
Harimau itu masih terdiam di tempatnya tanpa berniat menyerang Xu Tian, dan terus menatap ke arahnya dengan penuh selidik.
" Siapa sebenarnya anak muda ini? Memiliki teknik yang sama dengannya namun terlihat lebih mendominasi dan memiliki ketenangan yang sangat baik dalam keadaan bahaya sekalipun. Tidak heran para Beruang lemah itu dapat di kelabui olehnya." Membatin, dengan menatap teknik Tubuh Dewa Naga yang Xu Tian gunakan.
" Aku sebenarnya tidak ingin membuat keributan di tempat ini, hanya saja aku begitu penasaran dengan rahasia makam kuno ini hingga menarik perhatian banyak orang." Ucap Xu Tian dengan tenang.
Harimau itu tertawa mendengar ucapan itu " Apa kau percaya dengan apa yang mereka katakan?" Ucapnya dengan menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian menggelengkan kepala. " Aku tidak terlalu mempercayai hal itu, dari apa yang aku ketahui jika tidak ada kekuatan dari dunia atas yang datang ke tempat ini secara bebas. Jika mereka mengatakan makam kuno ini milik sosok yang kuat aku masih percaya, namun tentang hal lainnya akan sulit untuk di percayai jika kita memiliki pengetahuan yang luas."
Harimau itu mengubah wujudnya menjadi manusia. Terlihat sosok Pria yang cukup gagah seumuran dengan Xu Yuan.
" Kau benar, hanya mereka berdua yang dapat menembus penghalang antara dunia rendah ini dengan dunia atas. Namun tidak mengherankan jika mereka mampu melakukan, karena dua sosok itu lah yang membuat formasi yang menutupi jalur masuk ke dalam dunia ini."
" Apa kau dapat menjelaskan kepadaku tentang apa yang terjadi?" Tanya Xu Tian dengan penuh harap.
" Jika kau mau menjelaskan siapa dirimu sebenarnya, maka aku akan menceritakan semua yang aku ketahui kepadamu." Harimau itu memberikan penawaran kepada Xu Tian.
Xu Tian menganggukan kepala, kemudian segera memperkenalkan dirinya. " Namaku Xu Tian, aku berasal dari benua timur."
Harimau yang mendengar nama itu pun segera mengubah sikapnya, lalu berjalan mendekat ke arah Xu Tian.
Melihat Harimau yang kini menjadi sosok seorang pria berjalan ke arahnya membuat Xu Tian mengambil sikap waspada.
" Tuan muda, saya Bai Luan memberikan hormat." Ucapnya dengan bersujud.
Xu Tian yang melihat hal itu pun terdiam di tempatnya dengan menatap Bai Luan yang ada di hadapannya.
" Bai Luan, bangunlah.."
Bai Luan segera bangkit, lalu berdiri di hadapan Xu Tian.
" Sepertinya ini pertama kali kita bertemu, lalu mengapa dirimu melakukan hal itu?"
" Tuan muda benar, kita memang baru bertemu..." Bai Luan menarik nafasnya dalam-dalam.
" Tuan muda, aku adalah salah satu orang yang menjadi pelayan leluhur tuan muda. Setelah aku merasakan kekuatan darah tuan muda, aku menyadari sesuatu yang aku yakini jika tuan muda adalah salah satu keturunannya. Alasan aku masih bersikap tenang sejak tuan muda membuat kekacauan di atas puncak karena aku sudah menyadari hal itu. Namun.." Bai Luan menghentikan kata-katanya, dia terlihat ragu untuk melanjutkan ceritanya.
" Namun?" Ucap Xu Tian dengan menatap Bai Luan.
" Namun teknik yang tuan muda gunakan membuat aku merasa jika tuan muda lebih memiliki hubungan dengan sosok bodoh itu!"
Xu Tian mencoba mencerna kata-kata Bai Luan. " Apa yang kau maksud Ling Tian?"
" Aku masih belum memahami apa yang kau katakan."
" Tuan muda, jika orang-orang dunia atas akan lebih mengetahui jika Ling Tian adalah sosok terkuat di sana, namun mereka salah besar. Alasan para leluhur mereka tidak turun tangan sendiri untuk menyingkirkan Ling Tian yang di anggap menghalangi keserakahan mereka karena adanya dua sosok yang akan ikut turun jika mereka melakukan sesuatu yang melebihi batasan."
" Leluhur mereka mengetahui, lalu mengapa generasi mereka tidak menyadari kehadiran dua sosok itu?"
" Tuan muda, Ling Tian adalah orang yang di pilih untuk menjaga keseimbangan di dunia atas oleh tuanku, hal ini membuat para leluhur dewa itu begitu tidak menyukainya. Namun mereka tidak dapat melakukan apapun karena keputusan sepenuhnya ada pada kedua sosok yang menjadi tuanku..."
" Kesalahan yang di buat olehnya karena tidak pernah mau turun saat sebuah masalah masih terlihat kecil, hal ini membuat dirinya harus terjatuh."
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian kembali menanyakan sesuatu yang masih mengganggu pikirannya.
" Aku sekarang mulai memahaminya. Jika dari apa yang kau katakan, kedua sosok ini tidak membantu Ling Tian karena itu sudah menjadi tugasnya yang harus mampu dia lakukan, setiap pemimpin akan mengalami pergantian, saat kita tidak mampu mengendalikan orang-orang yang berada di bawah kita maka akan ada orang lain yang menggantikannya."
Bai Luan tersenyum. " Tuan muda benar, tuanku ingin melihat bagaimana Ling Tian menyelesaikan tugasnya sendiri tanpa bergantung kepadanya." Bai Luan menatap Xu Tian.
" Meski nyawa sebagai taruhannya." Lanjut Bai Luan.
" Di dunia tidak ada yang abadi, siapapun akan mengalami kematian. Meski mereka memiliki kekuatan yang melebih batas penghalang sekalipun." Ucap Xu Tian.
" Tuan muda memang lebih mendominasi darinya, bahkan memiliki pemikiran yang lebih luas dan mampu memahami tentang roda kehidupan di dunia ini dengan baik saat masih sangat muda. Mungkin dunia kultivasi ini akan di anggap menuju keabadian bagi mereka semua, namun yang mereka tidak sadari jika kita tidak akan tetap dapat menikmati hidup ini hingga puluhan juta tahunnya."
" Puluhan juta tahun dan menjadi sosok yang abadi akan membuat kita tidak dapat menikmati hidup yang lebih baik lagi, bagaimana kita melihat semua dan mengetahui apa yang terjadi di sekitar kita entah pertarungan, keserakahan yang di lakukan oleh para pemimpin, perebutan kekuasaan, dan hal-hal lainya akan membuat diri kita menjadi jenuh. Dan keputusan bagi mereka hanya akan melakukan Reinkarnasi untuk dapat menjalankan kehidupan menyenangkan dari pada harus berdiam diri di satu tempat." Ucap Xu Tian dengan tenang.
" Tuan muda benar, aku harap tuan muda dapat segera pergi ke dunia atas." Ucap Bai Luan dengan kata-kata cukup dalam artinya.
Xu Tian yang mendengar hal itu pun terasa begitu sakit di hatinya. " Jangan katakan jika dia akan melakukan hal itu." Ucap Xu Tian dengan suara bergetar.
" Tuan muda sendiri yang dapat mengubah keputusan mereka berdua, maka dari itu aku sangat berharap tuan muda mampu menyelesaikan masalah di dunia ini dengan cepat, karena masih ada dua dunia lagi yang akan tuan muda lewati." Ucap Bai Luan dengan penuh harap menatap Xu Tian.
Xu Tian mengepalkan kedua tangannya. " Lalu untuk apa aku melakukan hal itu dengan cepat? Jika mereka akan tetap pada pendiriannya?"
" Tuan muda, mungkin orang-orang yang berada di sampingnya saat ini tidak mampu mengubah keputusannya." Bai Luan menatap Xu Tian dengan mata nanar. " Namun aku percaya saat mereka melihat sosok tuan muda, mereka akan mempertimbangkan lagi keputusannya."
" Jika begitu, aku akan melakukan apa yang kau katakan. Jiak mereka masih memutuskan apa yang sudah mereka pikirkan, maka aku sendiri yang akan menjadi musuhnya!" Ucap Xu Tian dengan suara tegas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut? Jangan lupa tinggalkan jejak kalian kalo masih ingin terus Up! See You