Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
145-Masalah Di Penginapan


Xu Tian dengan tenang menikmati hidangannya di atas meja, sesekali dirinya menatap ke arah meja dimana tetua dan ketiga pemuda yang terus saja melihat ke arahnya.


Hingga tidak lama kemudian, Xu Tian pun menghentikan kegiatannya, lalu menatap ke arah mereka.


" Tetua, Saudara.., apa ada yang salah dengan diriku?" Tanya Xu Tian, dengan berpura-pura tidak mengetahui rencana mereka.


Tetua itu pun tersenyum menatap ke arah Xu Tian. " Tidak nak, hanya saja aku penasaran dengan dirimu." Ucap Tetua menjelaskan


Sedangkan ketiga pemuda yang bersama Tetua itu pun menatap ke arah Xu Tian dengan tatapan tidak suka dan meremehkan Xu Tian.


Xu Tian mengerutkan keningnya. " Penasaran? Maksud Tetua?"


" Cih...." Dengus pemuda yang menggunakan pakaian berwarna merah dengan jijik, menatap ke arah Xu Tian.


" Jaga sikapmu, atau aku akan menghukum dirimu." Tetua menatap tajam pemuda yang terlihat begitu tidak menyukai Xu Tian.


" Tap-"


" Cukup..." Ucap tetua memotong ucapan pemuda yang tidak lain muridnya.


Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Xu Tian. " Nak.., maafkan sikap muridku."


" Tidak masalah.." Ucap Xu Tian dengan tenang.


Tetua tersebut pun menganggukan kepala. " Nak, dari mana kau berasal?"


" Maaf tetua, karena aku tidak bisa menjelaskan dari mana asalku."


" Ouh..., mengapa demikian?" Tetua itu kini mulai terpancing emosinya.


Awalnya dia sudah mencoba bersikap ramah kepada Xu Tian, namun sekarang dirinya merasa terhina, saat melihat bagaimana respon yang di tunjukan oleh Xu Tian kepada dirinya.


Xu Tian sendiri hanya bersikap cuek, dia sudah mengetahui kemana arah pembicaraan tetua tersebut.


Jika saja dia mengatakan tentang dari mana dirinya berasal, maka akan lebih mempermudah mereka untuk melakukan sesuatu terhadap dirinya.


Meski Xu Tian sendiri tidak terlalu menganggap mereka, tetapi dia tidak mengetahui kekuatan yang berada di belakangnya, bisa saja mereka akan menargetkan orang lain saat dirinya sudah pergi dari kota ini.


" Lancang! Kau harusnya sadar diri!" Teriak pemuda yang bersama tetua tersebut, dengan marah.


Tiba-tiba di dalam ruangan itu menjadi hening, semua orang yang berada di lantai atas penginapan terdiam menatap keributan yang sedang terjadi.


" Hais...., nasib pemuda itu begitu buruk, karena harus bertemu dan membuat masalah dengan mereka." Ucap seseorang yang berada di meja lain.


" Kau benar, semoga dia baik-baik saja." Ucap rekannya menimpali.


" Jika dia tidak mati, maka dia akan terluka cukup parah karena telah memancing amarah anggota Sekte Elang Hitam." Ucap yang lainnya.


" Kau benar."


Meski mereka berbicara dengan suara pelan, namun Xu Tian masih dapat mendengar percakapan mereka.


" Sekte Elang Hitam, cukup menarik." Xu Tian membatin.


Kini akhirnya dia mengetahui latar belakang tetua dan ketiga pemuda yang sedang berdebat dengan dirinya.


Melihat reaksi Xu Tian yang hanya diam saja, membuat pemuda yang lainnya merasa heran.


" Kenapa dia masih bisa bersikap tenang, apa dia tidak mengetahui kita siapa?"


" Entahlah, sebaiknya kita tetap berhati-hati." Ucap Tetua, dirinya merasa jika Xu Tian tidak sesederhana yang terlihat.


Meski memiliki tingkat kultivasi yang hanya berada di ranah Kaisar, namun dia masih tetap tenang saat berhadapan dengan dirinya yang memiliki tingkat kultivasi Nirwana 7.


Xu Tian sendiri sengaja menyembunyikan tingkat kultivasi aslinya. Awalnya dia tidak ingin menunjukkan jika dirinya seorang kultivator, hanya saja karena saat pertama kali masuk ke dalam kota sudah banyak yang menatap ke arahnya, Xu Tian pun kemudian menekan tingkat kultivasinya pada tingkat Kaisar.


" Cihh..., hanya berada di tingkat Kaisar 2, untuk apa kita menahan diri." Ucap pemuda yang sejak awal sudah tidak menyukai Xu Tian.


Dengan gerakan cepat, dia segera melesat ke arah Xu Tian.


" Swushh...."


Xu Tian yang melihat serangan menuju ke arahnya pun masih bersikap tenang, dengan kibasan tangan, dirinya membuat formasi di dalam ruangan itu, agar pertarungan tidak memancing kekuatan lainnya.


" Dhuaaarrrr...." Pukulan pemuda tersebut di tahan dengan mudah oleh Xu Tian.


" Apa?" Batin semua orang yang ada di dalam ruangan, dengan kaget.


Xu Tian tersenyum, kemudian menarik tangan pemuda yang menyerangnya.


Suara tulang retak pun terdengar, hingga tidak lama kemudian terdengar suara teriak kesakitan dari pemuda yang ada di hadapannya.


" Arghhhh....."


" Saudara..." Ucap rekannya, lalu menatap ke arah Xu Tian.


" B*jingan!" Teriaknya, lalu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, dengan gerakan lebih cepat dari pemuda yang sebelumnya, dia melesat menyerang ke arah Xu Tian.


" Swushh...."


Xu Tian tidak tinggal diam. " Langkah Dewa Naga! "


" Swushh...."


Keduanya sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi.


" Dhuaaarrrr...."


Kedua serangan tersebut membuat tembok bangunan penginapan bergetar.


Jika saja ruangan itu tidak di pasangi oleh formasi, mungkin bangunan penginapan kini sudah menjadi reruntuhan.


" Formasi tingkat tinggi." Batin tetua dengan kaget, saat melihat bangunan yang hanya bergetar saja, saat kedua serangan saling bertabrakan.


" Boooommmsss...." Pemuda yang menyerang Xu Tian terlempar.


Xu Tian kembali bergerak ke arah pemuda yang terlempar, dengan mengarahkan pukulan.


" Swushh..." Dengan gerakan cepat, tetua itu segera melesat menahan pukulan Xu Tian.


" Dhuaaarrrr..." Tetua yang mencoba menahan pukulan Xu Tian terlempar.


" Sangat kuat." Batin Tetua tersebut.


Sementara itu, semua orang yang ada di dalam ruangan itu menatap dengan tidak percaya.


Bagaimana bisa seorang yang berada pada tingkat Kaisar mampu melakukan itu semua.


" Apa aku tidak salah melihat?" Ucap salah satu dari mereka.


" Sepertinya tidak, bisa saja pemuda itu sengaja menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya."


" Jika apa yang kau katakan benar, maka aku sangat yakin, jika pemuda itu memiliki latar belakang yang sangat kuat."


" Kau benar, dengan usia nya yang masih muda, namun memiliki tingkat kultivasi yang tinggi, maka tidak salah lagi jika dia memiliki latar belakang yang menakutkan."


" Sebaiknya kita tidak perlu ikut campur dengan masalah ini." Salah satu dari mereka memberikan saran.


Semuanya pun menganggukan kepala setuju. jika mereka ikut campur, maka nyawa mereka yang akan terancam.


Bukan hanya menyinggung satu kekuatan saja, bahkan dua kekuatan sekaligus.


Xu Tian berjalan ke arah Tetua yang terlempar, dengan gerakan cepat, dia menginjak tangan tetua tersebut.


" Arghh......" Teriaknya kesakitan.


" Apa hanya ini saja kekuatan dari Tetua Sekte Elang Hitam?" Ucap Xu Tian dengan tersenyum tipis.


Tetua dan ketiga pemuda yang tidak lain anggota Sekte Elang Hitam pun merasa bingung, karena sejak awal mereka tidak mengatakan kepada Xu Tian jika mereka berasal dari Sekte Elang Hitam.


Sedangkan orang yang sebelumnya membicarakan hal itu pun merasa kaget.


" Dia bahkan dapat mendengar percakapan kami." Batin mereka semua dengan bergedik ngeri, takut menjadi sasaran selanjutnya.


" Nak, jika kau sudah mengetahui dari mana kami berasal, lebih baik kau segera pergi dari sini, sebelum Sekte Elang Hitam menargetkan dirimu." Ucap Tetua, mencoba menakuti Xu Tian dengan memakai latar belakang yang di milikinya.


" Ouh..., apa Sekte Elang Hitam begitu menakutkan?"


" Hahaha..., Tentu saja, bahkan Patriak kami sudah berada pada ranah Mahayana." Ucap Tetua, dengan membanggakan Patriak Sekte Elang Hitam.


" Jika begitu, maka akan semakin menarik lagi, aku akan mendapatkan lawan yang setidaknya mampu menghibur diriku." Ucap Xu Tian dengan tersenyum, menatap tetua yang saat ini terbaring di lantai.


Namun Tetua yang melihat senyum Xu Tian memiliki firasat yang buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Weekend? Crazy Up? Like dan Komen, biar author semangat buat Crazy Up.