
" Swusshh...." Xu Tian dan Feng Louzhi akhirnya tiba di gua yang kini terlihat sangat kacau dan berantakan.
Gua ini benar-benar telah berubah menjadi reruntuhan. Namun, pandangan Xu Tian terfokuskan ke arah reruntuhan batu-batu besar yang terlihat paling tinggi di bandingkan dengan yang lainnya.
Dengan tenang Xu Tian melangkah menuju reruntuhan tersebut.
" Tuan muda, ada apa?" Tanya Feng Louzhi dengan penasaran.
Xu Tian menatap ke arah Feng Louzhi, lalu menunjuk ke arah reruntuhan yang sedari tadi menarik perhatian nya.
" Reruntuhan yang ada di sana membuatku penasaran, aku seperti merasakan sebuah jalur yang mengarah pada suatu tempat." Jelas Xu Tian yang telah mengetahui adanya formasi.
Sebelumnya dia memang tidak dapat merasakan, hal itu terjadi karena aura yang di lepaskan oleh Jenderal besar iblis bersama dengan keempat komandannya.
Di tambah lagi saat baru saja tiba Xu Tian dan Feng Louzhi langsung di sambut serangan ke arahnya. Jadi fokus Xu Tian teralihkan terhadap lawan.
Xu Tian dengan tenang membuat segel tangan dengan kecepatan angin.
" Swusshh....." Cahaya keemasan muncul di kehampaan bersamaan dengan tulisan kuno yang membelah diri menjadi butiran kecil melesat ke arah reruntuhan.
" Swusshh....."
" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi menggetarkan tempat itu, hingga beberapa saat kemudian matrial yang menutupi formasi hancur menjadi debu bersamaan dengan terlihatnya sebuah pintu kayu yang sangat kokoh.
" Tuan muda, ini..." Feng Louzhi dengan kaget.
" Ada apa?" Tanya Xu Tian dengan tersenyum tenang.
" Pintu kayu yang terbuat dari pohon body. Yang aku dengar kayu ini memiliki ketahanan yang sangat kuat dan kokoh. Pantas saja tidak ada goresan sedikitpun di pintu tersebut."
" Benar. Mungkin yang aku rasakan sebelumnya berasal dari energi yang terkandung di dalam kayu body ini." Ucap Xu Tian yang kemudian mendekati pintu tersebut.
Dengan perlahan Xu Tian membuka pintu tersebut.
Terlihat saat pintu sudah terbuka memperlihatkan sebuah lorong yang sangat gelap di penuhi aura penindasan.
Feng Louzhi menatap ke arah Xu Tian yang juga menatap ke arahnya. Xu Tian menganggukkan kepala, lalu berjalan mendahului Feng Louzhi yang ikut di belakangnya.
Saat Xu Tian dan Feng Louzhi baru saja masuk, mereka merasa seperti menembus suatu penghalang. Hingga mereka berdua kemudian di buat sangat terkejut melihat apa yang ada di depannya.
Terlihat banyak nya wanita maupun pria muda yang berada di dalam penjara, hingga pandangan Xu Tian tertuju pada segel yang menutupi sebuah batu di dinding.
" Apa ini alasan pihak kota dan klan yang ada di Benua Selatan tidak banyak melakukan pergerakan? Bahkan mereka sangat sulit di ajak berkerja sama oleh Feng Louzhi dan pasukan Istana Xufelong." Batin Xu Tian dengan memperhatikan tempat di sekitarnya.
Xu Tian mencoba memahami tempat di sekitarnya, dia merasa bingung dengan para tahanan yang hanya diam dan tidak menunjukkan reaksi saat kedatangan dirinya.
" Sepertinya mereka telah banyak kehilangan aura kehidupan. Di lihat dari aura milik mereka yang sangat lemah, bersamaan dengan kehidupan yang semakin menipis membuat organ-organ tubuh menjadi lemah dan lambat berfungsi,"
" Apa yang sebenarnya menjadi tujuan mereka, dengan mengumpulkan banyak wanita maupun pira muda seperti ini." Batin Xu Tian dengan terus memperhatikan tempat yang ada di sekitarnya.
Feng Louzhi sendiri sedang berjalan memeriksa tahanan yang hanya diam dengan pandangan kosong.
Xu Tian sangat yakin jika hanya menjadikan mereka sandera, itu tidak akan mungkin.
Menurut Xu Tian tidak ada gunanya menahan mereka di tempat yang sangat rahasia seperti ini jika tidak ada kepentingan maupun tujuan tertentu.
Xu Tian sesekali akan menggerakkan tangannya membuka penjara.
" Feng Louzhi, aku akan mencoba membuka segel yang ada di batu, kau urus mereka di sini." Ucap Xu Tian dengan melemparkan pil yang mampu menambahkan aura kehidupan meski pil tersebut hanya akan mengembalikan lima puluh persen.
Dengan tenang Xu Tian menggerakkan tangannya ke arah segel.
" Swusshh...." Cahaya yang membentuk bintang-bintang kecil mulai menyatu dengan segel tersebut.
Seperti air yang mengalir, cahaya yang di lepaskan Xu Tian bergerak menyelimuti energi formasi yang di jadikan segel.
" Krakk...." Segel yang ada pada batu tersebut hancur bersamaan dengan cahaya putih yang memancarkan aura ketenangan.
" Hais... hampir saja aku terkena serangan jiwa." Batin Xu Tian bernafas dengan lega.
Andai saja pengetahuan tentang formasi Xu Tian kurang, mungkin saat ini dia telah terkena serangan jiwa akibat timbal balik segel yang terpasang.
Xu Tian segera menghancurkan batu tersebut, hingga terlihat kembali sebuah tangga yang mengarah ke bawah tanah.
Feng Louzhi yang sedang membantu para tahanan, menatap ke arah Xu Tian.
" Tuan muda, hati-hati.." Ucap nya yang mendapatkan anggukan kepala dari Xu Tian.
Dengan tenang Xu Tian mulai menuruni anak tangga.
Xu Tian menuruni anak tangga dengan perlahan, pandangan matanya menatap dinding yang berada di samping kanan dan kirinya dengan waspada.
Setelah menuruni anak tangga tanpa halangan, Xu Tian akhirnya tiba di ruangan yang berukuran cukup luas berada di bawah tanah.
Xu Tian menyapu tempat di sekitarnya dengan seksama. Hingga pandangan Xu Tian tertuju ke sudut ruangan tersebut.
" Siapa dia?" Xu Tian membatin, saat ini dia merasakan aura kehidupan yang semakin menipis.
Xu Tian yakin pria dewasa yang ada di hadapannya itu hanya tinggal menunggu waktu tidak lama lagi tewas.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama di tempat itu, Xu Tian segera berjalan menghampiri pria dewasa yang sedang bersandar di dinding dengan tubuh terikat.
" Krak...." Xu Tian dengan mengibaskan tangannya menghancurkan ikatan tersebut.
" Senior." Panggil Xu Tian saat telah tiba di dekatnya.
Pria dewasa yang sedang menutup matanya, secara perlahan membuka kedua matanya dengan menatap ke arah Xu Tian.
" Nak, siapa dirimu? Mengapa kau bisa berada di tempat ini?" Tanya Pria dewasa itu dengan lemah.
" Senior tidak perlu khawatir, kedatangan ku ke tempat ini ingin membawa senior keluar dari sini." Ucap Lin Chen dengan tersenyum.
Pria dewasa itu menggelengkan kepalanya dengan lemah.
" Nak, itu sangat mustahil. Meski aku bisa bebas dari tempat ini, tetapi tidak saat berada di luar sana. Mereka semua telah menganggapku mati, di tambah lagi dengan aura kehidupan ku yang hanya menghitung waktu saja hingga saat itu tiba."
Xu Tian terdiam, dia menatap pria dewasa di hadapannya dengan perihatin.
Meski Xu Tian tidak mengetahui masa lalu pria dewasa yang ada di hadapannya, namun dia dapat merasakan kesedihan yang begitu mendalam.
Xu Tian terdiam membiarkan pria dewasa di hadapannya untuk tenang terlebih dulu sebelum dia menanyakan identitas nya.
Hingga beberapa menit berlalu, terlihat pria dewasa itu kini sudah terlihat lebih tenang.
Xu Tian tersenyum menatap ke arahnya. " Senior.. jika aku boleh tau, siapa senior?"