
Setelah berada di dalam kota Huyang, Xu Tian segera mencari sebuah penginapan.
Setiap langkah kakinya, Xu Tian selalu menjadi pusat perhatian para pejalan kaki. Xu Tian tidak menghiraukan semua pandangan yang mengarah padanya, dan terus berjalan untuk mencari penginapan.
Hingga tidak lama kemudian terlihat sebuah penginapan yang cukup mewah, sekitar dua ratus meter jaraknya dari tempat dia berdiri.
Xu Tian segera masuk ke dalam penginapan.
" Selamat datang di penginapan Cempaka Putih kami tuan muda." Seorang pelayan wanita menyambut kedatangan Xu Tian dengan ramah.
" Pelayan, aku memerlukan kamar untuk satu hari. Apa masih ada?" Ucap Xu Tian, dia hanya memerlukan waktu untuk beristirahat dan memulihkan dirinya, setelah perjalanan jauh dari Benua Timur ke Benua Tengah.
" Ada tuan muda, tuan muda ing-"
" Kamar yang terbaik." Ucap Xu Tian dengan cepat memotong ucapan sang pelayan.
" Jika begitu, maka silahkan tuan muda membayarnya terlebih dahulu." Lalu mengarahkan Xu Tian menuju meja kasir.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu segera mengikuti pelayan.
Setelah menyelesaikan pembayaran biaya penginapan, Xu Tian lalu di arahkan oleh pelayan menuju lantai dua, dimana kamar VIP berada.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara keduanya, namun Xu Tian dapat melihat tingkah sang pelayan yang begitu mencurigakan.
Xu Tian kemudian menghentikan langkah kakinya. " Pelayan, apakah ada masalah yang telah terjadi?" Tanya Xu Tian menatap pelayan.
Raut wajah sang pelayan pun begitu tegang, namun dirinya berusaha untuk bersikap tenang. " Tidak tuan muda, jika boleh tahu, apakah tuan muda dari ibu kota kekaisaran?" Tanya Pelayan dengan hati-hati.
" Tidak, aku bukan berasal dari kekaisaran Tang." Xu Tian dapat melihat jika ada sesuatu yang telah terjadi terhadap pelayan tersebut, maka dari itu dia mengatakan bukan berasal dari kekaisaran Tang.
Sang pelayan begitu kaget saat mengetahui jika Xu Tian bukan berasal dari kekaisaran Tang.
" Lalu tuan muda dari mana?"
" Aku dari kekaisaran Qing. Mohon agar anda tidak mengatakan kepada siapapun, karena aku merasakan jika ada beberapa pasangan mata yang sedang mengawasi keberadaanku." Jelas Xu Tian menatap pelayan dengan serius.
" Saya mengerti tuan muda."
" Katakanlah.." Ucap Xu Tian, dirinya dapat melihat jika sang pelayan ingin mengatakan sesuatu kepadanya.
Sang pelayan kemudian mencoba melihat situasi di sekitarnya. mengetahui jika yang akan di bicarakan adalah masalah serius, Xu Tian kemudian mengajak pelayan untuk masuk ke dalam kamarnya.
Sang pelayan awalnya ingin menolak, namun dia tetap mengikuti Xu Tian masuk ke dalam kamar.
Setelah berada di dalam kamar, Xu Tian kemudian segera memasang formasi agar orang lain tidak dapat mendengar pembicaraan keduanya.
" Sekarang kau dapat menjelaskan kepadaku, tanpa takut orang lain akan mendengar." Ucap Xu Tian kemudian duduk di sudut ruangan yang terdapat sebuah tempat duduk.
Pelayan kemudian menganggukan kepalanya. " Tuan muda, bisakah tuan muda membawa saya pergi dari tempat ini?"
Xu Tian mengerutkan keningnya, menatap pelayan dengan bingung.
" Jelaskan alasanmu, karena aku tidak mengetahui apa yang tengah kau hadapi saat ini."
" Tuan muda, saya berada di tempat ini karena terpaksa melakukannya. Saya tidak mengetahui dengan pasti latar belakang tuan muda, tetapi saya yakin tuan muda memiliki kemampuan untuk membantu saya." Ucap sang pelayan dengan yakin, kemudian mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya.
Setelah mendengar penjelasan sang pelayan, Xu Tian merasa begitu kaget.
" Jadi kau berasal dari Klan Ming?" Tanya Xu Tian dengan kaget, namun di dalam hatinya dia begitu senang. Karena tujuan dirinya datang menuju benua tengah, salah satunya adalah untuk mencari keberadaan Klan Ming.
" Aku mengerti. Jika begitu aku akan membantumu untuk pergi dari tempat ini, namun sebelum itu aku akan terlebih dahulu memulihkan diri." Ucap Xu Tian kemudian menjelaskan kapan mereka akan pergi.
" Terima kasih banyak tuan muda. Saya berhutang budi kepada tuan muda, karena telah mau membantu saya." Ming Xiyue dengan hormat dan ingin bersujud kepada Xu Tian, namun Xu Tian segera menahannya.
Ming Xiyue sudah begitu lama menantikan hal ini, dia sudah berada di penginapan lebih dari lima tahun lamanya.
Ming Xiyue sudah beberapa kali mencoba kabur, namun dirinya tidak pernah berhasil. Hingga akhirnya dia menemukan Xu Tian dan merasa bahwa Xu Tian adalah orang baik, maka dari itu dia memberanikan diri untuk meminta bantuannya.
Hingga dia tidak menyangka, bahwa Xu Tian akan benar-benar membantu dirinya untuk pergi dari penginapan Cempaka putih ini.
" Tidak perlu melakukan hal itu, sebaiknya kau segera mempersiapkan diri. Jika sudah waktunya kau dapat mencariku kembali."
Ming Xiyue kemudian menganggukan kepala, lalu keluar dari dalam kamar.
Setelah kepergian Ming Xiyue, Xu Tian segera mengambil sikap kultivasi untuk memulihkan energi Qi milikinya.
Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa kini pagi sudah tiba.
" Ternyata sudah pagi, saatnya membersihkan diri. Kemudian segera pergi dari tempat ini." Xu Tian kemudian segera masuk ke dalam kamar mandi.
Setengah jam kemudian Xu Tian kini telah selesai, dengan menggunakan pakaian berwarna putih yang tidak terlalu mewah, namun tetap nyaman untuk di gunakan.
Xu Tian segera turun menuju lantai bawah penginapan. Terlihat Ming Xiyue yang sedang duduk di meja kasir bersama rekannya.
" Tuan muda, apakah anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Ming Xiyue yang menghampiri Xu Tian.
" Aku ingin makanan dan minuman yang terbaik."
" Baik tuan muda, mohon tuan muda untuk menunggu terlebih dahulu." Kemudian Ming Xiyue segera meminta kepada pelayan lainnya untuk mengambil pesanan Xu Tian.
" Persiapkan dirimu, karena kita akan pergi setelah aku menghabiskan makanan ku" Suara Xu Tian terdengar di dalam pikiran Ming Xiyue.
Ming Xiyue segera menatap ke arah Xu Tian, kemudian menganggukan kepala.
Setelah menunggu beberapa saat, tidak lama kemudian pesanan Xu Tian datang. Tanpa menunda waktu lagi, Xu Tian segera menikmati makanan serta minuman yang telah di pesannya.
Hingga setengah jam kemudian, Xu Tian telah menyelesaikan kegiatannya menyantap hidangan yang ada di atas meja.
Ming Xiyue yang melihat Xu Tian telah menyelesaikan makannya, lalu segera izin kepada rekanya untuk keluar sebentar.
Tidak lama kemudian, Xu Tian mengikuti di belakangnya. Lalu meminta Ming Xiyue untuk mengikutinya di belakang.
Xu Tian segera membuat formasi, agar tubuh Ming Xiyue tidak terlihat.
Saat tengah berjalan mencari tempat yang sepi, Xu Tian dapat merasakan jika ada beberapa aura yang mengikutinya.
" Merepotkan." Dengus Xu Tian dengan kesal, dia tidak menyangka jika prajurit kota masih saja mengawasi dirinya.
Setelah berjalan sekitar dua kilo meter, Xu Tian tiba di sebuah tempat yang terlihat jarang di lewati oleh para pejalan kaki.
Xu Tian menghentikan langkah kakinya. " Keluarlah! Aku tahu kalian selalu mengawasiku. Jika kalian tidak keluar maka jangan salahkan diriku yang bersikap kasar kepada kalian!"
Hingga tidak lama kemudian terlihat dua orang prajurit. " Nak, kau terlalu percaya diri!" Prajurit berteriak dengan marah, karena mendengar kata-kata Xu Tian sebelumnya.
" Tentu saja! Hanya melawan beberapa semut!" Xu Tian segera melesat ke arah Prajurit.
" Dhuaaarrrr....."