
Semua orang langsung melihat ke arah mereka berdua dengan ekspresi bingung.
" Haiss.. kalian ini, apa yang kalian bicarakan?" Ucap Lin Zuan melihat ke arah mereka berdua dengan menyipitkan matanya karena yang satu terlihat dengan ekspresi kaget sedangkan yang satunya dengan bahagia nya menertawakan.
" Emm..itu.." Lin Dong bingung ingin menjelaskan dari mana karena dia pun masih belum mempercayai sepenuhnya dengan apa yang di bicarakan oleh Xu Feng sebelumnya.
Melihat Lin Dong masih terlihat kaget dan bingung, akhirnya Xie Mayleen mengajak mereka semua untuk kembali duduk terlebih dahulu.
Setelah semuanya duduk akhirnya Lin Dong menceritakan apa yang di dengarnya dari Xu Feng sehingga membuatnya kaget.
Sedangkan Xu Tian hanya menggelengkan kepalanya setelah mendengar hal tersebut, berbeda dengan yang lainnya yang merasa kaget seperti Lin Dong namun mereka masih mampu mengendalikan diri mereka dan mencoba untuk tetap tenang.
" Nak, apakah benar?" Tanya Lin Zuan melihat ke arah Xu Tian mencoba memastikan.
Xu Tian jadi serba salah karena semua orang kini menatap ke arahnya.
" Emm... Apa yang kalian dengar memang benar." Jawab Xu Tian kemudian menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan rasa tidak nyamannya karena seakan dia sedang di interogasi.
" Hahahaha... Aku tidak menyangka mempunyai seorang cucu yang begitu luar biasa." Tawa Lin Zuan begitu bahagia yang di ikuti lainya dengan tersenyum melihat ke arah Xu Tian.
" Lalu berada di ranah apa kamu sekarang?" Tanya Lin Dong kepada Xu Tian.
" Emm... Raja tingkat 4."
" Haiss... anakku yang pertama bahkan kalah dengan ranah Kultivasimu." Desah Lin Dong hanya dapat menggelengkan kepalanya.
" Kakek, Nenek, Paman dan semuanya tidak perlu khawatir karena aku juga akan membantu kalian dalam kultivasi kalian, agar kalian semua menjadi lebih kuat lagi." Xu Tian kemudian mengeluarkan beberapa cincin penyimpan lalu menyerahkan kepada mereka semua.
Mereka semua lalu menerima cincin tersebut kemudian mencoba memeriksa nya,
" Nak.. apakah ini benar yang aku lihat?" Tanya Lin Zuan saat melihat isi di dalam cincin dengan ekspresi kaget.
" Tentu saja, di dalam cincin tersebut juga terdapat pil penyembuhan yang bernama pil cedera emas, pil tingkat illahi, kristal langit dan juga kristal Jiwa." Lalu Xu Tian menjelaskan manfaat serta bentuk dari semua sumber daya tersebut agar mereka tahu kegunaannya.
" Nak terimakasih.." Ucap mereka semua karena mendapatkan sumber daya tingkat tinggi.
" Saudara terimakasih, akhirnya aku bisa naik tingkat." Ucap Lin Hao dan juga Lin Zhang dengan bahagia.
Mereka semua begitu bahagia dan bersemangat karena akan segera naik tingkat dan membuat kerajaan Lin semakin kuat lagi.
" Masih ada yang ingin aku tanyakan kepada kalian." Ucap Xu Tian melihat ke arah mereka.
" Apa itu nak?" Tanya Xie Mayleen yang penasaran begitupun yang lainnya.
" Aku ingin menanyakan senjata yang kalian gunakan?"
Kemudian mereka memberitahukan senjata yang mereka gunakan kepada Xu Tian, kemudian Xu Tian memberikan mereka senjata tingkat Kaisar kepada Lin Zuan, Xie Mayleen, Lin Dong dan juga Shen Xiayu istri dari Lin Dong.
Bukan hanya senjata tetapi juga sebuah teknik tingkat kaisar kepada mereka. Sedangkan untuk Lin Hao dan Lin Zhang senjata tingkat raja dan teknik tingkat raja.
" Nak terimakasih banyak atas semua yang kamu berikan kepada kami." Ucap Lin Zuan dengan senyum hangat ke arah Xu Tian.
" Paman di dalam cincin ini terdapat pil tingkat perak dan tingkat emas, paman dapat memberikan kepada para jendral, komandan dan prajurit kerajaan Lin agar mereka juga dapat menjadi kuat. Karena kita akan membutuhkan bantuan mereka saat kita menyerang Kerajaan Mo." Ucap Xu Tian menyerahkan sebuah cincin penyimpanan kembali.
" Nak apakah kau yakin ingin menyerang kerajaan Mo?" Lin Dong mencoba memastikan kembali.
" Tentu saja yakin karena Mereka semua telah mengusik keluargaku, anggap saja ini sebagai peringatan untuk klan Tang agar mereka tidak menganggap remeh kita semua." Dengan tegas dan penuh percaya diri, terlihat juga api kemarahan di matanya.
" Saudara lalu bagaimana dengan tujuan kita?" Tanya Xu Feng saat mengetahui bahwa Xu Tian akan menyerang kerajaan Mo.
" Saudara tenang saja kita akan tetap melakukan tujuan awal kita, karena aku akan menyerang mereka setelah kita menyelesaikan tujuan kita sebelumnya." Karena Xu Tian berfikir agar keluarga Lin nya meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu sebelum mereka menyerang kerajaan Mo.
" Emm... Saudara kalo boleh tahu apa tujuan kalian sebenarnya datang ke kerajaan Lin?" Tanya Lin Zhang yang penasaran.
" Kami semua berniat memasuki reruntuhan kuno yang akan terbuka di sekita sini."
" Saudara jika itu tujuan kalian apakah aku boleh ikut, karena aku juga ingin memasukinya." Lin Zhang begitu bersemangat karena awalnya dia dan Lin Hao juga akan datang menuju reruntuhan kuno dan memasukinya.
" Emm.. lalu bagaiman jika kita semua pergi sedangkan di istana tidak ada orang karena yang lainnya harus melakukan kultivasi tertutup.?" Tanya Xu Ying kepada yang lainnya.
" Emm... Saudari Ying benar." Ucap Xu Feng membenarkan apa yang di katakan saudarinya tersebut.
" Tidak papa biar aku yang akan menjaganya." Ucap Shen Xiayu kepada yang lainnya.
" Emm.. jika begitu aku akan menemani Bibi di sini." Ucap Xu Meng memutuskan untuk tetap tinggal di istana membantu Shen Xiayu.
" Aku juga akan tetap tinggal di istana kalo begitu." Xu Ying menimpali ucapan Xu Meng.
" Kalian memang pengertian." Ucap Xu Lou dengan penuh senyum.
Akhirnya setelah Xu Meng dan Xu Ying memutuskan untuk tetap tinggal di istana maka Xu Tian dan lainnya akan pergi ke reruntuhan kuno.
Sedangkan untuk kakek,nenek dan pamannya akan melakukan latihan tertutup mereka.
" Huft.. baru saja aku bertemu dengan cucuku, kini aku harus meninggalkan nya lagi." Ucap Xie Mayleen yang tidak rela jika harus melakukan latihan tertutup.
" Nenek tenang saja kita masih mempunyai banyak waktu di kerajaan Lin." Melihat ke arah neneknya dengan tersenyum agar sang nenek bersemangat dalam melakukan latihan nya.
" Baiklah demi cucuku aku akan berlatih dengan cepat agar bisa menikmati masa-masa damai dan bisa bebas pergi mengunjungi putriku." Xie Mayleen langsung bersemangat setelah mengingat Keluarga putrinya yang sangat dia rindukan.
Akhirnya mereka bertiga pergi menuju ruangan khusus mereka masing-masing untuk segera berkultivasi.
" Saudara apakah kau sudah mengetahui di mana reruntuhan tersebut." Tanya Xu Feng kepada Lin Zhang.
" Saudara tenang saja aku dan kakakku sudah mengetahuinya dan kita akan berangkat dua hari sebelum reruntuhan tersebut terbuka, karena masih banyak waktu bagaimana jika kita minum terlebih dahulu." Lin Zhang bersemangat karena banyak saudaranya di sini jadi dia tidak kesepian lagi.
" Hahahaha... Itu memang yang aku inginkan.."
Kemudian mereka semua pergi ke kota untuk minum, sedangkan di istana hanya ada Xu Ying, Xu Meng, Xu Tian dan juga Lin Hao.