Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch45-Menuju Reruntuhan Kuno Lembah Yaopin


Waktu terus berjalan tidak terasa kini hanya tinggal satu hari lagi di mana Reruntuhan Kuno akan terbuka


Di halaman kerajaan Lin kini sudah berkumpul Xu Tian dan semua orang.


" Karena reruntuhan kuno akan segera terbuka, maka sebaiknya kita semua segera berangkat." Ucap Xu Tian melihat semua orang.


" Saudara benar, sebaiknya kita segera berangkat karena untuk sampai di Lembah Yaopin kita akan membutuhkan beberapa jam untuk tiba di sana." Jelas Lin Hao kepada semua orang.


" Jika begitu mari kita berangkat. Bibi, saudara Ying dan saudara Meng kami semua pergi terlebih dahulu." Ucap Xu Tian pamit kepada ketiga wanita tersebut.


" Baik kalian semua berhati-hati lah." Ucap Shen Xiayu kepada mereka yang akan pergi menuju reruntuhan kuno.


" Saudara berhati-hatilah kami akan menunggu kalian disini." Ucap Xu Ying dan Xu Meng kepada para saudaranya.


Sebenarnya mereka berdua juga ingin ikut tetapi mereka berdua tidak boleh egois karena kerajaan Lin saat ini tidak ada orang yang menjaganya serta membantu Shen Xiayu yang mengatur kerajaan Lin seorang diri.


" Baik...." Ucap mereka semua lalu segera terbang di pimpin Lin Hao dan Lin Zhang menuju Lembah Yaopin dimana tempat reruntuhan kuno akan terbuka.


Setelah kepergian mereka semua kemudian Shen Xiayu, Xu Ying, Xu Meng kembali masuk ke dalam istana kerajaan.


" Saudara mungkin kita akan sampai di Lembah Yaopin saat malam hari jika terus terbang tanpa berhenti." Lin Hao yang berada di depan memberitahukan kepada yang lainnya.


" Aku mengerti, jika ada yang kelelahan sebaiknya kita beristirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan kembali." Ucap Xu Tian yang berada di belakang.


Mereka semua kemudian melanjutkan perjalanan tanpa berhenti, ketika mereka sudah dekat dengan Lembah Yaopin kemudian segera turun kebawah.


" Saudara sebaiknya kita beristirahat di sini saja, karena lembah Yaopin juga sudah terlihat kita akan bermalam di tempat ini." Xu Tian kemudian memerintahkan yang lainnya untuk mencari kayu bakar dan mencari hewan buruan untuk mereka makan.


Saat mereka semua sedang bersantai dan membakar hewan buruan, mereka semua merasakan aroma herbal yang cukup pekat memasuki indra penciuman.


" Saudara ini adalah tanda-tanda bahwa reruntuhan kuno tersebut akan terbuka, karena sesuai namanya Yaopin yang berarti obat." Jelas Lin Hao kepada yang lainnya mengapa aroma herbal tiba-tiba muncul.


" Saudara apa sebenarnya yang ada di dalam reruntuhan tersebut." Ucap Xu Feng yang penasaran melihat ke arah Lin Hao.


" Yang aku dengar bahwa di dalam reruntuhan terdapat banyak sumber daya tingkat tinggi, tanaman herbal langka dan yang paling penting adalah peninggalan seorang tabib tingkat tinggi berada di sana." Lin Hao menjelaskan apa yang di ketahui tentang reruntuhan tersebut.


" Aku mengerti, semoga saja kita bisa mendapatkan peninggalan tabib tersebut." Ucap Xu Jin bersemangat.


Akhirnya mereka semua melanjutkan obrolan mereka dengan memakan hewan buruan mereka yang sudah matang di temani arak yang sudah di siapkan oleh Lin Zhang dan Xu Feng sebelumnya.


Waktu cepat berlalu kini pagi hari telah tiba, mereka semua segera berangkat menuju Lembah Yaopin karena sebentar lagi reruntuhan kuno akan segera terbuka.


Terlihat di lembah gunung Yaopin kini sudah ramai di penuhi oleh para kultivator yang juga akan memasuki reruntuhan kuno.


Saat Lin Hao melihat ke arah kerumunan tersebut dia tidak sengaja melihat tuan muda kerajaan Mo, terlihat niat pembunuh nya keluar begitu saja yang dapat di rasakan oleh yang lainya.


" Saudara tenangkan dirimu, kau hanya akan menarik perhatian semua orang." Ucap Xu Tian mengingatkan Lin Hao yang berada di samping.


" Saudara maafkan aku yang tidak bisa mengontrol emosiku." Lalu mulai terlihat tenang kembali.


Sedangkan tuan muda kerajaan Mo juga begitu marah saat melihat Lin Hao karena selama ini dia selalu menjadi saingannya.


" Tuan muda, apakah kita akan menghabisi Lin Hao dan kelompoknya." Tanya bawahannya saat melihat tuan nya selalu melihat ke arah Lin Hao.


" Tentu saja aku akan menghabisinya dan memenggal kepalanya dengan pedangku." Dengan tersenyum tipis membayangkan saat pedangnya berada di leher Lin Hao.


Berbagai obrolan terdengar dari semua orang yang sudah tidak sabar menunggu terbuka nya reruntuhan kuno.


Terlihat dari beberapa pemuda berbicara kepada rekannya, terlihat juga beberapa kelompok sekte-sekte aliran putih maupun hitam yang terdapat di kekaisaran Qing.


Kedua kelompok sekte tersebut saling berpandangan dengan penuh permusuhan terpancar dari mata mereka semua.


Sedangkan untuk para kultivator bebas maupun anggota Klan yang berada di sekitar mereka mulai menjauh karena takut bila sewaktu-waktu pertempuran bisa saja terjadi di antara kedua aliran yang berbeda tersebut.


Tidak lama kemudian terlihat angin kencang di sertai aroma herbal menerpa ke arah semua orang dengan suara raungan yang terdengar.


Kemudian sebuah pintu terlihat muncul di sekitar tempat mereka semua dengan suara raungan yang semakin kencang.


Semua orang kini mulai mempersiapkan diri mereka untuk memasuki pintu yang menjadi jalan mereka untuk menuju reruntuhan kuno.


" Itu dia..."


" Benar reruntuhan kuno akan segera muncul.."


" Kalian semua dengarkan aku, biarkan kelompokku yang memasuki terlebih dahulu jika ada di antar kalian yang mencoba mendahului kami, maka kalian akan aku bunuh!." Ucap salah satu anggota sekte aliran hitam dengan begitu arogan.


" Benar yang di katakan tuan muda sekte serigala hitam kami, jika kalian tidak suka maka akan kita penggal kepala kalian!." Ucap rekan yang berada di sampingnya.


" Cih... Cu Hai kau jangan bertindak sombong, karena di sini bukan sektemu!." Ucap salah satu anggota sekte aliran putih.


" Hahahaha.... Gou Zhi kau jangan ikut campur dengan urusanku!" Cu Hai tertawa mengejek Gou Zhi


" Lihat pintunya sudah sepenuhnya terbuka..." Teriak salah satu kultivator saat melihat ke arah pintu reruntuhan kuno.


Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu tersebut kemudian bersiap untuk segera memasukinya.


" Saudara pintunya sudah terbuka apakah kita akan masuk sekarang, atau menunggu mereka semua terlebih dahulu." Ucap Xu Feng melihat ke arah Xu Tian.


" Emm... Sebaiknya kita segera memasukinya karena aku sudah muak melihat tingkah mereka semua." Ucap Xu Tian lalu melangkahkan kakinya yang di ikuti oleh Xu Feng, Xu Lou, Xu Jin, Xu Guang dan kedua Lin.


Sesampainya di depan pintu masuk Xu Tian segera saja melangkahkan kakinya, namun baru saja dia akan segera masuk terdengar sebuah suara dari arah belakang.


" Hai.. B*jingan siapa yang menyuruhmu untuk masuk terlebih dahulu!" Ucap Cu Hai begitu marah kepada kelompok Xu Tian yang ingin mendahului nya.


Namun Xu Tian dan kelompoknya tidak menanggapi ucapan nya dan melanjutkan untuk memasuki reruntuhan kuno.


" Booomsssss......"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...