
Yuan Qi, Bai Mo dan Fu Li Guan segera memberikan hormat serta memperkenalkan nama mereka masing-masing kepada mereka semua.
Setelah mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain, Xu Tian bangkit dari duduknya.
Dengan menatap mereka semua, Xu Tian mulai menjelaskan rencana yang akan dia lakukan.
" Mungkin saat ini Ayahku yang tidak lain Patriak Klan Xu tidak berada di tempat ini. Untuk menghemat waktu yang ada, aku akan segera menjelaskan beberapa rencana yang akan kita lakukan dalam menghadapi kekacauan ini." Ucap Xu Tian dengan pandangan menatap ke arah mereka semua.
Namun, saat Xu Tian ingin melanjutkan kata-katanya, pintu aula kembali terbuka.
" Kakak!" Teriak suara gadis kecil yang tidak lain Xu Mei dan Han Zishu berlari ke arah Xu Tian dengan berlari.
Terlihat juga Lin Hua, Xu Yuan dan beberapa tetua Klan Xu yang datang ke tempat tersebut.
Mereka semua saling menyapa satu sama lain dengan memberikan hormat.
" Kebetulan sekali Patriak Xu Yuan datang," Ucap Kaisa Qing Jiang dengan tersenyum.
" Apa ada hal penting yang ingin di bicarakan?" Tanya Xu Yuan dengan tersenyum.
" Benar Patriak, kami baru saja akan membahas rencana serta strategi yang akan kita gunakan untuk menghadapi kekacauan yang terjadi." Jelas Kaisar Qing Jiang.
Karena merasa pembicaraan yang terjadi sangat serius, Lin Hua segera meminta Xu Mei dan Han Zishu untuk duduk.
Meski keduanya sempat menolak dengan alasan ingin melepas rindu terlebih dulu kepada sang kakak, namun setelah di berikan pengertian oleh Xu Tian mereka berdua segera menuruti perintahnya.
Lin Hua sendiri menatap ke arah putranya dengan tersenyum penuh kerinduan akan sosok pemuda tampan itu.
Xu Tian tersenyum menatap ke arah Ibunya, dia benar-benar sangat merindukan Lin Hua yang selalu ada dan selalu menemani dirinya sejak kecil.
" Ibu, aku sangat merindukanmu." Ucap Xu Tian melalui telepati.
" Ibu juga, kita akan memiliki waktu setelah pembicaraan ini selesai."
" Baik." Xu Tian dengan bersemangat, lalu kembali menatap semua orang yang ada di dalam ruangan.
" Karena semua orang telah hadir, aku akan mulai menjelaskan." Xu Tian kembali terdiam membiarkan semua orang untuk fokus terlebih dulu.
Terlihat Xu Mei dan Han Zishu yang masih saja mengobrol.
Keduanya kemudian meminta maaf, lalu kembali duduk dengan tenang.
" Pertama aku ingin mengucapkan permintaan maaf kepada kalian semua karena telah menghilang tanpa kabar. Itu semua bukan keinginan ku, aku di hadapkan oleh sesuatu yang mengharuskan aku untuk berada di suatu tempat selama beberapa tahun, sebelum akhirnya aku dapat kembali ke Dunia ini." Ucap Xu Tian dengan rasa bersalah.
Semua orang terlihat bingung dengan perkataan Xu Tian mengenai kembali ke Dunia Ini.
" Nak, jelaskan kepada kami?" Tanya Xu Yuan yang tidak dapat menahan rasa penasarannya.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu menjelaskan kembali kepada mereka tentang apa yang terjadi pada dirinya selama dua tahun ini.
" Ayah dan semuanya, setelah aku bertemu dengan saudara Xu Feng dan lainnya di kota Yan. Aku yang sedang berkultivasi, merasakan sesuatu yang aneh, hingga akhirnya aku pergi menuju Kota Awan biru, tepatnya di belakang Klan Xu..." Xu Tian terus menjelaskan kepada mereka.
Di mulai perasaan atau sebuah firasat yang dia rasakan, kemudian pergi menuju Klan Xu Cabang yang berada di Kota Awan Biru. Memasuki celah dimensi hingga tiba di sebuah Dunia yang sangat asing baginya.
Bertemu dengan Xu Lou Yuan dan Qian Xialin yang tidak lain kakek dan neneknya. Berlatih di sebuah Dunia yang di sebut Dunia Kekacauan.
Bertemu dengan Yuan Qi, Bai Mo, dan Fu Li Guan, lalu tidak sadarkan diri. Pergi ke Dunia yang di sebut Bumi.
" Hingga akhirnya aku dapat kembali ke Dunia ini setelah melewati itu semua." Ucap Xu Tian menutup penjelasannya.
Semua terus fokus menyimak penjelasan dari Xu Tian.
" Baiklah, aku akan mulai menjelaskan rencana serta strategi yang akan kita gunakan. Yang pertama. Kalahkan diri kalian sendiri. Dengan kalian mengalahkan diri kalian sendiri, akan membuat kalian mengetahui tentang batas kemampuan yang di miliki. Kekacauan besar ini sudah di pastikan banyak memakan korban. Aku hanya ingin kalian dapat memahami setiap situasi, keadaan, serta kemampuan dari diri kalian masing-masing. Jika kalian tidak mampu, mundur dan cari bantuan jangan bertindak bodoh dan menghadapi sesuatu yang mustahil." Xu Tian mengatakan dengan tegas.
" Yang kedua. Rencana yang baik adalah bentuk keputusan yang baik. Itu sebabnya perencanaan yang baik membantu untuk membantu impian yang sulit dipahami menjadi kenyataan. Sama halnya dengan sebuah strategi, kalian harus melakukan dan menemukan strategi dengan baik, agar nantinya strategi yang kita gunakan mampu membuat kita lebih mudah memenangkan sebuah pertempuran besar.."
" Mungkin kalian merasa bingung dengan apa yang aku katakan. Aku hanya ingin menanamkan kepercayaan pada diri kalian masing-masing. Aku memang bukan seorang pemimpin yang baik, sama halnya yang aku lakukan, aku tidak berbuat banyak selama dua tahun ini. Aku membebani semua tugas dan kewajiban itu di pundak kalian. Aku percaya kalian sudah memahami situasi yang ada saat ini. Seorang pemimpin tidak menciptakan pengikut, mereka menciptakan lebih banyak pemimpin. Dan kali ini, aku ingin kalian yang mendapatkan tugas untuk pergi ke benua lain atau tetap di benua ini untuk menjadi pemimpin. Tunjukan kepempimpinan kalian, pahami dan pelajari kata-kataku sebelumnya." Ucap Xu Tian menyelesaikan ucapannya dengan tersenyum.
Semua orang menatap Xu Tian, mereka mencoba mencerna kata-kata yang baru saja di ucapkan olehnya.
" Memiliki banyak seorang pemimpin membuat suatu kelompok akan mengalami perpecahan. Mereka akan berlomba-lomba menunjukkan dominasinya untuk menjadi pemimpin yang utama. Namun, semua itu akan berbeda jika kita mampu memahami diri kita sendiri, mengalahkan diri kita dari sifat keegoisan, memahami setiap situasi yang ada, serta menentukan strategi yang sesuai dengan kemampuan pasukan." Ucap Feng Huang dengan tenang setelah memahami kata-kata Xu Tian.
Xu Tian tersenyum mendengar ucapan Feng Huang. " Benar. Memiliki banyak ide serta pendapat dari orang lain akan memudahkan kita untuk memecahkan suatu masalah. Jadi, kalian harus mempelajari dengan baik kata-kataku yang sebelumnya. Hidup bukan hanya sekedar tentang kekuatan serta kemampuan dalam bertarung. Kalian akan di paksakan dengan keadaan mengambil keputusan yang tepat di setiap keadaan. Jika saat ini kalian bergantung dengan strategi dari seorang pemimpin, kalian akan perlahan hancur saat sang pemimpin kalian tidak ada." Ucap Xu Tian dengan serius. Dia benar-benar sedang mengubah cara berfikir semua orang.
Secara perlahan semua orang yang ada di dalam ruangan tersenyum, mereka mulai mengerti tentang perkataan Xu Tian.
" Kakak, aku ingin ikut berperang!" Teriak lantang Xu Mei dengan semangat.