
Setelah seharian Xu Tian dan lainnya mencari keberadaan kelompok Cu Hai dan Mo Lang, akhirnya mereka dapat menemukan keberadaan kelompok tersebut yang sedang bertarung dengan beberapa hewan buas.
Mereka semua kemudian segera mengambil jarak dan memperhatikan pertarungan antara kelompok Cu Hai, Mo Lang melawan kawanan hewan buas.
" Saudara apakah kita akan menyerang sekarang?" Tanya Xu Feng yang sedang melihat ke arah pertarungan tersebut.
" Tunggu beberapa saat lagi, saat mereka semua sudah kelelahan kita akan segera menghabisinya." Ucap Xu Tian yang juga sedang melihat ke arah pertarungan tersebut.
Setelah menunggu waktu cukup lama akhirnya kelompok Cu Hai sudah mulai kelelahan karena harus terus bertarung melawan kawanan hewan buas.
" Sekarang!." Ucap Xu Tian kemudian segera maju menyerang yang di ikuti oleh lainnya.
" Dhuarrrr......." Suara pukulan tapak Xu Tian melempar bawahan terkuat yang di miliki oleh Cu Hai.
Melihat adanya serangan kembali kelompok Cu Hai dan Mo Lang kembali waspada dan mencari tahu siapa yang menyerang mereka.
Setelah mengetahui siapa yang menyerang kelompoknya Cu Hai begitu marah dan kesal karena ternyata mereka adalah orang-orang yang mereka cari selama ini.
" B*jingan kalian semua! Akan ku bunuh kalian semua b*ngsat!." Teriak Cu Hai begitu marah dengan wajah yang sudah memerah.
" Cih.. Jangan banyak omong kosong lakukan jika kalian mampu." Jawab Xu Feng yang langsung maju menyerang Cu Hai dengan mengepalkan tangannya yang di baluti petir.
" Pukulan Petir!.."
" Dhuarrrr....." Cu Hai terlempar karena belum siap untuk menerima pukulan tersebut.
Cu Hai kemudian segera berdiri kembali memegang golok yang cukup tajam lalu melesat menyerang menuju Xu Feng yang juga mengeluarkan pedangnya.
Mereka berdua pun kemudian saling menyerang menggunakan senjata mereka masing-masing.
" Mo Lang bersiaplah hari ini adalah hari kematianmu." Ucap Lin Hao yang kini berdiri berhadapan dengan Mo Lang.
" Cihhh..kau terlalu percaya diri, kita lihat siapa yang akan mati diantara kita berdua." Jawabnya tak kalah sengit.
" Hahaha... Aku menyukai semangatmu." Lalu segera maju menyerang ke arah Mo Lang.
Sedangkan yang lainnya pun tidak mau ketinggalan, mereka semua menyerang bawahan Cu Hai dan Mo Lang sedangkan Xu Tian akan melawan bawahan terkuat yang di miliki oleh Cu Hai dan Mo Lang yang masing-masing berada di tingkat raja.
Tidak ingin membuang banyak waktu Xu Tian segera maju menggunakan pedang di tangan nya menyerang kedua lawannya tersebut dengan gerakan yang cukup cepat membuat keduanya tidak dapat melihat gerakannya.
" B*jingan ini memiliki kemampuan yang begitu tinggi, aku bukanlah lawannya." Desah bawahan Cu Hai membatin merutuki kebodohannya.
" Aku bahkan tidak dapat melihat pergerakannya, apakah ini akhir hidupku." Bawahan Mo Lang membatin dengan putus asa.
Xu Tian yang dapat melihat raut putus asa mereka pun tidak menyianyiakan kesempatan tersebut, dengan menggunakan langkah dewa naganya dia menebaskan pedangnya ke arah leher mereka.
Dan seketika dengan pertarungan yang singkat Xu Tian mampu memisahkan kepala dari badan keduanya.
" Kemampuan yang masih rendah tetapi berniat ingin membunuhku, Cih dasar naif." Ucap Xu Tian pelan lalu segera mencari tempat untuk melihat pertarungan yang lainnya.
Terlihat Xu Lou, Xu Jin, Xu Guang dan Lin Zhang pun sudah menyelesaikan pertarungan mereka kemudian segera menuju ke arah di mana Xu Tian berada.
" Hahaha... Cu Hai lihatlah kini hanya tersisa dirimu dan orang bodoh itu." Xu Feng berkata sinis menunjuk ke arah Mo Lang yang sedang bertarung melawan Lin Hao.
" Hahaha Mo Lang apakah kau mendengar apa yang di ucapkan oleh saudaraku bahwa kau adalah orang bodoh, bodoh karena mencari musuh yang salah!." Ucap Lin Hao memprovokasi Mo Lang.
Sedangkan Cu Hai dan Mo Lang terlihat mulai putus asa setelah melihat para bawahannya kini telah terbunuh dan hanya menyisakan mereka berdua.
" Saudara segera habisi mereka dan kita akan melanjutkan perjalanan kita kembali sebelum reruntuhan kuno ini tertutup." Ucap Xu Tian memperingati keduanya untuk segera menyelesaikan pertarungan mereka.
Karena Xu Tian tidak ingin membuang banyak waktu lagi, karena dari yang dia ketahui dari pengetahuan Tabib Yao sebelumnya adalah adanya sebuah Kristal Es Abadi berada di bagian Utara yang di jaga oleh hewan roh tingkat Nirwana.
Jadi dia berfikir untuk mencoba mendatangi tempat tersebut sebelum reruntuhan kuno tertutup, karena hanya tersisa 3 hari lagi sebelum mereka di paksa keluar dari dunia ini.
Setelah mendengar apa yang di katakan Xu Tian kemudian keduanya pun mulai serius untuk segera menghabisi keduanya.
" Pedang Api-Api Kehancuran!." Pedang Xu Feng mulai mengeluarkan api berwarna merah kemudian segera dia maju mengayunkan pedang nya ke arah Cu Hai.
Melihat serangan datang ke arahnya Cu Hai mencoba membuat pertahanan dari energinya.
" Boooommsss...." Pertahanan Cu Hai hancur bahkan golok yang berada di tangan nya pun ikut terlempar.
Xu Feng segera bergerak menggunakan langkah bayangan lalu mengepalkan tangan yang sudah di baluti petir menyerang ke arah dada Cu Hai.
" Dhuarrrr....." Xu Hai terlempar memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya dengan kondisi yang begitu parah tulang di dadanya remuk.
Melihat Cu Hai sudah tidak dapat bergerak Xu Feng segera menyerang kembali dengan mengarahkan pedang nya kebagian leher Cu Hai dan membuat Cu Hai seketika terbunuh.
Melihat Cu Hai yang terbunuh Mo Lang semakin kehilangan kendalinya dan menyerang Lin Hao dengan begitu ganas.
Lin Hao tidak tinggal diam, karena melihat Mo Lang yang sudah kehilangan kendalinya dan tidak dapat berkosentrasi lagi dia pun segera mengeluarkan tombak nya.
" Tombak Pembelah!."
" Dhuarrrr....." Mo Lang terlempar ke belakang, melihat kesempatan tersebut kemudian Lin Hao kembali menyerangnya.
" Tombak Penghancur!." Lalu segera mengarahkan tombaknya ke arah kepala Mo Lang.
" Dhuarrrr..." Tombak Lin Hao menghancurkan kepala Mo Lang menjadi kabut darah dan membunuhnya.
Melihat pertarungan keduanya sudah berakhir kemudian Xu Tian meminta mereka untuk mengumpulkan cincin penyimpan yang di miliki oleh Cu Hai, Mo Lang dan juga bawahannya.
" Kumpulkan semua cincin penyimpan mereka, kemudian setelah itu pulihkan diri kalian karena kita akan segera melanjutkan perjalanan kita." Ucap Xu Tian kepada yang lainnya lalu segera mencari tempat untuk berkultivasi.
Setelah beberapa jam terlewati mereka semua pun segera melanjutkan perjalanan mereka ke arah Utara.
Setelah melakukan perjalanan selama seharian penuh akhirnya mereka sampai di sebuah danau yang begitu tenang tetapi mereka semua dapat merasakan hawa dingin dari dalam danau tersebut.
" Saudara aku merasakan hawa dingin yang begitu luar biasa dari dalam danau." Ucap Lin Hao yang mengawasi sekitarnya.
" Benar. Dari yang aku ketahui di dalam danau terdapat kristal es, maka dari itu kita dapat merasakan hawa dingin yang cukup tinggi." Xu Tian menjelaskan dengan arah pandangan menuju ke bagian danau.
" Saudara apakah kita akan segera mengambilnya ke dalam danau." Tanya Xu Feng melihat ke arah Xu Tian.
" Tidak. Kita tunggu beberapa saat lagi karena setiap keberuntungan maka akan terdapat bahaya yang menunggu kita di dalamnya." Tanpa mengalihkan pandangannya dan terus mengawasi danau tersebut.
" Aku meng-.."
Belum sempat Xu Feng menyelesaikan ucapannya dari dalam danau tiba-tiba muncul sebuah Gurita yang cukup besar dengan kekuatan Nirwana tingkat 3.
" Boooommsss...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...