
Di Dalam Kota.
Di sudut kota terlihat seorang pemuda yang sedang berjalan dengan melihat-lihat tempat di sekitarnya.
Dengan langkah tenang Xu Tian terus berjalan menyelusuri jalan kota untuk mencari sebuah penginapan.
Hingga beberapa menit kemudian Xu Tian melihat sebuah penginapan sederhana berjarak sekitar dua ratus meter tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dengan santai dirinya segera masuk ke dalam penginapan sederhana itu.
Beberapa pelayan yang berjaga segera menyambut kedatangannya.
" Tuan," Ucap pelayan menyambut kedatangan Xu Tian dengan hormat.
" Nona," Ucap Xu Tian kemudian segera menjelaskan tujuannya yang ingin memesan kamar untuk beristirahat selama beberapa hari kedepan.
Setelah melakukan pembayaran, Xu Tian pun segera di arahkan ke lantai dua di mana kamar yang di pesannya berada.
Saat sedang berjalan melewati restoran yang berada di dalam penginapan, Xu Tian sedikit merasa tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian dari beberapa kelompok yang berada di meja.
" Tempat ini benar-benar sangat ramai." Ucap pelan Xu Tian, sambil melangkahkan kakinya, mengikuti pelayan yang berjalan di depannya.
" Tuan muda, kota Dong memang selalu ramai dengan para pengunjung maupun kultivator yang sengaja datang untuk mencari senjata yang di jual di kota ini. Namun kota Dong saat ini tiga kali lipat lebih ramai di bandingkan sebelumnya, karena akan ada makam kuno yang terbuka." Jelas pelayan menjelaskan, saat mendengar ucapan Xu Tian.
" Aku mengerti."
Pelayan pun menganggukan kepala tersenyum tipis menatap Xu Tian.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka akhirnya tiba di depan ruangan yang di pesan Xu Tian.
" Tuan muda silahkan, jika butuh sesuatu tuan muda dapat memanggil saya." Ucap pelayan.
" Baik.. Terima kasih." Ucap Xu Tian dengan ramah, kemudian segera masuk ke dalam.
**********
Di dalam kamar.
Xu Tian segera mengeluarkan Shang Hai dari dunia jiwa.
" Swusshh...." Shang Hai muncul di dalam ruangan itu.
" Tuan muda.." Ucap Shang Hai dengan hormat.
" Shang Hai, aku ingin beristirahat. Aku minta kau untuk mencari informasi mengenai makam kuno yang akan terbuka."
" Baik tuan muda." Ucap Shang Hai, kemudian segera pergi dari ruangan tersebut.
Setelah kepergian Shang Hai, Xu Tian kemudian segera masuk ke dalam dunia jiwa.
***********
Dunia Jiwa.
" Swusshh..." Xu Tian muncul di istana naga.
" Sebaiknya aku segera memberikan kabar kepada Feng Huang agar mereka segera bersiap untuk menuju Benua Utara." Batinnya, kemudian segera mengeluarkan batu komunikasi.
Setelah memberikan perintah dan menjelaskan tentang rencana yang sebelumnya telah di siapkan, Xu Tian segera masuk ke dalam Istana Naga untuk beristirahat.
" Sudah lama aku tidak tidur." Ucap Xu Tian yang kemudian merebahkan badannya di tempat tidur.
*********
Benua Timur.
Feng Huang yang sedang bersama Qing Ling pun segera memeriksa batu komunikasi yang bergetar di dalam cincin penyimpanannya.
" Tuan muda." Batinnya, lalu segera mendengarkan pesan yang di berikan oleh Xu Tian.
Qing Ling yang bersamanya pun menatap Feng Huang penuh tanda tanya.
Hingga tidak lama kemudian, Feng Huang selesai mendengarkan pesan yang di sampaikan melalui batu komunikasi.
" Tuan muda meminta untuk segera mempersiapkan pasukan yang akan kita kirim ke Benua Utara secepatnya." Feng Huang menjelaskan.
" Apa telah terjadi sesuatu?" Qing Ling dengan khawatir.
" Tidak putri, tuan muda baik-baik saja. Mungkin saja tuan muda tidak ingin menunda waktu lagi, namun..." Feng Huang menghentikan ucapannya, dirinya ragu untuk melanjutkan penjelasannya mengenai Klan Yan.
" Namun apa?"
" Emm..tuan muda meminta pasukan kita untuk pergi ke kota Yan." Kemudian Feng Huang menjelaskan semuanya kepada Qing Ling.
" Jadi..." Qing Ling dengan kaget.
" Benar putri, sepertinya kita memang harus segera bergerak sebelum semuanya terlambat." Feng Huang dengan serius.
" Jika begitu segera perintahkan semua Jenderal dan Komandan untuk berkumpul di aula sekarang juga!." Ucap Qing Ling memberikan perintah.
" Baik Putri."
Qing Ling pun segera menuju aula, sedangkan Feng Huang menemui para Jenderal dan Komandan.
Setibanya di aula, Qing Ling segera menempati tempat yang seharusnya di tempati Xu Tian. Karena saat ini Qing Ling adalah pemimpin atau bisa di katakan wakil pemimpin, maka sudah seharusnya dirinya menggantikan Xu Tian di saat kekasihnya itu tidak ada di tempat.
Feng Huang yang sedang menuju tempat yang biasa di gunakan para Jenderal dan Komandan bersantai pun akhirnya tiba, terlihat sebuah ruangan terbuka dengan desain khusus untuk bersantai.
" Jenderal Huang..." Ucap mereka semua saat melihat kedatangan Feng Huang.
Feng Huang menganggukan kepala, kemudian segera menjelaskan semuanya.
" Jika begitu, maka kita segera menuju aula." Ucap Long Hei, yang di angguki oleh yang lainnya.
Feng Huang menatap ke arah Lin Hao yang juga sedang berada di Istana Xufelong yang kini telah berpindah tempat tidak jauh dari ibu kota kekaisaran.
" Lin Hao!"
" Iya Jenderal."
" Ikutlah dengan kami, karena saat ini kau sudah menjadi bagian dari kami semua."
" Tap-..."
" Kau tidak perlu khawatir, ini semua perintah dari tuan putri." Ucap Feng Huang.
" Baik...."
Kemudian mereka semua segera menuju Aula untuk melakukan pertemuan, pertemuan ini akan membahas tentang siapa saja yang akan di tugaskan dalam misi menuju Benua Utara.
Hingga tidak lama kemudian, mereka semua akhirnya tiba di Aula.
" Salam tuan putri.." Ucap mereka semua memberikan hormat kepada Qing Ling.
" Duduklah.." Ucap Qing Ling dengan tegas, kini aura yang di pancarkan pun tidak jauh berbeda dengan aura kepemimpinan Xu Tian.
Setelah melakukan pelatihan secara keras, kini karakter Qing Ling semakin terbentuk menjadi sosok gadis yang berbeda dari sebelumnya.
Jika Qing Ling yang dulu hanya lah gadis yang lemah dan pemalu, kini sudah berbeda sangat jauh, bahkan peningkatan yang di tunjukan oleh Qing Ling tidak kalah dengan peningkatan Xu Tian.
Semua orang pun segera menempati tempat mereka masing-masing.
Qing Ling berdiri dari duduknya, matanya yang tenang menatap semua orang yang ada di hadapannya.
" Terima kasih karena kalian semua sudah menyempatkan waktu kalian untuk hadir dalam pertemuan yang di lakukan secara mendadak ini. Alasan diriku memanggil kalian semua mungkin sudah di jelaskan oleh Feng Huang, hanya saja untuk misi ini belum di tentukan siapa saja yang akan pergi menuju Benua Utara. Maka dari itu aku mengumpulkan kalian semua untuk memilih siapa saja yang akan menjalankan tugas dan rencana yang sebelumnya sudah kita bicarakan saat Pemimpin Xu Tian masih ada di Benua Timur."
Semua orang dengan fokus mendengarkan perkataan Qing Ling, mereka semua bahkan merasa jika yang sedang berbicara di hadapan mereka bukanlah Qing Ling.
" Tuan putri memang wanita yang paling tepat untuk tuan muda." Ucap Long Hei kepada Feng Huang melalui telepati.
" Kau benar, bahkan kini aku sangat menantikan saat-saat sepasang kekasih ini membuat semua alam begitu ketakutan saat mendengar namanya."
" Hanya tinggal menunggu waktu hingga saat itu tiba." Ucap Long Hei, yang kemudian di angguki oleh Feng Huang.