
Di halaman istana.
Jingmi dan Wuya dengan tenang menunggu dengan mengawasi pria paruh baya yang sedang memulihakan dirinya.
" Untuk apa dia memulihakan diri? Setelah tuan muda mendapatkan informasi, mungkin dia akan segera menyusul yang lainnya yang telah mati terlebih dulu." Ucap Jingmi dengan tertawa kecil.
Wuya pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Jingmi. Dia sangat bersyukur masih dapat terus hidup setelah melakukan penyerangan anggota Faksi sebelum dia dan Jingmi ikut bergabung dengan Faksi Naga Phoenix Langit.
Jika saat itu Feng Huang tidak memaafkan mereka, mungkin saat ini Jingmi dan Wuya telah tewas.
" Saudara, apa kau memikirkan kejadian itu?" Tanya Jingmi, saat melihat perubahan raut wajah yang di tunjukan teman lamanya itu.
" Benar, aku rasa kita sangat beruntung masih dapat hidup dengan nyaman, bahkan memiliki tuan yang sangat baik."
" Kau benar, maka dari itu kita tidak boleh mengecewakan tuan muda."
Wuya tersenyum, menganggukkan kepala, dia bertekad akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan Xu Tian.
Saat mereka berdua sedang mengobrol, terlihat Kaisar Qing Jiang, Xu Yuan dan yang lainnya, berjalan ke arah mereka.
Melihat kedatangan orang-orang penting itu, Wuya dan Jingmi segera memberikan hormat.
" Di mana putraku?" Tanya Xu Yuan, yang baru saja tiba di depan Wuya dan Jingmi.
Mendengar pertanyaan dari Xu Yuan, membuat Wuya dan Jingmi begitu bingung, karena setau mereka berdua, jika Xu Tian telah terlebih dulu kembali ke ibu kota.
Xu Yuan yang melihat keduanya hanya diam saja pun kembali mengulangi pertanyaannya.
" Emm....maaf tuan, tapi kami berdua tidak mengetahui keberadaan tuan muda." Ucap Jingmi memberanikan diri.
Semua orang mengerutkan dahinya, bukankah Xu Tian bersama mereka? lalu kemana perginya.
" Emm...apa kalian tidak kembali bersama cucuku?" Tanya Xie Mayleen menatap Wuya dan Jingmi.
" Nyonya, setelah pertarungan selesai, kemudian tuan muda pergi terlebih dulu menuju ibu kota." Wuya lalu menjelaskan dengan rinci apa saja yang terjadi sebelumnya.
" Baiklah, mungkin cucuku memiliki pekerjaan lain, nanti dia juga akan kembali." Ucap Lin Zuan, mencoba menengahi.
" Ayah..." Ucap pelan Lin Hua yang kini semakin khawatir.
" Nyonya tenang saja, aku sudah meminta Long Hei dan anggota yang lainnya untuk mencari tuan muda. Dan aku percaya tuan muda akan baik-baik saja." Ucap Feng Louzhi, menenangkan situasi yang terjadi.
" Baiklah, terima kasih." Ucap Lin Hua mencoba tetap tenang.
Xu Yuan menatap ke arah Qing Ling. Qing Ling yang mendapatkan tatapan dari Calon mertuanya pun memahami maksud tatapan tersebut langsung saja mengajak Lin Hua, Xu Mei dan Han Zishu masuk ke dalam istana.
" Ibu, sebaiknya kita tunggu di dalam saja, keadaan Xu Mei dan Han Zishu pun belum stabil setelah kejadian yang sebelumnya." Ucap Qing Ling, dengan memegang tangan Lin Hua.
Mendengar ucapan Qing Ling, awalnya Xu Mei dan Han Zishu ingin protes, mereka berdua merasa baik-baik saja.
Namun Qing Ling segera memberikan kode kepada kedua gadis kecil itu.
Lin Hua pun kemudian menatap ke arah Xu Mei dan Han Zishu yang memasang wajah kelelahan.
" Mei'er, Shu'er.. ayo kita masuk ke dalam." Ajak Lin Hua menatap keduanya.
Xu Mei dan Han Zishu pun menganggukan kepala, lalu segera memegang tangan Lin Hua.
" Ternyata jika ibu sedang khawatir akan sangat mudah untuk di tipu." Batin Xu Mei dengan tertawa lucu.
Kemudian mereka berempat segera masuk kedalam, begitupun Permaisuri Yan Li Wei dan Xie Mayleen yang mengikuti mereka masuk ke dalam istana.
Setelah kepergian mereka semua, kini hanya tinggal Kaisar Qing Jiang, Xu Yuan, Lin Zuan, Feng Louzhi, Wuya, Jingmi, dan pria paruh baya yang kini telah membuka matanya.
" Lalu apa yang akan kita lakukan kepadanya?" Tanya Lin Zuan, dengan menatap pria paruh baya.
" Sebaiknya kita menunggu tuan muda datang, bisa saja tuan muda sudah memiliki rencana untuknya." Feng Louzhi menyampaikan pendapatnya.
Semua orang pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Feng Louzhi.
Kemudian Kaisar Qing Jiang segera memanggil Jenderal kekaisaran.
Tidak lama kemudian, datang Jenderal Liu bersama beberapa prajurit. mereka semua segera memberikan hormat.
Melihat kedatangan Jenderal Liu, Kaisar Qing Jiang pun segera memberikan perintah.
" Segera bawa dia menuju penjara bawah tanah." Ucap Kaisar Qing Jiang, menunjuk ke arah pria paruh baya.
" Baik Kaisar."
" Wuya, Jingmi, bantu mereka." Perintah Feng Louzhi, kepada kedua komandan Faksi Naga Phoenix Langit.
Wuya dan Jingmi lalu segera mengikuti Jenderal Liu membawa Pria paruh baya menuju penjara bawah tanah, mereka akan mencari informasi kepadanya saat Xu Tian telah datang nanti.
**********
Di tempat lain.
Xu Tian yang sedang menuju istana kekaisaran, tiba-tiba menghentikan gerakannya.
" Siapa sebenarnya mereka." Xu Tian membatin, dirinya merasakan beberapa mata terus saja mengawasi dirinya dari jarak yang cukup jauh.
Hingga semakin Xu Tian mencoba menyebarkan persepsi nya, semakin jelas mata merah menyala dengan aura hitam pekat yang dia rasakan.
" Jika dia ingin berniat jahat, mungkin saat terjadi pertempuran dia akan langsung menampakkan dirinya." Xu Tian begitu bingung, dirinya juga merasakan sesuatu yang aneh berada tidak jauh dari tempatnya.
Karena merasa penasaran, Xu Tian pun mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
" Swushh...." Xu Tian bergerak ke arah timur, tempat di mana dirinya merasakan sesuatu yang aneh.
Kilatana cahaya emas bergerak cepat ke arah timur, hingga tidak lama kemudian, Xu Tian dapat melihat sebuah goa yang memiliki aura iblis.
" Aura ini." Batin Xu Tian, namun dia terus bergerak mendekati goa itu.
Hingga tiba-tiba sebuah serangan melesat ke arahnya.
" Formasi Sisik Naga! "
" Swushh....." Energi emas membentuk sebuah perisai dengan sisik naga yang menyelimuti.
" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras terjadi, namun tiba-tiba serangan itu berubah menjadi serpihan cahaya, menyebar ke seluruh tempat.
" Serangan jiwa." Ucap kaget Xu Tian, saat tiba-tiba serangan tersebut menyerang jiwanya.
Xu Tian tidak tinggal diam, kemudian segera menggunakan Jiwa Dewa Naga.
" Arghh....." Teriak Xu Tian, saat merasakan sakit yang begitu luar biasa menyerang jiwanya.
" B*jingan! Ternyata sebelumnya dia telah membuat pengalihan." Ucap Xu Tian dengan terus berusaha melepaskan serangan jiwa iblis.
Xu Tian tidak mengetahui jika mata merah yang sebelumnya mengawasi dirinya sebuah pengalihan yang di lakukan.
" Hahahaha.... akhirnya aku mendapatkan tubuh yang cocok untuk jiwaku ini." Sebuah suara terdengar di pikirkan Xu Tian.
Xu Tian mengepalkan tangannya dengan sekuat mungkin, agar dirinya dapat terus sadar.
" Aku tidak boleh menyerah, jika aku kalah melawan serangan jiwa ini, maka sudah di pastikan dunia ini akan hancur." Xu Tian dengan penuh tekad terus mencoba mengendalikan dirinya.
Xu Tian memfokuskan dirinya, dengan tenang dia terus mencoba mengendalikan diri, agar tubuhnya tidak di rebut oleh sosok iblis yang kini tengah mencoba mengambil alih tubuhnya.
" Arghhhh......."