
Beberapa hari kemudian.
Pagi hari yang cerah dengan pancaran kebahagiaan di sertai senyum terlihat dari semua orang yang ada di Istana Xufelong.
Mereka terlihat sangat serasi dengan menggunakan pakaian berwarna merah.
Semua orang terlihat sangat sibuk mempersiapkan acara pernikahan Xu Tian dan Qing Ling.
Menjelang siang, para tamu undangan dan para kultivator yang sengaja datang jauh-jauh dari berbagai daerah maupun benua untuk menyaksikan pernikahan pahlawan dunia mereka.
Kursi tamu undangan dari para petinggi kekuatan yang ada di Benua Timur mulai terisi. Terlihat juga perwakilan dari setiap Benua, bahkan terlihat Kaisar Benua Tengah, Benua Selatan dan Benua Utara yang secara langsung hadir dalam acara tersebut.
Tidak lama kemudian, di tempat acara terlihat Xu Yuan, Lin Hua, Kaisar Qing Jiang, dan Permaisuri Yan Li Wei memasuki ruangan dengan tersenyum menatap semua orang yang hadir.
Semua orang segera memberikan hormat kepada mereka.
Di tempat itu juga telah hadir Xu Mei, Han Zishu, Xu Feng, Xu Han, Xu Cang, Xu Lou, Xu Guang, Xu Jin, Xu Meng, Xu Ying, dan para tetua Klan Xu, Keluarga Kekaisaran, Klan Lin, Kakek dan Nenek Xu Tian.
Di pojok ruangan duduk dengan tenang para abdi Xu Tian. Feng Louzhi, Feng Huang, Long Hei, Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Bai Mo, Yuan Qi, Fu Li Guan, Bai Luan. Sedangkan Bai Hu sendiri berada di Dunia Jiwa.
" Mei, tempat ini sangat indah dan ramai," Ucap Han Zishu dengan pandangan menatap tempat acara.
" Tentu saja, hari ini adalah hari pernikahan Kakak Tian dan Kakak Ling, jadi sudah seharusnya tempat ini di buat sedemikian rupa." Jawab Xu Mei dengan semangat.
" Upacara dimulai!" Teriak sebuah suara mengejutkan semua orang.
Dung..... Suara Gong terdengar.
" Pengantin Pria memasuki ruangan!"
Semua orang langsung mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk.
Hingga tidak lama kemudian Xu Tian muncul menggunakan jubah berwarna merah dengan motif Naga dan Phoenix berwarna emas serta mahkota yang menghiasi kepalanya.
Dung.....
Gong kembali bergema dengan suara pemandu acara yang berteriak lantang.
" Mempelai wanita memasuki ruangan!" Teriak pemandu acara sekali lagi.
Tidak lama kemudian, mempelai wanita dengan wajah tertutup kain merah memasuki ruangan. Dengan menggunakan pakaian merah bercorak Naga dan Phoenik, pengantin wanita berjalan di iringi beberapa pelayan yang kemudian membawanya duduk di sisi pengantin pria.
Dung.... Suara Gong ketiga terdengar.
" Sumpah janji dari kedua mempelai!"
Ruangan itu benar-benar sunyi dan tegang, semua orang terdiam dan fokus mengikuti upacara pernikahan yang sudah sangat lama mereka nantikan.
" Aku Xu Tian. Berjanji pada langit dan bumi akan mencintai istriku, dalam untung dan malang, di saat sehat maupun sakit, dan di saat senang dan susah. Aku berjanji akan selalu menyayangi dan mencintainya, menjaganya dan melindunginya sampai aku mati!"
" Aku Qing Ling. Berjanji pada langit dan bumi akan menjadi istri yang patuh dan baik, yang mencintai suamiku dengan segenap hidupku, di saat senang dan susah. Aku berjanji akan bersamanya, menjaganya dan selalu berada di sampingnya sampai aku mati!"
Dung.....
" Pengantin pria dan pengantin wanita saling membuka kain penutup!"
Mereka berdua kemudian saling membuka penutup wajah.
" Tian Gege..."
" Ling'er...."
Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan mata berkaca-kaca penuh dengan kebahagiaan.
Xu Tian mencium kening Qing Ling, Qing Ling mencium tangan Xu Tian kemudian saling berpelukan di iringi tepuk tangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan.
Kedua pengantin itu lalu menatap ke arah Xu Yuan, Lin Hua, Kaisar Qing Jiang dan Permaisuri Yan Li Wei
Xu Tian dan Qing Ling kemudian berjalan ke arah kedua orang tua mereka untuk memberikan hormat.
Para pelayan mulai mengedarkan makanan dan minuman terbaik yang ada.
Satu persatu pihak keluarga memberikan selamat yang kemudian di ikuti oleh tamu undangan.
Pesta pernikahan itu berlangsung dengan sangat meriah, bahkan menjelang malam semakin banyak tamu yang datang untuk memberikan selamat kepada Xu Tian dan Qing Ling.
**********
Di dalam kamar.
Xu Tian dan Qing Ling masih berdiri di pinggiran tempat tidur.
Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain. Tampak wajah cantik itu merona dan tersipu malu.
" Ling'er, saat ini kita sudah menjadi suami istri,"
" Em.... Gege.." Ucap Qing Ling gelagapan, dia tidak mengetahui apa yang harus dia katakan.
Xu Tian tersenyum menatap Qing Ling yang salah tingkah dan malu-malu, sedangkan wajah Qing Ling semakin memerah.
Dengan perlahan Xu Tian mendekati wajah dan menatapnya dengan jarak yang semakin dekat.
" Gege..." Ucapan Qing Ling terpotong saat tiba-tiba merasakan Xu Tian menciumnya.
Dengan perlahan Xu Tian mengecup bibir merah yang sangat menggoda, semakin lama Xu Tian semakin memperdalam ciuman itu hingga Qing Ling yang terlihat kesulitan bernafas.
Xu Tian kemudian menyudahi ciuman itu dengan mengelus bibir Qing Ling.
Xu Tian berbisik mesra ditelinga Qing Ling, lalu memberikan gigitan kecil yang membuat tubuh Qing Ling menggeliat.
" Gege ." Qing Ling nampak malu karena Xu Tian menyentuh tubuhnya, bahkan secara perlahan Xu Tian melakukan hal yang lebih intim saat kedua telapak tangannya menyentuh dua gunung milik Qing Ling.
Lalu Xu Tian membalikkan badan Qing Ling agar menghadap ke arahnya. Sedetik kemudian Xu Tian mendaratkan kecupan lembut dan mulai memperdalam kecupannya yang berubah menjadi ciuman yang dalam.
Jantung Qing Ling berdegup dengan kencang dan wajahnya bersemu merah saat telapak tangan Xu Tian menyentuh bagian-bagian sensitif dalam tubuhnya.
Dalam posisi berdiri, Qing Ling tidak sadar saat belakang kakinya menyentuh pinggiran tempat tidur.
Dengan perlahan Xu Tian membawa Qing Ling dan membaringkannya di atas tempat tidur.
Qing Ling tergolek pasrah saat Xu Tian mulai menciumi dan berada di atas tubuhnya. Xu Tian kemudian mulai melepaskan satu persatu pakaian yang menempel di tubuh Qing Ling.
Dengan menindih tubuh Qing Ling, Xu Tian juga mulai membuka pakaian miliknya yang di bantu oleh Qing Ling.
Semakin lama Qing Ling mulai terbuai dengan apa yang di lakukan Xu Tian sehingga dia mulai membalas ciuman Xu Tian dengan penuh gairah.
Qing Ling tidak menyadari saat tubuhnya kini mulai polos tanpa sehelai benang yang menempel pada tubuhnya.
Xu Tian tersenyum tipis melihat melihat tubuh putih mulus Qing Ling dengan gunung yang membusung indah di hadapannya. Xu Tian mulai memainkan dan membelai puncak dengan meremasnya.
Qing Ling menahan desahannya dengan sekuat tenaga, dia merasa terbang ke angkasa saat Xu Tian mulai memberi kecupan dan gigitan kecil pada keuda gundukan kenyal yang membusung menantang itu.
" Gege.... ah ..." Kedua tangan Qing Ling memegangi kepala Xu Tian.
" Gege .... Akh....." Qing Ling memekik saat merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana mulai menyentuh bagian intimnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Skip yak! Lanjut di Next aja 🤣😁
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Meski wajah tak mampu berjumpa, tangan tak bisa saling menjabat, semoga coretan kata ini mampu menjadi jembatan. Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. 🙏🏻🙏🏻🙌
Othor sebenernya masih ingin melanjutkan karya ini dan kisah perjalanan Xu Tian bersama Qing Ling di Dunia Dewa. Hanya saja Othor masih sedikit ragu. Mungkin jika di lanjut akan berlanjut di novel baru, untuk waktunya Othor masih belum tau karena sebentar lagi baru akan mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Mungkin saja pertengahan atau akhir bulan . See you....