Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch62-Ibu Kota Kekaisaran Qing


Pagi hari pun tiba, kini Xu Feng dan lainnya akan pergi untuk melihat-lihat Ibu Kota. Namun tidak untuk Xu Tian yang memilih pergi seorang diri.


Setelah semua orang pergi, kemudian Xu Tian turun ke lantai bawah lalu duduk di kursi dekat jendela.


Tidak lama kemudian seorang pelayan wanita muda menghampiri nya." Tuan muda, Apakah ada yang tuan muda butuhkan?"


" Pelayan, aku ingin masakan dan arak terbaik." Ucapnya sambil memberikan kantong koin emas kepada pelayan tersebut.


Sambil duduk menunggu pesanannya tiba, Xu Tian mencoba menguping pembicaraan beberapa orang yang sedang membicarakan suatu hal yang cukup menarik baginya.


" Saudara Lao Du, apakah dirimu mendengar bahwa putra mahkota dari kekaisaran Tang berniat ingin memperistri Tuan putri Qing Ling?" Ucap salah satu pemuda yang berada tidak jauh dari tempat Xu Tian berada.


" Saudara, aku juga mendengar nya. Namun yang aku ketahui bahwa Kaisar Qing Jiang menolaknya." Jawab rekannya.


Setelah cukup lama menunggu dengan mendengarkan pembicaraan kedua pemuda tersebut, pesanan Xu Tian pun akhirnya datang.


" Tuan muda, maaf telah membuat anda lama menunggu dikarenakan kami harus menyiapkan arak terbaik yang kami miliki." Ucap pelayan tersebut.


" Tidak apa-apa." Jawab Xu Tian dengan tersenyum.


" Silahkan tuan muda." Kemudian pelayan tersebut undur diri.


Tidak berapa lama, saat Xu Tian sedang menikmati makanan dan juga araknya, masuk tiga orang pemuda menggunakan pakaian yang sama berwarna biru. Mereka lalu menghampiri Xu Tian yang sedang duduk seorang diri.


" Saudara, bolehkah kami bergabung duduk disini?" Ucap salah satu pemuda dengan ramah.


" Silahkan."


Ketiga pemuda tersebut kemudian segera duduk, mencoba mencari tahu kekuatan serta latar belakang yang di miliki Xu Tian.


" Saudara, silahkan nikmati hidangan yang ada." Ucap nya lalu menuangkan arak ke dalam cangkir nya.


Kemudian Xu Tian meminta beberapa gelas giok kepada seorang pelayan, kemudian menuangkan nya untuk ketiga pemuda yang duduk bersamanya.


" Saudara, terima kasih." Ucap ketiga pemuda dengan senyum ramah.


Ini adalah kali pertamanya Xu Tian minum arak, meski tidak mengetahui arak yang terbaik seperti apa. Tetapi setelah arak yang di pesan nya masuk ke dalam tenggorokan nya dia dapat memahami bahwa arak itu berkualitas.


" Saudara, jika boleh tahu siapa nama saudara?." Tanya salah satu pemuda.


" Namaku Xu Tian."


" Saudara Tian, apakah saudara pendatang dari luar Ibu Kota? Atau saudara akan mengikuti kompetisi kekaisaran?"


" Aku berasal dari salah satu kota kecil, dan mengapa aku berada di sini karena memang aku akan mewakili kota ku dalam kompetisi kekaisaran."


Kemudian mereka pun berbincang-bincang banyak hal untuk mengenal satu sama lain serta mengakrabkan diri mereka. Dari pembicaraan itu, Xu Tian kini mengetahui bahwa ketiga pemuda yang bersamanya berasal dari salah satu sekte besar aliran putih yaitu Sekte Awan.


Dari pembicaraan tersebut, Xu Tian juga mendapat kan banyak informasi dari mereka bertiga.


" Aku menjadi begitu penasaran dengan tuan putri kekaisaran Qing sehingga mampu membuat banyak pemuda tertarik kepadanya, bahkan putra mahkota dari kekaisaran Tang pun menyukainya." Batin Xu Tian setelah mengetahui banyak hal dari ketiga pemuda yang berasal dari sekte awan tersebut.


" Saudara Tian, kami bertiga pamit terlebih dulu. Semoga di lain waktu kita dapat menikmati arak bersama kembali." Ucap salah satu pemuda yang bernama Li Fang.


Setelah kepergian ketiga nya, kemudian Xu Tian mencoba berkeliling menikmati suasana Ibu kota.


Di tengah perjalanan nya Xu Tian melihat sebuah keramaian yang berada di sebuah bangunan yang cukup mewah dan besar.


Karena penasaran apa yang terjadi, kemudian Xu Tian melangkah kan kakinya menuju kerumunan tersebut.


Beberapa saat sebelum Xu Tian tiba di tempat itu, Xu Feng dan lainnya yang sedang menikmati suasana ibu kota mendapatkan masalah karena seorang tuan muda terus menggoda ketiga wanita yang ikut bersama rombongan nya.


Sesampainya di tempat kerumunan, Xu Tian segera mengitari pandangannya. Kemudian berhenti saat melihat bahwa di kerumunan tersebut terdapat para saudaranya yang sedang berdebat dengan beberapa orang.


Xu Tian pun segera mendekat ke arah Xu Feng dan lainnya. " Saudara, apa yang terjadi?" Tanya nya kepada Xu Cang.


" Saudara Tian, tuan muda mereka berniat membawa ketiga saudari kita dengan pikiran mesumnya." Jawab Xu Cang yang bahagia karena Xu Tian datang.


Mendengar hal tersebut membuat Xu Tian begitu marah karena lagi-lagi ada yang mengganggu saudarinya dengan pikiran mesum.


Xu Tian pun melangkah kan kakinya mendekati Xu Feng yang sedang berdebat dengan beberapa orang.


" Saudara, cepat kalian pergi bersama yang lainnya kembali ke penginapan. Masalah ini biar aku yang mengurusnya." Perintah Xu Tian kepada Xu Feng untuk membawa yang lainnya pergi agar tidak terlalu membuat keributan yang besar.


" B*jingan! Siapa dirimu dengan berani meminta mereka pergi begitu saja." Ucap tuan muda yang cukup arogan menunjuk ke arah wajah Xu Tian.


" Turunkan tanganmu dari depan wajahku! Atau kau akan merasakan akibatnya!" Ucap Xu Tian dengan begitu marah karena ada yang menunjuk ke arah wajahnya, tetapi dia masih mencoba menahan agar tidak berbuat terlalu jauh.


" Hahaha.. siapa dirimu, sehingga aku harus mematuhi ucapanmu?" Ucap tuan muda dengan arogannya.


Melihat pemuda tersebut mengabaikan ucapannya, Xu Tian kemudian mengalirkan energi petir yang berada di tangannya, lalu dengan gerakan cepat memotong tangan tuan muda arogan tersebut.


" Arghhh... B*jingan! Bunuh mereka semua dan bawa ketiga wanita itu kepada ku!" Teriaknya kesakitan lalu memberikan perintah kepada beberapa pengawal di belakang nya.


" Saudara tinggal tempat ini sekarang juga! Biar aku yang membereskan nya." Perintah Xu Tian, kemudian segera melesat maju menghalang serangan para pengawal tuan muda tersebut bersama Long Hei di sampingnya.


Sedangkan Xu Feng dan lainnya pergi meninggalkan tempat tersebut, awalnya mereka tidak mau pergi, tetapi setelah mendengar kata-kata tegas dari Xu Tian mereka tidak bisa menolaknya.


" Jangan pergi kalian!" Teriak salah satu pengawal melesat menyerang ke arah Xu Feng dan lainnya yang ingin pergi, namun segera saja di halangi oleh Long Hei yang mengarahkan pukulan dan langsung mengubahnya menjadi kabut darah.


" Hanya seekor semut berani menyinggung seekor naga!" Ucap Long Hei lalu segera melesat menghabisi semua lawannya bersama Xu Tian.


Beberapa prajurit yang mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut, segera saja menuju tempat di mana pertarungan terjadi.


Kombinasi serangan Xu Tian dan Long Hei begitu memukau para pejalan kaki dan orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian.


Dengan gerakan cukup cepat dan tidak bisa di ikuti oleh pandangan mata semua orang, Xu Tian dengan Long Hei begitu cepat menyelesaikan pertarungan dan hanya menyisakan sang tuan muda yang hanya menatap dengan tidak percaya karena pengawal nya yang berada di tingkat kaisar hanya seperti seekor semut di hadapan keduanya.


Xu Tian kemudian mendekati tuan muda yang sudah ketakutan. " Apa hanya ini kemampuan yang kalian miliki?" Dengan senyum tipis melihat tuan muda yang sudah putus asa.


Xu Tian kemudian mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan nya lalu mengarahkan ke arah leher sang tuan muda, namun belum sempat dia mengayunkan pedangnya, tiba-tiba terdengar suara.


" Berhenti!.."