Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch170-Kebersamaan Di Dunia Jiwa


Di Aula Kultivasi.


Setelah selesai berkultivasi, Xu Tian kemudian segera membersihkan diri.


Hingga tiga puluh menit kemudian, kini telah selesai. Dengan menggunakan pakaian berwarna putih, Xu Tian terlihat begitu tampan dan berkharisma.


" Sebaiknya aku menemui yang lainnya terlebih dulu." Batinnya, lalu segera keluar dari istana naga bergerak ke tempat di mana Shang bersaudara dan Jin Kai berada.


" Swusshh...." Xu Tian melesat dengan cepat menuju danau buatan yang berada di dunia jiwa.


Dalam waktu singkat, akhirnya Xu Tian tiba.


Terlihat Shang Hai, Shang Gou, Shang Lun dan Jin Kai yang sedang bersantai menikamti pemandangan yang ada di dunia jiwa.


" Swusshh..." Sosok Xu Tian muncul dan langsung di sambut oleh Shang bersaudara dan Jin Kai dengan tatapan penuh hormat.


" Tuan muda.." Ucap mereka semua yang langsung berdiri dari duduknya dengan menatap sosok yang kini menjadi tuan mereka.


Xu Tian membalas dengan senyum, kemudian menganggukan kepalanya. " Duduklah.." Ucapnya dengan ramah.


Kemudian mereka semua segera duduk kembali.


Shang Hai menatap Xu Tian dengan bingung, dirinya ingin menanyakan sesuatu tetapi tidak berani untuk mengatakannya.


Xu Tian sendiri segera mengeluarkan beberapa botol arak yang tersisa dari cincin penyimpanan, lalu menuangkan kedalam gelas.


" Minumlah.." Xu Tian memberikan gelas yang telah terisi arak kepada mereka semua.


" Tuan muda..." Ucap Shang Hai merasa tidak enak.


" Jangan terlalu sungkan, bukankah saat ini kita semua telah menjadi saudara?" Ucap Xu Tian dengan tersenyum hangat, menatap keempatnya.


" Tuan muda, saya merasa tidak pantas menjadi saudara tuan muda. Bagaimanapun saya hanyalah bawahan tuan muda." Ucap Jin Kai, yang di angguki oleh Shang Hai, Shang Gou, dan Shang Lun.


Xu Tian hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan dari Jin Kai. Kemudian menatap mereka dengan serius.


" Kita semua sama, aku tidak ingin kalian memiliki pemikiran seperti itu. Jika kalian menganggap diri sebagai seorang bawahan maka kalian tidak lebih buruk dari seekor a*jing." Xu Tian menjeda kata-katanya.


Shang bersaudara dan Jin Kai diam menundukkan kepala setelah mendengar apa yang di katakan oleh Xu Tian.


" Aku tidak ingin kalian memiliki pemikiran seperti itu. Kalian adalah orang-orangku dan sudah sewajarnya aku menganggap kalian seperti saudaraku juga. Dan aku minta kepada kalian untuk selalu berada di jalan yang benar, jika kalian berbuat yang tidak-tidak aku masih bisa memaafkan kalian, namun tidak jika kalian telah melewati batas, maka aku sendiri yang akan membunuh kalian! Begitupun sebaliknya, jika aku salah maka tugas kalian adalah mengingat diriku. Jangan terlalu kaku, aku ingin kalian menganggap diriku seperti teman dan saudara kalian sendiri." Lanjut Xu Tian, dengan menatap keempatnya.


Mendengar ucapan Xu Tian, membuat keempat nya begitu terharu. Hingga di dalam hati mereka kini telah tertanam tekad dan kesetiaan untuk menjadi abdi yang baik dan tidak akan menghianati sosok seperti Xu Tian.


Shang Hai, Shang Gou, Shang Lun merasa seperti sedang bermimpi. Awalnya mereka sudah putus asa dengan nasib mereka.


Hingga tiba-tiba sebuah keberuntungan datang menghampiri. Meski dengan awal yang buruk, namun kini telah berubah menjadi indah.


Dapat bertemu dan menjadi Abdi Xu Tian adalah keberuntungan yang luar biasa untuk mereka, hingga mereka kini sudah mulai mengerti lebih banyak lagi tentang arti kehidupan.


Bahkan rasa dendam yang ada di dalam hati mereka pun secara perlahan luntur dan berubah menjadi perasaan ingin menjadi kuat agar dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kepada sosok Xu Tian.


" Tuan muda terima kasih banyak, karena tuan muda telah mengubah pandangan diriku." Ucap Shang Lun.


" Apa yang di katakan oleh Saudara Lun benar, kini diriku memiliki tujuan lain yang lebih baik lagi." Shang Gou menimpali.


Xu Tian tersenyum tipis. " Baguslah, dengan ini hidup kalian akan menjadi lebih baik lagi kedepannya."


Xu Tian kemudian mengeluarkan buku teknik dan senjata tingkat tinggi dari cincin penyimpanan.


" Kalian bebas melakukan apa saja di dunia jiwa ini. Jika kalian membutuhkan sesuatu, maka kalian dapat mengambil sendiri di ruang harta yang ada di Istana Naga maupun di kebun tanaman spiritual yang ada di barat dunia jiwa ini." Ucap Xu Tian, dengan memberikan mereka teknik dan senjata tingkat tinggi.


" Terima kasih tuan muda.." Ucap mereka semua dengan penuh hormat dan bahagia.


Mereka tidak menyangka akan mendapatkan teknik dan senjata tingkat tinggi seperti yang ada di hadapan mereka.


" Aku tidak mengetahui senjata apa yang kalian gunakan, jika kalian merasa kurang cocok dengan senjata yang aku berikan, kalian dapat menukarnya sesuai dengan keinginan kalian."


Xu Tian hanya memberikan senjata berupa pedang kepada mereka dan teknik tangan kosong.


Untuk teknik lainya Xu Tian telah menyiapkan semuanya di dalam Istana Naga.


Istana Naga sendiri kini telah memiliki ruang harta yang berisi kekayaan dan sumber daya, senjata milik Xu Tian.


Bukan hanya itu saja, karena Istana Naga juga telah memiliki sebuah perpustakaan yang berisi buku-buku teknik.


Meski terkesan terlalu membebaskan mereka, tetapi sebenarnya Xu Tian telah memisahkan mana senjata dan teknik yang biasa-biasa saja, sedangkan teknik dan senjata khusus masih dirinya simpan.


Teknik dan senjata yang di berikan oleh Xu Tian kepada mereka sendiri adalah salah satu teknik khususnya, maka dari itu dirinya secara langsung memberikan kepada mereka dan mengambilnya dari dalam cincin penyimpanan.


Mereka pun kemudian melanjutkan obrolan dengan bersantai dan menikmati arak tanpa rasa canggung.


Setelah menjelaskan beberapa hal lainnya, Xu Tian pun kemudian memutuskan untuk segera keluar dari dalam dunia jiwa.


" Sepertinya aku harus segera kembali, ingat apa yang telah aku bicarakan kepada kalian." Ucap Xu Tian, yang kemudian segera berdiri dari duduknya.


" Baik tuan muda..." Jawab mereka dengan serempak.


Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian segera keluar dari dalam dunia jiwa.


Di dalam kamar.


" Swusshh...." Tubuh Xu Tian muncul di ruangan yang sebelumnya di tempati olehnya.


" Sudah saatnya aku menemui mereka semua. Setelah itu aku akan melanjutkan perjalananku yang tertunda." Ucap Xu Tian pelan.


" semoga saja aku bisa tiba dengan tepat waktu." Batinnya, lalu segera melangkahkan kakinya.


" Swusshh..." Formasi yang berada di dalam ruangan menghilang, lalu Xu Tian segera keluar.


Terlihat saat dirinya baru saja keluar, datang seorang prajurit yang berjalan ke arahnya.


" Tuan muda..." Sapa prajurit kepadanya.


" Ada apa?"


" Maaf tuan muda, saya di tugaskan untuk menunggu tuan muda. Karena tuan muda telah keluar, maka tuan muda di minta untuk datang menemui tuan walikota." Ucap prajurit menjelaskan.


" Jika begitu, antarkan diriku menuju tempat walikota."


" Baik..."


Kemudian prajurit segera membawa Xu Tian menuju tempat di mana Yan Li Kun berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa tinggalkan Like dan Komen 🙏🏻