
Setelah berhasil menghancurkan pasukan Klan Rong, kemudian Xu Tian meminta Bai Luan dan Shang Hai bersaudara untuk menuju pusat formasi dan melepaskannya.
Setelah itu Xu Tian meminta mereka untuk datang ke penginapan yang sebelumnya dia tempati.
Karena hari sudah menjelang pagi, Xu Tian pun segera menuju penginapan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum menemui yang lainnya.
" Sepertinya keadaan Ibu kota sudah mulai stabil." Ucap Xu Tian yang sedang menuju ke Penginapan.
Hingga tidak lama kemudian, dirinya tiba di penginapan lalu segera masuk ke dalam menuju kamarnya.
Kedatangan Xu Tian mendapatkan perhatian dari semua orang, terlebih setelah Xu Tian memberikan pil tingkat tinggi kepada tetua dan pemuda yang sebelumnya berdebat dengan dirinya.
Tidak ingin memperdulikan pandangan semua orang yang menatap ke arahnya, Xu Tian dengan tenang terus melangkahkan kakinya menaiki tangga untuk menuju lantai dua.
Setibanya di dalam kamar, Xu Tian segera memasuki dunia jiwa untuk beristirahat. Tidak lupa juga dirinya menyegel ruangan itu.
*************
Dunia Jiwa.
" Swusshh...." Xu Tian muncul di Istana Naga, kedatangannya langsung di sambut oleh Jin Kai.
" Tuan muda."
" Jin Kai, bagaimana dengan latihanmu?"
" Semua berjalan dengan baik tuan muda, terima kasih." Jin Kai dengan hormat.
Xu Tian menggelengkan kepala. " Tidak perlu berterima kasih kepadaku, bagaimana pun itu semua hasil dari kerja kerasmu sendiri. Aku hanya berharap kau selalu berada di jalan yang benar nantinya."
Jin Kai menganggukan kepala. " Saya berjanji tidak akan mengecewakan tuan muda."
" Baiklah, aku akan beristirahat terlebih dahulu." Ucap Xu Tian dengan tersenyum hangat, kemudian masuk ke dalam Istana Naga.
***********
Di tempat lain.
Kini Bai Luan dan Shang bersaudara tiba di penginapan, dengan segera mereka masuk ke dalamnya.
" Sebaiknya kita tidak perlu mengganggu tuan muda." Ucap Bai Luan, kemudian mengajak mereka untuk duduk di restoran yang ada di dalam penginapan.
Mereka berempat kemudian segera meminta pelayan untuk menyiapkan makanan dan minuman terbaik yang ada.
" Saudara Bai." Panggil Shang Hai dengan ragu.
Bai Luan menatap ke arahnya. " Katakanlah.."
" Emm... Apa saudara mengetahui rencana selanjutnya tuan muda?"
" Aku tidak mengetahuinya, mungkin tuan muda akan beristirahat di ibu kota untuk beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan."
" Apa menurut Saudara Bai tuan muda akan menemui Kaisar Bing Qing?"
Bai Luan menggelangkan kepala. " Bisa iya, dan bisa juga tidak. Aku tidak dapat menebak apa rencana tuan muda selanjutnya." Kemudian menatap ke arah Shang Hai bersaudara yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Sebenernya ada apa dengan kalian, karena tidak mungkin kalian bertanya jika tidak ada sesuatu yang kalian sembunyikan?" Bai Luan dengan penuh selidik.
Shang Hai menatap ke arah Shang Gou dan Shang Lun.
" Mungkin dulu kami pernah berada di jalan yang salah, namun kami bertiga selalu memiliki keinginan untuk bisa menjaga Benua Utara ini dari dari serangan pihak luar. Itu semua yang di ajarkan oleh Leluhur kami sebelum Klan Shang hancur." Jelas Shang Hai dengan mata menerawang jauh ke masa lalu.
Bai Luan menganggukan kepala. " Lalu apa rencana kalian?"
Mereka bertiga menggelengkan kepala.
" Apa kalian sudah pernah membicarakan masalah ini dengan tuan muda?"
" Belum." Ucap Shang Gou cepat.
" Lalu bagaimana caranya kalian melindungi Benua Utara? Sedangkan posisi kalian saat ini sebagai pelayan tuan muda."
" Justru itu adalah kesempatan untuk kami." Ucap Shang Hai dengan suara pelan.
" Aku mengerti." Bai Luan, tanpa ingin melanjutkan pembicaraan.
Bai Luan sudah memahami kemana arah pikiran mereka bertiga, jadi dia tidak perlu menanyakan hal lain lagi.
Shang Hai hanya dapat menghela nafas saat melihat Bai Luan yang diam tanpa memberikan solusi kepadanya.
" Lalu bagaimana?" Tanya Shang Lun dengan menatap kedua saudaranya.
" Benar." Shang Hai menimpali.
Sedangkan Bai Luan hanya diam dengan menatap ke meja lain.
Tidak lama kemudian pelayan datang, lalu segera menghidangkan makanan dan minuman yang mereka pesan.
***********
Dunia Jiwa.
Xu Tian yang baru saja selesai membersihkan dirinya lalu segera beristirahat.
" Sebaiknya aku beristirahat terlebih dulu." Kemudian segera merebahkan badannya di tempat tidur.
Xu Tian akan melihat apa yang sebenarnya ada di dalam telur yang dia temui nanti.
Di selatan dunia jiwa.
Terlihat telur yang kini mulai terlihat jelas retakan yang terjadi pada bagian cangkangnya dan terus mengeluarkan hawa dingin di sekitarnya.
Jika saja Xu Tian tidak menyegelnya, mungkin hawa dingin itu akan memenuhi dunia jiwa dan membuat aura dunia jiwa menjadi terasa dingin seperti yang terjadi di ibu kota.
Jin Kai yang berada tidak jauh dari telur tersebut terus mengawasinya.
" Telur apa sebenarnya?" Ucapnya pelan dengan terus menatap ke arah telur.
Hingga beberapa menit kemudian, Jin Kai masih begitu bingung dengan telur yang terus mengeluarkan aura dingin itu.
Meski sudah di pasangi formasi oleh Xu Tian, namun hawa dingin itu masih dapat di rasakan pada jarak 1km jauhnya.
" Sebaiknya aku kembali berlatih agar dapat membantu tuan muda seperti yang di lakukan oleh Paman Shang Hai dan yang lainnya." Kemudian Jin Kai segera pergi dari tempat itu.
***********
Di tempat lain.
" Nyonya." Ucap seorang pria yang baru saja datang.
" Bagaimana?"
" Apa yang di katakan Nyonya benar, saat ini dia telah di dapatkan oleh seseorang."
" Apa kau mengetahui siapa orang itu?"
" Tidak Nyonya, aku hanya merasakan jika segel yang berada di sekitarnya mengalami sedikit goresan."
" Laporkan padaku jika segel yang ada telah berhasil di lepaskan."
" Baik.." Kemudian segera pergi dari tempat itu.
" Akhirnya setelah sekian lama, kini kau akan segera kembali lagi." Ucap perempuan cantik itu, dengan menggunakan pakaian berwarna merah jambu.
************
Di tempat lain.
Bai Hu yang sedang melihat latihan dari kedua gadis kecil yang memiliki paras yang cantik itu pun dapat merasakan sesuatu yang aneh tiba-tiba di hatinya.
Dengan wujud Harimau kecilnya, Bai Hu terus mencoba mencari tahu apa yang terjadi pada hatinya.
" Apa yang telah terjadi? Mengapa rasanya begitu sakit." Bai Hu membatin.
Xu Mei yang sedang latihan pun dapat merasakan sesuatu yang aneh pada Bai Hu.
" Mei ada apa?" Tanya Han Zishu, karena tiba-tiba Xu Mei bengong di tempatnya.
" Lihatlah.." Tunjuknya ke arah Bai Hu yang terlihat gelisah.
Han Zishu menatap ke arah yang di tunjukan oleh Xu Mei.
Mereka berdua pun kemudian segera berjalan mendekati Bai Hu.
" Hai kawan, ada apa denganmu?" Tanya Xu Mei, saat berada di dekat Bai Hu.
" Apa kau merindukan Kakak Tian?" Ucap Han Zishu, menimpali.
Bai Hu menatap ke arah keduanya, kemudian menggelengkan kepalanya.
" Hamba tidak tahu apa yang terjadi pada diri hamba nona muda." Bai Hu berbicara melalui telepati kepada keduanya.