Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch92-Naik Tingkat


Untuk Qing Ling sendiri sebenarnya merasa malu saat memanggil Lin Hua dengan sebutan Ibu.


Hanya saja Lin Hua memaksa dirinya untuk memanggilnya dengan sebutan Ibu, karena Lin Hua mengatakan jika dirinya akan menjadi istri Xu Tian, maka mulai dari sekarang belajar memanggilnya dengan sebutan Ibu.


Sedang Permaisuri Yan Li Wei yang sedang bersama mereka saat itu pun menyetujui apa yang di katakan oleh Lin Hua, jadi mau tidak mau Qing Ling pun harus memanggil Lin Hua dengan sebutan Ibu.


Meski entah kapan dia akan menikah dengan Xu Tian, tetapi tidak ada salahnya untuk melakukan apa yang di katakan oleh Lin Hua.


Qing Ling sendiri sebenarnya merasa begitu senang, hanya saja dirinya begitu malu jika harus melakukan hal yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan.


Lin Hua kemudian menatap putranya yang sedang menundukkan kepalanya.


" An'er, segera beristirahat. Ibu sudah mengetahui apa yang terjadi dengan dirimu." Ucap Lin Hua dengan nada khawatir.


Xu Tian hanya mampu membuang nafasnya secara perlahan, dia sudah mengetahui tentang hal ini, bagaimana pun dirinya menyembunyikan sesuatu dari Ibunya, pasti sang ibu akan mengetahuinya.


Maka dari itu Xu Tian selalu membicarakan tentang apa pun itu kepada Ibunya, dan untuk Dunia jiwa sendiri mungkin dia akan mengatakan beberapa hari kedepan.


Karena Xu Tian berniat akan melakukan kultivasi tertutup sebelum melakukan sesuatu hal yang sudah dia rencanakan.


" Baik ibu." Jawab Xu Tian, lalu mereka semua pun segera masuk ke dalam istana.


Kaisar Qing Jiang sendiri membebaskan para anggota Klan Xu berada di istana, bukan hanya karena Xu Tian kelak akan menjadi menantunya.


Karena leluhurnya memang begitu dekat dengan Klan Xu, ditambah lagi Xu Tian yang akan menjadi menantu serta sudah banyak memberikan kontribusi kepada pihak kekaisaran dengan membereskan beberapa masalah yang pihak kekaisaran hadapi.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sudah berada di dalam istana, kemudian mereka segera berpisah.


Xu Tian pun melangkahkan kakinya menuju kamar yang sebelumnya dia tempati, setelah tiba di depan kamar, Xu Tian segera masuk ke dalam kamar.


Di Dalam Kamar


Xu Tian segera membersihkan dirinya, karena sudah beberapa hari dia tidak membersihkan diri.


Hingga beberapa waktu kemudian Xu Tian kini telah menyelesaikan kegiatan nya.


" Sebaiknya aku mulai fokus untuk menaikkan tingkat kultivasiku, karena aku tidak mengetahui bahaya apa yang akan aku dan orang-orang ku hadapi kedepannya." Ucap Xu Tian pelan, kemudian segera saja memasuki dunia jiwa.


Setelah berada di dalam dunia jiwa, Xu Tian segera menuju Istana langit, dimana Aula Kultivasi berada.


Istana Langit, Aula Kultivasi.


Xu Tian segera mengambil sikap duduk, kemudian mengeluarkan tiga butir pil tingkat kuno dari dalam cincin penyimpanan nya.


Xu Tian lalu segera menelan ketiga pil sekaligus, sambil mengedarkan teknik kultivasi Dewa Naga Surgawi.


" Semoga saja aku dapat naik tingkat." Batin Xu Tian, kemudian segera fokus untuk menyerap khasiat serta energi yang terkandung di dalam pil tingkat kuno tersebut.


Karena Xu Tian memiliki tubuh khusus serta teknik kultivasi Dewa Naga Surgawi, bagaimana keduanya adalah kombinasi yang sangat sempurna.


Namun memiliki kekurangan bagaimana sang pemilik harus berusaha tiga hingga lima kali lipat dari kebanyakan orang, sehingga jika ingin menaikan tingkat kultivasi nya Xu Tian membutuhkan banyak sumber daya tingkat tinggi.


Meski begitu, jika membicarakan tentang kekuatan maka Xu Tian mampu melawan musuh yang berada satu ranah dengan tingkat kultivasinya.


Hanya saja Xu Tian harus mampu mengontrol energi Qi yang dia miliki, jika tidak ingin kejadian seperti sebelumnya terjadi lagi karena terlalu memaksakan diri.


Waktu terus berlalu, matahari mulai menampakkan sinarnya.


Xu Tian saat ini masih fokus dalam kultivasinya, saat ini Xu Tian telah menghabiskan sekitar sepuluh butir pil tingkat kuno.


Hingga tidak lama kemudian terdengar suara ledakan dari dalam tubuh Xu Tian, dan ini adalah kali ketiganya.


Xu Tian masih tetap fokus untuk terus menstabilkan pondasinya setelah naik tingkat secara berturut-turut.


Hingga setengah jam kemudian Xu Tian membuka matanya.


" Hah.. menghabiskan sepuluh butir pil tetapi hanya naik tingkat tiga kali." Ucap Xu Tian mendesah sedikit kecewa.


" Baiklah, tidak masalah. Setidaknya saat ini aku sudah berada pada Ranah Kaisar 4 dan mampu melawan Ranah Nirwana tingkat 4 hingga 5, bahkan tingkat 6 jika dengan kekuatan penuh." Ucap Xu Tian tetap tersenyum senang.


Hingga beberapa saat kemudian dirinya merasakan aura yang mendekat ke arah pintu kamarnya.


" Sepertinya ada yang datang." Kemudian Xu Tian segera keluar dari dalam Dunia Jiwa.


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


Tok....tok...


" Iya, tunggu sebentar." Ucap Xu Tian, kemudian segera berjalan untuk membukakan pintu.


Ceklek ..


Terlihat seorang gadis yang begitu cantik berdiri di depan pintu kamar Xu Tian, dengan menggunakan pakaian berwarna biru muda, serta beberapa perhiasan yang menempel di tubuhnya menambah kesan anggun sang pemiliknya.


" Selamat pagi Gege." Ucap Qing Ling dengan tersenyum manis.


Xu Tian hanya diam tanpa menjawab ucapan Qing Ling, dia hanya diam menatap Qing Ling yang berada di depannya.


Melihat Xu Tian hanya diam saja, membuat Qing Ling begitu bingung. Lalu dirinya mencoba mencari tahu apakah ada yang salah dengan dirinya.


Namun Qing Ling merasa bahwa semuanya baik-baik saja, dan menurut nya tidak ada yang salah.


" Gege, apa ada yang salah dengan diriku?" Tanya Qing Ling dengan penasaran, mengapa Xu Tian dari tadi begitu fokus memperhatikan penampilan nya.


" Tidak ada, hanya saja dirimu terlihat begitu cantik dengan pakaian ini." Jawab Xu Tian dengan jujur.


Mendengar apa yang di katakan Xu Tian, membuat pipi Qing Ling memerah.


Xu Tian terkekeh pelan melihat tingkah Qing Ling yang selalu terlihat malu-malu.


" Baiklah, apa ada sesuatu yang terjadi? Sehingga tuan putri Qing Ling pagi-pagi sudah menemui diriku?" Tanya Xu Tian dengan nada menggoda.


" Berhenti menggodaku. Gege sudah di tunggu yang lainnya di Aula Istana, karena Ayah bilang akan membahas sesuatu yang penting, maka dari itu aku datang kesini." Jelas Qing Ling dengan kesal, karena Xu Tian terus saja menatap dirinya.


" Emm.. baiklah, jika begitu kita akan segera menuju Aula sekarang juga." Ucap Xu Tian, Qing Ling pun menganggukan kepalanya.


Kemudian mereka berdua segera berjalan beriringan menuju Aula Istana.


******


Di Aula Istana.


Saat ini semua orang sudah berkumpul, terlihat para Patriak Sekte maupun Klan berada di dalam ruangan tersebut.


Begitupun Kaisar Qing Jiang yang sudah berada di tempat duduk kebesarannya.


Bukan hanya para Patriak saja yang ada di tempat tersebut, karena terlihat beberapa jenius sekte maupun klan yang juga datang berdiri di belakang Patriak mereka masing-masing.