Lahirnya Penguasa Alam

Lahirnya Penguasa Alam
Ch148-Istana Kota Chuan


Jenderal Kun sendiri kini memiliki pandangan lain mengenai Xu Tian, sedangkan Komandan Ru terlihat tidak menyukai Xu Tian.


Xu Tian sendiri menyadari jika Komandan Ru tidak menyukai dirinya, namun dia hanya bersikap cuek dan tidak mau terlalu memikirkan hal itu.


" Tuan muda, lalu bagaimana? Apa tuan muda bersedia ikut bersama kami menuju Istana Kota." Ucap Jenderal Kun dengan ramah.


Xu Tian tersenyum, lalu menganggukan kepala. " Tentu saja, suatu kehormatan untuk diriku dapat bertemu langsung dengan tuan wali kota Chuan."


Karena ini adalah kesempatan untuk Xu Tian mendapatkan informasi mengenai Benua Utara, dan tentunya mengenai keberadaan Sekte Elang Hitam.


Menurut Xu Tian, Sekte Elang Hitam tidak sesederhana yang terlihat, mungkin saja mereka memiliki kekuatan lain di belakangnya.


Jenderal Kun pun menganggukan kepala, lalu mempersilahkan Xu Tian untuk mengikuti dirinya.


" Jin Kai, kau juga ikut. Aku akan bicara denganmu nanti." Ucap Xu Tian, menatap Jin Kai yang masih berdiam diri.


" Baik tuan muda." Jawabnya dengan semangat.


Kemudian mereka semua segera menuju istana kota, untuk menemui tuan wali kota Chuan.


*********


Di tempat tersembunyi, terlihat pelayan yang mendapatkan perintah untuk mengawasi mereka pun mulai meninggalkan tempatnya.


" Pemuda yang luar biasa, semoga saja dengan kehadirannya mampu membuat Sekte Elang Hitam hancur." Pelayan tersebut membatin.


" Sebaiknya aku segera menemui nona, untuk melaporkan masalah ini." Lalu segera menuju ruangan manager.


*********


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mereka pun tiba di Istana Kota.


Terlihat belasan prajurit yang berjaga di depan gerbang istana, dengan membawa senjata lengkap.


Saat mereka melihat kedatangan Jenderal Kun dan Komandan Ru, mereka semua segera memberikan hormat kepada kedua orang yang memiliki pangkat lebih tinggi dari mereka.


Namun mereka hanya bersikap cuek terhadap Xu Tian dan Jin Kai.


Jenderal Kun yang melihat itu pun merasa tidak enak, namun baru saja dia ingin berbicara, Xu Tian sudah terlebih dulu memotongnya.


" Jenderal, tidak perlu. Sebaiknya kita segera masuk saja." Ucap Xu Tian, menghentikan tindakan Jenderal Kun.


Dirinya tidak ingin menarik perhatian semua orang, dan para prajurit pun tidak bersalah, karena memang dirinya bukan siapa-siapa, jadi dia tidak terlalu mempermasalahkannya.


" Baik tuan muda, mari." Ajak Jenderal Kun, kemudian segera memimpin mereka untuk masuk ke dalam istana kota.


Setelah kepergian mereka, para prajurit pun terlihat begitu bingung dengan apa yang di lakukan oleh Jenderal Kun.


" Siapa pemuda itu? mengapa Jenderal terlihat begitu menghormatinya?" Tanya salah satu prajurit.


" Haiss.. mana aku tahu." Yang lainnya menimpali.


" Sudahlah, sebaiknya kita kembali fokus." Ucap prajurit lainnya, mengingatkan mereka untuk kembali fokus terhadap tugasnya.


Jenderal Kun pun membawa Xu Tian menuju Aula pertemuan yang ada di dalam istana kota.


" Penjagaan yang cukup banyak, namun masih memiliki banyak kekurangan." Xu Tian membatin.


Menurutnya keamanan di istana kota memang memiliki banyak prajurit yang berjaga, namun mereka masih belum mampu menempatkan diri mereka dengan baik.


Bagaimana mereka masih terlihat tidak serius dalam menjalankan tugas, dan terlalu menganggap remeh situasi yang terjadi.


Hal itu sendiri akan mempermudah musuh untuk menyusup ke dalam istana kota, belum lagi bagaimana penempatan prajurit yang terkesan asal-asalan.


Setelah berjalan beberapa menit, mereka akhirnya tiba di depan aula istana.


Karena sebelumnya Jenderal Kun telah melaporkan kepada tuan wali kota jika dia sedang kembali bersama pemuda yang di bicarakan sebelumnya, maka dari itu saat ini tuan wali kota sudah berkumpul di aula pertemuan untuk menunggu kedatangannya.


" Tuan muda, saya akan melaporakan kedatangan kita kepada tuan wali kota, mohon maaf karena harus membuat tuan muda untuk menunggu." Jenderal Kun dengan tersenyum, dirinya merasa tidak enak karena harus membuat tamu yang di undangnya menunggu.


" Tidak masalah Jenderal, aku juga masih ingin melihat-lihat istana yang megah ini." Ucap Xu Tian dengan tersenyum ramah.


" Jika begitu, saya akan segera kembali." Kemudian Jenderal Kun segera masuk ke dalam Aula Pertemuan.


Komandan Ru pun menemani Xu Tian dan Jin Kai, dirinya selalu memperhatikan Xu Tian. Namun semakin sering dia memperhatikan Xu Tian, membuat dia menjadi lebih menghormati sosok pemuda yang ada di hadapannya itu.


" Tuan muda, maafkan perilaku diriku yang sebelumnya." Ucap Komandan Ru, memberanikan diri dan membuang jauh-jauh sifat aslinya yang selalu ingin di pandang tinggi oleh orang lain.


Xu Tian yang sedang melihat-lihat tempat di sekitarnya pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Komandan Ru.


Dengan tersenyum ramah, Xu Tian menatap Komandan Ru yang kini telah berubah menjadi Komandan yang tidak lagi arogan.


" Komandan, lupakan saja hal itu. Anggap saja sebagai pelajaran komandan agar lebih menghormati orang lain. Kita tidak pernah mengetahui siapa yang sedang kita hadapi, selagi kita mampu menjaga sikap kita, maka masalah yang kita hadapi maupun kita temui akan semakin berkurang, dan itu semua akan mempermudah diri kita kedepannya."


Komandan Ru pun menganggukan kepala. " Tuan muda benar, selama ini aku selalu menganggap diriku terlalu tinggi, sehingga banyak orang yang tidak menyukai diriku."


" Entah mereka baik atau tidaknya, itu semua sama saja, karena untuk tetap bertahan hidup di dunia ini, kita harus mampu menempatkan diri kita berada di posisi yang mana. Jangan pernah menyesali apa yang telah terjadi, tapi buatlah sesuatu yang pernah kita alami sebagai guru kita untuk menjadi lebih baik lagi."


Komandan Ru yang mendengar ucapan yang di katakan oleh Xu Tian pun merasa sangat kagum, karena Xu Tian memiliki pemikiran yang begitu dewasa.


" Aku tidak menyangka, mungkin kali ini adalah kesalahan terbesar yang aku buat. aku terlalu bodoh, karena tidak dapat mengenali sebuah berlian yang begitu indah." Ucap Komandan Ru dengan semangat, bahkan dirinya kini merasa jika beban di pundaknya seakan menghilang.


Xu Tian sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Komandan Ru yang sangat berbeda dari sebelumnya.


" Mungkin di masa lalu Komandan Ru menghadapi masalah yang begitu besar, sehingga membuat kepribadian dirinya berubah, dan kali ini dia kembali kepada pribadi dirinya yang sebenarnya." Xu Tian membantin.


Saat mereka sedang asik mengobrol, Jenderal Kun datang menghampiri mereka.


Jenderal Kun sendiri merasa kaget melihat perubahan Komandan Ru yang saat ini terlihat berbeda dari sebelumnya.


Namun karena ada sesuatu yang lebih penting, dia mencoba menahan diri untuk bertanya.


" Tuan muda, tuan wali kota dan lainnya telah menunggu." Ucap Jenderal Kun kepada Xu Tian.


" Baik..." Ucap Xu Tian, kemudian segera mengikuti Jenderal Kun yang berjalan di depannya.


Jin Kai dan Komandan Ru pun kemudian mengikuti di belakangnya.


" Ceklek....." Pintu Aula Pertemuan terbuka.