Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch164-Masalah Di Gerbang Kota Yan


Dengan tenang Xu Tian berjalan kesamping, Kemudian menatap ke arah kelompok yang baru saja datang dan langsung saja mengganggu dirinya.


Salah satu dari kelompok yang baru saja datang pun tersenyum mengejek Xu Tian yang hanya seorang diri.


" Jangan menatapku seperti itu, atau kau akan kehilangan kedua matamu!" Ucap tuan muda dari kelompok tersebut, dengan menunjuk ke arah wajah Xu Tian.


" Singkirkan tanganmu dari wajahku! Atau aku akan mematahkan kedua tanganmu!" Balas Xu Tian, tanpa rasa takut sedikitpun.


Mendengar ucapan Xu Tian, membuat semua orang yang berada di tempat itu segera mengalihkan perhatiannya ke arahnya.


Terdengar obrolan yang mengatakan jika apa yang di lakukan oleh Xu Tian sangat berani karena telah menyinggung salah satu Klan terkuat di kota Yan.


" Ternyata mereka dari Klan Mu." Xu Tian membatin, setelah mendengar obrolan orang-orang yang berada di tempat tersebut.


" Nak.. jaga ucapanmu, atau kau akan menerima akibatnya." Ucap pria paruh baya yang berada di samping pemuda yang menunjuk wajah Xu Tian.


" Benarkah?"


" B*jingan! Apa kau tidak mengetahui siapa kami hah!" Teriak salah satu dari mereka dengan marah.


Xu Tian pun segera menatap tajam ke arahnya.


Awalnya Xu Tian tidak ingin membuat masalah yang merepotkan, namun apa yang di lakukan oleh tuan muda dari Klan Mu membuat Xu Tian tidak dapat menerimanya begitu saja, apalagi tuan muda dari Klan Mu dengan berani telah menunjuk ke arah wajahnya.


" Aku tidak perduli dari mana asal kalian! Baru memiliki kemampuan lebih saja kalian sudah sangat arogan, lalu bagaimana jika menjadi seorang kaisar!"


Mereka semua tertawa, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Xu Tian.


" Bodoh! Di dunia ini siapa yang kuat dia lah yang berkuasa, jika dirimu tidak ingin di tindas maka kau harus memiliki kekuatan yang tinggi" Ucap Tuan muda Klan Mu, dengan tertawa.


Orang-orang dari Klan Mu yang lainnya pun ikut menertawai Xu Tian dan terus mengejeknya.


Prajurit yang menjaga gerbang pun hanya dapat terdiam tanpa berani bersuara.


" Hais... Semoga saja dia tidak mengalami nasib yang buruk.." Batin semua orang yang menatap kasihan kepada Xu Tian.


Xu Tian pun menganggukan kepala, lalu mempersilahkan mereka untuk mendahului dirinya.


" Jika begitu, maka aku minta maaf karena telah menghalangi jalan tuan muda." Ucap Xu Tian, kemudian segera melangkah mundur.


Dirinya tidak ingin menarik perhatian, jadi dia akan melepaskan mereka semua untuk saat ini, namun dirinya akan segera mendatangi Klan Mu di lain waktu.


Melihat apa yang dilakukan oleh Xu Tian, membuat tuan muda dari Klan Mu tersenyum tipis dengan rencana licik yang ada di dalam pikirannya.


" Apa kau pikir aku akan melepaskan dirimu begitu saja, setelah apa yang kau lakukan telah membuang waktuku yang berharga?


Xu Tian mengerutkan keningnya, kemudian menatap ke arah tuan muda Klan Mu.


" Lalu apa yang kau inginkan?"


" Berlutut! dan patahkan tanganmu!"


" Jika diriku menolak?"


" Maka orang-orangku yang akan memaksa dirimu untuk melakukan apa yang aku katakan!" Tuan muda Klan Mu dengan tersenyum lebar.


Semua orang yang berada di tempat itu pun menatap perdebatan itu dengan ekspresi yang berubah-ubah. Antara kasihan melihat nasib Xu Tian, dan begitu geram dengan sikap dari orang-orang Klan Mu.


" Setelah pergantian Patriak, kini Klan Mu menjadi begitu arogan dan sombong, terutama tuan muda mereka." Ucap salah satu orang yang berada tidak jauh dari tempat kejadian.


" Kau benar, pantas saja Klan Mu memiliki banyak musuh."


" Meski memiliki banyak musuh, tetapi mereka juga memiliki pendukung yang cukup kuat di belakangnya."


Berbagai obrolan dari para pejalan kaki, maupun orang-orang yang juga akan masuk ke dalam kota Yan pun terdengar.


" Tuan muda Mu Yang, sebaiknya tuan muda segera masuk ke dalam kota.." Ucap salah satu prajurit yang menjadi penjaga gerbang memberanikan diri.


Tuan muda yang di panggil namanya pun segera mengalihkan pandangannya ke arah prajurit tersebut.


" Prajurit rendahan sepertimu tidak perlu ikut campur, atau kau juga akan bernasib sama dengannya!." Ucap Mu Yang, dengan menatap sinis prajurit tersebut.


" Tap-...."


" Patahkan kedua tangan dan kakinya!" Perintah Mu Yang kepada para pengawalnya, menunjuk ke arah prajurit yang ikut campur.


" Baik tuan muda..." Kemudian segera melesat ke arah prajurit.


Xu Tian yang sudah jengah dengan sifat tuan muda dari Klan Mu pun tidak tinggal diam, dengan gerakan cepat dirinya menahan serangan yang di lakukan oleh pengawal Klan Mu.


" Dhuaaarrrr....." Pengawal Klan Mu terlempar hingga belasan meter.


Melihat hal tersebut, membuat semua orang hanya mampu terdiam dengan mulut terbuka.


" Sangat kuat dan sangat cepat!" Ucap semua orang membatin.


Xu Tian kembali melesat dengan cepat menggunakan langkah dewa naganya.


" Dhuaaarrrr....."


" Dhuaaarrrr...."


Satu persatu pengawal Klan Mu terlempar hingga belasan meter.


Mu Yang dan tetua yang berada di sampingnya pun hanya terdiam menatap apa yang di lakukan oleh Xu Tian.


Hingga beberapa saat kemudian, kini hanya tersisa Mu Yang dan dua tetua dari Klan Mu yang masih berdiri di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun.


" Aku sudah mencoba untuk menahannya, namun kalian sendiri yang memaksaku untuk melakukan ini semua." Ucap Xu Tian, kemudian melepaskan aura miliknya.


" Swushh....." Tiba-tiba udara di sekitarnya begitu mencekam, semua orang pun hanya mampu terdiam dengan nafas yang berat terkena tekanan yang di lepaskan oleh Xu Tian.


" Swushh..." Xu Tian menarik kembali auranya, kemudian menatap ke arah Mu Yang yang kini telah bermandikan keringat dingin.


" Kemarilah! Jika kalian mampu membuatku berlutut!" Dengan menatap tajam ke arah Mu Yang dan Dua tetua Klan Mu.


" Tuan muda.." Ucap prajurit dengan raut wajah khawatir.


" Prajurit, tenanglah... Aku akan bertanggung jawab mengenai masalah ini." Ucap Xu Tian, dengan tersenyum ramah menatap prajurit yang sebelumnya telah membantu dirinya.


Prajurit itu pun menganggukan kepala. " Tapi tuan muda, bagaimanapun Kota Yan memiliki peraturan yang harus di patuhi oleh semua orang."


" Prajurit.. orang seperti mereka ini tidak bisa di biarkan begitu saja, biarkan aku memberikan pelajaran kepada mereka agar tuan muda bodoh ini tidak terlalu menganggap tinggi dirinya dan bersikap semena-mena kepada semua orang." Ucap Xu Tian, yang kemudian melangkahkan kakinya menuju Mu Yang.


" Nak, hentikan... atau kau akan menjadi buronan Klan Mu!"


" Aku tidak pernah takut dengan siapa pun, jadi hentikan omong kosong itu. Aku tidak perduli jika harus menjadi buronan Klan yang lemah itu!"


Namun saat Xu Tian baru saja menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba terdengar suara dari atas langit.


" Hahaha... Menarik.. sangat menarik....!" Ucap seseorang yang baru saja datang dengan membawa pasukan kecil.


Mendengar suara yang tidak asing di pendengaran orang-orang dari Kota Yan, membuat mereka semua segera menatap ke arah langit.


Begitupun Mu Yang dan kedua tetua dari Klan Mu yang dapat bernafas lega setelah mendengar suara tersebut.