
Xu Mei dan Han Zishu saling menatap satu sama lain, mereka bingung harus melakukan apa karena tidak biasanya Bai Hu seperti ini.
" Bagaimana jika kita menuju Istana Xufelong saja?" Usul Xu Mei yang dengan segera di setujui oleh Han Zishu.
" Bagaimana kawan? Apa kau setuju?" Tanya Han Zishu kepada Bai Hu.
Bai Hu pun segera bangkit, Kemudian merubah wujudnya menjadi lebih besar.
" Wah... ternyata kamu sudah bisa berubah wujud menjadi sangat besar." Han Zishu dengan takjub.
Sedangkan Xu Mei hanya menggelengkan kepalanya melihat Han Zishu.
Xu Mei kemudian segera naik ke atas punggung Bai Hu, begitupun Han Zishu. Namun saat mereka akan pergi, tiba-tiba Lin Hua datang.
" Gadis kecil ibu mau pergi kemana?" Ucap Lin Hua dengan suara yang terdengar begitu lembut.
Bai Hu kemudian menghentikan gerakannya, Xu Mei dan Han Zishu segera menatap ke sumber suara.
" Ibu... Mei'er dan Shu'er ingin pergi ke Istana Xufelong." Ucap Xu Mei dengan suara manjanya.
Lin Hua menggelengkan kepalanya, dirinya tidak akan pernah bisa menolak keinginan putrinya jika sudah memperlihatkan sifat manjanya.
" Baiklah, ibu akan mengizinkan kalian pergi, namun ibu ingin kalian jangan merepotkan Kakak Ling dan lainnya di sana." Lin Hua menasehati.
" Ugh... Ibu memang yang terbaik." Ucap Xu Mei dan Han Zishu bersamaan.
" Bai Hu, tolong jaga mereka berdua dengan baik." Lin Hua, yang di jawab Auman dari Bai Hu.
Kemudian Bai Hu segera melesat pergi meninggalkan kediaman Klan Xu untuk menuju Istana Xufelong, jarak antara Klan Xu dan Istana Xufelong sendiri hanya memakan waktu sekitar tiga puluh menit dengan kecepatan milik Bai Hu.
Perkembangan Bai Hu sendiri meningkat dengan cepat, kini Bai Hu telah berada pada tingkat Mahayana 9 dan hampir menembus tingkat Saint.
Dengan berada pada tingkat Mahayana 9, membuat Lin Hua tidak terlalu mengkhawatirkan Xu Mei dan Han Zishu. Hal itu sendiri karena kekuatan yang ada di Benua Timur akan sangat jarang yang mampu menghadapi Bai Hu yang seekor Harimau itu.
Perkembangan Klan Xu sendiri pun kini telah melampaui kekuatan sekte-sekte besar yang ada di benua timur ini.
Dengan bantuan sumberdaya yang di berikan oleh Xu Tian, Klan Xu kini menjadi kekuatan terbesar kedua setelah Istana Xufelong yang berada di benua timur.
**********
Istana Xufelong.
Saat ini Qing Ling sedang duduk di tempat yang seharusnya di tempati oleh Xu Tian.
Dirinya sedang memeriksa berkas-berkas yang masuk mengenai misi para anggota Faksi Naga Phoenix Langit.
Hingga tidak lama kemudian, Feng Huang masuk ke dalam ruangan.
" Tuan putri." Feng Huang dengan hormat.
Qing Ling segera mengalihkan pandangannya ke arah Feng Huang.
" Katakan." Ucap Qing Ling, yang kemudian menyesap minumannya.
" Nyonya memberikan kabar jika nona muda Xu Mei dan nona muda Han Zishu sedang menuju Istana Xufelong." Feng Huang menjelaskan, karena beberapa waktu yang lalu dia mendapatkan pesan dari Lin Hua.
" Mungkin beberapa menit lagi, mereka datang bersama Bai Hu."
Qing Ling menganggukan kepalanya.
" Sudah lama aku tidak melihat Bai Hu, bagaimana perkembangannya?"
" Perkembangan Bai Hu cukup cepat, hanya saja-..." Feng Huang menghentikan ucapannya.
" Hanya saja?" Qing Ling dengan penasaran.
" Tingkat kultivasinya memang mengalami perkembangan cukup pesat, namun tidak dengan kekuatan tempurnya, karena saat ini dia belum memiliki teknik tingkat tinggi yang cocok dengannya. Meski Feng Louzhi telah memberikan teknik tingkat tinggi sekalipun." Feng Huang menjelaskan tentang keadaan yang di alami oleh Bai Hu.
Qing Ling terdiam sejenak, dirinya cukup kaget saat mendengar penjelasan dari Feng Huang, jika yang di permasalahkan adalah sebuah teknik untuk Bai Hu, maka akan sulit untuk di temukan di dunia ini, bahkan di dunia atas sekalipun.
" Apa Gege sudah mengetahui hal ini?" Tanya Qing Ling saat teringat dengan Xu Tian.
Feng Huang menganggukan kepala. " Sepertinya tuan muda sudah mengetahuinya, karena tidak mungkin tuan muda tidak mengetahui masalah ini."
" Apa dia tidak pernah mengatakan masalah ini kepadamu?"
" Tuan putri, tuan muda bukan orang yang mudah terbuka kepada orang lain saat mendapatkan suatu masalah. Tuan muda selalu mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan apa yang terjadi tanpa ingin merepotkan kami." Jelas Feng Huang, saat mengingat bagaimana Xu Tian yang selalu meminta Feng Huang, Feng Louzhi, dan Long Hei untuk mengawasi orang-orangnya saja tanpa turun secara langsung.
Qing Ling hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Feng Huang. " Baiklah, lupakan dulu masalah ini. Bagaimana dengan pasukan kita yang sedang menuju benua barat dan selatan?"
" Semua berjalan dengan lancar, kita juga baru saja menerima sekitar lima ribu orang yang di bawa oleh pasukan langit. mereka memberikan informasi jika telah terjadi jual beli budak di sebelah barat benua timur ini, kemudian Xu Meng dan Xu Ying segera melaporkan kepadaku. Maka dari itu aku meminta pasukan langit untuk membeli mereka semua."
" Bagus, minta pasukan langit untuk segera memperluas pengawasan yang mereka lakukan. Aku juga sudah meminta Xu Meng dan Xu Ying melakukan rencana yang sudah aku buat, jika mereka berhasil maka kita dapat menambah pasukan milik kita lebih banyak lagi."
Feng Huang tersenyum puas melihat kinerja yang di lakukan oleh Qing Ling, tidak salah tuan mudanya menjadikan Qing Ling sebagai pasangan hidupnya.
Semakin hari Qing Ling memperlihatkan kemajuan yang tinggi dalam kepemimpinan, pantas saja Xu Tian mempercayai jabatan ini kepada Qing Ling.
Selain membuat Qing Ling menjadi wanita yang kuat, hal ini juga membuat Qing Ling menjadi wanita yang lebih dewasa dan mampu mengambil keputusan dengan tepat di setiap masalah yang terjadi.
" Lalu bagaimana dengan Sekte Racun?"
" Aku tidak ingin mengacaukan rencananya, biarkan Gege yang mengurus masalah mereka. Tugas kita saat ini hanya mengawasi pergerakan mereka saja."
" Tuan putri benar, kita tidak boleh bertindak gegabah dengan masalah ini, apalagi putra mahkota Kaisar Tang belum di ketahui keberadaannya." Feng Huang saat mengingat bagaimana pasukan langit belum dapat mengetahui jejak dari putra mahkota kekaisaran Tang sebelum terjadi penyerangan.
" Aku harap kita dapat segera menemukan keberadaannya, aku takut musuh paling berbahaya adalah dia."
Feng Huang menyetujui apa yang di katakan oleh Qing Ling, karena dendam seseorang yang kehilangan segalanya akan sangat menakutkan.
Hal ini seperti yang terjadi pada Putra Mahkota Kekaisaran Tang sebelumnya.
Saat ini Feng Huang pun sudah mengirim banyak pasukan langit yang ada di Istana Xufelong untuk mencari keberadaannya. Namun hingga saat ini mereka semua tidak dapat mengetahui keberadaanya yang begitu misterius.
" Tuan putri, jika begitu aku pamit undur diri terlebih dahulu. Jika nona muda Xu Mei dan Han Zishu datang aku akan menemui tuan putri kembali."
Qing Ling menganggukan kepala dengan tersenyum. " Terima kasih."
Feng Huang tersenyum, kemudian segera keluar dari dalam ruangan.