Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch152-Menyerang Sekte Gagak Hitam 2


" Swushh...." Hingga tidak lama kemudian, Patriak Sekte Gagak Hitam sudah berada sekitar dua ratus meter jaraknya dari tempat Qing Ling.


Patriak Sekte Gagak Hitam pun segera menghentikan gerakannya, saat melihat seribu pasukan yang mengelilingi seorang gadis cantik.


" Cih! Ternyata hanya anak kemaren sore!" Dengus Patriak Sekte Gagak Hitam.


Mendengar apa yang di katakan oleh Patriak Sekte Gagak Hitam, Feng Huang yang berada tidak jauh dari tempatnya pun melepaskan aura untuk menekannya.


" Ughh...." Patriak Sekte Gagak Hitam memuntahkan seteguk darah, saat terkena tekanan yang tiba-tiba saja muncul.


" Sangat kuat!" Membatin, dengan mencoba menahan tekanan yang terus saja mengarah padanya.


Qing Ling yang sedang fokus mengendalikan teknik kunonya pun membuka kedua matanya.


" Hancurkan!" Teriaknya memberikan perintah.


" Kiaaakkkkk....." Pekikan suara Elang dan Gagak terdengar dari atas langit.


Begitupun dengan Naga Hitam, Naga Merah, dan Naga Biru, yang semakin brutal.


Sembilan ribu Pasukan Naga yang di pimpin langsung oleh Xu Han, Xu Cang dan Xu Feng pun segera menyerbu lawan dengan masuk ke dalam Sekte Gagak Hitam.


Feng Huang yang melihat itu, hanya tersenyum tipis.


Sedangkan para anggota Sekte Gagak Hitam merasa begitu kaget, saat tiba-tiba pasukan dengan jumlah yang cukup besar muncul.


" B*jingan! Hentikan mereka!" Teriak tetua agung, lalu segera mengarahkan anggota sekte untuk menahan pasukan Naga.


" Baik.." Lalu segera menghalau serangan yang mulai menghancurkan bangunan Sekte.


Patriak Sekte Gagak Hitam sendiri merasa begitu kaget, saat melihat hal itu.


Dirinya berfikir jika sudah berhasil mengalahkan orang yang menggunakan teknik kuno, maka kemenangan akan berada di pihaknya.


Namun setelah merasakan aura yang sebelumnya menekan dirinya, kini Patriak Sekte Gagak Hitam merasa putus asa.


Di tambah lagi dengan cara mereka menyerang Sektenya yang begitu membuat dirinya merasa tidak berdaya.


Terlihat senyum indah terpancar dari wajah cantik Qing Ling, dengan mengarahkan pandangan ke arah Patriak Sekte Gagak Hitam yang mulai putus asa.


" Dengarkan aku! Hancurkan dan bunuh mereka semua! Jangan biarkan satu orang pun lolos!" Ucap Qing Ling, namun suara yang di keluarkan olehnya mampu di dengar oleh pasukan Naga.


Pasukan Naga yang sedang bertempur pun, segera meningkatkan serangan yang mereka lakukan.


Ketiga Naga, Wuya dan Jingmi pun tidak mau ketinggalan, mereka menghancurkan apa saja yang di lewatinya, bahkan mengubah murid sekte Gagak Hitam menjadi gabut darah dengan mudah.


" Apa kalian mendengarnya? Tuan Putri meminta kita untuk berpesta tanpa menahan diri, jadi jangan mengecewakannya!" Ucap Xu Han, dengan tertawa senang.


" Cih! Bocah, kalian terlalu percaya diri." Ucap Tetua agung Sekte Gagak Hitam, yang tiba-tiba berada di sampingnya.


" Saudara.. serahkan orang tua itu kepadaku!" Teriak Xu Cang, yang berada tidak jauh dari Xu Han.


" Biarkan aku saja! Kalian pilihlah lawan lainnya!" Xu Feng menimpali, dengan melesatkan pukulan ke arah Tetua Agung Sekte Gagak Hitam.


Tetua Agung Sekte Gagak Hitam yang mendengar ucapan mereka bertiga pun merasa sangat terhina, bahkan wajahnya kini sudah memerah dengan amarah yang luar biasa.


" B*jingan! Kalian yang akan aku bunuh!" Teriaknya, dengan melepaskan aura tingkat Nirwana 6.


Melihat hal itu, Xu Feng sama sekali tidak menghentikan serangannya, bahkan kini dirinya juga ikut melepaskan kekuatan sesungguhnya yang berada pada ranah Nirwana 1.


" Swushh....."


" Apa!" Ucap Tetua Agung Sekte Gagak Hitam, dengan sangat kaget.


Dirinya mengira jika lawan yang di hadapinya hanya berada pada ranah Kaisar, namun sekarang mereka semua berada pada ranah Nirwana 1.


" Pukulan Petir Penghancur! "


Kepalan tangan Xu Feng di selimuti energi petir yang bergerak dengan liar.


" Dhuaaarrrr......"


Kedua serangan saling bertabrakan, membuat keduanya terlempar mundur beberapa langkah.


" Hahaha.... menarik! Sangat menarik! Akhirnya aku mendapatkan lawan yang seimbang, meski kemenangan sudah di pastikan milikku!" Ucap Xu Feng dengan tertawa senang.


" Swushh....." Sekali lagi, Xu Feng bergerak dengan cepat menggunakan tombak yang berada di tangan kanannya, menuju tempat Tetua agung yang memiliki ekspresi begitu kaget dan tidak percaya.


Baru kali ini dirinya mendapatkan lawan yang sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai lawan yang di takutkan, meski memiliki tingkat lebih tinggi.


Bahkan saat ini dirinya merasakan kesemutan pada tangannya, setelah beradu serangan dengan Xu Feng.


" Pak tua! Jangan lengah saat dalam pertarungan, atau kematian akan segera menemui dirimu!" Ucap Xu Feng, yang tiba-tiba berada di sampingnya.


" Tombak Penghancur Gunung! "


Tetua Agung Sekte Gagak Hitam pun hanya menggunakan pertahanan seadanya, karena dirinya sempat kehilangan fokus saat pertarungan.


" Dhuaaarrrr......" Serangan Tombak Xu Feng memukul mundur Tetua Agung, hingga lima meter jaraknya.


Xu Feng segera melesat ke atas langit, dengan mengangkat kedua tangannya di udara, dirinya mulai mengayunkan tombaknya ke arah Tetua Agung Sekte Gagak Hitam.


" Tombak Petir Abadi! "


" Swushh...." Tombak di tangan Xu Feng melesat ke arah Tetua Agung Sekte Gagak Hitam, dengan energi petir berwarna hitam yang begitu menakutkan.


" Arghh.....! Kenapa jadi seperti ini!" Teriak Tetua Agung Sekte Gagak Hitam dengan sangat marah, dirinya merasa putus asa.


" Tidak ada cara lain, aku harus menggunakannya, setidaknya aku bisa menyelamatkan diriku." Ucapnya membatin, kemudian segera menggigit jari telunjuknya.


" Esensi Kehidupan Gagak Penguasa!" Dengan membuat sebuah pola aneh.


Patriak Sekte Gagak Hitam yang berada tidak jauh darinya pun merasakan jika ada sesuatu yang tidak beres telah terjadi pun segera mencoba mencari tahu.


Hingga dirinya melihat Tetua Agung, yang kini mulai memancarkan energi hitam yang begitu menyeramkan.


Wuya yang berada tidak jauh pun melihat apa yang di lakukan oleh Tetua Agung hanya mendengus dengan kesal. " Cih! Dasar manusia bodoh!"


Lalu Wuya segera melesat ke arah Tetua Agung. " Saudara Feng, serahkan dia kepadaku. saat ini dia bukan lawanmu lagi!" Teriak Wuya, yang sedang menuju ke arahnya.


" Swushh....." Wuya tiba di samping Xu Feng.


" Saudara, apa yang sebenarnya terjadi?"


" Orang tua itu sudah mengorbankan jiwanya dengan penguasa Gagak lemah yang telah kehilangan tubuhnya."


" Aku mengerti, berhati-hatilah." Ucap Xu Feng, tanpa banyak bertanya. Lalu segera pergi dari tempat yang akan menjadi arena pertempuran antara kedua Gagak.


Qing Ling sendiri, segera mengangkat kedua tangannya ke depan.


" Hujan Es - Ilusi Jiwa! " Ucap Qing Ling, hingga beberapa saat kemudian terlihat es sebesar kelereng muncul dari atas langit.


Anggota Sekte Gagak Hitam yang melihat es itu pun hanya bersikap cuek. Namun saat bola kecil itu mulai mendekati dirinya, tiba-tiba mereka merasakan tekanan yang luar biasa dari jiwanya.


Yang mereka tidak sadari, jika serangan tersebut memang terfokuskan dengan jiwa seseorang.


Saat mereka melihat pantulan diri mereka sendiri dari es yang hanya sebesar kelereng, maka jiwa mereka sebuah terkena ilusi.


" Tombak Es Abadi! "


" Swushh......" Sebuah energi es berbentuk tombak muncul mengelilingi tubuh Qing Ling.


Melihat hal itu semua, Patriak Sekte Gagak Hitam pun tidak mau ketinggalan.


" Jiwa Gagak Hitam! "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...