
Di Arena pertama.
Sun Ming dan lainnya dari Sekte Langit Abadi mulai mempersiapkan diri mereka, begitupun Klan Chen.
" Serang mereka dengan formasi langit." Ucap Sun Ming memberi perintah.
" Baik." Lalu Fen Bo dan Wui Ling segera mempersiapkan pertahanan, sedangkan Hu Pian dan Jun Kaibo mengeluarkan teknik yang mereka miliki untuk mulai menyerang.
Melihat lawan telah mengeluarkan teknik yang dimiliki, membuat Chen Li tidak tinggal diam.
" Formasi pertahanan, kita akan menyerang saat mereka lengah."
Klan Chen segera membuat perisai energi pertahanan berbentuk kubah transparan.
Hu Pian dan Jun Kaibo bergerak menyerang pertahanan yang di buat oleh Klan Chen.
" Dhuaaarrrr....." Tabrakan kedua energi terjadi, dan membuat anggota klan Chen mundur beberapa langkah.
" Tahan!" Teriak Chen Li meminta rekan-rekannya untuk tetap mempertahankan energi mereka.
Sun Ming segera bergerak menyerang, dengan menggunakan pedang di tangannya.
" Pedang Api Langit! " Hawa panas keluar dari pedang Sun Ming, lalu melesat ke atas kubah transparan yang di buat oleh klan Chen.
Chen Li segera menahan serangan Sun Ming menggunakan tekniknya.
" Golem Air! " Sebuah bola air membesar dan bergerak ke arah serangan yang di lancarkan oleh Sun Ming, sehingga kedua serangan saling bertabrakan.
" Boooommmsss..." Energi pedang berbentuk api mulai melemah karena terkena Golem air, namun energi pedang Sun Ming masih terus bergerak hingga menabrak dinding pertahanan klan Chen.
Melihat pertahanan lawan mulai melemah, Fen Bo dan Wui Ling segera melesat menggunakan tapak energi.
" Tapak Penghancur Gunung! "
" Tapak Penghancur Surga! "
" Sekarang!" Chen Li pun tidak tinggal diam, lalu meminta rekannya untuk segera melakukan serangan balik.
Chen Du dan Chen Lang segera keluar dari perisai pertahanan, dengan gerakan cepat mengarahkan pedang ke arah Fen Bo dan Wui Ling yang baru saja mengeluarkan teknik andalan mereka.
" Pedang Angin Kekacauan! " Chen Du dan Chen Lang mengeluarkan teknik klan Chen.
" Menghindar! " Teriak Sun Ming.
" Dhuaaarrrr....."
" Boooommmsss..."
Perisai energi pertahanan yang di buat oleh Klan Chen hancur dan melempar keduanya, karena harus terus fokus mengirimkan energi ke dalam perisai sehingga membuat keduanya terluka dengan cukup parah.
Begitupun dengan Fen Bo dan Wui Ling yang terlempar beberapa meter, karena mereka berdua tidak menyangka bahwa Klan Chen akan begitu berani keluar dari dalam perisai pertahanan mereka.
Fen Bo dan Wui Ling pun hanya mampu menahan serangan tersebut, setidaknya mereka berdua tidak terluka cukup parah.
Melihat kedua rekannya terlempar, membuat Sun Ming segera mengeluarkan segala kemampuannya untuk menyerang klan Chen.
" Langkah Kilat! " Dengan kecepatan seperti angin, Sun Ming segera memukul kedua anggota Klan Chen yang terluka.
" Dhuaaarrrr..." Keduanya terlempar keluar aren, Sun Ming terus bergerak ke arah Chen Li.
Hu Pian dan Jun Kaibo pun tidak tinggal diam, mereka berdua segera bergerak ke arah Chen Du dan Chen Long.
Hingga ketiganya saling serang, Fen Bo dan Wui Ling segera berdiri dan mulai memulihkan dirinya.
Pertempuran ketiganya pun semakin intens, Klan Chen sendiri mulai terdesak karena perbedaan kekuatan membuat mereka hanya mampu bertahan.
" Fen Bo, bagaimana keadaan mu?" Tanya Wui Ling yang sudah mulai membaik, meski belum pulih sepenuhnya.
" Untuk menghajar mereka sudah cukup!" Ucap Fen Bo dengan penuh semangat.
" Jika begitu, maka segera kita selesaikan mereka." Wui Ling kemudian segera membantu rekannya, begitupun Fen Bo yang juga ikut bergerak.
" Tidak ada harapan lagi." Batin Chen Li saat melihat Fen Bo dan Wui Ling kini kembali menyerang.
Hingga tidak lama kemudian, akhirnya Sekte Abadi Langit mampu mengalahkan Klan Chen.
" Hais..Aku masih belum puas bermain dnegan mereka." Desah Fen Bo merasa belum puas menyiksa Klan Chen.
Wasit pun segera mengumumkan kemenangan Sekte Langit Abadi.
******
Di Arena Kedua.
Kini kedua Sekte yang lebih memfokuskan dalam teknik berpedang pun semakin sengit dalam mengadu teknik berpedang mereka.
Namun Sekte Pedang Tunggal lebih di unggulkan, karena Sekte Seribu Pedang memiliki teknik lebih rendah di bandingkan Teknik berpedang Sekte Pedang Tunggal.
" Formasi Gabungan pedang! "
Ma Guang, Ji Nanli, Dugu Chen, Tian Rou, dan Nangong Wen segera membuat formasi.
Formasi Gabungan Pedang sendiri adalah salah satu teknik khusus bagi para murid Sekte Pedang Tunggal. Bagaiman mereka menyerang dengan gerakan yang sama dan saling menjaga, sehingga membuat lawan tidak dapat melihat celah sedikitpun.
Suara pedang yang saling bertabrakan pun terdengar, membuat para penonton kagum dengan permainan pedang kedua sekte yang sedang di atas arena pertempuran.
*****
Bangku Khusus Patriak.
" Sekte yang memfokuskan tentang teknik berpedang memang luar biasa." Ucap Patriak Wang Dunrui.
" Bukan hanya itu saja, bahkan Patriak Jian telah memberikan mereka teknik khusus Sekte Pedang Tunggal." Timpal Patriak Ling Chen melihat ke arah Patriak Kang Jian.
" Mereka adalah generasi muda Sekte kami, jadi sudah seharusnya aku mengajarkan mereka teknik khusus yang sekte kami miliki." Ucap Patriak Kang Jian dengan tenang.
" Patriak Jian benar." Matriak Xin Xia pun membenarkan apa yang di katakan oleh Patriak Kang Jian, karena bagaimanpun generasi muda adalah pondasi bagi mereka, dan sudah seharusnya setiap Sekte memberikan mereka pondasi yang baik agar sekte mereka semakin kokoh di masa depan.
****
Kembali ke arena pertempuran, kini Sekte Seribu Pedang semakin terdesak, bahkan beberapa dari mereka sudah memiliki banyak luka di tubuhnya.
" Kami menyerah!" Teriak Kang Song, saat merasa sudah tidak mampu.
" Saudara, terima kasih." Ucap Ma Guang yang di ikuti yang lainnya.
" Saudara, teknik kalian lebih baik dari kami. Terima kasih juga karena saudara sudah memberikan pencerahan bagi kami semua." Kang song dengan ramah.
Suara tepuk tangan dari penonton pun terdengar, bagaimana kedua sekte tersebut telah menampilkan pertunjukan berpedang yang begitu luar biasa.
Dan yang lebih membuat mereka kagum, tidak ada rasa benci atau kemarahan sedikit pun dari keduanya.
Wasit pun segera maju dan mengumumkan kemenangan Sekte Pedang Tunggal.
Sekte Pedang Tunggal dan Sekte Seribu Pedang mempunyai hubungan yang sangat baik, bahkan banyak orang yang mengatakan jika kedua sekte tersebut layaknya adik dan kakak.
Sehingga mereka tidak terlalu memaksakan diri, dan hanya bertarung menggunakan teknik berpedang.
Kedua sekte pun segera turun dan kembali ketempat mereka masing-masing.
" Baiklah, untuk pertandingan selanjutnya segera bersiap untuk naik ke atas arena." Ucap wasit melihat ke arah bangku khusus peserta.
Keempat kelompok berikutnya pun segera berjalan ke arah arena pertempuran.
" Akhirnya, kini giliran Dewi ku!" Ucap penonton pria saat melihat peserta dari Sekte Bunga Persik menaiki arena.
" We Yan dewiku! "
" We Yan, aku bersedia menjadi pembantumu! "
" Klan Cao, jangan coba-coba melukai We Yan ku!"
" Klan Cao, jika kalian menyentuh dewiku akan aku bunuh kau!"
Teriakan para penonton pria pun tidak lepas dari paras cantik serta tubuh indah We Yan.
Sedangkan We Yan sendiri hanya bersikap cuek dan tidak terlalu memperhatikan ucapan para penonton.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk Jangan Lupa Kasih Like dan Komen, biar author semakin bersemangat. 👍♥️✍️🙏