Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch150-Menjalankan Rencana


Xu Tian keluar dari istana kota dengan tenang, hingga saat dirinya melewati prajurit yang berjaga, pandangan semua orang terlihat tidak menyukainya.


Namun Xu Tian hanya bersikap cuek, dan terus berjalan tanpa merasa terganggu sedikit pun.


" Tuan muda, kemana kita akan pergi?" Tanya Jin Kai yang berada di sampingnya.


" Kita akan kembali ke penginapan, aku mempunyai tugas untukmu." Jawab Xu Tian tanpa mengalihkan pandangannya.


" Baik tuan muda." Ucap Jin Kai dengan semangat.


Mereka berdua pun keluar dari istana kota menuju penginapan yang sebelumnya di tempati oleh Xu Tian.


*********


Di dalam aula istana.


Terlihat semua orang masih terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing, mereka seperti sedang memahami situasi yang baru saja terjadi.


Hingga suara Jenderal Kun menyadarkan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


" Apa kalian semua sudah mendengar apa yang di katakan oleh tuan muda?" Ucap Jenderal Kun, memandang semua orang dengan penuh rasa kecewa atas sikap yang mereka tunjukkan.


Komandan Ru pun juga merasakan apa yang di rasakan oleh Jenderal Kun, bahkan dia kini lebih menghormati sosok Xu Tian di bandingkan tuan wali kota sendiri.


" Tuan Sun, apa anda sebagai seorang wali kota hanya akan diam saja? Di mana ketegasan serta tanggung jawab anda?" Jenderal Kun menatap ke arah tuan wali kota Chuan.


Namun tuan wali kota tetap diam saja, dirinya merasa bingung harus berkata apa.


" Ternyata apa yang di katakan oleh tuan muda benar, aku telah salah menilai anda." Lanjut Jenderal Kun, lalu mengeluarkan lencana Jenderal miliknya.


" Jika begitu, aku akan mengundurkan diri menjadi Jenderal kota Chuan ini." Ucap Jenderal Kun, lalu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.


Melihat apa yang di lakukan oleh Jenderal Kun, Komandan Ru pun melakukan hal yang sama.


" Tuan Sun, aku juga akan mengundurkan diri menjadi seorang Komandan." Kemudian segera berjalan mengikuti Jenderal Kun.


Melihat hal itu, membuat semua orang menjadi serba salah. " Tuan wali kota, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu tetua.


" Tuan wali kota, anda harus bersikap tegas terhadap mereka, bagaimana pun mereka telah melakukan hal yang salah, karena telah dengan berani mengabaikan tugasnya." Ucap salah satu tetua, yang tidak menyukai tindakan dari Jenderal Kun dan Komandan Ru.


" Tetua, sebaiknya kau tidak membuat suasana semakin rumit." Tetua yang lainnya mengingatkan.


" Cih... bukankah masalah yang kita hadapi memang sudah begitu rumit, bahkan sudah bertahun-tahun kita menghadapi masalah yang sama." Tetua itu mendengus dengan kesal.


" Tetua Cong, dan kalian semua hentikan perdebatan kalian! Dan segera panggil Jenderal Kun dan Komandan Ru untuk kembali ke dalam aula." Ucap Tuan wali kota, memberikan perintah.


" Baik.." Ucap salah satu tetua kepercayaan tuan wali kota, dengan segera melaksanakan perintah yang di berikan.


**********


Di luar istana.


Jenderal Kun dan Komandan Ru terus berjalan keluar, untuk meninggalkan istana kota Chuan.


" Jenderal, apa yang kita lakukan tidak berlebihan?" Tanya Komandan Ru melalui telepati, meski dirinya tidak menyukai sikap yang di tunjukan semua orang pada Xu Tian, namun dia masih memikirkan rakyat kota Chuan yang sedang mengalami kesulitan.


Di tambah lagi dengan tekanan yang di berikan oleh Sekte Elang Hitam, kepada Kota Chuan.


Jenderal Kun tersenyum dengan santai. " Komandan tidak perlu terlalu khawatir, ini semua rencana tuan muda, jadi aku hanya mengikuti apa yang tuan muda katakan." Jelas Jenderal Kun.


Komandan Ru yang berada di sampingnya pun segera menghentikan langkahnya, dirinya menatap Jenderal Kun dengan penuh tanda tanya.


" Jenderal, apa maksud anda?"


Jenderal Kun menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Komandan Ru.


" Aku akan menjelaskan secara singkat saja, karena kita akan melakukan rencana selanjutnya yang sudah di siapkan oleh tuan muda." Jenderal Kun lalu menjelaskan secara singkat kepada Komandan Ru melalui telepati.


" Jenderal, jadi...."


" Benar, aku pun awalnya merasa tidak percaya saat tuan muda mengatakan hal itu kepadaku, namun saat tuan muda menyerang tetua Pou, aku mulai memahami situasi yang terjadi. Karena ini lah aku menjadi sangat-sangat kagum dengan kecerdasan dan kejelian tuan muda Xu Tian yang dapat membaca situasi dengan sempurna." Ucap Jenderal Kun dengan semangat.


" Jenderal, jika begitu kita harus segera melaksanakan rencana selanjutnya."


" Kau benar, jangan sampai kita mengecewakan tuan muda."


Mereka berdua pun kemudian segera menuju pintu gerbang istana.


Namun saat mereka akan keluar, tiba-tiba datang tetua yang sebelumnya di berikan perintah oleh tuan wali kota untuk memanggil mereka berdua.


" Jenderal, Komandan.. Tunggu..!" Teriak Tetua itu, yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdua.


" Jenderal.." Ucap Komandan Ru dengan semangat.


" Tetap bersikap tenang, atau rencana kita akan gagal."


" Baik..."


Mereka berdua pun menghentikan langkah kakinya, lalu berbalik badan untuk melihat tetua yang sedang menuju ke arahnya.


" Tetua Mo, ada apa?" Ucap Jenderal Kun, dengan raut wajah yang di buat bingung.


Tetua Mo pun akhirnya tiba di depan mereka berdua. " Jenderal dan Komandan, kalian berdua di panggil oleh tuan wali kota untuk kembali ke aula."


" Tetua, mohon maaf, namun kami berdua tidak bisa." Ucap Komandan Ru, menolak ajakan Tetua Mo.


" Tap-.."


" Tetua Mo, jika mereka semua masih belum bisa mengubah sikap, maka kami berdua tidak akan pernah kembali lagi." Ucap Jenderal Kun dengan tegas, memotong ucapan Tetua Mo.


" Jenderal, aku mohon kepada anda, berikan kami semua kesempatan, dan kita akan membicarakan masalah ini dengan baik-baik." Ucap Tetua Mo, dengan memohon.


" Jenderal.." Ucap pelan Komandan Ru.


Jenderal Kun pun menganggukan kepala. " Jika begitu, aku akan ikut bersama tetua Mo, tapi jika tuan wali kota masih tidak bersikap tegas, maka aku akan pergi."


" Terima kasih Jenderal." Ucap Tetua Mo, lalu mereka bertiga pun segera kembali menuju Aula Istana.


**********


Di tempat lain.


Kini Xu Tian dan Jin Kai telah tiba di penginapan. Mereka berdua segera menuju kamar milik Xu Tian.


Di dalam kamar.


" Tuan muda, apa tuan muda tidak akan membantu kota Chuan?" Tanya Jin Kai dengan sedih, dia merasa begitu sedih jika kota kelahirannya harus terus mengalami masa-masa yang begitu sulit ini.


Meski Kota Chuan terlihat baik-baik saja, namun bagi mereka yang penduduk asli Kota Chuan sudah mengetahui jika kota ini dalam keadaan yang begitu sulit.


Xu Tian tersenyum, menatap ke arah Jin Kai.


" Kau tenang saja, aku sudah memiliki sebuah rencana. Jadi tidak perlu khawatir, tugasmu saat ini hanyalah menjadi lebih kuat lagi." Kemudian Xu Tian segera membuka dunia jiwa.


" Swushh...." Sebuah cahaya yang begitu terang tiba-tiba muncul di hadapan Jin Kai.


" Masuklah, kau akan berlatih di dalam dunia jiwaku. Aku akan menyusul dirimu nanti setelah diriku menyelesaikan beberapa urusan lainnya."


Jin Kai pun merasa bingung, namun dia tetap mematuhi apa yang di perintahkan oleh Xu Tian.


" Swushh...." Tubuh Jin Kai lenyap, masuk ke dalam dunia jiwa.