Oh My GiRL,

Oh My GiRL,
Kabar...


Hari ini Joy berada di Apartemen


bersama dengan suaminya , setelah mengetahui jika esok David akan pergi


meninggalkannya .


Tapi entah kenapa , perasaannya kini


berat untuk melepaskan kepergian David


walaupun hanya untuk tiga hari.


Seharian penuh joy habiskan waktunya


untuk berduaan dengan David didalam


Apartemen , meskipun hanya sekedar


menonton TV dan memasak bersama.


***


Di Kantor Roy sedang kesal , karena


kesibukan nya bertambah , disamping


mengurus pekerjaannya sendiri ditambah


juga mengurus pekerjaan David.


Roy ingin marah tapi apalah daya , dia


hanya seorang Asisten pribadi David .


Meskipun hanya Asisten , tapi dia digaji


dengan gaji tiga kali lipat dari bayaran


Asisten biasa , belum ditambah bonus


yang sering Roy dapat dari David.


Semua itu yang membuat Roy nyaman


bila bekerja dengan David.


***


Pagi ini tiba waktunya David untuk


berangkat , David menolak keinginan Joy , yang akan mengantarkannya ke Bandara.


Masih di Apartemen David , Joy menggenggam erat jemari David , menatapnya dengan wajah sayu.


" Joy sayang , ku mohon kau jangan


memberiku tatapan yang seperti ini,


hatiku tak kuasa untuk meninggalkanmu."


melepas genggaman tangan istrinya ,


beralih memeluknya.


Joy diam tak menjawab .


" Joy..." ucap lembut David , dengan


tangan yang membelai rambut halus


istrinya.


" David ku mohon , kau harus cepat


kembali untukku ." melepaskan pelukan


David , memaksakan senyuman di bibirnya.


David mengangguk " pasti." satu kata


terucap di bibirnya , satu tangannya


menyentuh sebelah pipi istrinya,


seseorang yang berat untuk di tinggalkannya.


***


Di Rumah Oma..


Oma melihat Joy masuk kedalam Rumah


dengan wajah lesu , lewat begitu saja


di depan Oma .


"Joy kau kenapa ? , David pasti kembali


dia ke Inggris cuma tiga hari ." Joy duduk


di samping Oma.


" Iya Oma , aku tahu itu ."


" Lalu ?." memandang wajah Joy ,


menunggu jawaban .


" Aku tak tahu Oma , perasaanku kini


tidak mau berpisah dengan nya ." Joy


berbicara dengan wajah yang seperti


di tekuk.


" Bagaimana keadaan Sofia , kemarin


kau ke Rumah Sakit kan? ." Joy mengangguk


Oma mengalihkan pembicaraan , agar


Joy melupakan kegelisahannya..


Joy menceritakan semua yang di katakan


Dokter . Tak lupa dia juga mengatakan


pada Oma , bahwa dia kemarin juga


memeriksakan kandungannya.


Joy menyerahkan sebuah foto pada


Oma , hasil USG bayi yang ada di dalam kandungannya . oma menerimanya


dengan senang hati .


" Bagaimana kata dokter?." melihat foto


hasil USG Joy .


" Dia sehat Oma , kata Dokter kini dia


baru menginjak usia sembilan bulan ."


mengelus perut buncitnya.


Joy yang sudah lelah , pamit pada Oma


untuk kekamarnya.


" Oma aku pamit ke Kamar dulu ." berdiri


dan berlalu ke lantai atas.


" Iya Joy , hati-hati jika kau berjalan." menapakkan kakinya, di anak tangga


menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar Joy resah dengan


perasaannya , dia mencoba mencari


kegiatan untuk mengalihkan pikirannya


yang selalu memikirkan David .


Joy mengambil telfon genggamnya yang


ada di dalam tas , mencari nama yang


akan dihubunginya .


" Hallo cantik , bagaimana kabar semua


disana ."ucapnya saat tersambung


dengan seseorang di sebrang sana.


" Semua baik kak , apa kak Joy sudah


melupakan kami di sini." ternyata yang


di hubungi Joy adalah Mery.


" Tumben kak Joy menelfon." teriak


Adinda saat berhasil merebut telfon


genggam dari tangan Mery .


Joy tertawa melihat pertikaian mereka


berdua, karena dia sekarang sedang


VC an dengan Mery .


" Sstss...kak Joy sendirian." ucapnya


dengan senyum usil .


Adinda dan Mery berhenti bertengkar,


" Sendirian ? , kak David kemana ?."ucap


Mery dan Adinda secara bersamaan.


Joy tertawa renyah " ke Inggris."


jawaban singkat Joy membuat mereka berdua ber OOO ria bersama .


Mereka pun bertiga tertawa bersama


sama , satu pertanyaan Adinda


menghentikan tawa mereka.


" Apa kak Roy juga ikut ?." joy menggeleng.


" Tidak Din , kakakmu menggantikan


David di sini , di mana ibu?."


" Ibu baik kak , tapi sekarang ibu sedang


di Toko , apa kak joy mau bicara,?."


" Tidak Mery , nanti kakak ingin pulang


jika mendengar suara ibu ." Joy hampir


menangis .


" Ya udah nggak apa-apa , kak Joy di


sana yang sehat ya , nanti kalau


kak Joy udah mau melahirkan aku


Joy yang sudah terlihat mau menangis.


" Aku ikut ." teriak Adinda di belakang Mery .


" Ya sudah kak Joy tutup telfonnya ya ,


kakak titip salam sama semuanya di


sana , muah..." Joy mematikan telfonnya.


***


Tiga hari kemudian...


Sudah tiga hari Joy ditinggal oleh


suaminya , tiada pernah dia menerima


kabar dari David .


Sekedar mengirim pesan saja tidak ,


apalagi mengajak VC an istrinya sama


sekali tidak pernah.


Joy sempat menghubungi David , tapi


dia tidak mengangkat nya , hingga saat


ini Joy hanya bisa menunggu dan


menunggu.


Joy bertanya pada Roy , tentang


bagaimana keadaannya di sana , tapi


Roy hanya mengatakan jika semua itu


David lakukan agar dia lebih fokus


pada pekerjaannya , supaya dia bisa


cepat pulang .


Sore ini selepas menutup Toko , Anggi


mampir ke Rumah Oma , dia merasa


rindu pada sahabatnya.


Anggi pergi ke Rumah Oma bersama


dengan Andreas , kekasih Anggi yang


selalu setia mengantarkan kemanapun


Anggi mau pergi .( Asalkan tidak ke kamar mandi hhhh.)


Mobil Andreas berhenti tepat di depan


Rumah Oma , Anggi segera turun tanpa


menunggu Andreas membukakannya.


Melangkahkan kakinya dengan cepat


masuk ke dalam Rumah Oma,


" Oma ,, Joy di dalam ?." mencium


punggung tangan Oma .


" Dia di kamarnya , naiklah ! hiburlah


dia , sejak kepergian David ke Inggris


tiga hari yang lalu ,Joy selalu murung."


bujuk Oma pada Anggi .


" David ke Inggris ? kenapa Joy tidak


ikut , Oma ?." Anggi penasaran.


" Joy hamil besar , tidak baik untuk nya


jika melakukan penerbangan." Anggi


mengangguk ,setuju dengan pemikiran


Oma.


" Andreas kau di sini saja , aku mau


keatas dulu ." ucap Anggi saat melihat


kekasih nya baru masuk kedalam


Rumah Oma.


Tanpa mau berlama-lama lagi , Anggi


segera naik ke lantai atas menuju kamar


Joy dan David.


" Joy apa kau di dalam , ini aku Anggi .'


ucapnya saat didepan pintu kamar Joy.


Mendengar suara sahabatnya Joy segera


membuka pintu " Anggi ," Joy pun


tersenyum melihat siapa yang datang.


" Masuklah ." menarik pelan pergelangan


tangan Anggi .


Anggi mengikuti Joy berjalan masuk


kedalam kamar , kemudian berhenti


diatas ranjang tempat biasa Joy


memadu kasih dengan David.


Anggi melihat isi kamar David ,


" Joy apa ini kamar kalian berdua?."


Anggi takjub melihat kemewahan dari


kamar yang ia singgahi sekarang.


" Hm ... " Joy tidak menjawab dengan


kata-kata , hanya sedikit menganggukan


kepalanya , karena dia kini sedang


memilih kaset .


" Joy kau mau apa ?." melihat Joy .


Joy menunjukkan sebuah kaset pada


Anggi " Nonton film ." Anggi mendekati


temannya " Joy di bawah ada Andreas,


jadi kita tidak bisa nonton sekarang."


Joy terlihat kecewa.


" Joy , telfon mu berbunyi , kelihatannya


dari Roy ." menyerahkan telfon pada Joy.


Joy kemudian mengangkatnya ," hallo


Roy , ada apa kau menelfonku?." Joy


yang tadinya antusias saat mengangkat


telfon dari Roy , kini dia terduduk lemas


di sebelah Anggi.


" Itu tidak benar kan Roy ? , kau jangan


membohongiku ." teriak Joy yang mulai


menangis .


Anggi yang takut dengan perubahan


sikap Joy , segera memeluknya.


" Kau bohong kan Roy , aku tidak


percaya dengan apa yang kau katakan ,


tidaknmungkin terjadi apa-apa pada


David ku, aku yakin dia pasti selamat."


sambungan terputus .


Joy yang sudah menangis tiba -tiba saja


menjerit kesakitan " Aaaa... Anggi sakit ,


perutku,, aaa..." jerit Joy ,


Anggi pun ketakutan .


Anggi berlari turun keluar kamar , dia


memanggil Oma dan Andreas untuk


meminta pertolongan karena Joy sudah menjerit kesakitan .


Andreas segera berlari ke lantai atas,


melihat keadaan Joy , yang ternyata


dia sudah pingsan , dengan cepat


Andreas menggendongnya , membawanya


kebawah menuju mobil agar bisa


segera ke Rumah Sakit.


*


*


nyicil up boleh😁😁😁, mana


dukungannya untuk Joy ,klo banyak


nanti author tambahin up nya


seperti biasa jangan lupa ninggalin


jejak ya 🥰🥰 biar Author tambah


semangat nulisnya 🤩🤩


Next 🍀