Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch171-Aula Istana Kota Yan


Xu Tian dan Prajurit yang bersamanya dengan tenang berjalan masuk ke dalam aula istana.


Kedatangan mereka berdua mendapatkan tatapan kesal semua orang, terkecuali Yan Li Kun dan beberapa orang yang sebelumnya menyaksikan pertarungan Xu Tian.


Mereka yang tidak mengetahui tentang pertarungan itu merasa kesal karena telah menunggu berhari-hari dan tidak bebas untuk melakukan apapun seperti biasanya.


Hal ini sendiri di lakukan oleh Yan Li Kun yang meminta para petinggi untuk tetap berada di istana kota dan menunggu Xu Tian yang sedang memulihakan diri.


Xu Tian yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya ingin di bicarakan oleh Yan Li Kun pun hanya bersikap cuek, tanpa menghiraukan pandangan orang-orang yang menatap tidak suka dengan kehadirannya.


" Salam tuan walikota dan para senior sekalian. Maaf karena telah membuat kalian semua menunggu." Ucap Xu Tian memberikan hormat dengan menangkupkan tangannya di depan dada.


" Tidak apa-apa nak, aku mengerti jika dirimu membutuhkan istirahat yang cukup setelah apa yang terjadi sebelumnya." Ucap Yan Li Kun dengan ramah.


Sedangkan para petinggi yang lainnya hanya menganggukan kepala, kemudian kembali sibuk mengobrol dengan petinggi lainnya.


Tuan walikota sendiri merasa malu saat melihat bagaimana para petinggi kota tidak menghargai kedatangan Xu Tian.


Jenderal yang sebelumnya ikut bersama Yan Li Kun pun memahami apa yang di rasakan oleh tuanya segera membuka suara.


" Mohon perhatian! Jaga sikap kalian saat kita kedatangan seorang tamu!" Ucap Jenderal dengan menatap tajam para petinggi.


" Bukankah hanya seorang tamu yang tidak penting? Lalu untuk apa kita menunggu hingga berhari-hari di tempat ini." Ucap salah satu petinggi.


" Benar! sebelumnya aku masih dapat bersabar menunggu, tetapi setelah melihat siapa yang kita nantikan selama ini, itu semua membuat aku kecewa karena telah banyak membuang-buang waktuku." Petinggi lainnya menimpali.


" Yan Li Ang! Jaga ucapanmu itu!" Teriak Yan Li Kun dengan suara tinggi.


" Kakak..."


" Cukup! Sebaiknya kau diam saja!" Ucap Yan Li Kun memotong ucapan Yan Li Ang.


Yan Li Ang pun menundukkan kepala dengan penuh kemarahan, namun dirinya hanya mampu diam dan menuruti apa yang di katakan oleh kakaknya.


Yan Li Kun segera merubah raut wajahnya, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xu Tian yang masih berdiri dengan tenang.


" Nak, Silahkan.." Yan Li Kun mempersilahkan Xu Tian untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian segera berjalan menuju tempat duduknya.


Setelah Xu Tian menempati tempat duduknya, Yan Li Kun kemudian membuka pertemuan tersebut.


" Baiklah... karena semua orang telah berkumpul, maka aku akan memperkenalkan kepada kalian semua tentang siapa sosok pemuda yang kita nantikan kedatangannya." Ucap Yan Li Kun, kemudian menatap ke arah Xu Tian.


Begitupun semua orang yang ada di dalam ruangan itu, mereka semua segera mengikuti arah pandangan Yan Li Kun.


Xu Tian yang menjadi pusat perhatian pun merasa bingung dengan maksud dan tujuan dari Yan Li Kun, namun dirinya segera berdiri mengenalkan dirinya.


" Perkenalkan margaku Xu dan Namaku Tian." Ucap Xu Tian yang kemudian kembali duduk.


Semua orang pun bertanya-tanya tentang identitas Xu Tian, karena mereka semua merasa asing dengan marga Xu.


" Tuan muda, jika boleh tahu, dari mana asal tuan muda?" Tanya Jenderal.


" Benua Timur Kekaisaran Qing."


Mendengar kata kekaisaran Qing, membuat semua orang yang berada di ruangan segera menatap tajam ke arah Xu Tian.


Xu Tian sendiri masih bersikap tenang, selagi mereka tidak melebihi batas, maka dirinya hanya akan diam saja tanpa melakukan sesuatu yang tidak penting.


" Apa kau mengenal Kaisar Qing Jiang?" Tanya Salah satu petinggi yang sudah sepuh.


Xu Tian menganggukkan kepala. " Tentu saja, bahkan aku sangat mengenalnya."


Semua orang menganggukan kepala.


Kemudian salah satu petinggi mulai berbicara kepada Xu Tian. " Nak, apa kau mengetahui jika kota Yan ini melarang keras orang-orang Qing untuk masuk ke dalam kota?"


" Selagi diriku tidak membuat masalah di kota ini, mengapa aku harus takut dan mematuhi peraturan sampah itu!" Ucap Xu Tian dengan tegas.


Dirinya merasa jika telah terjadi sesuatu antara Kota Yan dan Kaisar Qing Jiang, jadi dirinya tidak perlu menahan diri lagi setelah mendengar apa yang mereka katakan.


Meski setelah ini dirinya akan mendapatkan sambutan yang buruk sekalipun, dia tidak perduli dengan hal itu. Karena siapapun yang mengusik orang-orangnya, Xu Tian tidak akan pernah tinggal diam.


Para petinggi yang sejak awal tidak menyukai Xu Tian pun menatap Xu Tian dengan penuh kemarahan.


Mereka tidak menyangka jika Xu Tian akan mengatakan hal seperti itu di depan mereka semua.


" Nak! Apa maksudmu dengan mengatakan jika peraturan yang di buat kota ini adalah peraturan sampah!"


Xu Tian menggelengkan kepala, kemudian segera berdiri dari duduknya.


" Apa kalian tidak pernah berfikir dengan apa yang telah kalian perbuat? Mungkin saat ini kalian masih dapat bersikap dengan tenang, namun tidak setelah aku mengetahui peraturan sampah yang kalian tetapkan itu!" Xu Tian dengan menatap tajam petinggi yang berbicara dengannya.


Salah satu petinggi pun segera berdiri dari duduknya, yang kemudian di ikuti yang lainnya.


" Nak! Aku tidak mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Namun yang harus kau ingat jika dirimu saat ini berada di kota Yan! Jadi jaga sikap dan bicaramu!"


Xu Tian tertawa kecil mendengar apa yang di katakan oleh petinggi tersebut.


" Aku adalah calon menantu dari Kaisar Qing Jiang, jadi sudah seharusnya aku melakukan apa yang harus aku lakukan jika ada orang yang ingin mengusiknya!" Xu Tian menjeda kata-katanya, kemudian menatap Yan Li Kun.


" Jika tuan walikota mengundangku hanya untuk mendengar hal ini, mengapa anda tidak mengatakan secara langsung saat pertama kali kita bertemu!" Ucap Xu Tian dengan sinis, menatap Yan Li Kun yang masih diam di tempatnya.


" Nak-...." Belum sempat Yan Li Kun menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba salah satu petinggi memotongnya.


" Cih! Kau berkata seakan dirimu memiliki kemampuan untuk melakukannya!"


Xu Tian segera menatap petinggi tersebut, dengan gerakan tangan, tiba-tiba keluar sebuah tapak petir dari kehampaan yang mengarah padanya.


" Dhuaaarrrr...." Petinggi itu pun terlempar kebelakang menabrak dinding.


" Apa sekarang aku mampu untuk melakukannya?" Ucap Xu Tian dengan tersenyum.


" Swusshh...." Para petinggi kota Yan segera melepaskan aura miliknya.


" Lancang! Kau telah dengan berani menyerang salah satu dari kami! Maka kematian adalah hukuman yang paling ringan untuk orang seperti dirimu!" Ucap Salah satu petinggi dengan marah.


" Lakukanlah jika kalian semua mampu! Kita lihat siapa yang akan hancur di kota ini. Diriku atau kalian semua!" Ucap Xu Tian, yang kemudian segera melepaskan aura naga.


" Swusshh...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut nanti ya kak. aku baru pulang subuh, mau istirahat dulu. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻