Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch120-Kaisar Baru Benua Tengah


Tiga hari berlalu, tidak terasa hari ini tepat di mana hari pelantikan atau penobatan pengangkatan Kaisar baru akan di laksanakan.


Di dalam kamar.


Xu Tian saat ini tengah berada di dalam dunia jiwa, dia yang masih fokus dalam kultivasinya, tiba-tiba mendapatkan pesan dari Feng Louzhi.


" Hais...hampir saja aku melupakan hal ini." Xu Tian membatin, lalu segera keluar dari dunia jiwa, kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hingga setengah jam kemudian Xu Tian telah menyelesaikannya, dengan menggunakan pakaian putih bercorak naga, Xu Tian terlihat begitu tampan dan penuh kharisma.


Segera saja dirinya keluar dari dalam kamar, saat membuka pintu, terlihat Long Hei yang sudah menunggunya di depan pintu.


" Tuan muda." Ucap Long Hei dengan hormat.


" Long Hei, sejak kapan kau berada di tempat ini?" Tanya Xu Tian penasaran, karena dirinya tidak merasakan kehadiran Long Hei.


" Beberapa menit yang lalu tuan muda."


" Emm..baiklah, jika begitu kita segera berkumpul bersama yang lain."


Xu Tian segera melangkahkan kakinya, Long Hei pun mengikuti di belakangnya.


*********


Istana Kekaisaran, Benua Tengah.


Situasi di sekitar istana kini terlihat begitu ramai penuh sesak, dengan kehadiran penduduk ibu kota yang ingin menyaksikan pengangkatan Kaisar yang baru setelah Kaisar yang sebelumnya tewas.


Mereka semua telah mengetahui tentang kekacauan yang telah terjadi, bagaimana Leluhur Ming Chen yang sebelumnya di katakan tewas, ternyata masih hidup dan melakukan kudeta terhadap kaisar Tang.


Rakyat Benua tengah sendiri begitu senang dan bahagia mendengar kabar tersebut, mereka yang begitu menyukai kemimpinan Kaisar Ming Cheng pun mendukung penuh hal itu.


Terlihat sebuah panggung yang sudah di sediakan untuk acara penobatan. Telah hadir Patriak Klan dan Sekte yang berada di Benua Tengah.


Meski waktu sudah hampir memasuki siang hari, namun masih terlihat banyaknya rakyat Benua tengah yang terus berdatangan.


Di deretan kursi kehormatan, duduk Xu Tian bersama dengan Kaisar Qing Jiang, Xu Yuan dan para Patriak lainnya yang berasal dari Benua Timur.


Saat matahari tepat berada di atas kepala, tiba-tiba terdengar suara gong memecahkan keheningan, dan tidak lama kemudian keluar Leluhur Ming Cheng, Ming Li Fang dan para petinggi Klan Ming lainya yang berjalan di belakangnya.


" Hormat kepada yang mulia kaisar Ming Li Fang dan permaisuri Xi Qin." Suara perdana menteri Bao Heng menggema dengan keras memandu jalannya acara.


Dengan segera semua orang berdiri, kemudian memberikan hormat. Sedangkan rakyat Benua tengah segera berlutut memberikan hormat.


Setelah itu Ming Li Fang dan Xi Qin segera menuju tempat yang sudah di sediakan.


Semua orang pun segera berdiri dengan tegak, bersiap untuk mengikuti acara selanjutnya.


" Dung....." Suara gong bergema sekali lagi.


" Yang mulia Kaisar Ming Li Fang dan Permaisuri Xi Qin memberikan penghormatan pada langit dan bumi." Suara Bao Heng memandu acara.


Kemudian Ming Li Fang dan Xi Qin segera berlutut di hadapan altar untuk memberikan penghormatan pada langit dan bumi.


Setelah itu Ming Li Fang dan Xi Qin melakukan penghormatan kepada leluhur Ming Cheng, yang di lanjutkan dengan pemberian lencana dan materai kekaisaran, hingga pemasangan mahkota di atas kepala keduanya.


" Yang mulia kaisar, Yang mulia permaisuri, Bangkitlah!" Ucap Bao Heng menandakan bahwa ritual penobatan kaisar dan permaisuri baru telah selesai.


" Hormat pada yang mulia kaisar Ming Li Fang, dan yang mulia permaisuri Xi Qin." Teriak semua orang memberikan penghormatan kepada keduanya.


" Berdirilah, hormat kalian aku terima." Ucap Kaisar Ming Li Fang dan Permaisuri Xi Qin bersamaan.


Suasana khidmat itu kini berubah menjadi suasana yang penuh dengan kegembiraan, terlihat senyum bahagia yang terpancar dari semua orang.


Setelah mengalami masa sulit saat kepemimpinan Kaisar Tang Shan, kini mereka kembali mendapatkan seorang pemimpin yang sebelumnya mereka rindukan, meski berbeda dengan Kaisar Ming Cheng, namun mereka yakin dengan kepemimpinan Kaisar Ming Li Fang yang tidak lain putra mahkota Benua tengah sebelumnya.


Satu persatu tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada keduanya, tidak ketinggalan Xu Tian dan rombongan yang berasal dari benua timur.


Xu Tian kini mengetahui, jika beberapa hari sebelum acara penobatan kaisar yang baru. Leluhur Ming Cheng mengundang semua Patriak yang berada di Benua Tengah untuk membicarakan beberapa hal, sehingga kini para Patriak Sekte maupun Klan akan menjadi pilar kekuatan kekaisaran Ming.


Acara pun terus berlanjut dengan beberapa hidangan yang sudah di siapkan, bahkan pihak kekaisaran berencana mengadakan pesta selama tiga hari tiga malam.


Kini Xu Tian dan Xu Yuan sedang duduk bersama, terlihat Kaisar Qing Jiang yang juga duduk bersama pasangan ayah dan anak itu.


" Nak, dimana saudaramu yang lainnya?" Tanya Xu Yuan, setelah menyesap minumannya.


" Benar, setelah terjadi kekacauan hingga saat ini, bahkan aku belum melihat mereka semua." Kaisar Qing Jiang menimpali.


" Mereka sedang aku berikan sebuah misi khusus." Jawab Xu Tian dengan tenang.


Xu Tian berfikir belum saatnya mereka berdua mengetahui rahasianya mengenai dunia jiwa. Mungkin setelah kembali ke benua timur, baru Xu Tian akan memberitahukan kepada mereka berdua.


" Apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Xu Yuan dengan khawatir.


" Ayah tenang saja, aku hanya meminta mereka untuk berlatih di suatu tempat. Mungkin beberapa hari lagi mereka akan kembali." Jelas Xu Tian, menenangkan Ayahnya.


Sedangkan Kaisar Qing Jiang hanya terkekeh pelan melihat raut wajah Xu Yuan.


" Kaisar, apa ada yang salah?" Tanya Xu Yuan dengan bingung.


" Tidak, hanya saja Patriak Xu seperti tidak mengetahui bagaimana putra anda."


" Kaisar benar, hanya saja aku sudah di berikan kabar oleh istriku untuk membawa semua orang kembali bersamaku." Jelas Xu Yuan, yang beberapa hari yang lalu mendapatkan pesan dari Lin Hua.


" Benarkah? Apa terjadi sesuatu di istana?" Kali ini raut wajah Kaisar Qing Jiang yang terlihat khawatir.


" Jika soal itu, kaisar Qing Jiang dapat menanyakan secara langsung kepada permaisuri Yan Li Wei."


" Hais.." kaisar Qing Jiang segera mengabari istrinya, untuk menanyakan sesuatu yang telah terjadi.


Sedangkan Xu Tian hanya sibuk menyesap minumannya dengan sesekali mendengarkan pembicaraan di antara keduanya.


Setelah berbincang-bincang kecil, mereka semua kemudian segera kembali ke tempat masing-masing untuk mengikuti acara selanjutnya yang akan di laksanakan pada malam hari.


Karena Benua Tengah dan Benua Timur akan menjalin sebuah kerja sama, maka dari itu akan di adakan pertemuan di antara keduanya yang akan di hadiri oleh semua Patriak.


Kerja sama itu sendiri, akan di pimpin langsung oleh kedua kaisar yang akan saling bertukar lencana dan juga materai kekaisaran untuk membangun aliansi, jika ada salah satu dari mereka yang mendapatkan masalah, maka pihak aliansi akan memberikan bantuan.


Xu Tian sendiri tidak berniat untuk mengikuti pertemuan tersebut, dia lebih memilih untuk berkultivasi di dalam dunia jiwa.


Karena Xu Tian sudah memutuskan untuk berpetualang, maka dia berniat ingin menyiapkan segala keperluan sebelum dia pergi untuk berpetualang ke benua yang lainnya.


Dan yang paling utama adalah menuju hutan kematian untuk mencari sosok terkuat di hutan tersebut.