
Tanpa terasa satu hari telah berlalu dengan cepat, Xu Tian dan Qing Ling yang berada di atas punggung Long Hei akhirnya tiba di Benua Selatan.
" Tuan muda, kita telah tiba di Benua Selatan." Ucap Long Hei dengan memperlambat kecepatan nya.
Xu Tian dan Qing Ling yang sebelumnya sedang fokus berkultivasi, segera membuka kedua matanya.
Dengan tenang mereka berdua menatap kota besar yang berada sekitar lima kilometer.
" Long Hei, kita akan berisitirahat di kota itu."
" Baik tuan muda."
" Swusshh...." Long Hei segera turun ke bawah dengan menjaga jarak agar tidak ada yang melihatnya.
Setelah tiba di bawah, Xu Tian dan Qing Ling segera turun, sedangkan Long Hei mengubah kembali wujudnya menjadi manusia.
" Tuan muda." Ucap Long Hei dengan menatap Xu Tian.
Xu Tian tersenyum, lalu membuka dunia jiwa agar Long Hei dapat memulihkan diri.
" Pulihkan dirimu."
Long Hei segera masuk ke dalam dunia jiwa. Xu Tian dan Qing Ling kemudian melanjutkan dengan berjalan menuju kota.
Kota Hong merupakan kota terbesar kedua setelah ibu kota Benua Selatan, yaitu kota Senji. Kota Hong sendiri memiliki luas sedikit lebih kecil di bandingkan kota Senji, namun kota Hong memiliki jumlah penduduk lebih banyak di bandingkan Ibu kota Senji yang terkesan lebih banyak peraturan yang ketat.
Peraturan itu sendiri yang menyulitkan penduduk untuk bergerak bebas di dalam kota. Hingga akhirnya, mereka lebih memilih untuk menjadikan kota Hong sebagai tempat tinggalnya.
Xu Tian dan Qing Ling berjalan ke arah gerbang kota. Setelah berjalan cukup lama, mereka berdua akhirnya tiba di gerbang kota.
Prajurit yang bertugas menjaga gerbang menatap kehadiran keduanya dengan tersenyum ramah.
" Tuan muda, nona muda. Apa anda baru saja tiba di Benua Selatan?" Tanya prajurit dengan ramah.
Xu Tian yang mendapatkan pertanyaan itu cukup bingung, dia kemudian menatap beberapa pejalan kaki yang ada di tempat itu.
Hingga akhirnya dia menyadari pakaian yang di gunakan agak sedikit berbeda dengan para pejalan kaki tersebut.
" Benar prajurit, kami berdua baru saja tiba di Benua Selatan."
Prajurit menganggukkan kepala, lalu meminta Xu Tian dan Qing Ling untuk menunjukkan identitas miliknya.
Xu Tian kemudian memberikan lencana Klan Xu kepada prajurit.
Prajurit menerima, lalu memeriksa lencana yang di berikan oleh Xu Tian.
Hingga beberapa saat kemudian, Prajurit segera mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam kota.
Namun sebelum itu, prajurit menjelaskan beberapa peraturan yang harus di patuhi.
" Tuan muda, nona muda, silahkan." Ucap prajurit dnegan mengembalikan lencana Xu Tian, lalu mempersilahkan masuk.
Di dalam kota.
Terlihat setiap sudut kota yang terlihat ramai dengan pejalan kaki maupun penjual. Terlihat juga bangunan-bangunan yang berjejer di pinggir jalan.
" Ling'er, kita akan mencari penginapan." Ucap Xu Tian dengan menggandeng tangan Qing Ling.
Qing Ling hanya menjawab dengan anggukan kepala serta senyum manis.
Setelah berjalan selama sepuluh menit, mereka berdua akhirnya tiba di depan bangunan yang cukup mewah.
Pelayan yang melihat kedatangan keduanya, berjalan mendekat. " Tuan muda, nona muda, selamat datang di penginapan kerakatau." Ucap pelayan wanita dengan hormat.
" Pelayan, aku ingin memesan kamar terbaik yang ada di penginapan ini." Ucap Xu Tian sambil mengeluarkan kantong dari cincin penyimpanan miliknya.
" Baik tuan." Pelayan kemudian membawa Xu Tian dan Qing Ling masuk ke dalam. Setelah mengambil kunci kamar, pelayan segera membawa keduanya menuju lantai atas.
Terlihat di lantai dasar yang memiliki sebuah restoran. Semua pengunjung, menatap kehadiran Xu Tian dan Qing Ling tanpa berkedip.
Xu Tian sendiri dapat melihat tatapan serakah dari mereka, dengan tenang dia melepaskan serangan jiwa terhadap mereka yang memiliki niat buruk.
" Ada apa?" Tanya pemuda yang berada di meja saat melihat rekannya yang terdiam dengan keringat yang mengalir di keningnya.
" Tidak apa-apa. Sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini." Ucapnya yang langsung bangkit berdiri.
Rekan-rekannya yang melihat hal tersebut segera mengejarnya.
Xu Tian hanya tersenyum tipis.
" Gege, ada apa?" Tanya Qing Ling yang melihat sikap yang berbeda dari Xu Tian.
" Tidak apa-apa. Hanya ada beberapa serangga yang mencoba bermain denganku." Ucap Xu Tian yang terus berjalan mengikuti pelayan.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di ruangan paling mewah yang ada di penginapan kerakatau.
" Tuan, nona, Silahkan.." Ucap pelayan dengan membuka pintu.
" Terima kasih." Xu Tian dan Qing Ling kemudian melangkah masuk ke dalam.
" Saya akan mengantarkan makanan beberapa saat lagi. Mohon tuan dan nona menunggu beberapa saat terlebih dulu." Ucap pelayan yang kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
Setelah pelayan pergi, Xu Tian segera mengunci pintu dari dalam.
Apa yang di lakukan oleh Xu Tian membuat Qing Ling menjadi salah tingkah. Dia benar-benar baru menyadari jika keduanya belum menikah.
" Geg-...."
" Tenanglah, aku tidak akan berbuat yang macam-macam." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
Qing Ling menundukan kepalanya menatap lantai, terlihat wajahnya yang kini memerah menahan malu.
Xu Tian terkekeh geli melihat Qing Ling yang malu-malu seperti itu. " Kau terlihat sangat cantik saat seperti ini."
Mendengar ucapan Xu Tian, membuat Qing Ling semakin malu, lalu segera berlari ke arah ranjang dengan menatap ke arah lain.
Xu Tian hanya menggelengkan kepala, lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Qing Ling yang melihat Xu Tian masuk ke dalam kamar mandi, bangkit dari posisinya. Lalu berjalan ke arah jendela kamar.
" Hanya dengan berada di sampingmu saja sudah membuatku sangat bahagia. Aku harap kita akan selalu bersama." Ucap Qing Ling dengan tersenyum, dia terdiam mengingat saat-saat bersama Xu Tian.
Dari pertama kali dia bertemu, lalu menyembuhkan dirinya, hingga akhirnya bertunangan.
Qing Ling tidak menyangka akan mengenal sosok seperti Xu Tian. Qing Ling larut dalam kenangan tersebut.
Hingga tiba-tiba ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang rampingnya.
" Kenapa?" Tanya Xu Tian tepat di belakang kuping Qing Ling yang membuatnya tersadar dari lamunannya.
" Gege... apa-.."
" Memang kenapa? Bahkan aku pernah melihat tubuh polosmu Ling'er.." Ucap Xu Tian yang menjatuhkan kepalanya di pundak Qing Ling.
Qing Ling terpaku di tempatnya, dia juga sebe sangat menikmati saat-saat seperti ini.
" Setelah semua kekacauan yang ada di Dunia ini berakhir. Kita akan segera melangsungkan pernikahan. Setelah itu kita akan berpetualang menjelajahi dunia atas bersama." Ucap Xu Tian dengan menutup matanya, dia begitu menikamti bau harum tubuh Qing Ling.
Qing Ling yang mendengar ucapan Xu Tian tersenyum dengan perasaan bahagia.
" Aku harap kekacauan ini akan cepat berlalu."
" Apa Ling'er sudah tidak sab-...."
" Aw....." Xu Tian berteriak kesakitan saat Qing Ling mencubit perutnya.