
Hingga beberapa saat kemudian, pertarungan yang terjadi di tempat itu berakhir.
Terlihat di dalam formasi yang kini telah hancur dengan banyaknya lubang pada tanah dengan api maupun petir yang masih tersisa bekas serangan yang di lancarkan.
Kesepuluh pemuda yang berada di atas langit segera menghilangkan formasi, kemudian turun ke bawah.
" Akhirnya masalah satu ini selesai juga." Ucap salah satu pemuda.
" Benar, apa yang telah mereka lakukan kepada rakyat sudah melewati batas. Kematian adalah hukuman yang pantas untuk mereka terima." Pemuda lainnya menimpali.
" Komandan, lalu bagaimana dengan rakyat yang keracunan?"
" Entahlah, sebaiknya kita melaporkan masalah ini terlebih dulu." Ucap pemuda yang panggil komandan itu.
Mereka pun kemudian segera pergi meninggalkan tempat itu. Namun baru saja mereka bergerak beberapa ratus meter, salah satu dari sepuluh pemuda itu melihat orang yang mereka kenali.
Dengan cepat dirinya memutar arah untuk menuju orang yang dia kenali. Begitupun dengan lainnya yang segera mengikuti nya.
Sedangkan di tempat Xu Tian, Bai Luan dan Shang bersaudara begitu bingung saat sepuluh pemuda itu tiba-tiba datang menghampiri.
Hingga Bai Luan dan Shang bersaudara begitu terkejut saat melihat apa yang di lakukan oleh kesepuluh pemuda itu kepada Xu Tian.
" Salam pemimpin!" Ucap mereka semua, dengan hormat memberikan salam kepada Xu Tian yang masih berdiri dengan tersenyum ramah.
" Bangunlah." Ucap Xu Tian dengan tenang.
Mereka semua segera berdiri tegak, di hadapan Xu Tian.
" Apa yang terjadi?" Tanya Xu Tian, dengan menatap Xu Feng.
Xu Feng kemudian menjelaskan tentang apa yang telah terjadi beberapa hari yang lalu hingga pada akhirnya mereka bertarung di tempat ini.
Di mulai dari anggotanya yang tidak sengaja melewati kota yang tidak jauh dari tempat kejadian, kemudian mendengar jika banyak kultivator yang membuat kekacauan dengan meracuni rakyat.
Lalu Xu Feng dan semua orang yang berada di Benua Utara memutuskan untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.
Pasukan yang mencari keberadaan para kelompok kultivator itu, hingga aksi pengejaran terjadi dan pada akhirnya pertarungan di tempat ini menjadi puncaknya.
" Hingga kami bertarung dengan mereka di tempat ini, namun untuk keadaan rakyat masih cukup memperhatikan."
" Jelaskan."
" Rakyat saat ini banyak yang mengalami keracunan akibat ulah dari mereka."
" Lalu bagaimana dengan pihak keamanan ibu kota dan juga para petinggi nya?"
" Mereka sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan masalah ini, namun karena keterbatasan yang mereka miliki membuat mereka kesulitan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi."
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian mulai berpikir mencari jalan keluar dari masalah ini.
" Sepertinya aku harus memiliki faksi yang mendalami pengobatan lebih tinggi lagi, hingga jika terjadi masalah ini mereka dapat memecahkan masalah yang terjadi tanpa harus melaporkan ke Istana Xufelong yang memakan banyak waktu." Xu Tian membatin. Kemudian menatap ke arah Xu Feng.
" Antarkan aku ke sana."
" Baik." Kemudian mereka semua segera menuju tempat di mana kekacauan terjadi akibat para kultivator racun yang meracuni rakyat di kota itu.
" Swusshh....." Rombongan itu melesat menuju ke arah selatan.
*************
Di tempat lain.
Halaman Istana Kota.
Terlihat banyak rakyat yang kini sedang terkulai lemas tidak berdaya, bahkan sebagian dari mereka sudah tidak mampu untuk membuka matanya.
" Tuan Walikota, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu tetua.
Tuan Walikota menggelengkan kepala lemah, dirinya juga tidak tahu harus melakukan apa.
" Kita hanya dapat berharap keajaiban datang."Jawabnya pelan, dengan mata nanar menatap rakyatnya.
" Siapapun bantu kami, aku akan merasa sangat berdosa jika mereka harus tewas akibat kecerobohan kepemimpinan ku ini." Tuan Walikota membatin dengan hati yang begitu sakit.
Hingga tidak lama kemudian, datang seorang prajurit.
" Tuan Walikota." Prajurit dengan raut wajah khawatir.
Prajurit kemudian mencoba menenangkan dirinya sebelum melaporkan hal yang terjadi.
" Tuan Walikota, di gerbang ada kelompok dengan jumlah besar yang memaksa masuk ke dalam." Prajurit menjelaskan, saat mulai tenang.
Mendengar hal itu, semua orang yang ada di halaman istana pun segera menatap ke arah Prajurit.
" Apa kau mengenali mereka?"
" Tidak, hanya saja mereka mengatakan akan menghancurkan kota ini."
Tuan Walikota mengerutkan keningnya bingung. " Jelaskan lebih rinci!"
" Salah satu dari mereka mengatakan sekte racun." Kemudian menjelaskan jika kelompok itu memiliki bau tanaman herbal yang menyengat dan mengganggu pernapasan.
" Apa mereka kelompok yang sama." Tuan Walikota bertanya-tanya. Kemudian segera meminta orang-orangnya untuk ikut bersama dirinya menuju gerbang.
" Tetua, aku titipkan mereka kepada anda." Ucapnya dengan menatap tetua yang menjadi orang kepercayaan nya.
" Baik.."
Kemudian Tuan Walikota dan para petinggi segera mengikuti prajurit menuju gerbang.
************
Di depan Gerbang.
Terlihat sekitar seratus kultivator berdiri dengan kemarahan yang menyala.
" B*jingan! Tunggu apa lagi, sebaiknya kita hancurkan saja kota ini sekarang." Ucap salah satu dari mereka dengan arogan.
" Tenanglah, kita tunggu mereka terlebih dulu." Ucap pemimpin pasukan itu.
" Cih! Apa kau masih dapat bersikap tenang saat anggota kita terbunuh?"
" Jika kau tidak bisa tenang, silahkan saja lakukan apa yang ingin kau lakukan."
" Jika begitu, dengan senang hati." Ucapnya dengan bersemangat, kemudian maju mendekati gerbang.
Para prajurit yang menjaga gerbang pun mulai cemas saat melihat salah satu mereka berjalan mendekat.
" Berhenti!" Teriak Prajurit memberanikan diri, meminta orang itu untuk menghentikan langkahnya.
Sedangkan orang yang sedang berjalan mendekat ke arah gerbang hanya bersikap cuek dan tertawa.
" Cobalah hentikan aku jika kalian semua mampu." Kemudian segera mengeluarkan sebuah cairan dari dalam cincin penyimpanan.
Dengan tenang dirinya meminum cairan itu, hingga tidak lama kemudian tubuh nya berubah menjadi kebiruan.
" Hahahaha... akhirnya aku dapat mencoba racun racikan terbaruku." Ucapnya dengan tertawa.
Para prajurit yang melihat apa yang terjadi begitu ketakutan. Hingga tiba-tiba datang Tuan Walikota di sampingnya.
Tuan Walikota yang datang bersama para petinggi dan Jenderal pun menatap ke arah pemuda itu dengan penasaran.
" Siapa kalian? Mengapa datang ke kota ku dengan jumlah pasukan besar?"
" Cih! Jangan berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi. Aku sangat jijik melihat wajahmu itu!" Teriak orang yang kini memiliki tubuh berwarna kebiruan.
" Swusshh...." Tiba-tiba di tangan nya keluar burung kecil berwarna biru.
" Hidangan pembuka!" Ucapnya dengan bersemangat.
Tuan walikota dan yang lainnya segera membuat perisai pertahanan.
" Aktifkan Formasi kota!" Perintah salah satu petinggi, kemudian beberapa orang segera menuju pusat formasi.
" Hahahaha.... Kalian begitu naif! Hanya formasi rendah tidak akan mampu menahan ganasnya racun baruku ini!"
" Seratus Burung Racun!" Dengan menggerakkan tangannya. Burung-burung kecil berwarna biru itu melesat dengan tajam ke arah Tuan Walikota dan lainnya.
" Swusshh...." Tiba-tiba energi berwarna emas muncul dari kehampaan melindungi Tuan Walikota dan lainnya.
" Sepertinya kau yang begitu naif di sini!" Ucap sebuah suara terdengar.