
Kelima tetua Sekte Racun menatap dengan marah setelah mendengar ucapan Long Hei. Di tambah lagi dengan gelak tawa dari pasukan Istana Xufelong.
Terlihat wajah mereka yang memerah.
" Kalian benar-benar mencari kematian! Aku akan memastikan bagian tubuh kalian terlepas satu persatu!" Teriak salah satu tetua Sekte Racun dengan kemarahan yang berapi-api.
" Swusshh...." Tetua Sekte Racun itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah pasukan Istana Xufelong.
Keempat tetua yang melihat rekannya bergerak, segera mengikuti dengan memerintahkan prajurit kota untuk memanggil yang lainnya.
" Swusshh...." Satu persatu prajurit Kota Hitam datang ke dalam ruangan yang kini sebagian atapnya telah hancur.
Long Hei tersenyum. " Lakukan dengan cepat! Jangan membuat pemimpin dan lainnya menunggu lama!"
" Baik!"
Pasukan Istana Xufelong segera melepaskan serangan ke arah prajurit kota Hitam. Long Hei sendiri, segera menghadang serangan tetua Sekte Racun yang mencoba menyerang pasukannya.
" Dhuaaarrrr...." Tetua Sekte Racun itu terlempar hingga menghancurkan dinding ruangan.
" Swusshh...." Long Hei kembali melesat ke arah tetua yang lainnya. Dengan gerakan cepat, Long Hei melepaskan tinju maupun tamparan ke arah wajah maupun bagian dada.
" Booms....."
" Krakk....." Terdengar suara retakan tulang, hingga beberapa saat kemudian salah satu tetua yang terkena serangan Long Hei di bagian dada berteriak dengan keras.
" Akhhhh...."
" Tetua," Teriak tetua lainnya yang langsung bergegas menolong.
Namun saat tetua itu ingin membantu rekannya, tiba-tiba sebuah tombak melesat dengan tajam ke arahnya.
" Pikiran nyawamu sendiri bodoh!" Ucap salah satu pasukan Istana Xufelong dengan tersenyum mengejek.
Tetua itu menatap dengan urat-urat yang muncul di wajahnya. " Seharusnya aku yang mengatakan hal itu kepadamu b*jingan kecil!"
Tetua Sekte Racun itu segera melepaskan serangan tapak ke arah pasukan Istana Xufelong.
" Xiao Jong, hati-hati!" Teriak Long Hei yang sedang menampar wajah tuan walikota Kota Hitam.
Xiao Jong yang sedang menghadapi tetua Sekte Racun tersenyum, lalu mulai fokus untuk menahan serangan tapak tetua Sekte Racun itu.
" Dhuaaarrrr...." Xiao Jong menahan dengan tombak yang di ayunkan secara cepat.
" Booms...." Keduanya sama-sama terlempar.
Xiao Jong yang memiliki ketahanan tubuh lebih kuat, segara bangkit berdiri. Dengan tombak yang berada di genggaman tangannya, dia segera melepaskan salah satu teknik tombak ke arah tetua sekte racun yang mencoba bangkit.
" Lemah!" Teriak Xiao Jong yang sudah berada di dekat tetua tersebut. Kemudian dengan sekali ayunan tombak yang di gabungkan dengan teknik tingkat tinggi, membuat tubuh tetua itu terlempar hingga puluhan meter menembus dinding.
Bangunan Istana kota kini benar-benar telah hancur berkeping-keping. Tetua yang terlempar, tidak lama kemudian tewas.
Penyerangan yang dilakukan Pasukan Istana Xufelong di pimpin oleh Long Hei membuat kota Hitam kini menjadi ladang pembantaian.
Teriak kesakitan dan suara ledakan terus terdengar di seluruh sudut kota.
Hingga tiga jam kemudian, Pasukan Istana Xufelong benar-benar telah menghancurkan dan membunuh semua orang yang ada di dalam kota.
Di atas langit, Long Hei berdiri dengan tenang mengawasi pasukan yang sedang mengumpulkan mayat.
" Bakar mereka menjadi satu. Jangan sampai mayat mereka menjadi wabah penyakit!" Teriak Long Hei memberikan perintah.
" Baik Jenderal!" Teriak pasukan yang kemudian mengumpulkan mayat menjadi satu, terlihat gunungan mayat di tengah-tengah kota.
Setelah semua selesai, Long Hei kemudian meminta semua pasukannya untuk segera menuju Hutan Racun.
" Jenderal, ini harta dan dan sumber daya yang telah kami peroleh." Ucap salah satu pasukan Istana Xufelong memberikan cincin penyimpanan.
Long Hei menerimanya dengan tersenyum. " Kerja bagus! Sekarang kita pergi dari tempat ini." Ucap Long Hei yang kemudian melesat pergi dari kota Hitam di ikuti oleh pasukan Istana Xufelong yang lainnya.
********
Di tempat lain.
Lima kilometer dari Hutan Racun bagian luar, terlihat puluhan ribu pasukan yang sedang beristirahat memulihkan diri.
" Tuan muda, apa aku harus menyusul mereka?" Tanya Feng Louzhi yang berada di samping Xu Tian.
Xu Tian menggelengkan kepala. " Tidak perlu, aku rasa sebentar lagi mereka akan tiba." Ucap Xu Tian dengan menyesap minuman.
Feng Louzhi akhirnya diam menikmati arak bersama tetua Klan Xu. Sedangkan Qing Ling sedang fokus berkultivasi untuk mempersiapkan diri melawan Patriak Sekte Racun nantinya.
Saat mereka sedang berbincang menikmati arak, dari atas langit terlihat pasukan Istana Xufelong yang datang bersama dengan Long Hei.
" Akhirnya mereka datang." Ucap Tetua Xu Chen dengan senang.
Xu Tian tersenyum menatap Long Hei yang berjalan ke arahnya.
" Tuan muda, kami semua telah menyelesaikan tugas untuk menghancurkan kota Hitam. Dan di dalam cincin penyimpanan ini, terdapat harta dan sumberdaya yang kami jarah." Long Hei memberikan kepada Xu Tian dengan hormat.
Xu Tian kemudian meminta pasukan yang baru saja tiba setelah melakukan penyerangan di kota Hitam untuk memulihkan diri.
" Baik pemimpin." Mereka semua segera mencari tempat untuk memulihkan energi yang terkuras.
Long Hei menatap ke arah Xu Tian dengan serius.
" Katakanlah.." Ucap Xu Tian yang melihat pandangan Long Hei.
" Tuan muda, kapan kita akan melakukan penyerangan?"
Xu Tian menatap ke arah pasukan yang sedang memulihkan diri. " Tiga jam lagi, biarkan mereka beristirahat untuk memulihkan diri mereka terlebih dulu. Tidak perlu khawatir, aku sudah meminta beberapa pasukan yang di latih bergerak dalam kegelapan untuk mengawasi wilayah dekat Sekte Racun." Jelas Xu Tian dengan menuangkan minuman ke dalam gelas. Lalu memberikannya kepada Long Hei.
Long Hei menerima, kemudian menyesapnya.
Waktu terus berjalan dengan cepat, tidak terasa sudah tiga jam berlalu mereka berada di tempat tersebut.
Xu Tian bangkit dari duduknya, lalu menatap ke arah pasukan yang kini telah selesai memulihkan diri mereka.
" Sudah saatnya," Ucap Xu Tian menatap semua orang dengan tersenyum.
" Kita akan segera menuju Sekte Racun. Ingat! Kalian semua harus kembali bersama kita menuju Benua Timur. Jaga dan lindungi sesama pasukan, jangan biarkan satu pun pasukan kita tewas dalam pertempuran ini!" Ucap Xu Tian menatap semua orang.
Qing Ling berjalan mendekati Xu Tian. Di menatap semua orang dengan tersenyum. " Kalian semau harus datang menghadiri pesta! Tunjukan kemampuan yang kalian miliki, hancurkan mereka tanpa sisa!" Ucap Qing Ling dengan pelan, namun suaranya dapat di dengar oleh semua pasukan.
Pasukan Istana Xufelong terlihat sangat bersemangat, mereka akan saling berkerjasama untuk menghancurkan Sekte Racun. Di tambah lagi saat ini mereka bertarung bersama pemimpin dan wakil pemimpin mereka.
" Baiklah, segera bergerak!" Ucap Xu Tian yang kemudian memimpin pasukan tersebut.
" Swusshh...." Semuanya segera melesat mengikuti Xu Tian yang berada di barisan terdepan.
Di belakang Xu Tian, terlihat Qing Ling yang di apit oleh Feng Louzhi dan Long Hei di samping kanan, Tetua Xu Chen dan Tetua Xu Peng di samping kirinya.
" Swusshh....."