Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch115-Akhir Pertempuran


" Nak." Panggil semua orang dengan khawatir.


Xu Tian tersenyum hangat. " Tenanglah, aku baik-baik saja."


" Tuan muda, lalu mengapa tuan muda membawa mayat Ming Gong?" Tanya Patriak Ming Li Fang dengan bingung.


" Dia memang bersalah, namun dia juga mempunyai alasan di balik semua kesalahannya. Aku meminta kepada kalian terutama Klan Ming untuk memaafkannya. Dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Klan Ming setelah apa yang dia lakukan." Jelas Xu Tian dengan menatap Ming Gong.


" Tapi-"


" Nak, turuti saja kemauan tuan muda, aku yakin tuan muda memiliki alasannya sendiri." Ucap Leluhur Ming Cheng memotong ucapan Ming Li Fang.


" Baik."


Kemudian Xu Tian menatap wajah Xu Yuan, Feng Louzhi dan Long Hei dengan tersenyum hangat.


Mereka bertiga pun menganggukan kepala mengerti maksud senyuman Xu Tian, dan tidak ingin bertanya lebih jauh lagi.


" Sebaiknya kita segera membereskan kekacauan ini, dan untuk yang tidak terluka segera bantu mereka yang terluka." Ucap Feng Louzhi, meminta semua orang untuk membereskan kekacauan yang terjadi akibat pertempuran.


" Baik." Ucap mereka semua, lalu segera bergerak melakukan apa yang di katakan oleh Feng Louzhi.


Sedangkan Xu Tian pamit undur diri, karena masih ada sesuatu hal yang akan dia lakukan. Meski semua orang penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Xu Tian, namun mereka hanya mampu mengiyakan tanpa banyak bertanya.


Xu Tian segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju hutan Huyang, dia berniat ingin mencari sebuah goa untuk memulihkan dirinya.


" Semoga tuan muda baik-baik saja." Batin Feng Louzhi dan Long Hei menatap ke arah di mana Xu Tian pergi.


Meski Xu Tian mengatakan jika dirinya baik-baik saja, Feng Louzhi dan Long Hei dapat mengetahui jika Xu Tian menghadapi sedikit masalah.


Feng Louzhi dan Long Hei saling pandang, kemudian menganggukan kepala.


" Wushhh...." Keduanya melesat pergi untuk mengawasi semua tempat di sekitar ibu kota kekaisaran Tang.


Sedangkan para Patriak membawa Kaisar Qing Jiang dan Leluhur Ming Cheng ke dalam istana.


**********


Di hutan Huyang.


Kini Xu Tian sedang bergerak mencari sebuah goa, hingga tidak lama kemudian dirinya melihat sebuah goa yang tidak jauh dari tempatnya.


" Swushh..." Xu Tian segera melesat masuk ke dalam goa.


Dengan menggerakkan tangannya, Xu Tian membuat sebuah formasi agar tidak ada yang mengetahui keberadaannya.


Setelah membuat formasi, Xu Tian segera mencari tempat untuk memulihkan diri.


" Andai saja kekuatan jiwaku lemah, pasti jiwaku telah terluka dengan parah saat ini." Batin Xu Tian, kemudian segera mengambil sikap berkultivasi.


Dengan menggunakan kristal Jiwa yang di milikinya, Xu Tian mulai menyerapnya untuk mengembalikan kekuatan jiwanya yang sedikit mengalami masalah.


Tubuh Xu Tian memang tidak terluka akibat pertempuran yang terjadi, hanya saja setelah Ming Gong menggunakan teknik Jiwa Iblis, kekuatan jiwa Xu Tian terkena serangan balik dari teknik tersebut dan mengakibatkan kekuatan jiwanya mengalami masalah.


Ini lah alasan mengapa Xu Tian menggunakan formasi sangkar abadi, tujuannya agar semua orang tidak mendapatkan efek dari teknik jiwa iblis.


Dari pengetahuan yang Xu Tian ketahui, jika teknik iblis memiliki teknik khusus untuk menyerang jiwa seseorang, maka dari itu Xu Tian segera membuat formasi.


Setelah melihat Ming Gong menggunakan teknik iblis saat menyerang Leluhur Ming Cheng, Xu Tian sedikit memahami masalah yang terjadi.


Dirinya begitu yakin jika ada orang lain di belakang Ming Gong, alasan Ming Gong sendiri Xu Tian tidak dapat mengetahui dengan pasti, namun setelah mendengar ucapan Ming Gong, Xu Tian percaya jika dia terpaksa melakukan hal tersebut dan akhirnya menjadi boneka orang yang berada di belakangnya.


*******


Benua Timur, Kekaisaran Qing.


Mereka begitu menunggu kabar dari pasukan yang pergi menuju benua tengah, terlihat juga keluarga dari Lin Hua yang tidak lain ayah dan ibunya.


" Hua'er, apa sudah ada kabar dari suamimu?" Tanya Lin Zuan yang datang bersama Xie Mayleen beberapa hari yang lalu.


" Belum ayah." Jawab Lin Hua dengan tidak berdaya.


" Kakek tidak perlu khawatir, karena kakak pasti akan mengalahkan mereka semua. Benarkan Zishu?" Ucap Xu Mei yang masih bersikap sangat tenang.


" Emm...tentu saja, kakak Tian pasti akan menghancurkan mereka semua." Jawab Han Zishu dengan tertawa kecil.


Sedangkan Permaisuri dan Qing Ling hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.


Namun mereka semua bersyukur, dengan adanya Xu Mei dan Han Zishu membuat suasana di tempat itu terlihat lebih hidup.


" Dengarlah, kedua cucuku yang cantik saja begitu percaya kepada mereka. Masa kalian yang lebih tua dan lebih mengetahui kemampuan yang di miliki oleh cucuku tidak mempercayainya." Xie Mayleen dengan tertawa kecil.


" Emm..." Lin Hua dan Lin Zuan begitu bingung ingin mengatakan apa, namun memang yang di katakan oleh kedua gadis kecil itu benar adanya.


" Kakak Ling, aku ingin berkeliling ke ibu kota." Ucap Xu Mei menatap Qing Ling dengan penuh harap.


Karena selama di ibu kota, dia tidak pernah keluar untuk melihat-lihat suasana di ibu kota.


Qing Ling pun melihat ke arah Lin Hua.


" Baiklah, kalian boleh pergi." Ucap Lin Hua.


" Asik...." Xu Mei dan Han Zishu begitu senang.


Akhirnya Qing Ling mengajak keduanya untuk berkeliling melihat ibu kota. Xu Meng, Xu Ying dan Mo Feifei pun ikut menemaninya.


" Komandan Kun, temani mereka." Perintah Permaisuri Yan Li Wei.


" Baik." Ucap Komandan Kun.


Setelah kepergian mereka. Permaisuri Yan Li Wei, Lin Hua, Lin Zuan dan Xie Mayleen pun melanjutkan pembicaraan.


" Hua'er apa kalian tidak berniat membuat pesta pertunangan untuk cucuku dan putri Ling?" Tanya Lin Zuan dengan tersenyum.


" Emm..-"


" Sepertinya itu ide yang bagus. Meski mereka masih muda, tetapi tidak ada salahnya jika mereka bertunangan terlebih dahulu." Ucap Permaisuri Yan Li Wei dengan cepat menyetujui ucapan Lin Zuan.


" Jika begitu, maka sudah di putuskan. Kita hanya tinggal mengatur waktunya saja." Xie Mayleen dengan semangat.


" Ibu.."


" Tenanglah Hua'er, ibu yakin jika mereka akan setuju. Bukan begitu?" Tanya Xie Mayleen dengan menatap Lin Zuan kemudian beralih menatap Permaisuri Yan Li Wei.


Mereka berdua pun menganggukan kepala. Sedangkan Lin Hua hanya pasrah mengikuti apa yang di katakan oleh kedua orang tuanya, Lin Hua pun mengetahui jika kedua orang tuanya begitu menyayangi anak-anaknya.


Mereka berempat kemudian kembali berbincang-bincang membahas rencana yang akan mereka lakukan.


Hingga tidak lama kemudian datang seorang pelayan. setelah memberi hormat kepada mereka berempat, kemudian pelayan menyampaikan jika hidangan sudah selesai di siapkan.


" Baiklah, kita tunda terlebih dahulu pembahasan ini." Ucap Permaisuri Yan Li Wei, lalu mengajak ketiga tamunya untuk menuju meja makan.


Lin Zuan, Xie Mayleen dan Lin Hua pun menyetujui ucapan Permaisuri Yan Li Wei. Kemudian mereka berempat segera menuju meja makan untuk menyantap hidangan yang telah di siapkan oleh para pelayan istana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Udah dulu yak, karena author mau ada urusan. maklum hari Minggu waktunya untuk refreshing otak 😁 Semoga kalian suka. See You ♥️🙏