksudnya semalam , memangnya
semalam mereka ngapain ?."
Tiba - tiba Mery bergidik ngeri , sedikit
melepaskan tangannya yang dari tadi
memeluk kakaknya .
Joy merasa tangan yang melingkar
di pinggangnya mengendur , dengan
cepat dia berusaha menarik .
" Mau kemana kau , aku masih mau
di temani , di sini saja sebentar
tidak mungkin juga Oma marah
jika kau terlambat sedikit ." mengoceh
seperti orang yang sedang mengigau .
Mery bingung harus berbuat apa ,
mau menarik tangannya kembali pun
tidak bisa , karena Joy sudah
merangkulnya erat di letakkan tepat di
atas dadanya .
" Sayang kenapa kau diam saja ?."
Joy tak nyaman ada yang berbeda
dengan suaminya .
" Hemm.. " memberikan jawaban agar
Joy tak curiga .
Joy sadar jika suara deheman yang
dia dengar bukanlah suara khas milik
suaminya , detik itu juga dia membuka
matanya , melepaskan rangkulannya
dan menoleh ke belakang .
" Meryyyyyy ." teriak Joy karena kaget .
Mery meringis , " maaf kak ."
menangkupkan kedua telapak tangannya .
Joy malu dengan apa yang tadi
di ucapkan nya , dia mengira yang dari
tadi memeluknya adalah suaminya ,
ternyata bukan .
" Sejak kapan kau disini ?." berusaha
keluar dari selimut .
Mery menjelaskan jika dari tadi dia
mendengar ocehan kakaknya , hal itu
membuat Joy malu , dia berharap
Mery tidak menyadari akan maksud
dari perkataan nya .
" Kak Joy tidak mandi ? , ini sudah pukul
sepuluh lho kak ." turun dari tempat tidur
berjalan ke arah balkon .
Melihat pemandangan yang lebih
indah dari tempatnya tidur , " berbeda
ya , kalau punya tuan Rumah , lebih
bagus pemandangannya .". melihat
kearah bawah ternyata ada kolam renang .
" Wah ada kolam renangnya juga ?,
nanti aku berenang disana ahh, pasti
lebih seru ." berbicara dan tertawa
sendiri tanpa ada orang yang mendengar .
Mery kembali masuk ke kamar ,
mendapati kakaknya sudah tidak ada,
dengan pintu kamar mandi tertutup .
" Pasti kak Joy didalam ." melihat kearah
pintu .
Melihat tempat tidur kakaknya yang
berantakan , dia berinisiatif untuk
membantu merapikan tempat tidurnya ,
sudah selesai merapikan Mery duduk
di tepi ranjang .
Matanya menangkap sosok
pemandangan yang tak biasa , "hah ,
apa ini ?." mengambil dengan tisu ,
karena penasaran .
Bersamaan dengan Joy yang keluar
pintu , melihat apa yang di ambil Mery
" Meryyyy hentikan !." Joy menjerit .
Mery melepaskan himpitan jarinya ,
" memangnya apa itu kak ?, aku kan
cuma ingin membantu membersihkan
saja ." Joy berjalan tergopoh-gopoh .
" Lain kali kau tidak usah beres - beres ,
masih banyak pembantu di rumah ini.'
memungut apa yang telah di ambil Mery
tadi .
" Bagaimana sih David ini , kemarin
kan aku suruh masukkan ke tempat
sampah , kalau sudah begini
memalukan sekali ."
Mengambil tempat sampah dan
memasukkan tisu kotor bekas
sampahnya semalam .
πππππππππππππ
_
_
Next... mana jejaknya πππ