
Namun baru saja mereka berniat untuk pergi, tiba-tiba Xu Tian bergerak ke arah mereka dengan membawa tombak di tangannya.
" Langkah Dewa Naga! " Tubuh Xu Tian lenyap seperti menyatu dengan angin, hingga tiba-tiba Xu Tian muncul di samping kelimanya.
" Tombak Naga Penguasa! " Tombak di tangan Xu Tian melesat ke atas, lalu berputar dengan gerakan seperti gangsing.
Swushh.....
Tidak lama kemudian tiba-tiba tombak tersebut melesat dengan kecepatan cahaya bergerak ke arah kelimanya.
" Dhuaaarrrr...."
" Dhuaarrr....."
Kelimanya terpental dengan luka sangat parah, Xu Tian segera melesat menuju di mana kelimanya berada.
Dengan tangan yang di angkat ke atas, tombak yang sebelumnya berada di udara segera menuju ke arah genggaman tangan Xu Tian.
" Tombak Penghancur Petir! " Sebuah suara gemuruh petir di sertai kilatan berwarna hitam keemasan muncul menyelimuti tombak, lalu Xu Tian segera mengarahkan menuju kelimanya.
" Dhuaaarrrr....."
Serangan yang begitu dahsyat, mengubah kelimanya menjadi kabut darah.
Di tempat lain, semua orang menatap dengan perasaan yang campur aduk, antara kagum, takjub, dan yang paling penting mereka merasa beruntung karena bukan mereka yang terkena serangan tersebut.
" Untung saja cincin penyimpanan milik mereka tidak hancur." Batin Xu Tian, karena dirinya memerlukan cincin penyimpanan kelimanya, karena yang pasti terdapat banyak barang berharga, dan yang paling penting adalah identitas yang mereka miliki.
Setelah mengambil cincin penyimpanan kelimanya, kemudian Xu Tian segera berjalan ke arah Long Hei dan lainnya yang masih terdiam.
" Tuan muda." Long Hei segera mendekati Xu Tian.
"Tenanglah, aku baik-baik saja."
Long Hei begitu khawatir dengan keadaan Xu Tian, karena sebelumnya Xu Tian menggunakan teknik tersebut kemudian pingsan selama beberapa hari.
Yang tidak di ketahui oleh Long Hei, bahwa saat ini kemampuan Xu Tian telah meningkat pesat dari sebelumnya.
Xu Tian kemudian segera mengalihkan perhatiannya ke arah tetua yang kini sedang berbicara dengan Ming Xiyue.
Ming Xiyue sendiri kemudian memperkenalkan tetua tersebut kepada Xu Tian.
" Tuan muda, perkenalkan, dia adalah tetua Klan Ming, tetua Ming Zhu." Ucap Ming Xiyue kepada Xu Tian.
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu memperkenalkan diri serta menanyakan tentang keadaan tetua Ming Zhu saat ini.
" Tuan muda, terima kasih banyak, karena anda telah membantu diriku dan anggota Klan Ming lainnya." Ucap Tetua Ming Zhu dengan hormat, karena dirinya telah mengetahui sedikit tentang Xu Tian dari Ming Xiyue.
" Tetua tidak perlu sungkan."
Tetua Ming Zhu pun merasa begitu senang dengan sikap Xu Tian yang ramah, dirinya pun begitu kagum dengan kekuatan yang di tunjukan oleh Xu Tian sebelumnya.
" Tetua, bisakah tetua membawaku berkunjung menuju Klan Ming?" Tanya Xu Tian menatap Tetua Ming Zhu.
" Tentu saja tuan muda." Ucap Tetua Ming Zhu dengan senang, sebelumnya tetua Ming Zhu pun ingin mengajak Xu Tian menuju Klan Ming, namun kini Xu Tian sendiri yang memintanya.
Setelah memastikan jika keadaan semua orang kini sudah membaik, kemudian mereka semua segera masuk lebih dalam menuju hutan kematian.
Saat menuju Klan Ming, Xu Tian menanyakan beberapa hal kepada Tetua Ming Zhu.
" Tetua, apa hubungan kalian dengan hutan kematian? Karena aku merasa jika kalian seperti bukan orang asing di tempat ini, bahkan hewan buas yang sebelumnya pun ikut bertempur dengan kalian?" Tanya Xu Tian, dirinya merasa begitu penasaran.
" Tuan muda benar, kami memang memiliki hubungan baik dengan hutan kematian. Itu semua karena leluhur Klan Ming yang telah membantu para hewan buas saat mereka di serang oleh para kultivator yang memiliki niat buruk." Kemudian Tetua Ming Zhu menjelaskan tentang bagaimana kejadiannya.
Xu Tian pun sekarang paham, mengapa Klan Ming dapat bertahan di hutan kematian yang di kenal oleh orang-orang Benua Tengah sebagai tempat terlarang.
" Tetua, dari yang tetua katakan sebelumnya jika terdapat sosok yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi menempati hutan kematian, mengapa sosok tersebut tidak membantu kalian saat Klan Tang menyerang?"
" Meski leluhur kami memiliki hubungan baik dengan hutan kematian, tetapi tidak semua makhluk yang ada di hutan kematian ini berada di pihak kami. Salah satunya adalah sosok tersebut yang hanya berdiam diri di suatu tempat, dan akan keluar jika dirinya merasa terganggu."
Xu Tian menganggukkan kepala tanda mengerti, dirinya kini menjadi penasaran dengan sosok yang di maksud oleh Tetua Ming Zhu.
Mereka semua terus bergerak, hingga tidak lama kemudian mereka dapat melihat sebuah bangunan yang lumayan besar berada di tengah-tengah hutan.
" Tuan muda, itu adalah kediaman Klan Ming." Ucap Tetua Ming Zhu.
" Baik."
Setelah berjarak sekitar beberapa meter dari gerbang Klan, mereka semua segera turun.
" Tetua Zhu." Ucap hormat anggota Klan Ming yang menjaga gerbang.
" Buka gerbangnya, kita kedatangan tamu penting." Ucap Tetua Ming Zhu memberikan perintah.
Setelah masuk ke dalam kediaman Klan Ming, kemudian Tetua Ming Zhu meminta anggota yang sebelumnya ikut bersamanya untuk mengantarkan Xu Tian dan rombongan menuju Aula klan. Sedangkan dirinya akan memanggil para petinggi Klan Ming.
********
Saat ini Tetua Ming Zhu sedang menuju kediaman Patriak Klan Ming, di perjalanan dirinya bertemu dengan tetua yang lainnya yang sedang bersantai.
" Tetua Zhu, akhirnya anda kembali." Ucap salah satu Tetua Klan Ming.
" Tetua Chun, apakah Patriak ada di kediamannya?"
" Oh, apa tetua ingin menemui Patriak?"
" Benar, karena kita telah kedatangan tamu dan aku juga membawa kabar gembira." Ucap Tetua Ming Zhu dengan semangat.
" Jika begitu, kita segera menuju kediaman Patriak, karena aku sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar gembira tersebut." Ucap Tetua Ming Lounge yang juga berada di tempat tersebut.
Tetua Ming Zhu kemudian menganggukan kepala, mereka bertiga pun kemudian segera menuju kediaman Patriak Klan Ming.
" Salam Tetua." Ucap beberapa anggota yang menjaga kediaman Patriak.
" Kami ingin menemui Patriak." Ucap Tetua Ming Zhu.
" Silahkan tetua, karena Patriak sudah menunggu tetua Ming Zhu." Ucap Anggota Klan Ming memberitahu bahwa Patriak selama beberapa hari ini begitu mengkhawatirkan Tetua Ming Zhu dan anggota Klan yang lain karena tidak kunjung kembali.
" Jika begitu, aku akan segera menemuinya." Kemudian Tetua Ming Zhu, Tetua Ming Chun, dan Tetua Lounge segera masuk kedalam.
Di dalam ruangan, terlihat sepasang suami istri yang sedang duduk menikmati teh yang ada di atas meja.
Hingga tidak lama kemudian, ketiga Tetua Klan Ming datang menghampiri sepasang suami istri tersebut. Lalu ketiganya memberikan hormat kepada keduanya.
" Tetua Zhu, akhirnya anda kembali. Aku begitu takut jika terjadi sesuatu kepada kalian." Ucap Patriak Ming Li Fang. Yang tidak lain adalah ayah dari Ming Xiyue.
" Maafkan saya Patriak, namun apa yang di katakan oleh Patriak benar, saat kami ingin kembali ke Klan tiba-tiba kami di serang oleh para B*jingan Tang!" Ucap Tetua Ming Zhu dengan penuh kebencian.
Sedangkan yang lainnya pun merasakan apa yang di rasakan Tetua Ming Zhu, mereka juga begitu membenci para pengikut Klan Tang.
" Tetua Zhu, jelaskan kepada kami apa yang terjadi?"
Lalu Tetua Zhu segera menjelaskan tentang kejadian yang dia alami sebelumnya, hingga saat keadaan terpojok tiba-tiba datang sekelompok orang yang membantunya.
" Patriak, jika anda mengetahui salah satu di antara mereka, mungkin Patriak akan merasa begitu bahagia, begitupun Nyonya Xi Qia."
" Benarkah, memang siapa yang tetua maksud?" Tanya Patriak Ming Li Fang dengan penasaran.
" Putri Ming Xiyue.."
" Apa...." Ucap semua orang dengan kaget.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tidak terasa kini sudah sampai 100 Chapter. Sebuah pencapaian yang luar biasa karena Author mampu hingga ke tahap ini. Semoga saja karya pertama Author ini bisa sampai tamat.
Terima Kasih buat kalian yang selalu Support karya author yang receh ini. Doakan Author agar selalu semangat buat terus Up chapter selanjutnya.
See You..... ♥️♥️♥️