Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 215. Pertarungan Kedua Kelompok Hewan Buas


Xu Tian yang saat ini sedang memulihkan diri dengan menyerap energi Qi di sekitarnya pun mulai merasakan gelisah, hingga setengah jam kemudian dia membuka kedua matanya.


" Hanya terisi seperempat nya saja, tapi ini lebih dari cukup untuk aku mencari tempat yang lebih aman." Xu Tian kemudian bangkit dari duduknya.


Lalu melihat tempat di sekitarnya, hingga pandangan Xu Tian tertuju ke arah Utara.


" Sepertinya arah Utara terlihat lebih tenang, meski hal itu tidak menjamin jika tidak ada hal yang membahayakan tetapi tidak masalah jika aku dapat beristirahat dan memulihkan energi milikku kembali." Xu Tian kemudian segera bergerak ke arah utara.


Setelah kepergian Xu Tian, setengah jam kemudian datang sekitar tujuh ekor serigala di tempat tersebut.


" Bagaimana?"


" Aku tidak merasakan bekas pertempuran, namun tempat ini sedikit berbeda dari sebelumnya." Ucap serigala dengan memandang tempat di sekitarnya.


" Perintahkan beberapa pasukan untuk berjaga di tempat ini, kita akan mencoba memeriksa tempat lainnya." Serigala yang bertindak sebagai pemimpin memberikan perintah.


" Baik..."


" Swusshh...." Keenam serigala berpisah dengan membuat 3 kelompok , sedangkan 1 serigala berjaga di tempat tersebut menunggu pasukan datang.


************


" Swusshh....." Kilatan cahaya emas melesat dengan cepat membelah angin.


Satu jam kemudian, Xu Tian yang sedang mencari tempat untuk memulihkan dirinya melihat sebuah goa yang berjarak sekitar lima kilometer.


" Sebaiknya aku memulihkan diri di goa tersebut, namun." Xu Tian menghentikan pergerakannya, kemudian menatap goa yang terlihat cukup aman itu.


Dengan gerakan cepat Xu Tian membuat segel tangan untuk menciptakan perisai ilusi sebagai pengalihan saat dirinya sedang dalam keadaan kultivasi nantinya.


Xu Tian sendiri berniat menggunakan mutiara jiwa milik ke empat serigala yang sebelumnya dia dapatkan untuk menaikan tingkat kultivasinya miliknya.


" Sepertinya cukup." Saat melihat perisai ilusi berwarna transparan itu sudah tersusun dengan rapih mengalihkan pandangan ke arah goa.


Setelah memastikan semua selesai, Xu Tian segera menuju goa tersebut.


Di dalam goa.


Xu Tian yang sudah berada di dalam pun segera mencari tempat.


Hingga dirinya menemukan batu besar yang berada di ujung ruangan itu.


Dengan tenang dirinya duduk di atas batu tersebut, kemudian segera mengeluarkan keempat mutiara jiwa dari cincin penyimpanan dan beberapa pil yang berguna membantu dirinya.


" Semoga saja berhasil." Xu Tian membatin, kemudian segera menutup kedua matanya untuk fokus menyerap keempat mutiara jiwa tersebut.


Waktu berjalan dengan cepat, hingga tidak terasa satu hari telah berlalu. Namun Xu Tian tidak menunjukkan reaksi adanya kenaikan tingkat kultivasi miliknya.


" Apa semua ini tidak cukup untuk membantuku naik ke ranah Immortal?" Xu Tian membatin dengan kecewa.


Tidak ingin memikirkan hal itu, Xu Tian terus fokus menyerap mutiara jiwa yang kini hanya tersisa satu.


Namun setelah berhasil menyerap semua mutiara jiwa itu, Xu Tian tetap saja tidak menunjukkan adanya kenaikan tingkat kultivasi miliknya.


Hingga Xu Tian memutuskan untuk menyudahi kultivasinya. Dengan raut wajah kecewa Xu Tian bangkit, lalu mengganti pakaian miliknya.


" Memang benar jika ingin naik tingkat harus menghabiskan banyak sumber daya tingkat tinggi. Bahkan empat mutiara jiwa hewan buas yang berada di ranah Immortal saja tidak mampu membuatku naik tingkat." Xu Tian yang kemudian berjalan dengan langkah gontai.


" Hais... apa yang aku pikirkan." Xu Tian merutuki dirinya yang tiba-tiba menjadi lemah hanya karena tidak mampu naik tingkat.


Kini Xu Tian sudah berada di luar Goa, kemudian segera menghilangkan Perisai Ilusi yang sebelumnya di buat.


" Sebaiknya aku mencari sumber daya di tempat ini, aku yakin dengan banyaknya hewan buas yang berada di ranah Immortal tidak menutup kemungkinan juga jika tempat ini terdapat sumber daya tingkat tinggi." Xu Tian kemudian segera melesat ke arah Utara untuk melanjutkan perjalanannya di dunia kekacauan.


" Swusshh....."


Setelah kepergian Xu Tian, datang kawanan kalajengking yang kemudian memasuki Goa yang sebelumnya di tempati Xu Tian.


Hingga saat mereka baru saja masuk, kawanan kalajengking berjumlah lima ekor itu merasakan aura asing di dalam goa.


" Apa kalian merasakan?" Tanya salah satu kalajengking dengan menatap batu besar yang berada di sudut ruangan.


" Tidak salah lagi ada yang baru saja memasuki tempat ini." Kalajengking lainya menimpali.


" Segera periksa, jangan sampai sosok itu dapat pergi meninggalkan tempat ini setelah dengan berani memasuki rumah kita ini." Perintah Kalajengking dengan marah.


" Swusshh...." Mereka segera bergerak mencari aura yang samar-samar mereka rasakan.


************


Xu Tian yang sedang melesat di udara tiba-tiba merasakan aura yang bergerak ke arahnya.


" Semoga saja bukan sosok yang lebih kuat dari keempat serigala itu." Xu Tian dengan menambahkan kecepatannya.


" Swusshh...."


************


Tidak jauh dari Xu Tian, terlihat dua Serigala bergerak dengan kecepatan puncaknya.


Sedangkan di tempat lain juga terlihat dua kalajengking yang sedang memeriksa tempat di sekitarnya.


" Swusshh...."


Kalajengking yang sedang memeriksa tempat itu pun tiba-tiba melihat kilatan cahaya yang melesat dengan cepat, tidak ingin menahan diri mereka segera mengejar kilatan cahaya tersebut.


" B*jingan! Ternyata para serigala bodoh itu yang telah dengan berani memasuki rumah kita!" Salah satu Kalajengking berkata dengan marah saat jarak antara keduanya kini semakin dekat.


" Tidak perlu menahan diri! Wilayah Utara masih menjadi wilayah tempat tinggal kita." Kalajengking satunya menimpali, kemudian segera melepaskan racun miliknya.


Sedangkan kedua serigala yang tiba-tiba merasa ada yang mengikutinya segera waspada.


Hingga tidak lama kemudian mereka berdua merasakan bahaya datang menghampiri ke arahnya.


" Dhuaaarrrr...." Racun yang di lepaskan kedua kalajengking beradu dengan cakar yang di lepaskan serigala tersebut.


" Makhluk menjijikkan seperti kalian hanya mampun mengandalkan racun sampah itu? Kalian berdua cukup naif!" Kemudian serigala itu melesat menyerang kedua kalajengking yang juga sudah dalam keadaan siap bertarung.


" Dhuaaarrrr......, Dhuaaarrrr...." Ledakan besar terjadi di tempat tersebut.


Kedua hewan biasa berbeda kelompok itu saling melepaskan serangan terkuat milik mereka.


Di tempat lain, Xu Tian yang tiba-tiba merasakan adanya pertempuran pun menghentikan pergerakannya.


" Sepertinya mereka saling bertarung." Xu Tian membatin, kemudian segera berbalik arah untuk menuju tempat pertempuran itu.


" Swusshh....." Xu Tian melesat dengan hati-hati, jika kedua kelompok itu merasakan kehadirannya maka nyawanya akan terancam.


Hingga beberapa saat kemudian Xu Tian akhirnya dapat melihat pertarungan yang cukup besar mengakibatkan tempat di sekitarnya kini hancur berantakan.


" Sangat mengerikan!" Xu Tian membatin dengan terus menatap ke arah pertarungan itu.


Hingga tiba-tiba dirinya mendapatkan ide untuk menunggu kekuatan kedua kelompok tersebut melemah, lalu giliran dirinya mengambil keuntungan.


" Sepertinya kali ini aku akan benar-benar naik tingkat." Xu Tian membatin dengan senang.


Lalu dirinya kembali fokus memperhatikan dan menunggu saat yang tepat untuk dirinya ikut masuk ke dalam pertempuran tersebut.