Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch79-Kompetisi Kekaisaran 6


Di bangku peserta.


" Saudara, apakah dirimu tidak tertarik kepadanya?" Tanya Xu Han melihat ke arah Xu Feng dan Xu Cang.


" Apa karena dirimu telah memiliki Mo Feifei, kemudian ingin mencoba mencarikan kami berdua wanita juga?" Ucap sinis Xu Cang.


" Hahaha.. bukan begitu saudara, aku dan saudara Tian telah memiliki wanita. Lalu kalian berdua?" Ucap sombong Xu Han yang langsung mendapat tatapan tajam Xu Ying.


" Apa kalian tidak bisa duduk dengan tenang?"


" Emm.. maaf." Kemudian Xu Han segera mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Xu Cang dan Xu Feng mencoba menahan tawa mereka.


*****


" Apakah tuan muda tidak tertarik padanya?" Tanya tetua Xu Peng.


" Emm.. tidak." Ucap tegas Xu Tian tanpa mengalihkan pandangannya.


" Jika dia berani tertarik kepada wanita lainnya, aku tidak akan menjewer dan menghukum nya." Ucap Lin Hua dengan tegas menatap tajam Xu Tian.


" Ibu tenang saja, aku bukan pria seperti itu." Ucap Xu Tian melihat ke arah ibunya.


Dulu Xu Yuan juga pernah tertarik dengan wanita lain, dan hal itu membuat Lin Hua marah dan sakit hati.


Sehingga hal tersebut membuat Xu Tian pun tidak akan memiliki wanita lebih dari satu, bagaimanapun dia dapat merasakan bagaimana perasaan ibunya pada saat itu.


Jadi Xu Tian memutuskan untuk tidak melakukan hal yang sama seperti ayahnya yang akan menyakiti perasaan wanita.


Memikirkan tentang satu wanita saja Xu Tian tidak tahu harus berbuat apa, bagaimana bisa dia tertarik dengan wanita lainnya.


******


Kembali ke arena. Saat ini We Yan memimpin anggota Sekte Bunga Persik untuk memulai menyerang lawan.


" We Yan, kau begitu cantik. Aku tidak tega ingin melukai dirimu." Ucap Cao Yang menatap We Yan dengan penuh ketertarikan.


We Yan hanya diam tanpa menjawab ucapan Cao Yang.


" Cih.. kau terlalu menganggap dirimu tinggi!." Cao Yang segera melesat mengarahkan pukulan ke arah We Yan.


" Hais.. tuan muda selalu seperti itu." Ucap pelan anggota klan Cao.


" Sebaiknya kita segera ikut membantu tuan muda." Ucap yang lainnya, lalu segera ikut maju menyerang.


" Sampah!" Dengus We Yan, yang melihat Cao Yang mengarah padanya.


" Boooommsss..." Pukulan Cao Yang dapat di tahan dengan mudah oleh We Yan, dengan gerakan cepat We Yan segera melesatkan pukulan ke arah wajah Cao Yang.


Cao Yang pun menghindar, kemudian mundur beberapa langkah ke belakang.


" Cukup harum bau badanmu." Ucap Cao Yang dengan menjilat bibir bawahnya.


" Pria brengsek!" We Yan begitu marah mendengar ucapan Cao Yang.


We Yan segera bergerak dengan cepat, dengan gerakan cepat sudah berada di depan Cao Yang.


" Tarian Bunga Persik! " Dengan gerakan yang begitu lentur We Yan menggerakkan pedang ke arah bagian vital Cao Yang.


" Keras kepala!" Dengus Cao Yang hanya dapat bertahan.


An Niu, Tianba, Tianzhi, dan Annchi tidak tinggal diam, mereka berempat segera bergerak ke arah anggota klan Cao yang lainnya.


Terlihat sebagian tubuh Cao Yang kini mengeluarkan darah akibat goresan pedang We Yan, yang terus bergerak dengan cepat.


Para anggota klan Cao yang lainnya pun hanya dapat bertahan, meski anggota Sekte Bunga Persik wanita, tetapi mereka semua memiliki ranah Kultivasi lebih tinggi dari anggota klan Cao.


" Tusukan Bunga Persik! " Pedang We Yan di selimuti energi yang begitu besar, membuat Cao Yang hanya mampu membuat pertahanan, dan berharap tidak akan mendapatkan luka yang cukup parah.


" Kau terlalu naif!" We Yan dengan sinis.


Perkiraan Cao Yang salah, ternyata We Yan dengan sengaja membuat Cao Yang terdesak dan kemudian menggunakan energi pertahanan.


Hingga tusukan pedang menghancurkan pertahanan yang di buat oleh Cao Yang, namun tidak berhenti begitu saja, tiba-tiba energi We Yan berubah menjadi bunga persik lalu menghantam tubuh Cao Yang.


" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras terjadi membuat Cao Yang terlempar keluar arena dengan luka yang cukup parah.


" Kalian begitu bodoh karena telah mengalihkan fokus ke arah lain!" Ucap Tianba, yang kemudian segera mengeluarkan teknik terkuat nya.


" Pedang Pembelah Persik! "


" Pedang Penghancur Persik! "


" Pukulan Bunga Persik! "


" Tapak Bunga Persik! "


Empat serangan melesat dengan cepat ke arah Klan Cao.


" B*jingan!, Segera menghindar!"


" Menghindar? Kalian terlalu percaya diri!" Ucap We Yan, segera dia membuat sebuah perisai berbentuk Persik untuk mengurung keempatnya.


Keempat serangan yang di lancarkan oleh anggota Sekte Bunga Persik menghantam perisai yang di buat oleh We Yan, namun tidak menimbulkan apapun.


Keempat serangan tersebut malah masuk kedalam dengan bebas, kemudian segera menuju anggota Klan Cao.


" Dhuaaarrrr...." Keempat anggota Klan Cao terlempar menabrak perisai hingga hancur.


Terlihat darah mengalir dari mulut dan badan anggota klan Cao.


We Yan dan lainnya segera bergerak ke arah mereka, dan kemudian mengarahkan pedang ke arah leher.


" Bagaimana?" Ucap Tianba dengan tersenyum.


" Kami menyerah! " Teriak keempatnya dengan ketakutan.


Suara gemuruh para penonton pun terdengar, saat anggota klan Cao menyerah.


" Hahaha... Kalian semua melawan wanita saja kalah!" Ucap penonton dengan tertawa lantang.


Mendengar ucapan penonton, membuat We Yan mengalihkan perhatiannya ke arah asal suara.


" Hahaha.. lihatlah, Dewi We Yan ku sedang menatap ke arahku." Ucapnya begitu bangga.


" Bodoh! Apakah kau ingin mati!" Ucap rekan di sampingnya.


Setelah mendengar ucapan rekannya, kemudian dia pun menyadari ucapan dia sebelumnya.


Wasit pun segera mengumumkan kemenangan Sekte Bunga Persik. Di tempat lain, Sekte Awan juga sudah memenangkan pertandingan mereka.


******


Di tempat Para Patriak.


" Sepertinya Sekte Bunga Persik sudah menyiapkan kompetisi ini dengan begitu matang." Ucap Patriak Ling Chen.


" Tidak juga, di sekte kami, setiap generasi akan mempunyai beberapa kelompok murid untuk berlatih bersama. Dan mereka berlima sudah sering melakukan hal seperti itu." Ucap Matriak Xin Xia dengan tenang.


" Pantas saja mereka terlihat begitu saling melengkapi."


Matriak Xin Xia hanya tersenyum menanggapi ucapan Patriak Ling Chen.


******


Bangku Klan Xu.


" Kerja sama mereka cukup baik, tetapi masih banyak Kekurangan yang mereka miliki." Ucap pelan Xu Tian dengan tenang melihat ke arah arena.


" Maksud kakak?" Tanya Xu Mei yang mendengar ucapan Xu Tian.


" Dalam pertarungan bukan hanya tentang kekuatan serta teknik yang kita miliki, tetapi bagaimana kita dapat melihat situasi yang terjadi, menahan emosi agar tetap tenang, dan tidak terpancing dengan provokasi lawan. Jika saja mereka melawan musuh yang lebih cerdas, maka mereka akan kalah."


" Mei'er belum mengerti dimana kesalahan mereka?" Xu Mei masih mencoba mencerna kata-kata Xu Tian.


" Apa Mei'er tidak melihat? Bagaimana salah satu dari mereka terpancing dengan provokasi yang di buat oleh klan Cao sebelumnya? Keuntungan mereka dapat memenangkan pertandingan, karena mereka sudah terbiasa berlatih bersama. Namun berbeda hal nya jika mereka hanya seorang diri saja." Jelas Xu Tian, namun dia tidak menjelaskan secara detail, itu semua bertujuan agar Xu Mei dapat menganalisa sendiri.


" Emm.. Mei'er mulai memahami ucapan kakak." Ucap Xu Mei setelah berfikir beberapa saat.


" Kau memang cerdas, untuk saat ini kau harus terus memperhatikan cara bertarung mereka semua, karena suatu saat nanti akan berguna untukmu." Ucap Xu Tian menasehati Xu Mei.


" Baik.." Xu Mei dengan penuh semangat.