
Setelah kepergian pelayan, Kemudian Xu Tian segera menikmati hidangan yang ada.
" Jika memang Jenderal ingin kami datang, maka aku akan datang setelah selesai menikmati pesananku." Xu Tian dengan melanjutkan menikmati makanan di atas meja.
Sedangkan mereka semua hanya diam tanpa ikut menikmati hidangan yang di pesan Xu Tian.
Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian menatap ke arah Bai Luan dan Shang bersaudara.
" Apa kalian hanya ingin diam saja?"
" Tuan muda, kami sudah kenyang." Jawab Shang Hai, Yang di angguki oleh mereka semua.
Mendengar jawaban Shang Hai, Xu Tian dengan segera menghentikan kegiatannya, lalu berdiri dari duduknya.
" Jika begitu kita akan segera menuju Istana Kekaisaran." Xu Tian menatap ke arah Jenderal besar.
Jenderal besar menganggukkan kepalanya dengan semangat. " Tuan muda, mari.." Ajaknya dengan mempersilahkan Xu Tian untuk mengikuti dirinya.
Kemudian mereka semua pun pergi meninggalkan penginapan menuju Istana Kekaisaran.
Semua orang yang melihat rombongan itu pun bertanya-tanya. Karena mereka semua mengetahui identitas Tetua yang bersama Xu Tian, namun tidak dengan Jenderal besar yang memang jarang sekali meninggalkan Istana.
" Siapa mereka?" Ucap pemuda yang melihat rombongan Xu Tian.
" Entahlah, aku pun tidak mengetahuinya. Namun bukankah itu Tetua Li?" Rekannya menimpali.
" Hais... jika itu bukan Tetua Li, aku tidak akan memperdulikan mereka."
" Mungkin mereka tamu kekaisaran." Ucap pemuda yang lainnya, karena sangat jarang Tetua Li berjalan bersama orang asing.
Tetua Li yang mendengar pembicaraan mereka pun menatap sepintas ke arah mereka, kemudian kembali fokus melanjutkan perjalanan.
" Sebaiknya kita tidak mengurusi urusan mereka." Pemuda itu dengan ketakutan, kemudian mengalihkan pandangan ke tempat lain.
Begitupun yang lainnya, meski Tetua Li hanya menatap sepintas, namun terdapat tekanan yang memang di sengaja di arahkan kepada mereka.
************
Istana Kekaisaran.
Saat ini Leluhur Bing sedang duduk di dalam ruangan bersama Kaisar Bing Qing dan beberapa Jenderal maupun Tetua yang lainnya.
Mereka sedang menunggu Jenderal besar dan Tetua Li yang sedang menuju penginapan, setelah mendapatkan informasi jika Pria yang sebelumnya membantu mereka berada di sana.
Pria yang di maksud mereka adalah Bai Luan, karena hanya Bai Luan yang menunjukkan dirinya kepada mereka.
" Apa Jenderal besar telah menemukannya?"
" Hamba tidak mengetahuinya Kaisar." Ucap salah satu tetua.
" Hais... apa dia belum memberikan kabar?"
Mereka semua menggelengkan kepala, karena sudah berjam-jam Jenderal besar dan Tetua Li tidak memberikan kabar kepada mereka.
Hingga saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba masuk seorang Komandan.
" Komandan, ada apa?" Tanya salah satu Jenderal.
Komandan itu memberikan hormat kepada semua orang, kemudian segera menjelaskan maksud kedatangannya.
" Lapor Kaisar, saat ini Jenderal besar dan Tetua Li baru saja memasuki Gerbang Istana bersama lima orang lainnya."
Mereka semua menatap Komandan itu dengan bingung, setau mereka Jenderal besar hanya akan pergi mengundang satu orang saja, lalu siapa keempat yang lainnya.
" Komandan, apa kau mengenal mereka?"
" Tidak Kaisar, namun salah satu dari mereka adalah seorang pemuda." Komandan menjelaskan saat mengingat salah satu dari mereka adalah seorang pemuda yang tidak lain Xu Tian.
" Baik, terima kasih atas laporanmu. Kau bisa kembali ke tempat." Ucap Kaisar Bing Qing.
Meski mereka semua bertanya-tanya, namun mereka berfikir lebih baik menunggu beberapa saat lagi hingga Jenderal besar dan tetua Li datang bersama orang yang bersamanya.
***********
" Tuan muda, selamat datang di Istana Kekaisaran Bing." Jenderal dengan ramah menatap ke arah Xu Tian.
Xu Tian tersenyum tipis." Istana yang cukup besar dan mewah."
" Apa ini pertama kali tuan muda memasuki Istana Kekaisaran?" Tanya Tetua Li, yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari keempat pelayan Xu Tian.
" Maaf.." Tetua Li dengan ketakutan, namun dirinya mencoba untuk tetap bersikap tenang.
Xu Tian yang melihat hal itu pun menatap ke arah Bai Luan dan Shang bersaudara.
Bai Luan dan Shang bersaudara segera menundukkan wajahnya tidak berani menatap ke arah Xu Tian.
" Tetua, mohon maaf atas sikap orang-orangku." Ucap Xu Tian yang menghentikan langkahnya, dengan menatap ke arah Tetua Li.
" Tuan muda, ini semua kesalahanku yang dengan lancang menanyakan hal itu." Tetua Li dengan merasa bersalah.
" Sebaiknya kita lupakan masalah ini, Jenderal mari." Ajak Xu Tian, yang kemudian kembali melanjutkan masuk ke dalam Istana.
Mereka semua pun akhirnya tiba di depan pintu berwarna emas dengan ukiran Phoenik.
" Tuan muda." Ucap Jenderal besar, saat berada di depan ruangan yang terdapat Kaisar Bing Qing dan lainnya.
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian mengikuti Jenderal besar masuk ke dalam ruangan itu.
Ceklek....
Pintu ruangan terbuka, semua orang yang berada di dalam segera mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
Terlihat Jenderal besar yang masuk ke dalam bersama Xu Tian di sampingnya, sedangkan Tetua Li, Bai Luan dan Shang bersaudara berada di belakangnya.
Jenderal besar kemudian segera berjalan memberikan hormat kepada Kaisar dan Leluhur Bing, begitu pun Tetua Li.
Sedangkan Xu Tian dan para pelayannya hanya diam berdiri di tempatnya.
Tetua dan para Jenderal yang melihat Xu Tian masih berdiam diri pun menatap tidak suka dengan apa yang di lakukan oleh Xu Tian.
Sedangkan Kaisar Bing Qing dan Leluhur Bing hanya diam memperhatikan rombongan Xu Tian itu.
Hingga tiba-tiba salah satu tetua berdiri, kemudian menatap ke arah Xu Tian dan rombongan.
" Di mana sikap hormat kalian kepada Kaisar Bing Qing dan Leluhur Bing hah!" Teriaknya dengan marah.
Xu Tian tersenyum, kemudian menatap ke arah Kaisar dan Leluhur Bing.
Dengan menyatukan tangannya di depan dada, Xu Tian memberikan hormat dengan sikap biasa saja.
" Salam Kaisar, Salam Leluhur Bing dan lainnya." Xu Tian dengan tenang, Bai Luan dan Shang bersaudara pun mengikuti apa yang di lakukan oleh tuan mudanya.
Xu Tian kemudian menatap ke arah tetua yang sebelumnya berteriak kepadanya.
" Apa hanya ini saja sambutan kalian terhadap tamu yang di undang secara langsung untuk datang ke Istana Kekaisaran?"
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu begitu kaget saat mendengar pertanyaan Xu Tian.
" Nak, sebaiknya kau tidak bersikap lancang di istana kami." Ucap seorang Jenderal, yang kini mulai terpancing emosi.
Xu Tian tersenyum tipis, kemudian menggelengkan kepalanya.
" Apa kau pikir aku ingin datang ke tempat ini? Sejak awal kedatanganku saja kalian sudah menatap tidak suka terhadapku dan juga orang-orangku. Lalu sikap siapa yang lancang di sini?" Xu Tian dengan tenang, tanpa rasa takut sedikitpun.
Dia bukan tidak ingin memberikan hormat, namun saat pertama kali dirinya masuk, tiba-tiba Xu Tian merasakan salah satu dari mereka dengan lancang memeriksa kesadaran Xu Tian untuk mengetahui kekuatan yang di milikinya.
Karena baru kali ini dia mendapatkan sambutan yang membuat dirinya terusik. Maka dari itu Xu Tian tidak memberikan hormat kepada mereka saat pertama kali masuk ke dalam ruangan.
...****************...
Desember? Ada apa dengan bulan ini. Apa kalian tahu, Desember menjadi bulan terakhir sebelum pergantian tahun. Author hanya ingin bercerita sedikit tentang bulan Desember, Desember selalu menjadi momok menakutkan untuk Author karena pada bulan ini selalu menjadi bulan perpisahan untuk Author. Maka dari itu jika kalian masih ingin Author tetap terus melanjutkan cerita Lahirnya Penguasa Alam ini. Yuk bantu Support dan dukung karya Author terus. See You... ♥️🙏🏻