
Di tempat lain.
Sebuah cahaya keemasan melesat dengan kecepatan tinggi menjauh dari hutan kematian menuju ibu kota kekaisaran Ming.
Semakin lama cahaya keemasan itu semakin melesat dengan cepat.
Cahaya keemasan itu sendiri tidak lain adalah Xu Tian yang tengah menuju istana kekaisaran terlebih dulu sebelum kembali menuju benua timur.
Karena dirinya berniat membawa Ming Zhou untuk ikut dengannya dan menjadikan dia sebagai anggota Faksinya.
Saat Xu Tian terus bergerak, tiba-tiba dari jauh dirinya dapat melihat kelompok yang sedang bertarung tidak jauh dari tempatnya berada.
Karena merasa penasaran dengan kedua kelompok yang sedang bertempur, Xu Tian pun mulai mendekati pusat pertempuran.
"Bukankah itu prajurit kekaisaran Ming, lalu siapa kelompok yang menyerang mereka?" Batin Xu Tian bertanya-tanya, sambil terus mendekati pusat pertempuran.
Semakin dekat dirinya dengan tempat Pertempuran, maka akan semakin terlihat dengan jelas kelompok yang sedang melawan prajurit kekaisaran.
"Racun." Ucap Xu Tian saat melihat salah satu prajurit yang terkena cairan hitam yang kemudian mengubah bagian tubuh yang terkena membusuk.
"Swushh...." Xu Tian segera bergerak muncul di tengah-tengah pertempuran dan langsung menyerang kelompok yang berhadapan dengan prajurit kekaisaran.
"Dhuarrrr.... Dhuarrrr...." Sebuah tapak keemasan muncul dari kehampaan, bergerak ke arah salah satu dari anggota kelompok yang menyerang prajurit kerajaan.
"Boommmss...." Salah satu dari mereka terlempar hingga belasan meter dengan luka yang sangat parah.
Hal itu membuat seorang komandan kekaisaran begitu kaget, karena ada yang menolongnya.
Awalnya mereka sudah hampir menyerah saat melihat kelompok lawan yang memiliki racun yang cukup mematikan.
Dengan tingkat kultivasi yang lebih tinggi, dan dengan adanya racun di tangan mereka, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk pasukan Kekaisaran terbunuh di tempat itu.
"B*jingan! Siapa kau? Mengapa ikut campur dengan urusan kami!" Teriak salah satu dari mereka dengan marah.
Xu Tian tetap bersikap dengan tenang.
"Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian semua, ada masalah apa kalian dengan pihak kekaisaran?"
"Cih! itu bukan urusanmu, lebih baik kau pergi sebelum kau merasakan bagaimana sakitnya terkena racun milik kami!" Teriak salah satu anggota dari kelompok lawan.
Xu Tian tersenyum tipis. "Aku yakin kalian bukan berasal dari benua ini, dari yang aku ketahui, hanya sekte aliran hitam benua selatan yang memiliki racun sebagai senjata bertarung mereka."
"Hahaha...ternyata sekte kami cukup terkenal juga, bahkan sampah sepertimu saja mengetahuinya." Jawab mereka dengan bangga. Namun memandang rendah Xu Tian.
Xu Tian segera melepaskan tingkat kultivasinya.
"Swushh..." Melepaskan tingkat kultivasinya yang berada pada Ranah Nirwana 3.
Kelompok Sekte Racun begitu kaget saat melihat kekuatan Xu Tian yang sesungguhnya.
"Hanya berada pada tingkat Nirwana 3, namun tekanannya melebihi kekuatan Patriak sekte." Batin kelompok Sekte Iblis.
Merasa jika lawan yang di hadapinya cukup kuat, salah satu dari kelompok Sekte Iblis melangkah kedepan.
"Nak, mohon maaf atas tindakan kami sebelumnya." Ucap seorang yang memiliki wajah paling tua dengan nada sopan.
Xu Tian bersikap cuek, dengan gerakan yang cukup cepat, bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang dapat melihat pergerakan yang di lakukan oleh Xu Tian.
"Dhuarrrr....." Orang yang sebelumnya berbicara dengannya terlempar.
"Karena kalian telah membunuh orang-orangku, maka tidak ada pengampunan untuk kalian." Ucap Xu Tian dengan penuh aura pembunuh.
"Dan satu lagi, aku akan mendatangi sektemu untuk menuntut hal yang telah kalian lakukan, jika sekte kalian menolak memberikan kompensasi yang pantas, maka aku akan menghancurkan sekte racun kalian!" Lanjut Xu Tian.
Mendengar apa yang di katakan Xu Tian, membuat anggota sekte racun begitu marah.
"Nak, kau terlalu menganggap tinggi dirimu!" Kemudian segera menyerang ke arah Xu Tian.
"Langkah Dewa Naga!"
"Swushh....." Xu Tian kembali menghilang dari tempatnya.
"Sampah!"
Xu Tian segera mengalihkan pandangannya menatap komandan dan prajurit yang masih berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
"Kalian lumpuhkan mereka, lalu bawa menuju penjara kekaisaran." Perintah Xu Tian, meminta mereka untuk membawa seluruh anggota sekte racun menuju istana.
"Baik tuan muda." Ucap mereka semua dengan serempak, kemudian segera melakukan apa yang di katakan oleh Xu Tian.
"Nak, kenapa kalian menangkap kami! Kami hanya ingin melewati benua tengah untuk menuju benua Utara!" Teriak salah satu dari mereka.
"Ouh benarkah? lalu apa tujuan kalian menuju benua Utara?" Tanya Xu Tian dengan penasaran.
"Cih.. bunuh saja kami!" Teriak yang lainnya dengan menahan rasa sakit.
"Tentu!" Ucap Xu Tian yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
Dengan gerakan sangat cepat, tiba-tiba sebuah kepala yang terpisah dari tubuhnya terjatuh ke bawah tanah.
"Boooommmsss...." Xu Tian menghancurkannya.
Xu Tian segera melihat yang lainnya.
"Apa kalian ingin bernasib sepertinya?" Xu Tian dengan menatap tajam.
"Tidak tuan muda, maafkan saya. Saya akan menjelaskan kepada tuan muda." Ucap Salah satu dari mereka dengan ketakutan.
"Akhirnya masih ada yang menyayangi nyawanya sendiri." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.
"Kalian bawa meraka, untuk pemuda yang satu ini, biar menjadi urusanku." Ucap Xu Tian kepada komandan pasukan kekaisaran.
"Baik tuan muda." Lalu meminta para prajurit untuk segera menuju istana.
Setelah kepergian semua orang, kini hanya tersisa Xu Tian dengan pemuda yang berjanji akan menjelaskan kepadanya.
"Jelaskan padaku." Perintah Xu Tian.
"Baik tuan muda. Tujuan kami datang ke benua Utara untuk memasuki reruntuhan kuno yang akan terbuka 1 bulan lagi, namun kami memiliki misi khusus untuk membunuh para murid aliran putih yang kami temui."
"Apa hanya itu?" Tanya Xu Tian dengan melepaskan aura pembunuhan nya.
"Ampun tuan muda, saya hanya mengetahui itu saja, namun para tetua memiliki misi khusus yang di berikan oleh Patriak." Jelas pemuda tersebut.
"Jika begitu kau ikut denganku." Ucap Xu Tian yang kemudian bergerak ke arah Istana.
"Baik tuan muda." Ucap pemuda itu mengikuti Xu Tian.
Di perjalanan menuju istana, pemuda yang ada di belakang Xu Tian mencoba mencari kesempatan untuk melarikan diri.
"Buang pikiranmu untuk dapat melarikan diri dari pengawasanku, meski kau dapat pergi, namun itu hanya sia-sia saja."
Pemuda yang sedang mencari cara pun begitu kaget saat mendengar ucapan Xu Tian.
"Hais..mengapa aku begitu sial, sehingga harus bertemu dengan monster kecil seperti dirinya." Pemuda itu membatin.
Xu Tian sendiri hanya menggelengkan kepala melihat raut wajah pemuda tersebut.
Hingga beberapa jam pun terlewati, Xu Tian kini sudah berada di depan gerbang istana.
"Tuan muda." Penjaga gerbang menyambut kedatangan Xu Tian dengan hormat.
Di sisi lain, pemuda yang berada di belakangnya merasa begitu penasaran dengan identitas yang di miliki oleh Xu Tian.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu segera masuk ke dalam istana.
"Cepatlah!" Perintah Xu Tian kepada pemuda yang terus saja melamun.
"Baik."
Setelah sosok Xu Tian menghilang dari pandangan, para prajurit mulai saling bertanya satu sama lain.
"Sudahlah, tugas kita hanya menjaga gerbang, kita tidak perlu ikut campur urusan para petinggi."