Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Bosan


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


# Flashback on...


Selepas kepergian Oma , Mery langsung


kembali ke kamar nya , rasanya dia ingin


cepat lari sejauh - jauhnya , karena dia


tak mampu menjawab pertanyaan Roy .


Ingin mengiyakan tapi takut jika lamaran


itu adalah sebuah candaan , mau


menolak takutnya malah di bilang


sombong , " aahhhh.. mikir apa aku ini ."


bersandar di balik pintu .


Membuka pintu sedikit , mengintip kearah


tadi dia bersama Roy , memeriksa masih


adakah pria itu disana . Ternyata seperti


dugaannya , Roy masih duduk tetap


di tempatnya semula , dengan cepat


Mery menutup pintunya lagi .


Berniat mencari udara segar , kakinya


melangkah menuju balkon , di hirupnya


dalam - dalam udara di pagi hari


membuatnya semakin relax .


Matanya berbinar saat menangkap


pemandangan di bawah sana ,


banyaknya tanaman yang tertata


rapi dan terawat yang membuat


semakin indahnya Rumah Oma .


" Oh pantesan Oma akrab dengan


neneknya kak Anggi , ternyata mereka


mempunyai hobi yang sama ." Berdiri


di pinggiran balkon .


Cukup lama Mery berdiri di sana ,


melihat para tukang kebun yang sedang


merawat Taman . Sampai bola matanya


menangkap sosok pria di bawah sana


sedang memasuki mobil .


" Mau kemana itu orang ?." Masih


di tempat yang sama dengan tatapan


yang enggan untuk berpaling .


Roy duduk di dalam mobil , dari kaca


spion dia bisa melihat Mery yang


sedang berdiri menatapnya dari atas


balkon , " Mery ,,Mery ,, di depanku kau


malu - malu kucing , tapi di belakangku


kau malah mencuri pandang padaku ."


Muncul ide nakal Roy , di keluarkan


kepalanya dari jendela mobil ,


membalas Mery dengan senyuman yang


lebar dan lambaian tangan .


Mery syok , dengan mata yang melotot


tanpa sadar mulutnya ikut terbuka .


" What ,, kak Roy melihatku ? ." teriak


Mery kemudian masuk kedalam .


Roy senang bisa mengerjai Mery , hal


itu menjadi hiburan baru baginya .


# Flashback off...


πŸ€πŸ€πŸ€


Mery kesepian didalam rumah yang


terasa asing baginya , Rumah yang


begitu besar dan mewah serta


dikelilingi taman luas yang indah


pasti membuat siapapun akan betah


jika tinggal disana .


Yang membuat hati Mery sepi bukanlah


tidak adanya orang disana , tapi


melainkan tidak adanya orang yang dia


kenal selain para majikan di sana .


Semua orang yang dia kenal sudah


pada pergi ke Kantor , hanya tinggal


kakaknya lah yang tersisa di Rumah


itu , tapi dari pagi tadi tak terlihat


sosok gerangan kakaknya ini .


Mery keluar masuk Rumah membuang


kebosanan nya , didalam rumah banyak


para pembantu yang menyapanya ,


mereka berusaha mengakrabkan diri


agar Mery tidak merasa kesepian ,


tapi mereka sibuk dengan tugas mereka


masing-masing .


Keadaan diluar Rumah tak jauh berbeda


banyak penjaga yang siap siaga dalam


menjalankan tugasnya .


" Ini Rumah apa kantor polisi ?."


berbicara sendiri , yang heran dengan


penjagaan ketat di Rumah Oma.


Karena bosan Mery pun duduk di kursi


taman , " apa kak Joy belum bangun ya ?


jam berapa ini ,seperti tuan putri saja


ya,,, kalau aku kesana pasti kak Joy


langsung bangun." berdiri kemudian


melangkahkan kakinya menuju rumah .


Di ruang tengah Mery bergegas menuju


ke kamar kakaknya , dari kejauhan ada


seorang pembantu yang sedang menaiki


tangga dengan membawa nampan


ditangannya , berisikan segelas susu


dan sepiring makanan .


" Pasti dia mau ke kamarnya kak Joy ."


Berlari menghampiri sang pembantu .


Kakinya yang lincah membuatnya cepat


sampai ditempat yang dia tuju .


" Kak tunggu !." panggilan Mery membuat


pembantu itu berhenti .


" Iya nona , anda memanggil saya ?."


berdiri tepat di depan kamar David .


Mery menawarkan bantuan , agar dia


saja yang memberikan makanan itu


pada kakaknya , tapi sang pembantu


menolak dengan halus , karena dia lah


yang di beri amanat oleh BI Narsih


agar mengantarkan sarapan pada


istri tuan mudanya .


Pembantu itu masuk ke dalam kamar


dengan bantuan Mery yang membuka


pintunya , Mery ikut masuk dan benar


seperti yang ada di pikirannya , bahwa


kakaknya masih tidur dengan tubuh


yang tertutup selimut .


Di taruhnya nampan yang berisikan


sarapan untuk Joy tadi di atas meja ,


membiarkan sang nyonya yang masih


masih di dalam .


" Nona saya tinggal ke bawah dulu ,


permisi ." berjalan mundur sampai pintu .


Mery melihat sekeliling ruangan kamar


yang kakaknya tempati ," wihh.. kamar


kak Joy besar sekali , kamarku saja


sudah besar ini malah melebihi nya ,"


Sorot matanya berhenti pada sosok


kakaknya yang masih tertidur pulas ,


" Nih ratu tidur tidak bangun - bangun ,


aku ganggu saja ." naik keatas ranjang berbaring di sebelah Joy .


Mery masuk ke dalam selimut kemudian memeluk Joy dari belakang , meniup


telinga Joy tanpa mengeluarkan suara ,


Joy menggeliat kegelian .


" David sudah hentikan , geli davidd,, ."


menggosok telinganya akibat tiupan


Mery .


Kikikikik... Mery menutup mulutnya ,


menahan tawa , dia melanjutkan lagi


tiupannya .


" David jangan menggodaku , aku


ngantuk sekali sayang , kemaren kan


sudah , plisss biarkan aku tidur lebih


lama ya..! , " berbicara masih dengan


matanya yang terpejam .


Mery terkejut dengan apa yang di


dengarnya ," apa - apaan kak Joy ini ,


apa aku tidak salah dengar , apa


maksudnya semalam , memangnya


semalam mereka ngapain ?."


Tiba - tiba Mery bergidik ngeri , sedikit


melepaskan tangannya yang dari tadi


memeluk kakaknya .


Joy merasa tangan yang melingkar


di pinggangnya mengendur , dengan


cepat dia berusaha menarik .


" Mau kemana kau , aku masih mau


di temani , di sini saja sebentar


tidak mungkin juga Oma marah


jika kau terlambat sedikit ." mengoceh


seperti orang yang sedang mengigau .


Mery bingung harus berbuat apa ,


mau menarik tangannya kembali pun


tidak bisa , karena Joy sudah


merangkulnya erat di letakkan tepat di


atas dadanya .


" Sayang kenapa kau diam saja ?."


Joy tak nyaman ada yang berbeda


dengan suaminya .


" Hemm.. " memberikan jawaban agar


Joy tak curiga .


Joy sadar jika suara deheman yang


dia dengar bukanlah suara khas milik


suaminya , detik itu juga dia membuka


matanya , melepaskan rangkulannya


dan menoleh ke belakang .


" Meryyyyyy ." teriak Joy karena kaget .


Mery meringis , " maaf kak ."


menangkupkan kedua telapak tangannya .


Joy malu dengan apa yang tadi


di ucapkan nya , dia mengira yang dari


tadi memeluknya adalah suaminya ,


ternyata bukan .


" Sejak kapan kau disini ?." berusaha


keluar dari selimut .


Mery menjelaskan jika dari tadi dia


mendengar ocehan kakaknya , hal itu


membuat Joy malu , dia berharap


Mery tidak menyadari akan maksud


dari perkataan nya .


" Kak Joy tidak mandi ? , ini sudah pukul


sepuluh lho kak ." turun dari tempat tidur


berjalan ke arah balkon .


Melihat pemandangan yang lebih


indah dari tempatnya tidur , " berbeda


ya , kalau punya tuan Rumah , lebih


bagus pemandangannya .". melihat


kearah bawah ternyata ada kolam renang .


" Wah ada kolam renangnya juga ?,


nanti aku berenang disana ahh, pasti


lebih seru ." berbicara dan tertawa


sendiri tanpa ada orang yang mendengar .


Mery kembali masuk ke kamar ,


mendapati kakaknya sudah tidak ada,


dengan pintu kamar mandi tertutup .


" Pasti kak Joy didalam ." melihat kearah


pintu .


Melihat tempat tidur kakaknya yang


berantakan , dia berinisiatif untuk


membantu merapikan tempat tidurnya ,


sudah selesai merapikan Mery duduk


di tepi ranjang .


Matanya menangkap sosok


pemandangan yang tak biasa , "hah ,


apa ini ?." mengambil dengan tisu ,


karena penasaran .


Bersamaan dengan Joy yang keluar


pintu , melihat apa yang di ambil Mery


" Meryyyy hentikan !." Joy menjerit .


Mery melepaskan himpitan jarinya ,


" memangnya apa itu kak ?, aku kan


cuma ingin membantu membersihkan


saja ." Joy berjalan tergopoh-gopoh .


" Lain kali kau tidak usah beres - beres ,


masih banyak pembantu di rumah ini.'


memungut apa yang telah di ambil Mery


tadi .


" Bagaimana sih David ini , kemarin


kan aku suruh masukkan ke tempat


sampah , kalau sudah begini


memalukan sekali ."


Mengambil tempat sampah dan


memasukkan tisu kotor bekas


sampahnya semalam .


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


_


_


Next... mana jejaknya 😘😘😘