Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Calon menantu ?


Menggunakan mobil Fortuner miliknya


Roy menjemput bundanya di Bandara


dengan ditemani oleh Isabella .


Menyetir sendiri , Roy ingin cepat sampai


di sana , di perjalanan fikirannya di penuhi


oleh sikap Mery padanya .


" Kenapa aku bisa sampai lupa , jika ada


Mery di sana , pasti dia sangat kecewa


padaku ." mulutnya berdecak berbarengan dengan tangannya yang memukul setir .


" Mas Roy kenapa ya ? , sikapnya berubah


dan pandangannya pada gadis tadi juga


aneh , apa ini pemikiran ku saja ya ?, ah


sudahlah bukan urusanku juga ."


Isabella mulai curiga dengan tatapan


Roy saat di Rumah Sakit tadi , isi hatinya


mengatakan bahwa sikap gadis tadi itu memang di sengaja .


Dari raut muka Roy harusnya dia marah ,


ini malah sebaliknya malah Roy yang


merasa bersalah , praduga demi praduga


berputar di kepala Isabel ,


Rasa cemburunya mulai muncul , apakah


ini pertanda jika dirinya mulai menaruh


hati pada asisten atasannya itu , otaknya


mulai bertanya dan bermusyawarah


dengan hatinya .


Di dalam mobil tiada percakapan diantara


keduanya , mereka sedang berkecamuk


dengan pikirannya masing-masing .


Sampai bola mata Isabella menangkap


pemandangan di depan , sebuah truk


mulai mendekat tapi mobil mereka


malah berada di tengah jalan dengan kencangnya .


Isabella kaget bukan kepalang , melihat


kesamping ternyata orang di sebelahnya


malah asik melamun , ditariknya lengan


dengan keras Roy agar tersadar dari lamunan .


" Mas Roy awassss,, ." teriak Isabella


memberi peringatan .


Seketika Roy membelokkan mobilnya


hingga hampir menabrak trotoar ,


keduanya tersendak kedepan , dengan


nafas yang ngos - ngosan Isabella


memeriksa keadaan dirinya dan untungnya


dia baik - baik saja .


" Mas Roy tidak apa-apa ?." memegang


lengan Roy dan menggoyangkannya


pelan .


Roy menggeleng ," maaf Isabel , kita


hampir celaka karena kebodohanku ."


masih mengatur nafasnya .


" Saya baik - baik saja mas , mungkin ini


peringatan bagi mas untuk lebih


berhati-hati , " memberikan sebotol air


mineral yang tersedia di dalam laci


penyimpanan .


" Kau benar , terimakasih ." menerima


pemberian Isabella lalu meneguknya .


Isabella keluar dari mobil , memeriksa


bumper depan mobil ternyata hanya


tergores tidak ada kerusakan fatal ,


tadi sebelum mengenai trotoar Roy


sudah mengeremnya .


Wanita itu kembali masuk kedalam mobil ,


" mobilnya baik - baik saja mas , kita


bisa lanjutkan perjalanannya kembali."


Roy mengangguk , Isabella pun memasang


sabuk pengaman nya kembali .


" Lain kali kalau menyetir itu lihat jalan


jangan melamun , kalau mas Roy bosan


hidup jangan ngajak - ngajak , saya tidak


mau ikutan mas , saya kan pingin nikah


dulu ."


Isabella menutup mulutnya , keceplosan


dengan candaannya .


" Jadi kau ingin menikah dulu , ayok kita


barengan ." menggenggam tangan Isabella


dengan satu tangannya .


" Mas Roy apaan sih , saya kan tadi


cuma bercanda ." menarik jemarinya ,


wajahnya merah tersipu malu .


Sambil menyetir sesekali Roy melirik


wanita manis berkaca mata di sebelahnya .


" Tapi aku serius , apa kamu bersedia ?."


otak buayanya muncul .


Seketika Isabella tak berani membalas


percakapan mereka , menoleh ke jendela


yang berlapis kaca dia melihat pria


tampan di sebelahnya .


" Mas Roy ini beneran apa bercanda sih


aku bingung tak bisa membedakannya ,


kalau di ajak nikah beneran sih aku mau ,


tapi kalau cuma aku yang ke GR an kan


jadinya malu , malu - maluin malah ."


Dalam diam Isabella tertawa sendiri .


🌿🌿🌿🌿


Memakan waktu sekitar tiga puluh menit


akhirnya mereka sampai di Bandara ,


mencari sosok wanita paruh baya yang


sedang menunggu kedatangannya .


Dari kejauhan dua orang wanita sedang


duduk di kursi tunggu bersama dengan


satu orang gadis yang asik dengan


gadget di tangannya .


" Din coba kau telfon mas mu lagi , apa


dia lupa untuk menjemput kita , Tante


Wulan sudah tak sabar ini pingin ketemu


sama embak Joy mu , cepetan gih jangan


baca komik terus , nanti kan bisa ."


Perintah seorang ibu pada putrinya yang


dari tadi asik membaca komik saat


kedua orang wanita di sampingnya itu


di penuhi rasa kalut karena tak kunjung


" Iya Bun iya , tadi mas Roy sudah


membalas kok , katanya masih dalam


perjalanan , sabar dong Bun , mungkin


mas Roy nya terjebak macet ." jawab


Adinda melanjutkan membaca .


" Dari tadi bunda sudah sabar lho Din ,


kamu tak tahu perasaan tantemu


gimana ." merampas ponsel ditangan


putrinya .


" Lho ,, Lo , lho ,, kok ponsel Dinda


di ambil , balikin Bun nanggung nih ."


Dinda marah meraih ponsel di tangan


bundanya karena bacaan komiknya


sudah hampir selesai , dan terjadilah


adegan saling rebutan antara ibu dan anak .


Wulan merasa pening , kepalanya yang


pusing memikirkan keadaan putrinya


sekarang harus di tambah lagi dengan


keributan adek dan keponakan nya ini


yang mau tidak mau harus dia dengar .


" Rani , jangan ribut disini , ini tempat


umum ." suara serak Wulan menghentikan


keduanya .


" Iya embak maaf ." menyerahkan ponsel


pada putrinya ," bacanya nanti saja ."


berbicara lirih rada menekan .


" iyaaaa Bunnn ." jawab Dinda saat


menerima ponselnya kemudian


memasukkannya kedalam tas .


Adinda kembali duduk dan meminum


minuman bersoda yang tadi di belinya


di sebuah Market saat baru turun dari


pesawat .


" La ,, itu mas Roy , sama siapa itu ?."


penasaran menunjuk orang yang sedang berjalan celingukan .


Kedua wanita paruh baya itu melihat


kearah orang yang di tunjuk oleh Adinda .


" Embak yu , apa itu pacarnya Roy ya ,


cantik juga , ternyata Roy pinter nyari


pacar ." menyentuh lengan kakaknya .


Ibunda Roy memang bisa di bilang orang


yang mampu , tapi gaya bicaranya masih mengandung Jawa yang khas apalagi jika bersama kakaknya .


" Iya ,iya iyaaaa , anakmu pinter nyari


pacar ." Wulan tak bisa berkata banyak


karena pikirannya kini ada di tempat lain .


Adinda melihat tingkah bundanya yang


berlebihan pun merasa tak kaget , dia memaklumi sikap itu , karena dia tahu


sudah dari dulu ibunya itu ingin sekali


cepat mempunyai menantu .


" Bun ,, Tante Wulan jangan di ajak


bicara soal calon menantu bunda dulu ,


sekarang yang terpenting gimana kita


cepet sampai di Rumah Sakit agar tahu


kondisi kak Joy sekarang , bukan malah


ngomongin menantu bunda yang gak


jelas itu ." sahut Adinda jutek .


" Owalaaah maaf embak aku terlalu


senang ." Rani menahan tawa karena malu .


Adinda melambaikan tangan pada


kakaknya ," kak Roy ." Roy menoleh dan membalas lambaian tangan adiknya .


" Isabel itu mereka , ayo kita kesana ."


menggandeng Isabel agar ikut dengannya .


" Hah , itu ibunya mas Roy , masih


terlihat cantik , gimana nih aku harus


bisa menjaga sikap ku ."


Menunduk menggigit bibir bawahnya


sambil satu tangannya merapikan rambut .


Sampai di dekat bundanya , Roy memperkenalkan Isabella pada ketiga


orang disana satu persatu , mereka saling bersalaman .


" Kenapa tidak pernah di bawa ke rumah


kalo kakak sudah punya pacar , bunda


kan tidak perlu mencarikan jodoh


buat kamu , kalau tahu begini ."


menyenggol lengan putranya sambil


berbisik .


" Bisa aku jelasin Bun nanti ." meringis


Roy tak enak hati ada Isabella di sana .


" Iya tapi baru sekarang kau membawanya


di hadapan bunda ."


Adinda merasa jengkel dengan tingkah


bundanya , lupa akan kekhawatiran


kakaknya yang sedang ingin cepat


bertemu anaknya yang sedang kritis .


Adinda ingin menyudahi agar perdebatan kedua orang di depannya ini bisa cepat


selesai , " Terus saja , terus,,, kapan selesainya ."


Adinda merangkul lengan kakaknya dan


menyeretnya ," udah ayok cepat berangkat."


Sampai di dekat mobil Roy membukakan


pintu untuk Tante dan bundanya ,


masuklah mereka bergantian .


Isabella duduk di kursi depan dekat


tempat duduk Roy , Dinda yang akan


masuk bertanya pada kakaknya saat


membukakan pintu untuk Isabella .


" Kak Roy , kakak ini memang beneran


pacarnya kakak ya ?." berdiri tepat


di ambang pintu .


Mereka berdua saling bertatapan mata,


" memangnya kenapa ?." Roy balik bertanya .


" Tidak apa-apa sih , tapi aku cuma mau


tanya Mery nya mau di kemanain ?."


menjulurkan lidah dan langsung masuk


kedalam mobil lalu menutupnya .


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Lanjut gak nihhhh... kita ganti bahas


siapa nihhh... Roy , Andreas apa David nih


coba ,, coba ,, komen 🀭😌😌😌


jangan lupa jejaknya ya..


salam cinta dari author 😘


Next 😍😍