Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch109-Situasi Di Ibu Kota


Melihat reaksi dari semua orang, Xu Tian hanya tersenyum tanpa menjelaskan.


Xu Tian sendiri memindahkan Tang Yu Lou ke dalam dunia jiwa, dia berniat tidak akan memberikan kematian yang mudah untuk orang sepertinya.


" Bagaimana, apa semua sudah di bereskan?" Tanya Xu Tian.


" Sudah tuan muda, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Leluhur Ming Cheng.


" Perintahkan anggota klan Ming untuk menguras semua sumber daya dan harta yang ada di istana. setelah itu kita segera menuju ibu kota."


" Baik tuan muda." Jawab Ming Cheng lalu segera meminta Ming Li Fang mengatur anggota Klan Ming untuk melakukan perintah Xu Tian.


Xu Tian kemudian melesat menuju gerbang istana kerajaan Tang. Lalu berhenti di atas gerbang dengan mengawasi semua orang yang sedang sibuk.


Xu Tian pun mulai berfikir.


Hal yang ada di sini adalah jalan yang telah aku pilih, hingga kini lebih baik bagiku untuk terus mempercayai segala jawaban itu.


Suatu saat nanti diriku pasti dapat terbang dengan tinggi ke langit, meski pun aku harus terjatuh beberapa kali hanya ada satu hal yang berharga, yaitu terus mengejar mimpi jangan sampai aku menghilangkan mimpiku dari pandanganku.


Keberanian dan perjuangan yang aku perlihatkan, akan berubah menjadi harta karun yang tak tergantikan di masa depan nanti.


Lihat semua orang yang mengharapkan dirimu, lindungi mereka, jaga mereka, dan berikan kebahagiaan kepada mereka semua.


" Biarkan takdir berjalan bersamaku, bukan aku yang berjalan mengikuti takdirku." Batin Xu Tian dengan penuh tekad.


Setelah menghancurkan kerajaan Tang, Xu Tian berniat menuju Ibu kota untuk membantu pasukan kekaisaran Qing.


Hingga beberapa jam kemudian semua orang kini telah berkumpul.


" Karena urusan kita di tempat ini sudah selesai, maka kita akan segera menuju ibu kota sekarang."


" Baik tuan muda."


Lalu mereka semua segera melesat menuju arah ibu kota kekaisaran Tang.


" Saudara, sebaiknya saudara segera menuju Ibu kota. Untuk urusan pasukan kerajaan Tang serahkan kepada kami." Ucap Xu Cang yang di angguki oleh Xu Guang.


" Jika begitu, aku akan segera menuju ibu kota terlebih dahulu. Jaga diri kalian baik-baik." Lalu Xu Tian segera mengalihkan pandangannya ke arah Long Hei, Leluhur Ming Cheng. Mereka berdua menganggukan kepala.


" Swushh..." Xu Tian, Long Hei, dan Leluhur Ming Cheng melesat dengan kekuatan penuh meninggalkan yang lainnya.


Melihat ketiga orang tersebut melesat dengan kekuatan penuh, membuat Patriak Ming Li Fang dan anggota klan Ming yang lainnya merasa bingung dan cemas.


" Patriak tidak perlu khawatir, mereka bertiga akan menuju ibu kota terlebih dahulu. Sedangkan kita akan menghancurkan pasukan kerajaan Tang yang sedang menuju ibu kota sebelum menyusul mereka." Jelas Xu Cang kepada semua orang.


Akhirnya mereka mengerti, lalu setuju dengan ide tersebut. Karena mereka tidak mengetahui kekuatan yang ada di ibu kota, jadi akan lebih baik jika ketiganya sampai di ibu kota terlebih dahulu.


Meski pasukan kekaisaran Qing di dampingi oleh Feng Louzhi, tetapi Xu Tian tidak meminta Feng Louzhi untuk turun tangan dan hanya sekedar mengawasi saja.


Dengan adanya Feng Louzhi memang keselamatan orang-orang nya akan terjamin, namun tidak dengan pasukan yang ikut bersamanya, bisa saja mengakibatkan kerugian yang besar. Itu lah yang di khawatirkan oleh Xu Tian sebenarnya.


Satu hari kemudian, Xu Tian akhirnya tiba di pinggiran ibu kota kekaisaran Tang. Matanya yang tajam namun menyiratkan ketenangan mengawasi tempat di sekitarnya.


" Long Hei."


" Baik tuan muda." Kemudian Long Hei segera memberikan kabar kepada Feng Louzhi.


Setelah menunggu beberapa saat, batu komunikasi Long Hei bergetar kembali.


" Tuan muda, saat ini mereka sudah berada di kota terdekat dengan Ibu kota, di sana mereka membangun sebuah barak pasukan." Jelas Long Hei setelah memeriksa batu komunikasi.


Ketiganya kemudian segera melesat menuju kota Liang, dimana pasukan kekaisaran Qing berada.


*********


Kota Liang.


" Apa yang di katakan oleh Long Hei?" Tanya Xu Yuan menatap Feng Louzhi.


" Tuan muda sedang menuju kesini."


" Jika begitu kita tetap bersikap tenang, meski mata-mata yang kita kirimkan telah melihat pergerakan mencurigakan dari pihak lawan." Ucap Kaisar Qing Jiang mencoba bersikap tenang.


Mata-mata yang di kirimkan oleh kekaisaran Qing sudah melihat sebuah pasukan besar yang berkumpul di halaman istana. Dan mereka semua yakin jika saat ini mereka telah mengetahui pergerakan pasukannya.


Saat sedang berbincang mengenai strategi yang akan mereka gunakan, Xu Tian pun akhirnya tiba.


" Salam Kaisar dan para Patriak sekalian, maaf karena telah membuat kalian menunggu lama." Ucap Xu Tian memberi hormat.


" Nak, siapa dia?" Tanya Kaisar Qing Jiang menatap Leluhur Ming Cheng dengan penuh selidik.


" Ouh, apakah Kaisar telah melupakan sosok yang membuat semua kaisar di empat benua lainnya merasa segan?" Ucap Xu Tian dengan tersenyum.


" Tuan muda, mungkin karena diriku terlalu lama menghilang, sehingga membuat mereka semua lupa dengan diriku." Leluhur Ming Cheng menimpali.


Setelah mendengar suara tersebut, Kaisar Qing Jiang dan para Patriak sekte besar langsung merasa tidak asing dengan suara itu.


" Emm.. baiklah, perkenalkan diriku Ming Cheng." Leluhur Ming Cheng memperkenalkan diri dengan tersenyum ramah.


Semua orang langsung merasa terkejut saat mendengar nama tersebut, namun mereka segera sadar dari keterkejutan mereka.


" Mohon maaf Kaisar Ming Cheng, karena kami tidak mengenali anda." Ucap Kaisar Qing Jiang yang di ikuti dengan yang lainnya.


" Hahaha...Kalian tidak perlu meminta maaf, dan jangan panggil aku dengan sebutan kaisar, karena saat ini aku bukanlah seorang kaisar lagi."


" Mungkin saat ini bukan, tetapi tidak untuk beberapa waktu lagi dari sekarang." Ucap Xu Yuan dengan tersenyum penuh makna, dirinya dapat menebak isi pikiran putranya.


" Emm-"


" Panggil saja Xu Yuan, saya Patriak Klan Xu dari benua timur." Xu Yuan memperkenalkan diri.


Mendengar jika orang yang sedang berbicara dengannya adalah Patriak Xu Yuan, membuat Leluhur Ming Cheng segera memberi hormat.


Semua orang begitu terkejut melihat hal tersebut, mereka semua bertanya-tanya mengapa Leluhur Ming Cheng yang dulunya seorang Kaisar begitu hormat setelah mendengar nama Xu Yuan.


" Mohon maaf Patriak Xu, karena tidak mengenali Patriak."


" Kaisar Ming Cheng, tet-"


" Aku adalah abdi dari tuan muda Xu Tian, sudah seharusnya aku memberikan penghormatan terhadap ayahnya bukan." Jelas Leluhur Ming Cheng memotong ucapan Xu Yuan.


Melihat hal yang terjadi, Xu Tian segera mengalihkan perhatian semua orang.


" Sebaiknya kita kembali fokus pada tujuan awal, serta membahas strategi yang akan kita gunakan. Kalian akan memiliki waktu untuk berbincang setelah pertempuran berakhir." Ucap Xu Tian menatap semua orang.


" Yang di katakan oleh putraku benar, sebaiknya kita kembali fokus membahas strategi untuk menyerang Kekaisaran Tang." Xu Yuan menimpali ucapan Xu Tian, dirinya mengetahui jika sang putra sudah merasa tidak nyaman dengan situasi yang terjadi sebelumnya.


Semua orang pun menganggukan kepala, lalu satu persatu mulai mengeluarkan pendapat tentang strategi apa yang akan mereka gunakan.