
Dengan bersusah payah, Xu Tian mencoba bangkit sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya.
" Sangat aneh, mengapa tubuhku seakan begitu lemah hanya dengan hal seperti ini." Batin Xu Tian yang kemudian mengambil sikap duduk.
Dengan perlahan dirinya menutup matanya mencoba memulihkan diri.
Namun dirinya merasa aneh saat tidak dapat menyalurkan energi Qi ke tubuhnya.
" Seberapa besar usahamu tidak akan membuahkan hasil." Ucap sebuah suara wanita terdengar.
Xu Tian yang sedang menutup matanya pun segera membuka matanya, kemudian menatap ke arah di mana sumber suara itu berasal.
Terlihat di depannya kini berdiri sepasang pria dan wanita yang juga sedang menatap ke arahnya.
Yang membuat Xu Tian begitu kaget bagaimana di belakang pasangan itu berdiri dengan berbaris rapih ribuan orang yang memiliki aura begitu mendominasi.
" Aku tidak mengetahui apa maksud dari semua ini." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
Xu Tian menarik nafasnya dalam-dalam. " Apa ini semua adalah takdir? Jika memang takdir maka biarkan aku pergi dan mencari jalanku sendiri tanpa mengikuti semua takdir yang sudah di tentukan."
Wanita yang ada di depannya tertawa kecil mendengar ucapan Xu Tian.
" Apa kau yakin mampu lari dari takdirmu ini?"
Xu Tian mengangakat kepalanya ke atas.
" Tentu saja mampu, karena aku akan lari dengan takdir yang mengikutiku, bukan aku yang mengikuti takdir itu!" Xu Tian dengan tegas.
" Apa kau yakin hanya dengan itu saja?" Tanya Pria yang di samping wanita itu dengan mengangkat alisnya.
Xu Tian menggelengkan kepalanya, kemudian menutup kedua matanya.
" Dengan memahami apa itu hitam dan putih. Putih tidak selamanya akan tetap bersih, begitupun hitam yang tidak selamanya kotor. Jalan kehidupan memiliki tujuan panjang, namun takdir akan menentukan di mana kita berada." Xu Tian menghentikan kata-katanya, kemudian membuka matanya.
" Percaya dengan diri sendiri, memahami semua hal di sekitar kita tanpa mengikuti aturan yang ada." Xu Tian dengan tegas.
Pria dan Wanita yang di depannya kembali tersenyum.
" Bukankah apa yang kau katakan menuju ke jalan takdirmu?"
" Benar! Itu takdirku, bukan aku yang mengikuti takdirku."
Keduanya terdiam kaget mendengar ucapan Xu Tian.
Mereka berdua menyadari kesalahannya yang salah mengucapkan kalimat.
" Mengapa kau mengatakan jika itu takdirmu? bukankah sama artinya kau memiliki takdir?"
Xu Tian menggelengkan kepala, kemudian mencoba bangkit dari duduknya.
" Orang yang mengikuti takdir akan berdiam diri dan pasrah dengan keadaan yang terjadi pada dirinya, namun bagi mereka yang berusaha keras dan menghancurkan dinding pembatas pada dirinya sendiri akan merasa jika dia mampu melewati semuanya. Dan untuk itu, aku merasa bahwa aku lah yang menentukan takdir ku sendiri tanpa mengikuti takdir yang ada."
" Cukup cerdas jawabanmu itu. Kau memang cucuku." Wanita itu dengan meneteskan air mata.
Xu Tian yang mendengar apa yang di katakan wanita di depannya pun mematung di tempatnya.
" Cucu? Apa maksudmu?" Xu Tian yang masih belum mengetahui identitas dua orang yang ada di hadapannya.
Wanita itu berjalan mendekati Xu Tian, Xu Tian pun tidak dapat bergerak dari tempatnya. Hingga wanita itu menyentuh kening Xu Tian.
" Wushhh...." Energi yang begitu luar biasa berputar di sekitar tubuh Xu Tian.
Xu Tian pun dapat merasakan energi Qi nya kembali.
" Aku akan menjelaskan kepadamu, namun sebelum itu kau ikut denganku terlebih dulu." Wanita itu kemudian berbalik badan, lalu terbang menuju tempatnya.
Pria yang bersamanya pun mengikuti di belakangnya.
" Tuan muda, mari.." Ajak salah satu bawahan dari kedua orang itu kepada Xu Tian.
" Wushhh....."
*************
Beberapa saat kemudian, Xu Tian dapat melihat istana yang begitu megah mengambang di atas langit.
Bukan hanya itu saja, terlihat hewan tingkat tinggi yang terbang di sekitarnya seakan sedang menjaga istana itu.
" Sangat luar biasa." Batin Xu Tian, saat melihat pemandangan yang begitu luar biasa itu di depan matanya.
Hingga beberapa saat kemudian dirinya memasuki halaman istana.
" Swusshh....." Dirinya seperti menembus sebuah penghalang.
" Formasi tingkat tinggi yang dapat menghancurkan siapa saja yang melewati jika tidak memiliki izin dari sang pemilik." Xu Tian dengan kaget.
Pria dan Wanita yang berada tidak jauh dari tempatnya kemudian berjalan menghampiri Xu Tian yang masih berdiam diri di tempatnya.
" Nak.." Panggil wanita itu dengan ramah.
" Hm..." Xu Tian bingung akan memanggil wanita itu dengan panggilan apa.
Wanita di depannya pun tersenyum, kemudian memperkenalkan dirinya.
" Nak, namaku Qian Xialin. Aku adalah ibu dari Ayah mu yang bernama Xu Yuan itu." Wanita itu tersenyum, kemudian menatap pria yang tidak lain adalah suami nya.
Pria tersebut kemudian berjalan mendekat ke arah Xu Tian.
" Dan aku Xu Lou Yuan, Ayah dari Xu Yuan dan kakekmu sendiri." Ucap Xu Lou Yuan memperkenalkan dirinya.
Xu Tian yang mendengar nama kedua nya pun segera memberikan hormat dengan bersujud di bawahnya.
" Xu Tian memberikan hormat kepada Kakek Xu Lou Yuan dan Nenek Qian Xialin." Ucap Xu Tian dengan bersujud.
Qian Xialin pun kemudian mendekat ke arah Xu Tian, lalu membantu nya untuk bangkit.
" Bangunlah nak." Ucapnya dengan nada bergetar di sertai air mata yang mulai mengalir.
Xu Lou Yuan pun ikut mendekat ke arah mereka berdua.
Xu Tian yang melihat neneknya menangi pun mencoba menenangkannya.
" Nek, jangan menangis atau wajah cantik nenek akan hilang." Ucap Xu Tian mencoba mencairkan suasana haru itu.
" Bocah nakal." Qian Xialin dengan menjewer kuping Xu Tian.
Xu Lou Yuan sendiri hanya terkekeh melihat hal itu, namun di dalam hatinya dia begitu senang saat melihat istrinya yang akhirnya dapat bertemu dengan cucunya.
Qian Xialin sendiri selalu mengeluh kepada Xu Lou Yuan jika dirinya begitu merindukan putra dan menantunya, begitupun dengan cucunya.
Dengan kehadiran Xu Tian di sini setidaknya mampu mengobati kerinduan Qian Xialin terhadap keluarga putranya itu.
" Lin'er.. sebaiknya kita bawa cucu kita ke dalam terlebih dulu. Kita juga harus menjelaskan kepada dia alasan kita membawanya ke tempat ini." Ucap Xu Lou Yuan kepada istrinya yang terus saja memeluk Xu Tian.
Qian Xialin pun menatap lembut Xu Tian. Xu Tian pun menganggukan kepala, kemudian mereka semua segera berjalan masuk ke dalam istana.
Sedangkan di luar halaman istana, semua pasukan yang berbaris rapih mulai membubarkan diri.
" Akhirnya Penguasa putri Xialin dapat bertemu dengan cucunya." Ucap salah satu dari mereka.
" Kau benar, semoga saja harapan Penguasa Xu Lou Yuan dan Penguasa Putri Qian Xialin terhadap Tuan muda Xu Tian dapat berjalan dengan apa yang di harapkan." Ucap salah satu dari mereka menimpali.
Mereka semua yang mendengar ucapan itu pun menganggukan kepala setuju, kemudian segera membubarkan diri kembali ke tempat mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1 Bab ya kak 🙏🏻 ... Nanti pulang kerja kalo mod baik lanjut 2 Bab lagi. Jangan lupa Like & Komentar. See You.