
" Dhuuuarrrrr..."
Asap tebal menyelimuti tempat tersebut, semua orang yang sedang berjalan segera mengalihkan pandangannya ke arah serangan.
Xu Tian sendiri segera melesat dengan kecepatan tinggi mengejar beberapa orang yang dia rasa memiliki hubungan dengan serangan yang terjadi.
" Swushh...." bergerak ke arah selatan.
Qing Ling segera menuju tempat Xu Mei dan Han Zishu dengan ekspresi panik, yang membuat dirinya begitu bingung adalah bagaimana reaksi Xu Tian yang tiba-tiba pergi.
" Mei'er, Shu'er....." Teriak Qing Ling dengan khawatir.
" Swushh..." Dua siluet melesat keluar dari kepulan asap membawa Xu Mei dan Han Zishu di gendongannya.
" Tuan putri tenang saja, keadaan mereka baik-baik saja." Ucap Feng Louzhi yang membawa Xu Mei di gendongannya.
Melihat jika Feng Louzhi dan Xu Feng datang menyelamatkan mereka, membuat Qing Ling bernafas dengan lega.
Akhirnya dirinya mengerti mengapa Xu Tian tiba-tiba langsung pergi.
" Louzhi, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Qing Ling dengan khawatir.
" Aku tidak mengetahui dengan pasti, hanya saja akhir-akhir ini di ibu kota kedatangan orang-orang yang cukup mencurigakan." Jelas Feng Louzhi, dirinya mendengar hal ini dari anggota Faksi Naga Phoenix Langit yang di perintahkan untuk mengawasi keadaan di ibu kota.
" Sebaiknya kita membawa Mei'er dan Shu'er terlebih dulu, mungkin mereka sedikit kaget dengan serangan tadi." Ucap Xu Feng memberikan saran, dirinya dapat melihat ekspresi yang di tunjukan oleh kedua gadis kecil sedikit mengalami trauma.
Meski mereka memiliki kemampuan yang tinggi untuk anak seusianya, namun mereka belum pernah terjun secara langsung dalam pertempuran.
" Mei'er, Shu'er.. apa kalian baik-baik saja?" Tanya Qing Ling dengan cemas.
" Emm..kita baik-baik saja kak, hanya sedikit kaget." Ucap Xu Mei yang kemudian turun dari gendongan Feng Louzhi.
Qing Ling mengalihkan perhatian menatap Han Zishu yang masih diam.
" Shu'er.." Ucap pelan Qing Ling.
Han Zishu hanya tersenyum kecil menatap Qing Ling.
" Aku baik-baik saja kak." Ucapnya setelah merasa Qing Ling terus saja menatap dirinya dengan khawatir.
Han Zishu sebenarnya merasa sedikit trauma dengan kejadian seperti ini, bagaimana hal ini pernah terjadi pada dirinya dan membuat kedua orang tuanya harus pergi meninggalkan dia seorang diri.
Namun dia tidak mengatakan hal itu kepada Qing Ling, karena takut akan membuat orang-orang di sekitarnya yang begitu menyayangi dirinya menjadi khawatir.
Saat dirinya baru saja turun dari gendongan Xu Feng, tiba-tiba tangannya di pegang oleh Xu Mei.
Xu Mei tersenyum menatap Han Zishu.
" Berjanji lah untuk melupakan semua itu, aku tidak ingin melihat saudariku sendiri menjadi pribadi yang lain." Ucap Xu Mei dengan tersenyum lembut.
Xu Mei sudah menganggap Han Zishu sebagai keluarga nya sendiri, bahkan dia lebih mengetahui apa yang di rasakan oleh Han Zishu.
" Terima Kasih." Ucap Han Zishu kemudian memeluk Xu Mei dengan erat.
Qing Ling, Feng Louzhi dan Xu Feng menatap pemandangan itu dengan tersenyum, kini mereka mengerti mengapa reaksi Han Zishu seperti tadi.
Han Zishu begitu bersyukur mendapatkan keluarga baru yang begitu menyayangi dirinya, bahkan tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang yang di berikan, meski keluarga Xu Tian memiliki Xu Mei.
Setelah mereka berdua melepaskan pelukannya, mereka semua kemudian segera kembali ke istana dan tidak melanjutkan lagi rencana mereka untuk berjalan-jalan di ibu kota.
Sedangkan anggota Faksi yang ada di sekitarnya segera membereskan kekacauan yang terjadi.
" Louzhi, lalu bagaimana dengan Gege?" Tanya Qing Ling saat tengah berjalan menuju istana.
" Tuan Putri tenang saja, tuan muda akan baik-baik saja."
" Benar, karena Jingmi dan Wuya juga berada di sana untuk mengejar mereka yang telah berani mengusik orang-orang yang sangat dia sayangi." Xu Feng menimpali.
" Emm.. syukurlah jika begitu."
**********
Di tempat lain.
Terlihat sebuah cahaya emas melesat dengan kecepatan tinggi dengan aura pembunuhan yang cukup tinggi.
" Kalian tidak akan aku lepaskan!" Batin Xu Tian dengan sangat marah.
Dirinya tidak akan melepaskan orang-orang yang dengan berani mengusik ketenangan orang-orangnya, bahkan kali ini adik nya yang sangat dia sayangi yang hampir saja menjadi korban.
Hingga tidak lama kemudian, dirinya mendengar sebuah pertarungan yang tidak jauh dari tempatnya.
Xu Tian dapat melihat Jingmi dan Wuya yang sedang bertarung melawan sepuluh orang.
Tidak ingin menunda waktu lagi, Xu Tian segera melesat.
" Tapak Dewa Naga! "
" Wushhh...." Sebuah tapak keemasan muncul dari kehampaan, menyerang dua orang yang sedang mengarahkan pukulan menuju Wuya.
" Boooommmsss....."
Serangan Xu Tian melempar keduanya kebelakang.
" Pemimpin." Ucap Wuya dan Jingmi saat melihat serangan tersebut.
" Bunuh mereka semua! sisakan satu orang!" Teriak Xu Tian memberikan perintah, lalu segera melesat kembali menuju lawan yang sebelumnya terlempar.
" Baik."
" Swushh...." Jingmi dan Wuya berubah menjadi burung Elang dan Gagak dengan ukuran yang besar.
" Kiaaakkkkk...." Suara lengkingan terdengar, lalu melesat dengan kepakan sayap yang di selimuti energi berbentuk pisau kecil.
Lawan yang dihadapi begitu kaget saat melihat perubahan wujud keduanya.
" B*jingan! Kenapa informasi yang kita peroleh begitu meleset sangat jauh!" Teriak salah satu dari mereka dengan sangat marah.
" Cih! apa kalian lupa! B*jingan kecil itu selalu bersikap seenaknya!" Teriak yang lainnya.
" Benar! Jika saja dia tidak menjadi murid kesayangan Patriak, mungkin aku sudah membunuhnya!"
" Hentikan omong kosong kalian jika tidak ingin mati di tempat ini!" Seorang pria paruh baya mengingatkan mereka yang terus saja mengeluh.
" Cih! Kalian semua tidak akan bisa lolos dari Kematian!" Teriak Xu Tian yang tiba-tiba berada di belakang mereka.
" Swushh..." Xu Tian segera mengayunkan tombak yang ada di tangannya.
" Tombak Pembelah Angin! "
" Dhuaaarrrr...." Ketiganya terlempar dengan luka yang cukup parah.
" Swushh...." Wuya segera mengayunkan cakaran ke arah ketiganya.
" Arghh...." Teriak ketiganya penuh kesakitan.
Melihat kelima rekannya sudah terluka, membuat lima orang lainnya berusaha untuk pergi dan meninggalkan pertempuran.
" Swushh....." Namun belum sempat mereka bergerak, Jingmi telah terlebih dulu melemparkan serangan.
" Dhuaaarrrr...." Kelimanya mundur beberapa langkah kebelakang terkena serangan.
" Tombak Pembelah Lautan! "
" Wushhh...." Xu Tian mengayunkan tombaknya mengarah kelima orang yang sebelumnya mendapatkan serangan dari Jingmi.
" Menghindar! " Teriak mereka saat melihat serangan tersebut.
Jingmi dan Wuya sama-sama mempersiapkan serangan.
" Wushhh...." Keduanya melesat ke atas langit dengan gerakan cepat.
" Hancurkan..!" Teriak Xu Tian.
" Wushhh...." Jingmi dan Wuya melesat dengan tajam ke arah kelimanya.
" Boooommsss....." Asap tebal menyelimuti tempat tersebut, hingga membuat kawah besar.
Kelimanya langsung mati dan menjadi kabut darah.
Xu Tian kembali melesat ke arah yang lainnya, hingga tidak lama kemudian kini hanya tersisa satu orang saja, yang tidak lain seorang pria paruh baya.
" Tuan muda, ampuni diriku. Aku terpaksa melakukan semua ini." Ucap nya dengan suara terbata-bata menahan rasa sakit.
" Cih! terpaksa atau tidak, aku tidak akan pernah melepaskan mereka yang telah berniat jahat terhadap orang-orang ku."
" Tuan mud-"
" hentikan rengekanmu! Jingmi, bawa dia menuju istana." Ucap Xu Tian kemudian segera melesat menuju istana.
Jingmi dan Wuya lalu segera membawa pria paruh baya itu, namun sebelumnya mereka mengubah wujudnya kembali menjadi manusia.