
Lin Dong langsung menyerang ke arah Mo Haocun dengan tombak di tangannya sedangkan Mo Haocun menggunakan pedangnya sehingga menimbulkan suara akibat pertemuan kedua senjata yang mereka gunakan.
Di sisi lain Lin Zuan menyerang Mo Yeng yang berniat membantu Mo Haocun, dengan gerakan cepat Lin Zuan mengarahkan pukulan ke arah dada Mo Yeng, melihat pukulan mengarah padanya Mo Yeng langsung bergerak cepat menghindari pukulan Lin Zuan. Keduanya pun akhirnya saling bertarung dengan kekuatan penuh yang mereka miliki.
" Semut dari kerajaan Tang hari ini akan aku tunjukan kekuatan klan Xu sebenarnya kepada kalian berdua." Ucap Xu Tian dengan penuh niat membunuh ingin menghabisi keduanya.
Kemudian segera bergerak dengan langkah dewa naganya ke arah utusan dari kerajaan Tang.
" Tapak Naga Surgawi! " Sebuah tapak berbentuk Naga muncul dari kehampaan memukul keduanya yang tidak dapat melihat gerakan Xu Tian yang hanya bisa mempersiapkan diri membuat pertahanan dari energi mereka masing-masing.
Pertahanan keduanya hancur dan melempar utusan kerajaan Tang hingga beberapa meter.
" Hahaha apakah ini yang kau maksud dengan kekuatan klan Xu." Utusan kerajaan Tang berbicara dengan arogan padahal di dalam hatinya begitu kaget saat melihat serangan tersebut mampu menghancurkan pertahanan keduanya bahkan membuat mereka terpukul mundur.
" Lebih baik kita berhati-hati kepada nya karena aku merasakan nyawa kita akan terancam jika tidak mengeluarkan segala kemampuan yang kita miliki." Ucap salah satu utusan melalui telepati berbicara kepada utusan lainya.
" Kau benar, aku hanya ingin memancingnya saja." Jawab nya melalui telepati.
Kemudian keduanya bersiap untuk melakukan serangan menggunakan teknik yang mereka miliki.
Melihat keduanya mulai menggunakan teknik yang di miliki, Xu Tian tidak tinggal diam lalu mempersiapkan dirinya.
" Tubuh Dewa Naga! " Xu Tian mengeluarkan pertahanan dari teknik Dewa Naga Surgawinya.
Kedua utusan kerajaan Tang maju mendekat ke arah Xu Tian dengan mengarahkan pukulan serta pedang di tangannya, Xu Tian tidak tinggal diam lalu mengeluarkan tombak naganya.
" Tombak Naga-Aura Tombak! " Tombak Naga di tangan Xu Tian mengeluarkan Aura berwarna emas lalu bergerak sendiri untuk menahan serangan pedang yang sedang mengarah pada tuan nya.
" Tapak Penghapus Langit! " Sebuah tapak menahan serangan pukulan utusan kerajaan Tang yang mengakibatkan debu menutupi pandangan mereka bertiga.
" Langkah Bayangan! " Bergerak dengan cepat memanfaatkan keduanya yang lengah akibat debu yang menutupi pandangan mereka.
" Pukulan Petir! " Kepalan tangan Xu Tian di selimuti petir berwarna hitam keemasan lalu mengarahkan kepada salah satu utusan ke arah kepalanya.
Melihat tiba-tiba ada serangan dengan gerakan reflek nya menahan pukulan tersebut menggunakan tangan nya.
" Dhuuuarrrrr....."
" Krakk...."
" Arrghhhh... Tanganku!." Teriak salah satu utusan yang sebelumnya menahan serangan Xu Tian.
Melihat rekanya terluka membuat utusan yang sedang bertarung dengan tombak Naga Xu Tian menjadi kehilangan konsentrasi dan akhirnya terkena pukulan tombak lalu melemparnya.
Xu Tian lalu bergerak mengeluarkan pedangnya mengarahkan ke arah leher utusan yang terlempar.
" Pedang Pembelah Api! " Pedang di tangannya mengeluarkan percikan api yang begitu menakutkan lalu mengarah pada leher sang utusan hingga memisahkan kepala dari tubuhnya kemudian mati.
" Tidak!..Argh B*jingan kau!" Teriak begitu murka utusan yang tangannya telah hancur.
Xu Tian kemudian bergerak mendekatinya dengan membawa tombak di tangan kiri dan pedang di tangan kanannya.
" Hahaha.. bagaimana apakah kau kini sudah mulai putus asa?." Dengan senyum tipis melihat utusan yang sudah mulai ketakutan.
" Bunuh aku.!" Teriaknya karena sudah tidak memiliki harapan lagi.
" Dhuaaarrrr..." Kepala utusan kerajaan Tang hancur menjadi kabut darah.
Setelah membunuh keduanya Xu Tian lalu bergerak ke arah istana untuk menghancurkannya.
Di tempat lain kini Lin Hao sedang bertarung melawan Mo Lui putra pertama Mo Haocun.
" Mo Lui sebaiknya kau segera memotong lehermu sendiri, lihatlah kedua utusan kerajaan Tang sudah terbunuh oleh saudaraku hahaha.." Lin Hao mencoba memprovokasi Mo Lui saat keduanya sedang bertarung.
" Hahaha... Ucapan mu sama sekali tidak membuatku takut, jika aku mati hari ini setidaknya aku membawamu mati bersamaku." Mo Lui yang sama sekali tidak terprovokasi dengan ucapan Lin Hao.
" Ouh.. baiklah jika begitu aku tidak akan segan lagi untuk membunuhmu!" Lalu bergerak dengan cepat menggunakan Langkah Bayangan teknik yang telah di berikan Xu Tian sebelumnya.
Bergerak dengan cepat seperti angin membuat Mo Lui tidak dapat melihat gerakannya membuat dia harus terkena pukulan tombak beberapa kali.
" B*jingan! Tunjukan dirimu pengecut!" Teriak Mo Lui yang tidak dapat melihat gerakan Lin Hao.
" Tombak Penghancur Angin! " Lin Hao menggunakan teknik tombaknya saat merasa Mo Lui sudah putus asa.
" Boooommsss..." Serangan Tombak Lin Hao mengenai Mo Lui dan melemparnya.
Dengan gerakan cepat Lin Hao kemudian sudah berada di samping Mo Lui yang terlempar lalu mengarahkan tombaknya ke arah Jantung.
" Arrghhhh.." Darah keluar dari jantung nya, sebelum Mo Lui mengucapakan sesuatu Lin Hao sudah terlebih dahulu mengarahkan pukulan menghancurkan bagian tubuhnya lalu tewas.
Di tempat lain Long Hei juga telah membunuh para bawahan Mo Haocun dan juga penasehat kerajaan Mo.
Para prajurit kerajaan Lin yang sedang bertarung pun kini sudah berhasil membunuh prajurit kerajaan Mo dengan bantuan Xu Ying, Xu Meng dan saudara Xu Tian lainnya.
Melihat pasukan serta orang-orang kepercayaannya telah tewas membuat Mo Haocun begitu marah.
Namun saat mengetahui utusan kerajaan Tang serta anaknya juga telah tewas terbunuh membuat nya bertambah begitu marah tetapi dia menyadari bahwa dia pun akan menyusul mereka yang telah tewas
Dan kini ketakutan, keputusasaan, penyesalan, benar-benar dia rasakan karena telah menuruti perintah kerajaan Tang untuk menghancurkan kerajaan Lin yang mengakibatkan kerajaan nya yang hancur bersama orang-orang nya tewas terbunuh.
Melihat semuanya membuat Mo Haocun melemparkan senjata yang berada di dalam genggaman nya, Lin Dong pun menghentikan serangan nya saat melihat Mo Haocun.
" Lin Dong aku Mo Haocun mengakui kekalahan, jika kau ingin membunuhku maka bunuh lah aku tetapi jangan kau bunuh juga Istri serta putriku, begitupun rakyat-rakyat ku yang tidak mengerti apa-apa." Mo Haocun bersujud dengan tangisan karena memikirkan orang-orang nya yang tidak bersalah juga akan terbunuh.
Begitupun Mo Yeng yang kini telah menyesali semuanya, demi mendapatkan sumber daya dari kerajaan Tang agar ranah kultivasinya meningkat malah membuat kerajaan nya hancur.
" Lin Zuan apa yang di katakan anakku benar, aku menyerah kau boleh membunuhku tetapi aku minta ampuni orang-orangku yang tidak bersalah." Ucap Mo Yeng mengikuti apa yang di lakukan Mo Haocun.
Saat semua orang melihat apa yang terjadi membuat yang lain berhenti melakukan pertarungan mereka, bahkan pasukan kerajaan Mo yang tersisa pun ikut melemparkan senjata mereka karena telah putus asa melihat banyak rekan nya telah tewas.
Semua pasukan kerajaan Lin beserta saudara Xu Tian pun kemudian bergerak kebelakang Lin Dong dan Lin Zuan berdiri.
" Maafkan aku karena diriku tidak dapat memberikan keputusan untuk bisa mengampuni kalian atau tidak." Ucap Lin Dong melihat ke arah Mo Haocun yang masih bersujud di hadapannya.
Begitupun Lin Zuan yang tidak bisa mengambil keputusan, karena bagaiman pun ini semua adalah rencana Xu Tian dan semua keputusan berada di tangannya.
Mendengar apa yang di katakan keduanya membuat Mo Haocun dan Mo Yeng bingung karena yang mereka ketahui pemimpin dari pasukan kerajaan Lin adalah mereka berdua.