Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch43- Latih Tanding


Karena semua orang sudah memiliki kegiatan mereka sendiri-sendiri, Lin Hao bingung apa yang akan dia lakukan.


" Saudara bagaiman jika kita berlatih tanding." Ucap Lin Hao melihat ke arah Xu Tian.


" Emm... Itu adalah ide yang bagus, Saudari sebaiknya kalian berdua melakukan latihan sebelum aku dan lainnya pergi agar kemampuan kalian semakin meningkat." Ucap Xu Tian kepada kedua saudarinya tersebut.


" Emm... Baik saudara Tian kami akan segera berlatih. " Ucap keduanya lalu langsung di antarkan oleh Shen Xiayu ke ruangan yang sudah di siapkan pelayan.


Mereka berdua akhirnya segera keluar menuju tempat latihan para prajurit, karena di sana lah terdapat arena petarungan yang biasa di gunakan para prajurit kerajaan untuk berlatih tanding.


Sesampainya di sana mereka berdua menjadi perhatian para prajurit yang sedang berlatih.


Mereka berdua berjalan menaiki arena pertarungan lalu berdiri saling berhadapan berjarak sekitar 10 meter.


 " Saudara mohon bimbingannya." Ucap Lin Hao memberi hormat.


" Saudara jangan terlalu sungkan" Xu Tian membalas hormat Lin Hao.


Terlihat para prajurit kemudian mulai berkumpul untuk melihat pertarungan mereka berdua.


" Kau lihat pangeran akan melawan seorang pemuda, aku yakin pangeran akan memenangkan pertarungan ini." Prajurit 1 memberikan pendapatnya.


" Itu belum tentu karena kita tidak mengetahui kemampuan pemuda tersebut." Prajurit 2 menimpali ucapan rekannya.


" Haiss.. kalian tidak tahu bahwa pemuda tersebut adalah anak dari tuan putri kita." Ucap prajurit yang sebelumnya mengetahui kedatangan Xu Tian.


" Maksudmu putri Lin Hua?" Tanya prajurit 1


" Benar pemuda tersebut adalah anak putri Lin Hua." Prajurit tersebut membenarkan ucapan prajurit tersebut.


Akhirnya para prajurit kini mengetahui siapa pemuda yang sedang berada di atas arena bersama pangeran Lin Hao tersebut.


Kembali ke arena pertarungan kini Xu Tian dan Lin Hao sudah memulai mempersiapkan diri mereka.


Lin Hao bergerak maju menggunakan tombak di tangan nya menyerang ke arah Xu Tian dengan gerakan cepat.


Melihat serangan menuju ke arahnya Xu Tian kemudian bergerak menggunakan langkah anginnya untuk menghindari serangan tersebut kemudian melesatkan sebuah tendangan ke arah perut Lin Hao yang di tahan menggunakan tombak.


" Tombak Pembelah Angin!." Lin Hao bergerak mengeluarkan teknik tombaknya terlihat sebuah energi angin keluar memanjang menyerang ke arah Xu Tian.


Xu Tian tidak tinggal diam kemudian membuat energi pertahanan dan mulai ikut untuk menyerang.


" Teknik petir - Naga petir!." Sebuah Naga terbentuk dari petir muncul berwarna keemasan menerjang ke arah Lin Hao.


Merasakan bahaya mengarah kepadanya Lin Hao kemudian menggunakan tombaknya.


" Booommmmssss..." Naga petir tersebut menabrak tombak yang di jadikan pertahanan oleh Lin Hao.


" Sial.. untung saja tombak ku mampu menahan serangan tersebut." Lin Hao dalam hati berdecak kesal setelah melihat tombaknya sedikit mengalami retak.


Melihat hal tersebut kemudian Xu Tian bergerak menggunakan langkah dewa naga nya dengan gerakan yang tidak dapat di lihat oleh semua orang tiba-tiba Xu Tian sudah berada di belakang Lin Hao lalu memukul nya.


" Booomsssss...." Lin Hao terpental karena tidak dapat mengetahui keberadaan Xu Tian.


Lin Hao kemudian segera bangun membersihkan debu yang menempel di pakaiannya dan mulai mencoba menyerang Xu Tian dengan gerakan cepat dan kemampuan yang dia miliki.


Karena merasa tidak mampu mengenai Xu Tian kemudian Lin Hao menghentikan serangannya.


" Saudara kemampuanku begitu jauh di bawahmu." Lin Hao mengakui kemampuannya masih terlalu jauh dengan Xu Tian.


" Saudara terlalu merendah, setiap pertempuran harus tetap tenang dan pelajari keadaan sekitarnya, fokuslah terhadap musuhmu jangan terlalu mengandalkan kekuatan tetapi gunakan juga otakmu untuk berfikir." Xu Tian merasa saudaranya hanya fokus dengan kekuatannya tanpa menggunakan otaknya untuk berfikir.


" Saudara benar aku selalu ceroboh karena aku berfikir kekuatan adalah segalanya namun aku salah ternyata dalam pertempuran juga harus memikirkan strategi serta memahami lawan kita" Lin Hao kini mengerti kenapa kemampuannya tidak berkembang terlalu jauh karena selama ini dia berfikir untuk terus meningkatkan kekuatannya tanpa memikirkan hal lain.


" Saudara terima kasih." Lanjutnya setelah mulai memahami yang di ucapkan Xu Tian serta kelemahannya.


" Saudara tidak perlu sungkan, mari kita lanjutkan." Xu Tian kemudian segera maju menyerang kembali menggunakan pedang nya.


Mereka berdua kembali saling menyerang menggunakan senjata mereka masing-masing.


Dan kini terlihat serangan dari Lin Hao mulai mengalami peningkatan, meskipun serangannya masih belum dapat mengenai Xu Tian tetapi serangannya sudah terlihat lebih beraturan dan semakin tajam.


Hingga tidak terasa waktu sudah hampir malam mereka kemudian segera menyudahi latihan tanding mereka.


" Saudara terima kasih banyak karena telah membantuku." Ucap Lin Hao saat mereka sedang berjalan menuruni arena.


" Saudara terima kasih juga karena telah mau menemaniku berlatih." Xu Tian membalas ucapan Lin Hao.


Xu Tian dan Lin Hao kemudian bergegas kembali ke dalam istana, sedangkan para prajurit begitu senang karena dapat melihat pertarungan mereka berdua dan juga mendapatkan pelajaran dari hasil pertarungan tersebut.


________________


Di tempat lain.


Kini Lin Zhang, Xu Feng dan saudara yang lainnya sedang berada di sebuah restoran menikmati arak dan makanan yang sudah mereka pesan.


" Saudara Arak ini begitu nikmat." Ucap Xu Feng setelah meminum arak nya.


" Tentu saja karena arak ini adalah arak terbaik yang ada di kerajaan Lin." Jawab Lin Zhang meminum araknya kemudian mengisi gelas yang telah kosong.


Mereka terus menikmati arak dan mengobrol beberapa hal lainnya.


" Saudara sebaiknya kita jangan terlalu lama berada di luar, karena kita masih memiliki waktu yang cukup lama maka kita dapat melakukan kultivasi tertutup terlebih dahulu sebelum kita pergi ke reruntuhan kuno." Ucap Xu Lou memberikan pendapatnya.


" Saudara Lou benar kita harus berlatih dengan giat agar tidak menyusahkan saudara Tian." Ucap Xu Jin membenarkan ucapan Xu Lou sambil meminum araknya.


" Jika begitu maka kita habiskan terlebih dahulu arak ini, baru kemudian kita segera kembali untuk meningkatkan kultivasi kita." Xu Feng pun akhirnya menyetujui keduanya.


Mereka semua kemudian melanjutkan kegiatan mereka hingga tengah malam, setelah selesai mereka semua segera kembali ke istana kerajaan untuk meningkatkan kemampuan mereka agar tidak menjadi beban dan menyusahkan Xu Tian.


Karena bagaimana pun mereka semua harus mampu membantu saudaranya tersebut dan tidak terus bergantung kepada Xu Tian jika menghadapi lawan yang kuat.


Apalagi mereka akan menuju reruntuhan kuno yang mereka semua tidak mengetahui bahaya apa yang ada di sana.


Dan yang paling penting mereka akan melakukan penyerangan kepada kerajaan Mo pasti tenaga mereka di perlukan dalam penyerangan tersebut.


Sesampainya di istana kerajaan kemudian mereka semua segera kembali memasuki ruangan masing-masing yang sudah di sediakan oleh pelayan.


Mereka semua segera beristirahat dan akan memulai pelatihan mereka keesokan harinya.