Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Bab 244. Benua Selatan


Setelah membicarakan hal yang akan mereka lakukan selanjutnya, Xu Tian meminta Jenderal Qing dan tetua Ji untuk memberitahukan di mana gerbang teleportasi berada dengan detail.


" Nak, untuk gerbang teleportasi itu sendiri berada di tempat-tempat yang cukup tersembunyi dan sulit untuk di jangkau. Namun, ada satu gerbang teleportasi yang langsung terhubung dengan salah satu Sekte yang ada." Ucap Jenderal Qing dengan memberitahukan di mana gerbang teleportasi itu berada di setiap Benua.


Xu Tian dan Long Hei dengan serius mendengarkan penjelasan Jenderal Qing yang sedang memberikan informasi tentang keberadaan gerbang teleportasi yang di gunakan oleh bangsa Iblis.


" Dan untuk di Benua Selatan sendiri, berada di dalam Sekte Racun." Ucap Jenderal Qing menyelesaikan ucapannya.


Xu Tian terdiam, dia tidak mengetahui dengan pasti dari mana Jenderal Qing dan Tetua Ji mengetahui hal itu dengan sangat detail.


" Nak, aku mengetahui jika kamu penasaran dengan kita berdua yang mampu mengetahui hal ini dengan rinci. Bahkan, kamu sendiri baru saja mengetahui tentang luas wilayah Hutan Kematian. Aku akan menjelaskan kepadamu semuanya agar tidak ada kesalahpahaman di antara kita nantinya." Ucap Tetua Ji yang di setujui oleh Jenderal Qing.


Xu Tian menggelengkan kepala dengan cepat. " Tetua Ji dan Jenderal Qing tidak perlu khawatir. Aku tidak perduli dari mana kalian mendapatkan informasi mengenai hal ini. Hal terpenting untuk saat ini adalah secepat mungkin melakukan pergerakan sesuai rencana yang sudah kita sepakati sebelumnya. Aku akan segera kembali ke Benua Timur untuk berpamitan kepada yang lainnnya, setelah itu aku akan pergi menuju gerbang teleportasi yang ada di Benua Timur."


Tetua Ji menatap dengan bingung. " Nak, kenapa kau tidak pergi menuju gerbang teleportasi di Benua Tengah terlebih dahulu?" Tanya Tetua Ji, begitu juga dengan Jenderal Qing yang memiliki pertanyaan yang sama.


Long Hei menatap ke arah Xu Tian, dia benar-benar begitu mengagumi sosok tuan mudanya. Dia mengetahui dengan pasti mengapa Xu Tian memilih untuk kembali terlebih dulu ke Benua Timur.


" Tetua Ji dan Jenderal Qing, aku baru saja tiba satu hari yang lalu di Istana Xufelong. Aku yakin mereka semua merindukanku. Aku tidak ingin membuat mereka merasa bahwa aku tidak memiliki waktu untuknya. Aku hidup dengan berlatih dengan keras hingga mampu sampai di titik ini demi mereka, kita semua tidak mengetahui apa yang akan terjadi di luar sana. Sudah cukup selama dua tahun aku menghilang tanpa kabar dan membuat mereka khawatir. Tetua dan Jenderal tidak perlu khawatir, aku sudah memikirkan semuanya dengan matang." Ucap Xu Tian dengan tenang.


Tetua Ji dan Jenderal Qing menganggukkan kepala. Dia memahami apa yang di rasakan Xu Tian. Apalagi umur Xu Tian yang terbilang masih sangat muda.


Mereka kemudian membahas beberapa hal lainnya, hingga setengah jam kemudian Xu Tian dan Long Hei segera berpamitan kepada keduanya.


" Tetua, Jenderal. Kabari aku jika ada informasi lainnya." Ucap Xu Tian yang kemudian memberikan hormat.


Xu Tian segera melangkahkan kaki keluar dari dalam Gua bersama Long Hei di sampingnya.


Setelah berada di depan Gua, Xu Tian segera melesat untuk kembali ke Benua Timur.


" Swusshh...." Dua kilatan cahaya melesat dengan kecepatan tinggi di atas langit yang sudah mulai menampakkan sinar matahari.


Mereka berdua terus bergerak dengan kecepatan penuh agar segera tiba di Benua Timur.


*********


Di tempat lain.


Benua Selatan.


Saat ini Feng Louzhi sedang duduk bersama beberapa ketua dalam setiap regu pasukan Istana Xufelong.


" Jenderal, semua persiapan telah selesai." Ucap salah satu ketua regu pasukan Istana Xufelong.


" Lalu bagaimana dengan para pemimpin kota? Apa mereka setuju untuk ikut berkerja sama mengenai hal ini?"


" Mereka masih memerlukan waktu untuk memutuskan masalah ini." Ucap ketua regu pasukan Istana Xufelong yang lainnya menimpali.


" Apa kalian telah menyelidiki tentang pergerakan mereka selama beberapa hari belakangan ini?"


Mereka semua yang mendapatkan pertanyaan dari Feng Louzhi hanya menggelengkan kepala. Mereka menjelaskan tidak ada pergerakan yang mencurigakan dari para pemimpin kota.


Feng Louzhi terdiam dengan pikiran yang di penuhi pertanyaan tentang keras kepalanya para pemimpin kota yang sangat sulit di ajak berkerja sama.


" Jenderal benar. Para Patriak Klan bahkan kini menjadi bungkam dan seakan menjauh dari kita."


Feng Louzhi tersenyum tipis. " Fu Ru, dan Fu Tu. Aku ingin kalian terus mengawasi pergerakan mereka. Bawa siapapun itu yang menurut kalian mencurigakan ke sini." Perintah Feng Louzhi dengan tegas.


" Baik." Ucap Fu Ru dan Fu Tu yang segera bangkit, lalu memberikan hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan ruangan.


Setelah kepergian mereka, tiga orang ketua regu pasukan Istana Xufelong saling menatap satu sama lain.


" Kalian tidak perlu merasa bingung. Kalian sendiri sudah melihatnya sendiri, aku yakin saat ini mereka telah menganggap kita hanya lah kelompok lemah."


Mereka semua mulai mengerti, dengan adanya dua kelompok yang saling berselisih, para pemimpin kota sedang menimbang kelompok mana yang harus mereka pilih untuk bergabung.


" Jenderal benar. Kedatangan kita ke tempat ini sudah sedikit terlambat. Sepertinya sudah ada kelompok lain yang mengancam mereka."


" Aku rasa juga demikian. Mereka sepertinya telah masuk ke dalam lingkaran Istana sejak dulu."


" Jenderal, lalu apa yang harus kita lakukan?"


" Bersikap tegas! Hancurkan siapapun yang mencoba menghalangi kita. Tunjukan kepada mereka jika kita mampu melakukan hal yang tidak pernah mereka bayangkan." Perintah Feng Louzhi yang kemudian bangkit dari duduknya.


" Baik." Ucap ketiganya yang kemudian pergi.


" Swusshh...." Feng Louzhi lenyap dari dalam ruangan.


" Swusshh..." Feng Louzhi muncul di atas gerbang salah satu kota terdekat yang ada.


Dengan tatapan tajam, Feng Louzhi terus memfokuskan pandangan ke arah Istana kota yang berjarak ratusan kilometer.


" Aku sangat ingin melihat siapa yang telah berani mencoba mengacaukan rencana orang-orangku." Ucap Feng Louzhi dengan senyum tipis.


Terlihat kota tersebut sangat ramai dengan para pejalan kaki dan para penjual yang berada di pinggir jalan. Terlihat juga bangunan-bangunan restoran, penginapan, mau pun toko yang menjual keperluan seorang kultivator.


Feng Louzhi turun dari atas gerbang kota, lalu memperlihatkan keberadaannya di tempat tersebut.


Dengan tenang dia berjalan di dalam kerumunan para perjalan kaki.


Feng Louzhi sendiri dapat melihat anggota-anggota Istana Xufelong yang sedang menyamar maupun bersembunyi di tempat-tempat tertentu.


" Mereka melakukan dengan baik. Setelah menemukan dalang di balik keras kepalanya para pemimpin kota, semua rencana akan segera dimulai!" Feng Louzhi membatin dengan terus berjalan menelusuri kota.


" Swusshh...." Aura yang cukup kuat melintasi tempat di mana Feng Louzhi sedang berjalan.


Feng Louzhi yang merasakan hal itu segera mengejarnya.


" Swusshh...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


1 Bab. Like & Komentar!