Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 252. Memulai Rencana Di Benua Selatan


Pagi hari.


Cahaya mentari pagi menampakkan sinarnya melalui celah jendela. Terlihat seorang pemuda yang sedang duduk berkultivasi bersama seorag wanita muda yang tertidur di atas ranjang.


Tidak lama kemudian, pemuda itu membuka kedua matanya. Dengan tenang dia menatap ke arah wanita yang sedang tertidur.


" Sebaiknya aku segera memberikan kabar kepada Feng Louzhi untuk menemuiku di tempat ini." Ucap Xu Tian yang kemudian memberikan pesan kepada Feng Louzhi.


Xu Tian lalu bangkit berdiri, dia membangunkan Qing Ling yang masih pulas tertidur.


" Ling'er, sudah pagi. Kita harus segera menyelesaikan masalah di tempat ini." Ucap Xu Tian dengan menepuk tangan Qing Ling.


Qing Ling yang masih tertidur, membuka matanya dengan menatap wajah Xu Tian yang hanya berjarak setengah meter.


" Gege.. selamat pagi." Ucap Qing Ling dengan tersenyum manis.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu mencium kening Qing Ling. " Aku akan membersihkan diri, setelah itu kita akan turun untuk sarapan." Xu Tian berjalan ke arah kamar mandi.


Qing Ling bangkit dari posisinya, lalu duduk menatap ke arah jendela.


Terlihat sinar matahari yang menyilaukan matanya, terlihat juga keramaian kota yang sudah di penuhi oleh pejalan kaki maupun toko-toko yang ada.


Setelah menunggu selama setengah jam, Xu Tian keluar dari dalam kamar mandi. Kini giliran Qing Ling yang membersihkan diri.


Satu jam kemudian, mereka berdua telah siap. Dengan menggunakan pakaian senada warna biru muda, mereka berdua melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar.


Xu Tian dan Qing Ling yang baru saja ingin turun, di jalan bertemu dengan pelayan yang sebelumnya mengantarkan mereka.


" Tuan muda, nona muda, selamat pagi. Apa tuan dan nona ingin sarapan?"


Xu Tian menganggukkan kepala. " Aku ingin memesan ruangan khusu, apa ada?"


" Tentu saja tuan muda, ruangan khusus ada di lantai ketiga." Ucap pelayan yang kemudian mengantarkan mereka menuju lantai tiga.


Xu Tian dan Qing Ling mengikuti pelayan di belakangnya.


Hingga beberapa saat kemudian mereka berdua tiba di lantai tiga, pelayan lalu mengarahkan menuju sudut ruangan tersebut.


Terlihat pintu yang cukup mewah, pelayan membukakan pintu.


" Silahkan tuan muda, nona muda. Saya akan mempersiapkan hidangan terlebih dulu."


" Pelayan, nanti akan ada orang yang mencariku. Tolong antarkan dia ke ruangan ini." Ucap Xu Tian dengan mengingat Feng Louzhi.


" Baik tuan muda." Pelayan kemudian segera pergi.


Di dalam ruangan, Xu Tian dan Qing Ling duduk menunggu hidangan dan juga Feng Louzhi. Mereka mengobrol tentang rencana selanjutnya setelah masalah di Benua Selatan selesai.


" Gege, kemana kita akan pergi setelah ini?"


" Mungkin menuju Benua Barat. Aku ingin menemui saudara yang lainnya."


Qing Ling tersenyum. " Aku setuju, sudah lama aku tidak melihat saudara dan saudari yang lainnya."


Mereka terus berbincang hal-hal kecil, hingga tidak lama kemudian, pintu ruangan terbuka dengan memperlihatkan dua orang pelayan yang membawa makanan serta minuman.


Terlihat juga di belakangnya Feng Louzhi yang datang bersama dua orang tetua dari Klan Xu.


" Salam tuan muda, tuan putri." Ucap mereka bertiga secara bersamaan.


Pelayan yang mendengar dan melihat kejadian itu sangat kaget. " Siapa mereka sebenarnya." Batin kedua pelayan bertanya-tanya.


Pelayan tersadar saat Feng Louzhi mengeluarkan suara, dengan segera mereka menghidangkan makanan dan minuman di atas meja. Setelah itu, pelayan kemudian keluar dari dalam rumah.


Setelah kepergian pelayan, Xu Tian dengan tenang membuat formasi di dalamnya.


" Mari kita nikmati terlebih dulu makanan dan minuman ini. Setelah itu, baru kita akan membahas rencana yang akan kita bicarakan." Ucap Xu Tian menatap semua orang.


Mereka semua mulai menikmati makanan dan minuman yang ada di atas meja tanpa mengeluarkan suara.


Qing Ling dengan sigap melayani Xu Tian dengan mengambilkannya makanan. Feng Louzhi dan kedua tetua Klan Xu tersenyum melihat hal yang terjadi di depannya.


Xu Tian tersenyum, begitu juga dengan Qing Ling yang sangat menikmati momen seperti ini.


Meski hal seperti ini baru pernah terjadi pertama kali, namun dapat di lihat tidak ada kecanggungan di antara keduanya.


Setengah jam kemudian, mereka telah menyelesaikan kegiatan menikmati makanan dan minuman.


Xu Tian lalu menatap ke arah Feng Louzhi. " Bagaimana? Apa sudah ada informasi baru?"


Feng Louzhi menggelengkan kepala. " Belum tuan muda, sepertinya mereka bertindak sangat hati-hati."


" Tuan muda, lalu apa rencana selanjutnya?" Tanya Tetua Xu Chen dengan menatap ke arah Xu Tian.


Xu Tian terdiam memikirkan rencana yang akan di lakukan. Semua orang diam menunggu Xu Tian yang sedang berfikir.


" Kita akan segera pergi ke sana untuk menghancurkan formasi tersebut. Aku ingin tetua Xu Chen dan tetua Xu Bai untuk memimpin pasukan Istana Xufelong."


" Tuan muda, mohon penjelasannya." Ucap tetua Xu Bai dengan hormat.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu mengeluarkan Long Hei dari dalam dunia jiwa.


" Swusshh...." Long Hei muncul di dalam ruangan.


" Long Hei, aku ingin kau ikut membantu tetua Xu Chen dan Xu Bai untuk mengawasi kota. Aku dan Feng Louzhi akan pergi menuju tempat yang di katakan olehnya. Untuk tugasnya sendiri, awasi setiap pergerakan di setiap kota, terutama di sekitaran Istana kota. Aku yakin mereka telah berhasil memasuki Istana. Jangan melakukan pergerakan yang dapat memancing kekuatan lain. Minta juga untuk ketua regu pasukan Istana Xufelong untuk menuju Klan-klan yang ada di Benua Selatan ini. Setelah selesai menghancurkan formasi dan mengetahui hal yang ada di dalamnya, kita akan segera pergi menyerang Sekte Racun." Jelas Xu Tian dengan tegas.


" Tapi tuan muda, apa ini tidak terlalu cepat?" Tanya Tetua Xu Chen


Xu Tian menggelengkan kepala. " Kita bahkan telah terlambat mengetahui keberadaan meraka. Seharusnya kita sudah mempersiapkan diri sejak lama."


" Tuan muda benar." Ucap Tetua Xu Bai.


Feng Louzhi yang sedari tadi diam, mulai membuka suaranya. " Tuan muda, apa kita akan melibatkan kekuatan yang ada di Benua Selatan untuk menyerang Sekte Racun?"


" Tidak. Aku hanya ingin mereka dapat di ajak kerja sama menjaga keamanan serta melindungi penduduk di setiap daerah meraka masing-masing. Dengan Sekte Racun yang mendapatkan serangan, akan membuat Sekte aliran hitam semakin tidak terkendali." Xu Tian kemudian menjelaskan tentang rencana yang akan di lakukan secara detail.


Setelah membahas rencana selama satu jam, Long Hei, tetua Xu Bai, tetua Xu Chen segera pamit untuk mempersiapkan pasukan.


" Tuan muda, tuan putri, Jenderal Feng Louzhi. Kami pamit pergi." Ucap ketiganya memberikan hormat, lalu pergi dari ruangan tersebut.


Xu Tian kemudian meminta Qing Ling masuk ke dalam dunia jiwa.


Awalnya Qing Ling menolak dan ingin ikut bersama mereka berdua, namun setelah di berikan penjelasan oleh Xu Tian, akhirnya Qing Ling menuruti perintah kekasihnya itu.